Halo, nama saya Astrid Damanik. Saya biasa dipanggil Sisy or Zizy oleh keluarga dan teman-teman dekat saya. Please, just call me with my nick name, thanks..
Saya separuh Batak separuh Ambon. Tapi jangan ajak saya bicara pakai bahasa batak atau bahasa Ambon, karena seperti halnya keluarga campuran, bahasa nasional adalah pilihan paling netral, begitu pula dengan keluarga kami.
Saya menghabiskan masa kecil yang begitu indah di kota Biak (Papua). Tidak ada yang bisa melukiskan kecintaan saya pada kota Biak, dan tak ada yang bisa menggantikan semua kenangan kanak-kanak saya dulu. Saya hanya berharap dan berdoa semoga suatu saat nanti saya masih diberi rejeki, keberanian, dan kesehatan untuk bisa mengunjungi Papua kembali.
Masa remaja saya habiskan di kota Medan, dan Medan pun menjadi kota kedua yang saya cintai setelah Biak. Dengan segala keruwetan dan kebisingannya, kota Medan menitipkan kenangan baru di dalam hati saya, dan saya selalu dengan bangga mengatakan pada orang-orang bahwa “Aku benar-benar anak Medan.”

Menikah dengan seorang pria Batak mengharuskan saya untuk hijrah ke Jakarta. Di Jakarta yang macam bodat ini – tak butuh waktu lama — saya akhirnya mendapatkan kebahagiaan tak terhingga dengan kehadiran my baby Krasivaya. Dialah bidadari kecil saya, malaikat saya, yang membuat saya merasa hidup saya sekarang begitu berarti.

Blog ini berisi buah pikir, pendapat, perjalanan hidup, repetan, apa saja… Tidak ingin segmented dalam menulis, tergantung hati saja, dan berharap tulisan saya cukup ringan dan ramah untuk dikonsumsi orang lain.
Bila teman-teman suka dengan postingan di blog ini, silahkan berkomentar. Berilah komentar yang positif dan tentunya sopan, agar kita semua nyaman dalam dunia blogsphere. Saya akan berkunjung balik sebisa mungkin untuk menjaga tali silaturahmi.
Thank you.

Popularity: 22%
