Month: February 2013

Aksesoris

Menurut saya, pemborosan perempuan itu lebih dari sekadar baju atau sepatu. Well, bukan berarti item baju dan sepatu mendapat kartu hijau untuk izin pemborosan, tapi menghabiskan sisa gaji untuk membeli baju dan sepatu sih sudah biasa, soalnya kan gak mungkin kalau gak pakai baju. Apalagi perempuan sering suka gak pede sendiri kalau pakaiannya itu-itu saja. … Read More

Alerginya Vay

Saya pernah cerita kan ya, kalau Vay itu waktu kecilnya tergolong bayi alergi? Banyak cerita tentang Vay dan alerginya di blog Vay, salah satu ceritanya di sini ya. Nah, semakin besar anak, tentu harapan kami orangtuanya adalah tubuhnya sudah bisa toleran dengan makanan yang dulu dihindari sejak dia mulai kenal MPASI sampai umur dua tahun. … Read More

Perkara Sepuluh Ribu

Kali ini kita bicara perkara sepuluh ribu. Sekarang ini nilai sepuluh ribu itu sebesar apa ya? Lontong sayur pakai telor masih bisa dapat sembilan ribu, mie rebus pakai telor tujuh ribu, teh botol tiga ribu, harga majalah Bobo sepuluh ribu. Tapi untuk menu makan siang di kantin bawah, jelas gak dapat sepuluh ribu, minimal ya … Read More

Vay on Choir Competition

Ingat dengan pepatah yang mengatakan: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian? Saya jarang sekali percaya dengan pepatah ini. Well, kurang lebih sama dengan kenapa saya tidak percaya lagi dengan pepatah: tong kosong nyaring bunyinya. Karena kenyataannya yang nyaring bunyinya juga tidak selalu ‘kosong’, tapi sebaliknya mereka ingin mengeluarkan isinya. Atau mereka yang nyaring bunyinya – meskipun katanya … Read More

Les Electone

Dari dua tahun lalu kepengen banget masukin Vay kursus musik, pengen kursusin dia piano, tentu biar rumah ini lebih hidup dengan adanya musik. Tapi kemarin-kemarin sempat ragu karena tempat kursus Yamaha itu adanya di Cipinang, which is saya malas nyari lokasi tepatnya di mana, dan kalau kursus hari biasa, pasti capek sekali karena dari sekolah … Read More

Lihat Kebunku

Pagi atau sore hari di akhir minggu adalah saat-saatnya saya memeriksa halaman. Biasalah, cek lapangan, siapa tahu ada yang luput dari perhatian, entah rumput yang sudah tinggi di satu sisi, atau pelepah daun keladi yang melebar kemana-mana. Sekaligus menikmati halaman sendirilah, meskipun tidak terlalu luas, tapi lumayanlah untuk cuci mata, menjernihkan pikiran. Paling senang kalau … Read More