1 Day Photo Trip ke Karang Songsong

Ceritanya seminggu yang telah lewat, pagi-pagi seorang teman saya sudah colek saya di WhatsApp. “Yok, kita hunting hari ini.” Langsung terlonjak, dong. Ih, ini teman hobi banget ya ajak hunting photo itu dadakan, udah tahu di sini ibu-ibu, kali aja lagi ada urusan anak. Tapi memang teman saya ini landscaper sejati, kalau ramalan cuaca bilang … Read More

Steel Wool Photography di Bali

Ingin cerita sedikit tentang steel wool photography. Belakangan, steel wool photography ini sedang hits, berseliweren di Instagram dengan macam gaya. Istilah awamnya adalah foto yang menangkap pola yang diciptakan oleh percikan api. Steel wool photography sendiri bisa dimasukkan ke dalam kategori light painting. Cara membuatnya bagaimana? Dengan menggunakan untaian kawat besi (kawat besi lembut yang … Read More

Suatu sore di November

Sore tadi, ketika kami sedang melakukan rutinitas weekend kami, yaitu Vay menggambar atau mewarnai, sementara saya membuka laptop untuk membaca berita, mengutak-atik foto atau sekadar mengecek email terbaru, hujan turun. Setengah jam sebelumnya kami dibuai dengan geledek besar beberapa kali, yang sempat kami kira palsu juga karena paginya juga ada geledek namun tak ada hujan. … Read More

Perenang Yang Cemberut

Ini memang judul yang tepat sekali menggambarkan Vay kemarin itu. Anak gadis satu itu tidak pernah bisa sabar setiap dimintai foto, padahal sudah tahu kalau dialah model favorit maminya. Maunya sekali foto dan selesai. Ya gak mungkin juga kan, biasanya jarang tuh foto pertama langsung puas. Belum lagi kalau ada penyesuaian settingan kamera. Jadi ceritanya, … Read More

[Photo] Hands In Frame

Instagram sedang hype dengan foto #handsinframe. Kalau search dengan hashtag tersebut, pasti akan menemukan banyak sekali foto dimana ada tangan yang kelihatan di dalam foto. Dalam hal ini tentu saja hanya tangan, dan bukan seluruh badan ya. Mostly foto-foto #handsinframe yang saya lihat itu berhubungan dengan #foodphotography walaupun ada beberapa yang related dengan hal lain tapi … Read More

Aseekkk... jemur teruss....

Bye Bye Pelampung

Lama juga ya gak update blog. Keasyikan dengan Instagram dan juga kesibukan lainnya, agak mengalihkan perhatian saya dari blog.

Saya lagi happy. Kemarin ini, saya melalui sebuah momen berharga. Ya, memang menurut saya itu sangat berharga karena untuk seorang ibu yang bekerja, bisa dikatakan banyak momen perkembangan anak yang tidak bisa saya lihat di saat-saat pertamanya. Jadi saat mendapati momen ini tepat ketika saya ada di situ, rasanya bahagia sekali. Bangga. Sesuatu bangetlah pokoknya.

Jadi nih ya, Vay itu kan sudah bisa berenang sesedikit. Seperti yang dulu pernah saya ceritakan, saat umur tiga jalan empat tahun, Vay sempat setahunanlah trauma dekat kolam. Tidak mau kena air kolam, dan selalu menjerit kalau kita bujuk untuk mendekati kolam. Maka itu, ketika dia akhirnya berani dan atas keinginannya sendiri mendekati kolam untuk sekadar mencelupkan kaki, bagi saya itu kemajuan yang sangat berarti. Setelah itu tak lama kemudian dia kami ikutkan les renang di sekolah. Dan kemudian, akhirnya dia pun bisa juga berenang, pakai pelampung tentu saja. Bolak-balik dari ujung ke ujung sudah kuat.

Aseekkk... jemur teruss....

Aseekkk… jemur teruss….

Vay itu, bukan anak yang suka dibujuk-bujuk atau dipaksa. Bila ingin mengenalkan atau memintanya melakukan sesuatu, harus perlahan dan sabar menunggu hingga dia mau sendiri. Saya sih tidak masalah, karena pendekatan ke anak itu prosesnya beda-beda kan. Daripada memaksa dan malah membuatnya tidak suka, lebih baik dicari cara lain yang lebih smooth. Makanya saya tidak mau memaksanya menyelam atau membuka pelampung meski saya yakin dia pasti bisa. Selama beberapa bulan dia terus berenang mengapung dengan pelampung di lengan, dan bahkan tidak ingin mencelupkan kepalanya ke dalam air. Meskipun sudah diajarkan oleh gurunya di sekolah, dia tetap menolak untuk menyelam. Nah, sebulan terakhir ini, setelah masuk sekolah dan lanjut les lagi, kayaknya sih pelajaran menyelam itu menjadi lebih intens (mau gak mau kan ya, kan harus ada peningkatan) maka dia pun sudah bisa menyelam satu dua detik.

Minggu kemarin, sehabis pulang dari les electone, sorenya saya suruh dia berenang. Tujuannya sih biar dia capek, dan malamnya bisa cepat tidur. Setengah jam berenang, rencananya Vay mau udahan. Tapi karena masih pengen latihan menyelam, dia masuk lagi, kali ini tanpa pelampung lengan. Jadi dengan berpegangan pada pinggiran kolam, dia pelan-pelan masuk ke kolam, lalu muncul lagi. Melihat kondisi dia sudah tanpa pelampung, saya langsung memanas-manasinya, bilang kalau dia pasti bisa berenang tanpa pelampung.

“Gak mauuu! Nanti aja kalau Vaya udah besar,” dia mulai ngeles. Tapi terus saja saya coba bujuk. Saya bilang, meskipun tanpa pelampung dia tak akan tenggelam, selama kaki dan tangannya mengayuh. Coba dulu menyelam dan langsung kayuh kakinya, pasti bisa, kata saya lagi sok jadi guru renang.

Dan, akhirnya dia berani jugaaaa… Pelan-pelan dia menyelam lalu mengayuh. Dan, berhasil! Alhamdulillah. Buat saya, ini adalah momen yang sangat luar biasa buat saya karena momen first time-nya Vay ini bisa saya saksikan langsung. “Wah, hebaat…. udah kayak ikan, lho, Nak, berenangnya!” Dibilang kayak ikan, Vay makin semangaaat. Sampai batal naik ke atas! Udah gitu langsung nyelam dalam dan duduk di dasar kolam. Soknyaaa…. LOL.

Ini dia videonya. Ini si Vay sudah ngos-ngosan capek.


So proud of you, my sweetheart!

Ice Cappucino

Finally Punya! Si Cantik Samsung NX2000

Nah, bicara soal rezeki, akhirnya, sesuatu yang baru-baru ini sedang saya impi-impikan terkabulkan juga. Apa itu? Apalagi kalau bukan kamera yang keren dan stylish itu? Samsung NX2000. Asyiiikkk…..!!

Bisa dibilang ini adalah hadiah yang tak terduga dari ayahnya Vay. Sepertinya doi baca dua postingan sebelumnya, di sini dan di sini — yang saya bilang sekarang malas bawa kamera besar, lalu pengen kamera yang ringan dan simpel, akhirnya hatinya melunak juga. Tahu-tahu akhir bulan lalu datang aja gitu paket kiriman, dan saat dilihat tanda terimanya, eh? Apa ini? Ah, thanks ya!

Setelah saya test drive seminggu lebih, ternyata kamera ini memang keren banget. Fitur-fiturnya yang ada benar-benar memudahkan. Pertama, bodynya yang sangat handy dan juga ringan. Kemudian selain pilihan scene mode yang akan memudahkan kita mengabadikan objek foto, fitur-fitur utama yang sangat membantu sekali adalah seperti yang akan saya tulis di bawah ini.

Samsung Smart Camera App, ini adalah aplikasi smartphone yang bisa kita download dari Play Store atau AppStore. Dengan aplikasi ini, begitu kita menghidupkan Samsung Smart Camera kita, maka aplikasi akan otomatis terhubung ke smartphone kita.

Ok. Nah setelah menginstal Samsung Smart Camera App, barulah kita bisa melakukan beberapa fitur andalan berikut ini:

1. AutoShare. Fitur ini memungkinkan kamera secara instan membackup foto-foto hasil jepretan langsung ke smartphone atau tablet kita. Saat selesai menginstall Samsung Smart Camera App, langsung masuk ke menu, dan set AutoShare ke “ON”. Saat kita meng-capture objek, maka hasil jepretan akan disimpan di kamera dan langsung otomatis ditransfer ke smartphone kita.

2. MobileLink. Ini adalah fitur/aplikasi untuk mengakses atau menyalin file yang sudah diambil oleh kamera ke smartphone. Jadi kalau misalnya sudah tidak sabar ingin memotret objek tapi belum sempat menghidupkan Samsung Smart Camera App di smartphone sehingga tidak bisa auto share, tidak perlu khawatir. Sesudahnya bisa pakai fitur ini, kok. Pilih “Select Files from Camera” untuk mentransfer foto-foto ke smartphone.

3. Remote ViewFinder. Sesuai namanya, ini fitur/aplikasi untuk untuk mengontrol kamera via smartphone. Pasti sering kan, mengalami kejadian saat sedang kumpul bareng keluarga atau teman-teman dan ingin foto ramai-ramai, tapi kesulitan untuk berfoto lengkap karena salah satu kebagian tugas memotret. Nah dengan fitur Remote ViewFinder ini, kita bisa berfoto lengkap. Pasang kamera di tripod atau di meja atau di manalah, lalu tinggal intip dari smartphone, apakah semua peserta posisinya sudah pas atau belum. Kasih aba-aba, dan langsung “Jeprettt!” dari smartphone. Tidak perlu ada yang memegang kamera. Asyik banget. Saya sudah coba dengan teman-teman di kantor waktu itu.

Nah. Itu adalah fitur-fitur canggih yang bisa diakses dari aplikasi Samsung Smart Camera App. Oh ya, saya juga bikin video unboxingnya. Sekali-sekali bikin video sendiri gpp dong, ya. Semoga videonya berguna buat yang tertarik ingin pakai Samsung NX2000.

Ini dia hasil-hasil foto yang saya jepret pakai Samsung NX2000, termasuk juga yang saya ambil pakai fitur Remote ViewFinder. Ada yang diambil saat Vay akan ujian kenaikan kelas Yamaha. Dan sebagian besar adalah foto-foto saat mudik lebaran ke Medan kemarin. Anyway beberapa foto ini sudah saya sharing juga di Instagram saya @zizydmk. Mudah-mudahan belum bosan ya! 🙂

Pakai mode Beauty Face

Pakai mode Beauty Face

SAM_0275_Lelah

SAM_0315_Lebaran Day 1 (remove viewfinder)

SAM_0331_Kiddos

SAM_0339_Asyik NgeGame

SAM_0380_@PlayGround Cambridge

SAM_0389_@PlayGround Cambridge

SAM_0280

SAM_0437_Love Sign Sandal

SAM_0480_Rahmat Gallery

SAM_0485_Rahmat Gallery

Sekarang, kalau kemana-mana pasti deh saya bawa Samsung NX2000 ini. 🙂

Samsung NX2000

Naksir Sama Samsung NX2000

Bicara soal tidak ingin kehilangan momen foto-foto saat traveling atau saat berkumpul bersama keluarga, saya jadi kepengen punya kamera baru. Ingin cari kamera yang simpel dan nyaman dibawa-bawa, yang secara bobot lebih ringan dibanding dslr tapi secara kualitas juga oke. Yang gak bikin ribet sih pokoknya. Makanya saat browsing cari info kamera terbaru, saya kok jatuh hati ya sama kamera mirrorless seri terbaru Samsung Camera, yang namanya Samsung NX2000. Jadi pengen, hiks.

Bagi yang belum tahu tentang apa itu kamera mirrorless, kamera mirrorless adalah kamera yang pada dasarnya sama seperti kamera dslr. Hanya saja tidak pakai kaca atau cermin yang biasa ada di kamera DSLR. Prioritas konsep mirrorless ini pada ukuran dan berat yang lebih kecil dan ringan, namun kualitas foto yang dihasilkan setara dengan yang dihasilkan hampir sebagian besar kamera dslr. Termasuk pula bisa gonta-ganti lensa. Canggih, kan? Pastinya.

Nah, Samsung NX2000 yang mengusung teknologi smart camera ini, dilengkapi dengan resolusi 20.3MP, jadi secara kualitas dapat menghasilkan gambar yang tajam dan detail. Katanya pula memiliki 14 scene mode. Jadi pengguna bisa memilih modus kategori sesuai kebutuhannya. Suka foto-foto makanan? Ada pilihannya untuk itu. Foto pemandangan alias landscape, juga ada pilihannya. Mode untuk action freeze, ada. Yang suka foto micro, juga ada. Lalu layar sentuhnya juga lumayan luas dimensinya, jadi memudahkan saat mengakses beragam fitur. Rentang ISO-nya juga lumayan tinggi. Lihat deh videonya di bawah ini.

Samsung NX2000

Tapi yang paling menarik dari kamera ini adalah bisa langsung auto share dengan “Samsung Smart Camera Apps”. Jadi seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, kalau punya momen special dan bisa segera upload, kenapa harus menunggu? Keburu basi.

Jadi ya, kegiatan baru saya di sela-sela waktu luang di kantor itu, googling tentang Samsung NX2000 ini. Penasaran dan kepengen. Sudah terbayang mau motret apa saja nanti kalau pakai kamera itu.

Bagaimana? Beli tidak ya?

Giginya sudah keluar...

Vay Cabut Gigi Susu

Gigi depan Vay yang sudah goyang sejak sebulan lalu, tidak kunjung copot juga. Padahal gigi barunya sudah tumbuh dan semakin naik ke atas. Nah, sehari sebelum berangkat ke Singapore, saya bawalah Vay ke dokter gigi di dekat rumah. Maksudnya agar gigi itu dibereskan sebelum berangkat. Vay juga bilang dia pengen ke dokter gigi. Ini kemajuan sih, karena Vay memang belum pernah ke dokter gigi, dan setiap diajak bicara mengenai dokter gigi dia sudah takut duluan.

Pertama tiba di klinik tersebut, terdengar suara jeritan anak kecil di dalam. Aihmak, kekmana ini, saya agak khawatir juga, lalu melirik Vay yang keningnya berkerut mendengar suara tangisan itu. Syukurlah saat tiba gilirannya, dia tidak ketakutan saat ibu dokter memintanya membuka mulut untuk diperiksa. Nah, sama bu dokter dibilang agar kita tunggu saja dulu sampai giginya copot sendiri, karena kemarin itu masih sedikit keras juga, takutnya si anak trauma karena harus ‘dipaksa’.

Ya sudah, kita tunggulah kalau begitu. Tunggu seminggu lebih, eh kok gak copot-copot juga ya. Padahal sudah rajin digoyang-goyang sama Vay. Diintip, gigi barunya sudah keluar dan gede, jadi sudah dua gigi depan yang goyang. Saya mulai khawatir, karena kalau dibiarkan takutnya nanti giginya menumpuk, atau jadi miring. Meskipun beberapa teman bilang biarkan saja, nanti bisa dirapikan pakai kawat gigi, saya gak mau ah. Merepotkan anak itu namanya. Pengennya kan anak giginya bagus, macam maminya ini…. ehm, dari kecil sampai tua begini (meski banyak yang berlubang juga) gigi saya termasuk rapi lho. *halah, puji diri sendiri… LOL.

So, akhirnya sore tadi Vay saya ajak ke klinik gigi di kantor. Kebetulan di kantor kan ada klinik, jadi kalau sakit tinggal naik ke lantai 23 dan periksa ke klinik, begitu pula kalau mau periksa gigi, sudah ada klinik gigi juga. Kalau di klinik, maminya Vay gak perlu keluar uang lagi, tinggal teken aja. Menghemat cash flow ya bo’, soalnya kalau ke dokter gigi di luar kan mesti dibayar dulu baru dirembers ke kantor, hehe…

Maka, jadilah Vay cabut gigi, saudara-saudara! Paginya saya sudah buat janji untuk sore, jadi Vay sepulang sekolah langsung nyusul ke kantor naik taxi dengan mbaknya. Syukurnya dokter yang praktek hari ini juga dokter gigi anak, jadi maminya agak tenang. Iyalah, ya….

Dan dia agak grogi kali ini, dan itu karena salahnya juga sih. Karena Vay nunggunya di dalam klinik – di dekat meja resepsionis kan kebetulan ada meja kecil dengan krayon, jadi dia sambil coloring di situ – dia jadi bisa mendengar suara mesin bor saat dokter bekerja. Jadi saat tiba gilirannya dan sudah berbaring di kursi kemudian oleh ibu dokternya disuruh buka mulut, eh dia malah mingkem. Untung dokternya sabar. Setelah dibujuk-bujuk, Vay akhirnya mau juga buka mulut.

Pertama-tama, oleh dokter diperiksa dulu rongga mulut dan gigi-gigi lainnya. Vay dipuji-puji giginya bagus tidak ada lobangnya, “Wah, ini pasti rajin sikat gigi, yaaa…” Tapi Vay tetap tidak senyum, haha…. takut dia.

Gigi baru di belakang yang sudah muncul

Kemudian, dokter menggosokkan gel di gusi bawah, yang bikin Vay tidak nyaman dan sempat rewel, bilang pengen minum, mungkin karena rasa dan baunya. Tapi disuruh tahan sebentar, dan langsung disambung dengan suntik sedikit saja untuk bius, dan di sini air mata Vay akhirnya jatuh. Menangis tersedu. Tapi sebentar saja, setelah itu disuruh kumur-kumur dulu baru berbaring lagi, karena biusnya sudah mulai bekerja. Vay masih ketakutan, dan tangan maminya dipegang erat banget, tidak mau dilepas. Pelan-pelan dokter pun mencabut kedua gigi bawahnya yang sudah goyang. Kerk… kerk… copotlah giginya. Horeee…!

Ini dia videonya: Tadinya mau panjang videonya, eh tahu-tahu waktu ngerekam pake iPhone, keputus karena storage gak cukup, wkwkwk… Jadi tuker hape dulu.

Saat dibius

Saat dicabut

Saat sudah selesai, semua yang ada di ruangan pun memberi applaus dan selamat pada Vay karena sudah jadi anak yang berani. Vay turun dari kursi lalu saya peluk dengan erat, memujinya pintar dan berani. Dari balik kaca pintu klinik, saya lihat dua teman saya – yang tadinya sedang periksa ke dokter di klinik rawat jalan sebelah — senyum-senyum melihat Vay. Hahaha… ternyata mereka pada ngintip, penasaran juga sepertinya ingin lihat Vay dicabut giginya.

Sebelum keluar, Vay disuruh pilih hadiah dari klinik gigi. Karena gigi yang dicabut dua, jadi dia boleh ambil dua hadiah. Dan sudah bisa ditebak, yang dia pilih adalah sticker. Sama dokter disuruh makan es krim biar cepat kering darah di gusi, tapi Vay sudah bertahun-tahun gak makan es krim, dan dia gak mau katanya. So, kita ke kafe di bawah, dan beli milkshake vanilla yang agak dingin sedikit, dan syukurlah Vay mau. Waktu ditanya, mana lebih sakit, suntik waktu ambil darah di dokter atau yang ini? Kata Vay, sama. Tapi gak sampai sepuluh menit sudah baik tuh, gak berasa apa-apa.

Nah, sudah kosong deh…

Lalu hadiah dari maminya apa? Hadiahnya adalah belanja di abang-abang gerobak keliling sebesar sepuluh ribu.

Post Card unik untuk latihan membaca

Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Secangkir teh susu: Ada beberapa kabar tentang Vay yang akan saya ceritakan di sini. Saat melewati tiga cerita ini, baru deh ngeh bahwa semuanya pas sekali dengan usianya. Jadi, saat dia sudah masuk lima tahun, perlahan-lahan kebisaannya yang tadinya hanya “sekadar” sekarang sudah “mulai terlihat”. Syukurlah :).

Pertama: Vay sudah bisa baca

Saya memang sempat cemas karena suka merasa sekolah Vay kok lama banget ya mengajarkan murid-murid membaca. Sebab teman-teman saya yang anaknya sekolah di preschool berbahasa Indonesia kebanyakan sudah bisa membaca dengan cepat, sementara di Kinderfield ini, term-term awal masih belajar menulis dan membaca three letter word saja. Sempat curhat-curhatan dengan mommy teman Vay yang lain, ternyata mereka juga worry dengan hal yang sama, kok anak-anak belum bisa baca juga. Saat saya mencari tahu, ternyata memang begitu, murid-murid baru benar-benar dilatih membaca dan juga belajar Bahasa Indonesia saat mereka di KG-B (masuk Juli nanti berarti), jadi sekarang dikuatkan dulu dasarnya.

Dan tanpa terasa Vay akhirnya sudah bisa baca juga, meski masih terbata-bata sedikit ya. Jadi setiap kali kami jalan dan ketemu kata-kata yang pendek, semacam tiga sampai lima huruf, selalu saya minta dia membacanya. Contohnya: “ZARA”, “Top Man”, “Top Shop”, “travel”, “sale”, dll. Sudah bisa juga membaca kalimat, kayak slogannya Burger King: “Have It Your Way.” Pelan-pelan juga sudah dilatih membaca buku Barbie-nya, yang hurufnya besar-besar dan setiap kalimat gak panjang-panjang banget, yeah sekitar lima enam katalah, baru kemudian kita sama-sama artikan ceritanya. Karena Vay belum belajar bahasa Indonesia, jadi sementara ini saya juga lebih sering melatihnya dengan kata-kata berbahasa Inggris yang ditemui, biar dia lancar dulu. Untuk kata-kata berbahasa Indonesia yang simpel seperti: “saya”, “buku”, “ibu,” dll, Vay juga sudah bisa sih, tapi belum banyak.

Nah kemarin sore waktu kami main ke Kota Kasablanka Mall, seperti biasa saya mengajaknya singgah ke Scoop. Scoop ini semacam toko pernak-pernik yang menjual barang lucu dan unik, dan harganya bervariasi dari yang murah sampai mahal. Waktu itu saya ketemu sekotak kartu pos yang lucu-lucu, lalu Vay bilang dia mau, karena dia memang suka sekali mengumpulkan kartu, dan juga sangat murah hati. Selama ini, dia suka sekali membagi-bagikan kartu ucapan ke teman-temannya di sekolah. Jadi meskipun maminya tekor karena tiap ke mall dia selalu minta beli kartu ucapan ini itu, tapi ya sudah tidak apa-apa jugalah, kan sekalian mengajarkan anak untuk tidak pelit dan suka berbagi. Dan ternyata hobi Vay bagi-bagi kartu itu menular ke teman-temannya. Mbaknya melapor, katanya sekarang teman-temannya juga mulai pada bawa kartu seperti Vay, lalu dibagi-bagi ke teman-teman dekatnya.

Nah, kartu yang ini, harganya 28 ribu isi 30 kartu. Mirip kartu remi modelnya, dan saat saya lihat isinya, eh ternyata bagus! Bergambar lucu-lucu dan ada kata-katanya. Jadilah bisa dipakai juga untuk latihan membaca. Dan malamnya kami langsung pakai untuk bermain sebelum tidur. Judulnya tebak gambar. Jadi saat Vay memilih kartu di tangan saya, dan melihat gambarnya, dia harus menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Contoh: Ini gambar apa, warnanya apa, ada berapa banyak, atau disuruh membaca kata yang tertera. Seru, kan!

Post Card unik untuk latihan membaca

Ini dia kartu-kartunya…. lucu-lucu semua.

Kedua: Vay sudah bisa berenang

Setelah beberapa waktu ikut les renang, akhirnya Vay ada kemajuan juga. Sekarang sudah bisa berenang mengapung meski belum bisa jauh banget. Ini dia video Vay saat berenang. Kalau kata guru renangnya, ini gaya renang model baru. Masa mau berenang tapi gak mau kepalanya basah kena air. Kalau kepalanya basah, Vay langsung marah-marah sama si bapak pelatihnya. Lucu banget nonton dia berenang, tangan dan kakinya sudah benar (seperti kata pak pelatihnya) tapi karena kepalanya di atas, coba deh… LOL.

*jangan lupa change quality ke yang tertinggi ya agar bisa lihat hasil video yang lebih bagus 🙂

 

Ketiga: Gigi susunya sudah goyang satu..!

Dua hari lalu, Vay bilang gigi depannya sakit. Saat diintip, eh… ternyata sudah goyang satu. Sihiiiyy…. sudah gede ya Nak, gigi susunya sudah mau lepas satu. So far sih, Vay belum pernah punya masalah khusus dengan gigi. Belum pernah sakit gigi, dan giginya juga tidak busuk atau keropos. Mungkin karena tidak pernah makan permen dan tidak minum susu saat tidur malam, ya. Sampai usianya yang kelima ini, Vay belum pernah dibawa ke dokter gigi, tapi saya sudah hunting-hunting dokter gigi anak, karena dia memang sudah saatnya dikenalkan ke dokter gigi sejak dini, agar tidak takut.

Gigi bawah sudah goyang satu…!

 

Nah, selain update terbaru tadi, Vay juga makin kelihatan sifat galak dan gak sabarannya. Sebenarnya dia anak yang manis, tapi juga bisa galak kalau dia merasa terganggu. Contohnya, saat di tempat les electone. Biasa dong, pasti ada saja anak-anak yang tidak mendengarkan kata Missnya kan. Nah, meskipun sudah dibilang agar electonenya jangan dipencet-pencet dulu biar Miss bisa segera mulai, tapi tetaaaappp saja di belakang ada yang pencet-pencet (dan dibiarkan pula sama orangtuanya). Vay sudah mulai kesal karena jarinya sudah ready di atas tuts – seperti perintah Miss – dan dia akan mengomel, “Duuhh…. berisik banget, sih.” Lalu dia menoleh ke belakang dan memelototi entah siapa. Hihihi….