Month: October 2013

Seperti Bubble

“Pesankan latte dan dua oatmeal, ya.” Saya berkata pada mbaknya Vay sambil memberikan uang. Sore itu kami sedang ada di depan pintu masuk sebuah gerai kopi di KoKas, Vay baru kelar nge-gym, dan sebelum pulang mau beli sedikit cemilan dulu untuk dimakan di mobil. Karena saya malas mengantri maka saya meminta tolong pada si mbak, … Read More

Rock Star Gym

Secangkir teh susu: Kata para ahli nih, olahraga punya banyak manfaat positif buat anak. Selain biar tubuhnya sehat dan selalu bugar, rutin mengikuti olahraga juga dapat meningkatkan kecerdasan, mengajarkan sportifitas, juga melatih anak bekerjasama dalam tim, termasuk juga poin tambahan lain, seperti melatih diri bersosialisasi dan meningkatkan rasa percaya diri. Karena setiap minggu kita selalu … Read More

Borong Buku di Kino

Kemarin habis borong buku di FX Plaza. Gak sangka aja gitu kalau Kinokuniya sale besar-besaran sampai 70%. Kebetulan lagi ada acara kantor di FX, dan ternyata baru tahu kalau di lantai dasar ada cuci gudangnya Kinokuniya. Lumayan banget sih. Seperti buku “My First Mother Goose”, sudah harganya spesial Rp47,250, masih diskon lagi 50%. Jadi hanya … Read More

Kecil-Kecil Punya SIM

Kesampaian juga saya bawa Vay ke Kidzania. Ih padahal Kidzania itu bukan mainan baru anak Jakarta, masa Vay baru dibawa maminya sekarang? Iya, maap. Waktu dan kondisinya baru pas sekarang. Umur sudah cukup banget, ada temannya, dan perginya bukan pas weekend or peak.

Jadi ceritanya, waktu kemarin ke Kidzania bareng field trip sekolah, Vay itu gak puas banget. Ternyata, selama di sana itu, dia – dan beberapa teman segrupnya – hanya sempat mencoba empat permainan saja. Soalnya Kidzania full, selain field trip dari Kinderfield, ada juga dari sekolah-sekolah lain. Jadi ya sudah pastilah mainnya gak kebagian semua. Kasihan amat, ya, saya pikir.

Makanya, mumpung lagi libur term, saya penuhi keinginannya ke Kidzania. Barengan dengan teman kantor yang dulu juga barengan ke Singapore, Vay dan Raisa pun jadi playdate deh ke Kidzania hari Jumat kemarin. Kita ambil yang sesi pagi, dari jam 9 s/d jam 2 siang, dengan harga tiket masuk sebesar Rp130,000 untuk anak dan Rp90,000 untuk dewasa.

Terakhir ke sini dua tahun lalu, dan kali ini ke sini pun saya masih tetap terkagum-kagum dengan Kidzania. Tidak salah memang disebut sebagai pusat rekreasi dengan konsep edutainment. Jadi di dalamnya dibangun menyerupai replika city yang sesungguhnya, namun dibuat dalam ukuran anak-anak. Jadi ada jalan raya, bangunan-bangunan, kendaraan-kendaraan seperti taxi dan bus, pom bensin. Keren banget pokoknya. Gak heran deh, anak-anak suka sekali bermain di sana, dan selalu ingin datang kembali. Vay itu, selama di sana, sumringah terus. Kayaknya dia bahagiaaaaa banget. Maklumlah, setelah sebelumnya gagal ke sini karena tidak kebagian tiket, akhirnya kesampaian juga. Belajar dari kejadian sebelumnya, mami pun sudah beli tiket sehari sebelumnya.
Hampir semua permainan di dalam dijajal Vay, namun memang belum semua sih. Jadi memang gak cukup sih ke sini hanya sekali. Minimal dua kali baru bisa puas cobain semua. Saya ikutin saja, Vay mau masuk ke mana. Biar dia tahulah, dia sukanya yang mana, gak sukanya yang mana. Ke library dia juga suka, diminta main piano sama petugasnya, dia OK saja. Dimainkanlah lagu pendek yang baru diajari di semester dua Yamaha ini. Dia juga masuk ke diskotik juga dicoba, nge-dance di dalam.

Ini dia foto-fotonya.

SAM_1054

SAM_1089

SAM_1102

SAM_1108
SAM_1112
SAM_1094

Dan ini sebagian short video yang di-shoot. Video lainnya bisa dicek di YouTube.

Pulang dari sini bawa oleh-oleh hasil kerjanya. Ada mie instan, bedak, wafer, buku tulis, juga handuk. Belum lagi kita sampai di rumah, dia bilang besok ingin ke sini lagi.

Lukaku & Field Trip

LUKAKU Minggu pagi kemarin, dalam kondisi sudah separuh terbangun, terdengarlah percakapan itu. “Ayah, ayah sudah pernah ke semua negara,ya?” itu suara Vay. Ternyata dia sudah bangun duluan. Sedang melakukan ritual obrolan pagi dengan ayahnya. Jadi ayahnya itu ceritanya minggu lalu baru kembali dari Amerika. Jadi masih hangat-hangatnya cerita dengan anaknya. “Belumlah. Afrika, ayah belum pernah.” … Read More