Tiga orang bocah lelaki : Jimmy Marcus, Sean Devine, dan Dave Boyle bersahabat sejak kecil. Ketiga bocah yang memiliki karakter berbeda, Sean yang penuh pertimbangan, Jimmy yang nakal dan berbakat kriminal, kemudian Dave yang lemah dan selalu mengikuti kemanapun kedua sahabatnya pergi.
Suatu hari, ketika mereka bertiga sedang bermain di dekat rumah Sean, dan berujung pada pertengkaran di tengah jalan, sebuah mobil dengan dua lelaki di dalamnya berhenti di dekat mereka. Mereka mengaku sebagai polisi, dan menginterogasi ketiga bocah tersebut. Jimmy yang berakal panjang cepat mengaku bahwa ia tinggal di daerah situ, sementara Dave, karena ketakutan akhirnya diangkut oleh kedua pria tadi ke dalam mobil.

Setelah mobil tersebut melaju, baru keduanya sadar bahwa Dave telah diculik. Kegemparan pun melanda perkampungan tempat Jimmy dan Dave tinggal.
Beberapa hari kemudian Dave ditemukan polisi setelah berhasil melarikan diri dari sekapan, dan rusun tempat mereka tinggal mengadakan pesta menyambut kepulangannya. Tapi siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi? Semua pesta itu hanya kepura-puraan, mereka berharap Dave akan melupakan peristiwa itu, melupakan para pria pedofilia itu. Siapa sangka sejak saat itu Dave berubah, dan begitu pula persahabatan bocah2 11thn itu.
Kisah berikutnya memasuki 25thn kemudian. Saat itu keadaan sudah berbeda. Jimmy Marcus sang kriminal sudah bertobat, berusaha hidup normal bersama istri kedua dan tiga putrinya (Katie, putri tertua adalah anak dari istri pertamanya yang telah meninggal). Sementara Sean, sudah menjadi polisi namun dengan kondisi rumah tangga berantakan. Lalu, Dave? Dave pengangguran yang terus berusaha mencari kerja, ia hidup bersama istrinya yang selalu panik dan cemas, serta anaknya yang masih balita.
Katie Marcus berencana lari bersama kekasihnya Brendan Harris. Sampai pada suatu malam, sepulang clubbing bersama sahabatnya, Katie ternyata tak pernah kembali ke rumah.
Polisi pun menemukan mobilnya berdasarkan laporan penelepon gelap. Dari bercak darah di dalam mobil, Sean — yang menangani kasus ini — berusah mencari Katie. Dan dibalik stadion, ditemukanlah mayat Katie yang terduduk, dengan wajah dan tubuh penuh darah serta batok kepala berlubang karena peluru.
Peristiwa ini akhirnya mempertemukan ketiga orang sahabat yang sempat terpisah sekian lama. Jimmy sangat marah dan bersumpah membalas kematian putrinya dengan kematian juga. Ia tak bisa menerima putrinya yang manis harus mati dengan cara mengenaskan.
Semua petunjuk mengarah pada Dave Boyle, apalagi karena di malam kejadian itu, Dave pulang ke rumah dengan baju berlumuran darah. Sean berusaha bersikap profesional, walaupun ia tahu Dave adalah seorang yang gampang berbohong. Ceritanya selalu berubah-ubah. Ditambah lagi dengan istrinya yang panikan dan suka mengarang opininya sendiri, sampailah cerita “Dave pulang dengan baju berdarah” pada Jimmy.
Jimmy langsung yakin bahwa Dave memang telah membunuh Katie, karena sakit hati padanya atas peristiwa 25th lalu.
Namun, apa memang benar Dave membunuh Katie? Di tempat lain, ternyata ada orang lain yang terbunuh, dan itu juga ada kaitannya dengan Dave. Sementara Sean dan anggota kepolisian membentuk tim untuk mencari kebenaran, Jimmy sudah merencanakan akan membunuh Dave, walaupun dalam hati kecilnya ia ragu karena ia telah lama bertobat.
Lalu bagaimana kelanjutannya? Siapa sebenarnya pembunuh Katie?
——
Saya pertama baca MR tahun lalu, tapi waktu itu malas buat reviewnya karena kalau ditulis singkat pasti kurang puas. Kalau menurut saya, untuk sebuah novel misteri, buku ini tidak terlalu berat tapi juga tidak ringan. Plotnya rapi dan teratur, dan detil-detilnya begitu sempurna.
Dari awal membaca novel ini, tidak akan bisa kita tebak siapa sebenarnya pembunuhnya, namun setelah sampai ke bab-bab belakang, benang-benang merah mulai terlihat. Saya sampai pengen langsung ke halaman paling belakang untuk membuktikan bahwa dugaan saya benar. Beberapa peristiwa tak terduga yang diceritakan di dalamnya akan membuat kita terpana ketika membaca, lalu secara tidak sadar akan menganalisanya berkali-kali.
Jadi ini buku memang wajib dibaca.





gmn beli e-booknya? takut sma pencuri kredit card klo beli lewat internet. di gramed masiha ada? hehe..tertarik bgt dengan buku ini dan juga buku “Garis Tepi Seorang Lesbian”
[Reply]
Zizy Reply:
July 29th, 2010 at 11:55 am
Saya belinya di Kinokuniya. Tp di Gramed mustinya ada ya, secara paling lengkap gitu..
[Reply]
aku punya e-booknya yang sudah terlantar berbulan2 di hard disk ku mba…jadi pengen baca nih…hehehe
[Reply]
Ruth Reply:
July 29th, 2010 at 11:12 am
gmn beli e-booknya? takut sma pencuri kredit card klo beli lewat internet. di gramed masiha ada? hehe..tertarik bgt dengan buku ini dan juga buku “Garis Tepi Seorang Lesbian”
[Reply]