Momen Spesial

moment spesial

Selamat Idul Fitri 1437 H

Teman-teman pembaca TehSusu, saya dan keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. Mohon dimaafkan untuk kesalahan yang pernah dibuat baik perkataan atau pun perbuatan. Selamat berlibur, berkumpul dengan keluarga dan teman, untuk menghangatkan silaturahmi. Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Masjid Raya Medan, Masjid Pertama Vay

Beberapa waktu lalu, ketika kami sedang berbuka puasa, Vay mengajukan pertanyaan di meja makan. “Mami, kenapa kita gak pernah ke mesjid?” Dia bertanya. Pertanyaan sederhana, namun cukup membuat saya terhenyak. Dan saya harus berpikir beberapa saat lamanya sebelum menjawab. Memang benar, Vay belum pernah diajak untuk sholat di mesjid. Beberapa kali mudik, saya dalam kondisi … Read More

Bahagia Yang Sederhana

Satu hal yang susah sekali dilakukan di bulan puasa adalah, pulang cepat! Sebenarnya sih kantor punya kebijakan smart time untuk karyawan agar bisa pulang lebih cepat, tapi itu jelas susah kalau buat bagian saya. Itu sebabnya, pilihan berbuka adalah kalau gak buka puasa di kantor, ya buka puasa di jalan. Tapi hari ini, saya ‘memaksa’ diri … Read More

Kegiatan Dua Hari Kami

Apa yang kita lakukan dalam dua hari terakhir di long weekend ini? Karena ibu saya sedang ada di sini, maka pergi makan keluar adalah satu hal yang kami lakukan bareng-bareng. Tadinya ayah saya juga datang, tapi tidak lama-lama, hanya dua hari saja dan sudah kembali ke Medan. Biasa, Opung Dolinya Vay lebih betah leyeh-leyeh di … Read More

Ice Cappucino

Finally Punya! Si Cantik Samsung NX2000

Nah, bicara soal rezeki, akhirnya, sesuatu yang baru-baru ini sedang saya impi-impikan terkabulkan juga. Apa itu? Apalagi kalau bukan kamera yang keren dan stylish itu? Samsung NX2000. Asyiiikkk…..!!

Bisa dibilang ini adalah hadiah yang tak terduga dari ayahnya Vay. Sepertinya doi baca dua postingan sebelumnya, di sini dan di sini — yang saya bilang sekarang malas bawa kamera besar, lalu pengen kamera yang ringan dan simpel, akhirnya hatinya melunak juga. Tahu-tahu akhir bulan lalu datang aja gitu paket kiriman, dan saat dilihat tanda terimanya, eh? Apa ini? Ah, thanks ya!

Setelah saya test drive seminggu lebih, ternyata kamera ini memang keren banget. Fitur-fiturnya yang ada benar-benar memudahkan. Pertama, bodynya yang sangat handy dan juga ringan. Kemudian selain pilihan scene mode yang akan memudahkan kita mengabadikan objek foto, fitur-fitur utama yang sangat membantu sekali adalah seperti yang akan saya tulis di bawah ini.

Samsung Smart Camera App, ini adalah aplikasi smartphone yang bisa kita download dari Play Store atau AppStore. Dengan aplikasi ini, begitu kita menghidupkan Samsung Smart Camera kita, maka aplikasi akan otomatis terhubung ke smartphone kita.

Ok. Nah setelah menginstal Samsung Smart Camera App, barulah kita bisa melakukan beberapa fitur andalan berikut ini:

1. AutoShare. Fitur ini memungkinkan kamera secara instan membackup foto-foto hasil jepretan langsung ke smartphone atau tablet kita. Saat selesai menginstall Samsung Smart Camera App, langsung masuk ke menu, dan set AutoShare ke “ON”. Saat kita meng-capture objek, maka hasil jepretan akan disimpan di kamera dan langsung otomatis ditransfer ke smartphone kita.

2. MobileLink. Ini adalah fitur/aplikasi untuk mengakses atau menyalin file yang sudah diambil oleh kamera ke smartphone. Jadi kalau misalnya sudah tidak sabar ingin memotret objek tapi belum sempat menghidupkan Samsung Smart Camera App di smartphone sehingga tidak bisa auto share, tidak perlu khawatir. Sesudahnya bisa pakai fitur ini, kok. Pilih “Select Files from Camera” untuk mentransfer foto-foto ke smartphone.

3. Remote ViewFinder. Sesuai namanya, ini fitur/aplikasi untuk untuk mengontrol kamera via smartphone. Pasti sering kan, mengalami kejadian saat sedang kumpul bareng keluarga atau teman-teman dan ingin foto ramai-ramai, tapi kesulitan untuk berfoto lengkap karena salah satu kebagian tugas memotret. Nah dengan fitur Remote ViewFinder ini, kita bisa berfoto lengkap. Pasang kamera di tripod atau di meja atau di manalah, lalu tinggal intip dari smartphone, apakah semua peserta posisinya sudah pas atau belum. Kasih aba-aba, dan langsung “Jeprettt!” dari smartphone. Tidak perlu ada yang memegang kamera. Asyik banget. Saya sudah coba dengan teman-teman di kantor waktu itu.

Nah. Itu adalah fitur-fitur canggih yang bisa diakses dari aplikasi Samsung Smart Camera App. Oh ya, saya juga bikin video unboxingnya. Sekali-sekali bikin video sendiri gpp dong, ya. Semoga videonya berguna buat yang tertarik ingin pakai Samsung NX2000.

Ini dia hasil-hasil foto yang saya jepret pakai Samsung NX2000, termasuk juga yang saya ambil pakai fitur Remote ViewFinder. Ada yang diambil saat Vay akan ujian kenaikan kelas Yamaha. Dan sebagian besar adalah foto-foto saat mudik lebaran ke Medan kemarin. Anyway beberapa foto ini sudah saya sharing juga di Instagram saya @zizydmk. Mudah-mudahan belum bosan ya! 🙂

Pakai mode Beauty Face

Pakai mode Beauty Face

SAM_0275_Lelah

SAM_0315_Lebaran Day 1 (remove viewfinder)

SAM_0331_Kiddos

SAM_0339_Asyik NgeGame

SAM_0380_@PlayGround Cambridge

SAM_0389_@PlayGround Cambridge

SAM_0280

SAM_0437_Love Sign Sandal

SAM_0480_Rahmat Gallery

SAM_0485_Rahmat Gallery

Sekarang, kalau kemana-mana pasti deh saya bawa Samsung NX2000 ini. 🙂

IMG_20130804_230303

Momen Mudik 2013

Bagi yang merantau ke Jakarta atau kota besar lainnya, mudik atau pulang kampung adalah hal yang dinanti. Selalu ada momen-momen yang hanya bisa didapatkan kalau kita mudik. That’s whyyy kenapa kita rindu untuk mudik. Ada yang tidak suka mudik? Ya barangkali ada, mungkin saja ada yang punya pengalaman gak enak jadi malas mudik, ya gak? Bebaslah. Hati masing-masing ini.

Nah, kemarin pagi, dengan menumpang pesawat Garuda, kami tiba di bandara baru yaitu Bandara Internasional Kuala Namu. Jadi ya, Bandara Polonia yang terkenal itu sudah resmi tidak beroperasi untuk penerbangan komersial lagi. Pertanggal 25 Juli 2013 kemarin, semua penerbangan komersial langsung dialihkan ke Bandara Kuala Namu ini. Kuala Namu ini sendiri terletak di Kabupaten Deli Serdang, sekitar 40km dari kota Medan.

Seperti apa sih Bandara Kuala Namu ini?

Yeahh… keren sih. Keluar dari pesawat pakai garbarata (kalau dulu di Polonia turun menjejak baru naik bus). Ruang tunggu di dalam juga mirip dengan ruang tunggu di Changi. Tapi, kalau dilihat-lihat lagi, bandara baru ini bisa dibilang baru 75% jadi dan sudah ‘dipaksa’ untuk beroperasi. Toiletnya saja belum ada sign board, mana toilet pria mana toilet wanita, dan meski toiletnya bagus, tapi di dalam becek. Petugas yang jaga hanya satu orang untuk keduanya, petugas laki-laki. Porlep tidak ada — which is ini bagus menurut saya karena kalau di Polonia dulu, porlep menguasai semua troley sehingga penumpang tidak kebagian.

Keluar dari bagian bagasi, ada dua petugas perempuan yang stand by untuk penumpang yang ingin bertanya. Bila kita membutuhkan informasi apa pun, mereka akan membantu, terutama informasi transportasi. Sudah pasti ya, namanya bandara baru, jauh dari Medan, transportasi tentu jadi pertanyaan pertama bagi yang baru tiba.

Nah untuk ke Medan, ada taxi, bus, dan kereta api bandara. Kalau naik KA Bandara, biayanya Rp80.000 dan turun di Stasiun Besar Medan. Kemarin sih kita dijemput sama Opungnya Vay, dan perjalanan dari bandara ke rumah — lewat jalan tol — sekitar 30-40 menit.

Bandara internasional ini secara umum masih berantakan. Kalau pesawat mah gak ada masalah ya, yang penting kan bisa mendarat dengan aman. Tapi untuk penumpang, pengantar, suasananya masih belum kondusif. Baru mau keluar parkir saja sudah ada tukang parkir liar. Driver kita tanya, “Bukannya nanti bayar pas keluar?” lalu dijawabnya begini, “Oh iya, itu lain. Ini sih kebijaksanaan saja.” Kebijaksanaan apa pulaaaak kawan ini? Kita berlalu saja, tanpa memberi tentu saja.

Yah. Bandara ini keren memang, dari luar. Tapi sebaiknya sih, ya, mumpung ini dibangun dari nol, tunggu benar-benar rampung deh baru beroperasi. Kan enak kalau menerapkan peraturan dan tata tertib saat sudah ready. Sayang nih kalau judulnya saja internasional tapi hal-hal remeh temehnya tidak internasional. Kalau kata ayahnya Vay, font yang dipakai untuk sign board juga tidak standar internasional, beda dengan bandara-bandara internasional lainnya.

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Main Kembang Api

Nah. Momen mudik yang berkesan setiap kali pulang kampung adalah, Vay bisa main petasan dengan saudara-saudaranya. Di Jakarta dia gak mau lho disuruh pegang kembang api. Tapi di sini dia berani. Dan kemarin malam, dia main terus gak berhenti-henti. Kayak gak ingin kehabisan waktu main dengan sepupunya hehe…

Yang lucunya, mbak-mbak yang kerja di rumah pengen banget foto-foto dan ngerekam si Vay. Gemes gitu mereka. 🙂 Belum tahu aja dia bagaimana Vay kalau udah keluar ‘singa’nya, bakal berubah pikiran kali ya, hahaha…

 

Akhir kata, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H. Mohon maaf lahir dan bathin apabila ada salah-salah kata dan perbuatan selama ini.

terry3

Chelsea FC Part 2 : Player Escort

Kamis 25 Juli 2013

Keberuntungan Vay memang masih berlanjut. Setelah di hari Rabu dia memperoleh kesempatan couching clinic bersama Chelsea FC, maka pada hari H, laga pertandingan Chelsea FC vs BNI Indonesia All Stars, Vay pun menjadi player escort.

Pukul. 17.00 WIB

Kami pun tiba di GBK. Suasana GBK sudah sangat ramai, dan sudah mulai kelihatan susah cari parkir. Akhirnya kita parkir paralel saja, lapis dua di dekat west gate, karena nanti kita akan masuk dari situ juga.

Sampai dalam GBK, kami langsung menuju pintu XII, pintu masuk tiket VVIP. Tenda escort ada di dalam area situ. Selesai melakukan registrasi, pendamping langsung diberikan ID Pas agar bisa keluar masuk, termasuk juga mbaknya Vay yang kita ajak serta. Mbaknya ini ikut karena saya tidak sempat balik ke rumah untuk menjemput Vay, makanya dia dan Vay saja yang menyusul ke kantor naik taxi, baru kita bareng-bareng ke GBK. **Itu dia makanya jadi gak ada yang fotoin saat Vay tampil di TV, deh… *curcol

Beberapa anak dan orang tuanya terlihat sudah duduk manis di dalam tenda. Untuk kali ini, dibagikan kaos dan celana putih Adidas untuk semua escort, baik Chelsea FC escort maupun BNI All Stars.

player escort

Seperti yang pernah saya bilang dulu, kalau anak yang mau tampil, pasti deh orang tuanya yang nervous. Dan saya tidak bisa tenang menunggu jam pertandingan. Takut aja gitu tiba-tiba batal atau gimana. Untunglah sikap Vay yang happy terus sedikit mengademkan hati saya. Dia aktif sekali, seperti kelebihan energi, lari sana lari sini, joget sana joget sini. Belum apa-apa, celana putihnya sudah kotor. Banyak yang senyum-senyum lihat tingkah si Vay, sampai ada bisik-bisik terdengar oleh beberapa mbak panitia BNI. Berkata, “Yang ini cocok banget jadi escort.”

Menjelang jam enam sore, anak-anak player escort lainnya tiba. Ada yang kecil ada yang gede. Sebagian besar saya lihat sih anak-anak pejabat, kelihatan dari gaya orangtua dan keluarganya yang menemani. Dan herannya, salah satu yang katanya pejabat itu, berkata pada panitia kalau anaknya tidak punya sepatu Adidas, jadi terpaksa pakai Nike ke situ. Hellooowww… bisa gitu, alasannya? Vay juga tidak punya sepatu Adidas, tapi kita beli semua lengkap demi menghargai BNI yang sudah mengundang kita. Ada juga seorang anak laki-laki montok yang kelihatan seumuran dengan Vay, bermain bersama abangnya, mereka berdua jadi player escort, dan mereka ternyata datang dari Medan!

Dan sepertinya separuh dari anak-anak player escort itu saling kenal, deh, semua pada heboh berfoto ramai-ramai sebelum briefing. Saya lihat Vay mengamuk saat mbaknya memaksa dia ikut berfoto dengan anak-anak yang lain. Saya bilang ya biarkan sajalah, jangan dipaksa nanti moodnya jadi jelek.

Pukul. 19.20 WIB

Kita sudah dikasih tahu bahwa jam setengah delapan anak-anak harus berkumpul untuk technical meeting. Aduh saya makin deg-degan, soalnya Vay kan kemarin tidak ikut gladi resik. Bagaimana nanti kalau dia salah di lapangan?

Saat jam menunjukkan pukul tujuh tiga puluh, semua anak diarahkan ke ruang pers di lantai bawah. Nah, tadinya nih, info yang kita dapat, parents akan diberikan ruang tunggu di sisi dalam, jadi ceritanya akan dekat sekali dengan akses keluar masuk pemain yang ingin ke kamar kecil misalnya. Jadi kita bisa saja minta foto dengan mereka. Sudah berharap, dong pastinya.

Absen anak-anak pun dilakukan. Dimulai dengan escort untuk Chelsea FC. Saat diabsen, jantung saya berdebar-debar, kok nama Vay gak dipanggil-panggil? Apakah batal? Ternyata ada, namanya ada di nomor urut sebelas. Menyeliplah Vay di belakang anak lain yang badannya lebih tinggi dari dia. Waduh paling belakang pula itu, batin saya.

Nah, menjadi player escort berarti harus menerima apa yang diberikan. Kita tidak bisa memilih dengan siapa nanti masuknya. Jadi parents ya hanya bisa berharap dan berangan-angan saja semoga anak kita dapatnya dengan pemain favorit. Tapi saya boleh dong berharap. Sengaja pula bisik-bisik ke ayah si Vay, minta bilangin ke panitia, Vay boleh gak nanti dapatnya Ramires? Soalnya kalau mengkhayal dapatnya John Terry, kok ketinggian ya? Hahah…. Tapi ayah Vay bilang, kita memang tidak bisa milih. Titik.

Tapi saya yakin banget bahwa anak-anak pasti akan diurutkan lagi berdasarkan tinggi badan. Dan benar saja, kakak pendamping dari BNI mengumumkan bahwa adik-adik harus membuat barisan di mana yang paling tinggi harus paling belakang. Mbak-mbak pegawai BNI yang dari kemarin gemes sama Vay, langsung menggiring Vay ke baris depan. Hore! “Vaya di sini, di sini,” katanya. Tapi memang benar sih, Vay itu paling kecil, jadi sudah pastilah dia paling depan. Saya pun makin berdebar. Aih, kalau Vay paling depan, berarti? Ya! Berarti, kemungkinan besar dia akan mendampingi kapten kesebelasan! Seorang bapak yang anaknya dapat urutan kedelapan langsung tersenyum pada saya, “Wah, Bu! Bisa dapat KK berarti Bu!” Saya senyum saja. Optimis tapi tidak mau over pede.

Pukul. 19.45 WIB

Kakak pendamping BNI kemudian melakukan briefing ulang. Ternyata, sudah ada sebagian anak yang melakukan gladi resik Rabu kemarin, yaitu mereka yang memang tidak ikut couching clinic. Saya langsung minta Vay mendengarkan instruksi dengan baik. Kakak pendamping mengingatkan anak-anak bahwa mereka harus selalu tersenyum. Dan yang terpenting adalah: “Saat di lapangan, jangan ada yang cari mama atau papa, ya?” Riuh rendah suara pun terdengar. Para orangtua pasti deg-degan dong, takut aja tiba-tiba anaknya ngambek di tengah lapangan.

20130725_194341

Anak-anak diminta menghapal dirinya nomor berapa. Tujuannya agar dia tahu saat nanti diberi aba-aba di dalam. Jadi saat dipanggil nomornya, mereka langsung bergerak maju. “Vay, ingat ya. Vaya nomor satu.” Saya ingatkan lagi dia. Saya juga minta Vay mengingat siapa teman di belakangnya, maksudnya agar dia tahu dia ada di barisan mana nanti. Soalnya semua player escort memakai baju yang sama, jadi bisa terbalik-balik nanti, yang mana escort Chelsea FC, mana yang BNI All Star. Tugas player escort adalah ikut masuk bersama pemain sampai ke lapangan, dan setelah seremoni selesai, mereka kembali ke ruangan. Begitu saja.

Seorang ibu yang berdiri di depan saya cemberut. Sepertinya dia tidak puas dengan pengurutan anak, soalnya anak laki-lakinya kan tinggi, jadi dapatnya agak di belakang. Anaknya kelihatan menangis, kemudian dibujuk oleh bapaknya, orang bule. Ya mau bagaimana lagi, kan tidak bisa milih bo’. Mau artis atau pejabat, di dalam sini tidak berlaku. Peraturannya memang begitu, harus yang terkecil di depan.

Setelah briefing selesai, anak-anak pun langsung masuk ke ruang pers, dan kami para orang tua diminta dismiss. Totally dismiss. Ternyata benar-benar harus clear area, hanya player escort dan kakak pendamping yang boleh masuk. Jadi, harapan akan bisa memotret pemain jelas tidak mungkin (apalagi berharap bisa foto dengan Jose Mourinho!). Tapi ya iya jugalah, kalau ada orang biasa di dalam malah mengganggu pemain dong pastinya.

Nah. Lalu, bagaimana saya bisa melihat anak saya nanti dengan siapa? Masalahnya di ruang bawah itu tidak ada LCD sama sekali. Jadi? Jadi? ‘Buta’ dong. Waduh. Bapak-bapak yang anaknya dapat nomor delapan tadi bilang ke saya kalau di lantai tiga ada layar besar untuk menonton, kita bisa ke sana. Saya dan suami memang dikasih tiket juga sama panitia kalau ingin menonton juga, meskipun itu bukan kelas VVIP. Kalau VVIP sih enak ya, bisa langsung melihat ke arah pemain di depan.

Mbak BNI yang sejak sore membantu kami muncul. Katanya ke saya, “Kalau Ibu mau, saya kasih tiket khusus buat Ibu. Posisi ini ada di samping jembatan tempat anak-anak menunggu sebelum masuk, jadi pasti bisa memotret, walaupun dari samping.” Beberapa orang tua lain yang tidak punya tiket VVIP mengerubung dan bertanya ada berapa tiket. Ya siapa sih yang tidak ingin melihat langsung penampilan anaknya? Ah, tapi memang saya dan suami beruntung, juga bapak yang tadi. Karena pihak BNI memang hanya menyediakan beberapa tiket khusus itu untuk kami, saya dan si bapak tadi.

Saya dan ayah si Vay langsung keluar dan lari agar tidak ketinggalan. Soalnya takut kelewatan, dan kita juga tidak tahu ini akses tiket ini sejauh apa. Mbaknya Vay tinggal, untuk menjaga Vay bila tiba-tiba ingin pipis atau gimana.

Masuk dari pintu II, ternyata sudah full, pastinya. Lokasi yang tadi dikatakan oleh si mbak BNI itu ada di sudut sana, dan ya, sebelahan dengan jembatan. Tapi ya gak mungkin kosonglah, udah jam delapan gitu lho. Saya dan suami pun akhirnya berdiri saja di tangga, karena tujuan kami hanya ingin memotret Vay, setelah itu keluar. Suasana GBK luar biasa hebohnya, dan ya, ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di stadion ini. Melihat langsung lapangan yang selama ini hanya dilihat saja dari layar televisi. Bapak-bapak di sisi kiri saya sempat protes halus karena pandangannya terhalang, jadi ya kita say sorry dululah. Lalu saya katakan bahwa saya hanya ingin memotret anak saya yang jadi escort, makanya numpang berdiri sebentar saja di tangga.

Pukul. 20.10 WIB

Gemuruh suara penonton terdengar setiap kali announcer menyebutkan nama-nama pemain. Tak berapa lama, anak-anak terlihat masuk dan berbaris di jembatan. Saya lihat seorang pria kulit putih berkaos putih berbicara sambil menggelengkan kepala dan menggerakkan tangan pada mbak-mbak dari BNI yang tadi ikut masuk mengantar anak-anak. Sekali lagi, harus clear. Yang boleh ada di sana hanya kakak pendamping yang membawa masing-masing tim escortnya.

Vaya ada di urutan terdepan, dan….. astaga! Si Vay itu masih saja joget-joget. Dia kelihatan mengobrol dengan anak laki-laki montok yang dari Medan itu. Tak lama, kakak pendamping datang dan mengajak Vay kembali lagi ke barisan. Lalu begitu lagi. Sudah baris rapi, eh dia main lagi, keluar dari barisan lagi, dan kakak pendamping datang lagi merapikannya. Duh, Vay…. kok gak bisa diam sebentar sih? Kayaknya kok santai banget dia menghadapi situasi itu, gak pengertian gitu sama maminya yang sudah mau pingsan melihat dia dari jauh. LOL.

20130725_202016

Saya semakin deg-degan saat pemain-pemain terlihat lalu lalang dan tos-tosan dengan semua anak. Dan, semakin deg-degan lagi saat saya lihat dua maskot Chelsea sedang melenggang di atas jembatan. Mati kita! Bagaimana kalau Vay tiba-tiba shock begitu sadar ada ‘badut’?

20130725_201936

Menit-menit menjelang pemain masuk adalah menit-menit kami jantungan. Dan kemudian, bismillah. Pertandingan sudah dimulai. Suara ayah si Vay mengangetkan saya. “Itu si Vaya sudah keluar! Gile, beneran, dia dapatnya John Terry! Itu dia, yang bawa bola merah itu.”

20130725_202750_2

20130725_202817

20130725_202851

Saya melihat Terry melangkah masuk dengan santai, tangan kirinya memeluk bola merah, dan tangan kanannya menggandeng anak perempuan kecil berkuncir. Anak kecil itu terlihat melangkah cepat berusaha mengimbangi langkah lebar Terry. Hati mami Vay pun serasa mau meledak. Anakku, si lincah yang mungil itu, digandeng oleh John Terry, kaptennya Chelsea FC! Betapa beruntungnya dia! Sementara kami hanya bisa melihat Terry dari kejauhan, si Vay malah gandengan dengan Terry! Vay kelihatan celingak-celinguk, kayaknya dia penasaran ingin lihat wajah-wajah para pemain dengan jelas.

Dan karena Vay memang menempel pada Terry, sementara pusat perhatian semua mengarah ke Chelsea FC, maka wajah Vay lama sekali muncul di layar (begitulah yang dikatakan oleh suami saya, juga Omanya yang menonton di Medan). Tapi saya tidak bisa berpaling melihat layar, karena berusaha merekam detik-detik bersejarah itu di tengah kepungan para penonton lain yang juga berdiri ingin melihat.

Bapak-bapak yang tadi protes bertanya, “Bagaimana? Dapat?” “Dapat, Pak! Itu yang tadi digandeng Terry, itu anak saya, Pak!” Dan mulut si bapak itu langsung membulat dan matanya membesar.

Ini dia videonya (jangan lupa untuk set quality ke yang tertinggi). Rekaman pertama adalah ketika anak-anak masuk, terlihat Terry mengarahkan Vay ke depannya sedikit, karena Vay salah baris sepertinya. Dan rekaman kedua adalah ketika para pemain bersalam-salaman, dan anak-anak bingung harus ikut atau balik. Pada tarik-tarikan. Ah, entah apakah itu karena ada instruksi yang kurang jelas dari kakak pendamping atau bagaimana, tapi pemandangan itu lucu sekali. Anak-anak akhirnya bergandengan kembali masuk ke arah jembatan.

Maafkan kenorakan saya ini, tapi kemarin malam, saya merasa jadi ibu yang paling beruntung dan paling bahagia di dunia. Meski saya tak bisa foto bareng Terry (seperti suami saya) atau melihat dari dekat (seperti Vay yang sudah digandeng pula!) tapi saya bangga dan senang karena minimal saya ada di sana untuk mengabadikannya. Meskipun sulit sekali karena terdorong sana sini, sehingga hasil foto dan video juga ada yang blur. Mudah-mudahaaaan nanti dikirim foto bagusnya sama BNI.

Kami menonton jalannya pertandingan selama beberapa saat, sebelum kemudian bergegas kembali ke ruang pers. Menjemput Vay. Eh! Kosong? Ternyata dia sudah keluar sama mbaknya dan lagi main ke VVIP di atas dengan panitia BNI tadi. Setelah mengucapkan terima kasih, kami pun permisi pulang. Memang tidak ingin menonton di GBK. Kenapa? Pertama, karena Vay pasti sudah lelah sekali. Kedua, saya dan suami sama-sama tak bisa menerima kenyataan bila ternyata tim BNI All Stars dibantai oleh Chelsea FC. Jelas dong kami cinta tim Indonesia juga. Jadi lebih baik tunggu berita saja deh, daripada sakit hati nontonnya. Huhu…. dan teryatata memang dibantai 8-1.

Saya tak tahu apakah ada dari teman-teman yang kemarin malam menonton pertandingan Chelsea FC dan BNI All Stars di MNC TV dan sempat melihat Vay. Tapi saya penasaran sekali, karena saya tidak melihat dari dekat, jadi tidak tahu ekspresi Vay seperti apa. Kalau kata mami saya di Medan sih, dia kelihatan baik-baik saja, tidak grogi. Tadi, saya pulang agak malam dan baru ngeh kalau ada siaran ulangnya di MNC Sports2. Lihatnya di tengah-tengah pula. Tapi hari Minggu besok 28 Juli, jam 14.30 ada lagi siaran tundanya. Mudah-mudahan terkejar saya bisa nontonnya.

* * *

Akhir kata dari postingan yang sangat panjang ini, kami jelas sangat bersyukur, berterima kasih pada BNI, karena anak kami Vay beruntung mendapatkan kesempatan yang belum tentu didapatkan oleh orang lain, dan juga belum tentu datang dua kali. Ini memang sudah rezekinya Vay. What a beautiful moment. Tak perlu bayar, tak perlu minta katabelece, tak perlu punya jalur khusus, kalau memang sudah rezeki, maka tidak akan kemana. Alhamdulillah.

**update terbaru 27 Juli 2013 13.00 : kesampaian juga saya nonton siaran tundanya di TV, dan berhasil juga difoto. 🙂

Chelsea FC Part 1 : Couching Clinic

Secangkir teh susu: Setiap orang pasti punya rezeki masing-masing. Saya — dan mungkin juga Anda — percaya akan hal itu. Maka, apabila kita sudah terlalu keras mengusahakan sesuatu sementara itu memang belum jadi rezeki, maka itu bukan rezeki namanya. Begitu juga yang saya lihat dan alami selama seminggu terakhir ini, terutama dengan adanya dua kesempatan … Read More

Samsung NX2000

Naksir Sama Samsung NX2000

Bicara soal tidak ingin kehilangan momen foto-foto saat traveling atau saat berkumpul bersama keluarga, saya jadi kepengen punya kamera baru. Ingin cari kamera yang simpel dan nyaman dibawa-bawa, yang secara bobot lebih ringan dibanding dslr tapi secara kualitas juga oke. Yang gak bikin ribet sih pokoknya. Makanya saat browsing cari info kamera terbaru, saya kok jatuh hati ya sama kamera mirrorless seri terbaru Samsung Camera, yang namanya Samsung NX2000. Jadi pengen, hiks.

Bagi yang belum tahu tentang apa itu kamera mirrorless, kamera mirrorless adalah kamera yang pada dasarnya sama seperti kamera dslr. Hanya saja tidak pakai kaca atau cermin yang biasa ada di kamera DSLR. Prioritas konsep mirrorless ini pada ukuran dan berat yang lebih kecil dan ringan, namun kualitas foto yang dihasilkan setara dengan yang dihasilkan hampir sebagian besar kamera dslr. Termasuk pula bisa gonta-ganti lensa. Canggih, kan? Pastinya.

Nah, Samsung NX2000 yang mengusung teknologi smart camera ini, dilengkapi dengan resolusi 20.3MP, jadi secara kualitas dapat menghasilkan gambar yang tajam dan detail. Katanya pula memiliki 14 scene mode. Jadi pengguna bisa memilih modus kategori sesuai kebutuhannya. Suka foto-foto makanan? Ada pilihannya untuk itu. Foto pemandangan alias landscape, juga ada pilihannya. Mode untuk action freeze, ada. Yang suka foto micro, juga ada. Lalu layar sentuhnya juga lumayan luas dimensinya, jadi memudahkan saat mengakses beragam fitur. Rentang ISO-nya juga lumayan tinggi. Lihat deh videonya di bawah ini.

Samsung NX2000

Tapi yang paling menarik dari kamera ini adalah bisa langsung auto share dengan “Samsung Smart Camera Apps”. Jadi seperti yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya, kalau punya momen special dan bisa segera upload, kenapa harus menunggu? Keburu basi.

Jadi ya, kegiatan baru saya di sela-sela waktu luang di kantor itu, googling tentang Samsung NX2000 ini. Penasaran dan kepengen. Sudah terbayang mau motret apa saja nanti kalau pakai kamera itu.

Bagaimana? Beli tidak ya?

Smartphone Photography Festival 2013

Bila selama ini banyak yang menganggap bahwa foto-foto pakai handphone itu hasilnya tidak semumpuni hasil foto dari kamera, maka pada Smartphone Photography Festival 2013 yang diselenggarakan oleh Indosat Mentari pada minggu lalu di Kota Kasablanka, anggapan itu bisa dipatahkan. Saya ada di sana dan melihat sendiri para pengunjung Kota Kasablanka yang visit ke pameran selalu … Read More

Photo Hunt – Mentari Model

Secangkir teh susu : postingan ini disponsori oleh Indosat Mentari, designed for Smartphone but please read it anyway.  —- Sebelum basi, saya mau posting hasil foto saat photo hunt tema model tanggal 20 April lalu. Acara photo hunt kedua ini adalah rangkaian acara dari Smartphone Photography Festival 2013 with Indosat Mentari yang hari ini sudah mulai pamerannya di Kota … Read More

Photo Hunt – UN Peacekeepers Day

Secangkir teh susu : Mau cerita sedikit tentang pengalaman pertama saya mengikuti photo hunt. Ternyata seru! Dan capek tentu saja. Postingan ini disponsori oleh Indosat Mentari, designed for Smartphone but please dibaca. —- Jadi Sabtu tanggal 6 April kemarin saya dan beberapa teman ikutan photo hunt UN Peacekeepers Day yang diadakan oleh komunitas ID Photographer. Photo hunt military kali ini … Read More

#SPOT [Smartphone Photography]

Bicara soal semangat fotografi, saya adalah orang yang sangat bersyukur bisa mengikuti dan menikmati fotografi. Dari jaman kamera pakai film yang harus diputar ‘krek-krek’ di tahun 80-90an, kemudian ketika kamera digital mulai jadi tren, saya juga ikutan, mulai dari kamera digital kecil seukuran setengah handphone (yang lensanya bisa diputar 180 derajat), lalu ganti lagi saat … Read More

Saat Usiamu Bertambah

Bertahun-tahun ngeblog, yang selalu saya ceritakan di blog ini adalah tentang ulang tahun anak saya. Belum pernah menulis tentang ulang tahun saya sendiri. Hahaha…. soalnya Kakak sudah semakin tua kan, dan ulang tahun bukan sesuatu yang harus dirayakan dengan penuh hura-hura buat saya. Bukannya tak penah bersenang-senang tapi memang ulang tahun penuh happy-happy itu kan … Read More