Month: April 2013

Photo Hunt – Mentari Model

Secangkir teh susu : postingan ini disponsori oleh Indosat Mentari, designed for Smartphone but please read it anyway.  —- Sebelum basi, saya mau posting hasil foto saat photo hunt tema model tanggal 20 April lalu. Acara photo hunt kedua ini adalah rangkaian acara dari Smartphone Photography Festival 2013 with Indosat Mentari yang hari ini sudah mulai pamerannya di Kota … Read More

Post Card unik untuk latihan membaca

Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Secangkir teh susu: Ada beberapa kabar tentang Vay yang akan saya ceritakan di sini. Saat melewati tiga cerita ini, baru deh ngeh bahwa semuanya pas sekali dengan usianya. Jadi, saat dia sudah masuk lima tahun, perlahan-lahan kebisaannya yang tadinya hanya “sekadar” sekarang sudah “mulai terlihat”. Syukurlah :).

Pertama: Vay sudah bisa baca

Saya memang sempat cemas karena suka merasa sekolah Vay kok lama banget ya mengajarkan murid-murid membaca. Sebab teman-teman saya yang anaknya sekolah di preschool berbahasa Indonesia kebanyakan sudah bisa membaca dengan cepat, sementara di Kinderfield ini, term-term awal masih belajar menulis dan membaca three letter word saja. Sempat curhat-curhatan dengan mommy teman Vay yang lain, ternyata mereka juga worry dengan hal yang sama, kok anak-anak belum bisa baca juga. Saat saya mencari tahu, ternyata memang begitu, murid-murid baru benar-benar dilatih membaca dan juga belajar Bahasa Indonesia saat mereka di KG-B (masuk Juli nanti berarti), jadi sekarang dikuatkan dulu dasarnya.

Dan tanpa terasa Vay akhirnya sudah bisa baca juga, meski masih terbata-bata sedikit ya. Jadi setiap kali kami jalan dan ketemu kata-kata yang pendek, semacam tiga sampai lima huruf, selalu saya minta dia membacanya. Contohnya: “ZARA”, “Top Man”, “Top Shop”, “travel”, “sale”, dll. Sudah bisa juga membaca kalimat, kayak slogannya Burger King: “Have It Your Way.” Pelan-pelan juga sudah dilatih membaca buku Barbie-nya, yang hurufnya besar-besar dan setiap kalimat gak panjang-panjang banget, yeah sekitar lima enam katalah, baru kemudian kita sama-sama artikan ceritanya. Karena Vay belum belajar bahasa Indonesia, jadi sementara ini saya juga lebih sering melatihnya dengan kata-kata berbahasa Inggris yang ditemui, biar dia lancar dulu. Untuk kata-kata berbahasa Indonesia yang simpel seperti: “saya”, “buku”, “ibu,” dll, Vay juga sudah bisa sih, tapi belum banyak.

Nah kemarin sore waktu kami main ke Kota Kasablanka Mall, seperti biasa saya mengajaknya singgah ke Scoop. Scoop ini semacam toko pernak-pernik yang menjual barang lucu dan unik, dan harganya bervariasi dari yang murah sampai mahal. Waktu itu saya ketemu sekotak kartu pos yang lucu-lucu, lalu Vay bilang dia mau, karena dia memang suka sekali mengumpulkan kartu, dan juga sangat murah hati. Selama ini, dia suka sekali membagi-bagikan kartu ucapan ke teman-temannya di sekolah. Jadi meskipun maminya tekor karena tiap ke mall dia selalu minta beli kartu ucapan ini itu, tapi ya sudah tidak apa-apa jugalah, kan sekalian mengajarkan anak untuk tidak pelit dan suka berbagi. Dan ternyata hobi Vay bagi-bagi kartu itu menular ke teman-temannya. Mbaknya melapor, katanya sekarang teman-temannya juga mulai pada bawa kartu seperti Vay, lalu dibagi-bagi ke teman-teman dekatnya.

Nah, kartu yang ini, harganya 28 ribu isi 30 kartu. Mirip kartu remi modelnya, dan saat saya lihat isinya, eh ternyata bagus! Bergambar lucu-lucu dan ada kata-katanya. Jadilah bisa dipakai juga untuk latihan membaca. Dan malamnya kami langsung pakai untuk bermain sebelum tidur. Judulnya tebak gambar. Jadi saat Vay memilih kartu di tangan saya, dan melihat gambarnya, dia harus menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Contoh: Ini gambar apa, warnanya apa, ada berapa banyak, atau disuruh membaca kata yang tertera. Seru, kan!

Post Card unik untuk latihan membaca

Ini dia kartu-kartunya…. lucu-lucu semua.

Kedua: Vay sudah bisa berenang

Setelah beberapa waktu ikut les renang, akhirnya Vay ada kemajuan juga. Sekarang sudah bisa berenang mengapung meski belum bisa jauh banget. Ini dia video Vay saat berenang. Kalau kata guru renangnya, ini gaya renang model baru. Masa mau berenang tapi gak mau kepalanya basah kena air. Kalau kepalanya basah, Vay langsung marah-marah sama si bapak pelatihnya. Lucu banget nonton dia berenang, tangan dan kakinya sudah benar (seperti kata pak pelatihnya) tapi karena kepalanya di atas, coba deh… LOL.

*jangan lupa change quality ke yang tertinggi ya agar bisa lihat hasil video yang lebih bagus 🙂

 

Ketiga: Gigi susunya sudah goyang satu..!

Dua hari lalu, Vay bilang gigi depannya sakit. Saat diintip, eh… ternyata sudah goyang satu. Sihiiiyy…. sudah gede ya Nak, gigi susunya sudah mau lepas satu. So far sih, Vay belum pernah punya masalah khusus dengan gigi. Belum pernah sakit gigi, dan giginya juga tidak busuk atau keropos. Mungkin karena tidak pernah makan permen dan tidak minum susu saat tidur malam, ya. Sampai usianya yang kelima ini, Vay belum pernah dibawa ke dokter gigi, tapi saya sudah hunting-hunting dokter gigi anak, karena dia memang sudah saatnya dikenalkan ke dokter gigi sejak dini, agar tidak takut.

Gigi bawah sudah goyang satu…!

 

Nah, selain update terbaru tadi, Vay juga makin kelihatan sifat galak dan gak sabarannya. Sebenarnya dia anak yang manis, tapi juga bisa galak kalau dia merasa terganggu. Contohnya, saat di tempat les electone. Biasa dong, pasti ada saja anak-anak yang tidak mendengarkan kata Missnya kan. Nah, meskipun sudah dibilang agar electonenya jangan dipencet-pencet dulu biar Miss bisa segera mulai, tapi tetaaaappp saja di belakang ada yang pencet-pencet (dan dibiarkan pula sama orangtuanya). Vay sudah mulai kesal karena jarinya sudah ready di atas tuts – seperti perintah Miss – dan dia akan mengomel, “Duuhh…. berisik banget, sih.” Lalu dia menoleh ke belakang dan memelototi entah siapa. Hihihi….

Kesenjangan Itu Nyata

Secangkir teh susu: Keterlaluan ya. Blog ditinggal sekian lama, sudah berdebu sedikit. Padahal sebenarnya ada sekian banyak hal yang bisa dituliskan di sini. Sebenarnya. Seperti juga yang akan saya tulis berikut ini. Mengingatkan saya, bahwa nikmat yang dimiliki saat ini sudah sepantasnya disyukuri.   “Ini, nih, Mbak. Foto. Foto.” Saya menoleh ke kiri, mengikuti arah … Read More

Jalan-jalan Singkat ke Singapura

Secangkir teh susu: Singapura. Kenapa Singapura? Kenapa orang seperti tak pernah bosan datang ke Singapura? Kalau tanya saya, saya suka Singapura karena di sana kita bisa menjadi diri kita sendiri apa adanya, tanpa harus mempedulikan pendapat orang. Kenyamanan, keamanan, adalah yang utama. Meski dalam kurun waktu terakhir Singapura bisa dikatakan mengalami penurunan kualitas (dari kebersihan … Read More

Photo Hunt – UN Peacekeepers Day

Secangkir teh susu : Mau cerita sedikit tentang pengalaman pertama saya mengikuti photo hunt. Ternyata seru! Dan capek tentu saja. Postingan ini disponsori oleh Indosat Mentari, designed for Smartphone but please dibaca. —- Jadi Sabtu tanggal 6 April kemarin saya dan beberapa teman ikutan photo hunt UN Peacekeepers Day yang diadakan oleh komunitas ID Photographer. Photo hunt military kali ini … Read More

#SPOT [Smartphone Photography]

Bicara soal semangat fotografi, saya adalah orang yang sangat bersyukur bisa mengikuti dan menikmati fotografi. Dari jaman kamera pakai film yang harus diputar ‘krek-krek’ di tahun 80-90an, kemudian ketika kamera digital mulai jadi tren, saya juga ikutan, mulai dari kamera digital kecil seukuran setengah handphone (yang lensanya bisa diputar 180 derajat), lalu ganti lagi saat … Read More

Bday Party: Kungfu Vay is 5, now.

Sesuai janji minggu lalu, hari ini saya akan cerita tentang perayaan ultah Vay di sekolah. Ulang tahun kali ini dirayakan di sekolah, sama dengan saat dia merayakan ulang tahun kedua dan ketiga. Ulang tahun keempatnya, yaitu tahun lalu, kita rayakan di Lolipop, dan jitu adalah pesta ulang tahun Vay yang kacau hahah…. karena dia melarikan … Read More