Medan (sabtu), 03 Februari 2007
- 19.35 wib
Tadinya kepengen nyoba Lizard Cafe, tapi waktu kita lewat situ sekitar jam setengah 8 malam, kok sepi bangeddddd…………… cuma ada sepasang kekasih gitu yang sedang dinner. So, we decide to turn the car. — Oiya, we disini aku dan Uam, teman kantorku. (yeah, gara2 banjir merendam Jkt, minggu ini aku tidak bs ditemani hubby. J
angankan terbang ke Mdn, jalan menuju bandara aja tenggelam!) —
Ke Brother’s Cafe. Ini pertama kali nya aku ke Brother’s Cafe, setelah sekian lama berencana datang kesini.
Begitu pintu dibukakan oleh pelayan, kami masuk… suasana mewah dan cozy terasa. Ruangnya gak terlalu besar, tapi pengaturannya bagus. Selain meja petak dengan empat kursi yang ada di tengah ruangan, kalau mau lebih nyaman, juga bisa duduk di sofa. Yeahhh…….. interior mirip2 Traders dikit lah, dikiiiiittt………..
Karena baru pertama kesini, aku bingung mau pesan apa. Menunya aku bolak-balik, sampai akhirnya aku order makanan yang ‘aman’. Artinya gak gambling banged soal rasa, dan juga tidak terlalu mengenyangkan. Thai spring roll ! Sama satu lagi yang dipesan U’am. Apa ya namanya, lupa. Tapi ya snack2 juga bentuknya.
Harga makanan standartlah, maksudnya standart mahalnya. Kekekekeke….. Gak kok. Untuk ukuran western food ya emang segitu-segitu juga harganya, 150rb-250rb-an. Tapi kalo asean food ya normallah.
Sambil menunggu pesanan datang, daripada bengong, tak sengaja kami jadi ngomentarin orang (bah! tak sengaja ya…). Ada aja yang dikomentarin. Mulai dari pelayannya yang ‘agak somse’ sampai tamu-tamu yang datang belakangan. Seperti waktu ada sepasang abege yang masuk, dan duduk di sofa seberang meja kami.
“Kayaknya ini masih pedekate, Am, jadi diajak kemari.” Kataku.
“Baru-baru pacaran aja itu dibawa kesini, Kak.” kata U’am. “Klo dah lama, pasti gak lagi. Pasti cari yang murah-murah.” Hihihihi…
Lalu homeband nya maen. “Test test, satu…. satu….” kayak acara di kondangan aja ya…
Dan berhubung salah satu interior speaker nya ada di atas kepala — di belakang meja kami, ya tebak aja. Kadang putus-putus gitu suaranya, jadi agak terganggu dan terkejut beberapa kali. (jangan lupa diganti sama yang baru ya pak menejer :p~~ )
Begitu band nya main……. woww..!! Agak ancur, maksudnya.
eMMM… Mungkin karena lagu yang dipilih salah kali ya, soalnya jadi gak enak dinyanyikan. Suara vokalisnya mayan kok. Jadi kamipun sepakat bahwa lagu tsb yang tidak cocok untuk warna vokal dia. (*maaf ya , bukan bermaksud menghina, tp ini kan demi kebaikan juga :p~~)
Lalu rasa makanan? Gimana-gimana? Enak? Yap, enak. Mayanlah.
Minuman? Emm…… kayaknya aku tadi salah pesan. Aku order Ice Coffee Cola. Jadi kopi+coca cola. Ntah apa! Dan entah apa pulak aku pesan itu tadi, karena tnyt rasanya jadi gak matching ama makanannya.
Despite all, boleh juga kok Brother’s Cafe ini. Untuk yang pengen menikmati suasana nyaman dengan hiburan live music, kafe ini bisa dipilih. Modal 200rb bisalah untuk makan bedua ma pasangan, tp khusus asean food ya, secara nasi-nasi goreng gitulah kekekeke…
Silakan coba aja. Tempatnya gampang dicari kok, di gedung Bank Mandri Cab Imam Bonjol – Medan. Di lt.1, deket ATM. Jadi bisa sekalian ambil duit di atm kalau ternyata cash nya kurang buat bayar bil. Hheheheee….
Popularity: 5%



















—-


yang uam pesen tuh Brothers Special kak…
lemayan tebakarlah mulut kita makan makanan thailand yang taunya masih panas kali itu isinya, hehehehe
[Reply]