Iseng atau memang Klepto?

Kemarin sore, saat sedang terkantuk-kantuk di taxi menuju rumah dari kantor (ya kebetulan kemarin sore, driver harus ke bandara jemput papi saya yang baru datang dari Medan, jadi saya mengalah, pulang naik taxi), saya ceting dengan hubby di bbm (blackberry messenger).

Hubby bilang dia baru sampai di Bandung, dan mereka nginep di Hilton. Hebatnya, semua wartawan yang diundang dikasih kamar sendiri-sendiri. Padahal biasanya kalo ada acara yang melibatkan wartawan, pihak penyelenggara selalu set berdua-dua untuk tiap kamar. Kecuali hubby. Dia pasti dapat kamar sendiri, atau dia gak akan mau datang memenuhi undangan.

“Hotelnya mewah?” Saya.
“Baru buka.”
“Jangan lupa curi sandalnya ya!”
Hmmm??? Selesai mengetik kalimat itu saya langsung terkikik sendiri. Apalagi kemudian  tidak ada balasan dari hubby. Hahahaa…. Kenapa coba saya tidak bilang dengan bahasa yang halus, ini kok ya ada kata “curi” kesannya maling banged yah…

Saya memang suka sekali mengoleksi small things yang ada merknya. Tapi ya masih dalam taraf yang emang wajar kalo diambil, ya… artinya yang memang termasuk compliment, atau kalaupun bukan compliment, tapi juga bukan barang mahal.

Kalo teman-teman saya hobi ambilin botol-botol berisi shampo dan conditioner di km.mandi hotel, saya gak tertarik dengan itu. Saya lebih suka sandal. Apalagi kalo yang bahannya enak, pasti saya ambil dan disimpan bener-bener seakan itu sandal seharga ratusan ribu. Hhihihi.. Salah satu sandal favorit saya adalah sandalnya Harris Hotel (eipss ketahuan deh sama orang Harris :D), warnanya oranye dan bahannya kayak sendal jepit, jadi bisa dicuci. Saya ambil waktu nginep di Harris Kuta, lalu ambil lagi waktu nginep di Harris Tebet. Penuh deh lemari sepatu dengan sandal-sandal ‘colongan’ itu.

Selain sandal hotel, banyak juga yang suka saya ambilin. Sebut saja tatakan Pizza yang kecil. Saya suka sekali dengan bahannya yang anti panas & dingin. Saya ambil untuk dipakai sebagai alas minum di kantor :p~. Dan waktu tatakannya mulai rusak, saya ke Pizza H** lagi bareng teman-teman untuk ambil baru. Hebadnya, kali ini teman saya yang bantu colongin masukin ke tasnya hahaha…. Ketularan!

Hmm… terus pernah juga gelas obat. Gelasnya keren, kecil kayak gelas slot tequila gitu, tapi ada ukurannya, jadi kalo mo menakar obat, gak akan salah. Ini saya ambil waktu di RS (waktu Vaya sakit hari itu). Eh, ternyata sudah repot-repot ambil dua buah gelas, susternya datang bawa dua gelas lagi untuk compliment :D. Jadi punya empat deh..

Lalu alas sandaran kepala Garuda. Waktu itu kebetulan naik Bussiness Class, langsung saya ambil alas kepalanya. Alasan saya, “Biar pas duduk di kursi kantor, serasa naik Garuda terus..” Soalnya pas banged kursi kantor warnanya biru juga. Sebenarnya mo ambil bantalnya juga, tapi dilarang hubby. Malu kali dia…

Kalo pulpen-pulpen hotel, itu juga pasti saya ambil kalo memang pulpennya bagus. Waktu umroh 3th lalu, saat saya sedang menyimpan sandal-2 & pulpen merk The Oberoi – Medina ke dalam koper, seorang janitor hotel datang mengetuk pintu. Dia datang mengantarkan handuk-handuk bersih. Abang saya yang membuka pintu. Selain handuk itu, ternyata si janitor juga memberi seplastik pulpen. Hahahahaa…. Mungkin beberapa hari itu dia sadar bahwa pulpen-pulpen selalu hilang, dan mungkin juga dia udah tahu tabiat orang Indonesia yang hobi ambil-ambilin small things untuk oleh-oleh. Sebagai gantinya, abang sayapun memberi si janitor tips yang lumayan :D.

Pulang ke Indonesia, di pesawat Saudi Arabia Airlines, saya dengan tenang menjejalkan bantal ke dalam tas saya. Lalu kacamata kain untuk penutup mata saat tidur juga saya bawa. Abang saya yang duduk di seberang langsung melotot dan mengguit abang sepupu saya yang duduk di sebelahnya. “Lihat tuh, bang.. baru aja selesai umroh, ambil bantal pulak itu!”

“Kenang-kenangaaann…. biar ada bukti kalo pernah naik Saudi Airlines…” Alasan saya. Tadinya mo masukin dua bantal, tapi tasnya gak muat :D.

Ah masih mending saya (excusee…:p). Teman saya ada tuh, piring KFC dia bawa pulang! Lalu ada juga yang jalan-jalan malam ketemu orange corn, langsung dinaikin ke mobilnya. 😀

Kalo kita bilang, ini bukan masalah gak bisa beli ya, tapi small stuff beginian kan gak semuanya dijual bebas. Minta juga belum tentu dikasih. So, apa boleh buat ? Ini bukan klepto lhooo… cuma iseng doang. :p~

Sepertinya saya gak sendiri deh untuk urusan ambil-mengambil barang model beginian… ya gak?

Related Post

Kapur Barus Addicted Punya kegilaan belanja suatu benda umumnya pernah dialami setiap orang. Ada yang gila belanja baju atau sepatu atau aksesoris, lalu ada juga yang hobi borong mie instant atau borong coklat. Tapi kalau saya, saya punya kebiasaan gila belanja macam-...
Mo punya GIGI bagus? Mahal… Jadi tertarik posting soal gigi, gara-gara di kantor saya sedang demam pakai behel, alias kawat gigi. Mula-mula Mbak Hagi, bela-belain antri di poliklinik kantor pusat untuk periksa gigi. Tahu-tahu seminggu kemudian, sudah pakai kawat gigi warna biru...
I’m a Mommy but still look good in Jeans Bulan ini, tepat 3 (tiga) tahun berdirinya tehsusu di ranah blogsphere. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat ya, dan setelah saya lihat-lihat lagi, ternyata saya bukanlah seorang blogger yang aktif, karena postingan saya sedikit sekali. :) Bany...
Petugas Parkir Nakal di Mall Kemarin malam, ketika Baby Vay sudah terlelap tidur, jam delapan lewat saya dan hubby pergi ke Mall Kelapa Gading. Sebenarnya ini bukan jadwal kami untuk keluar, selain karena semalam adalah hari Minggu malam dan besoknya kami harus kerja pagi, cuaca...
Manner-nya dan Manner-ku Weeww... lama juga ya gak updated. Sedang banyak urusan lain, jadi saat mau meng-updated, sudah terasa hilang sedikit moodnya.  :) Minggu lalu, siang hari jam istirahat, saya ke Plaza EX, mau menukar Crocs Vaya yang kebesaran. Habis itu duduklah ...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

117 thoughts on “Iseng atau memang Klepto?

  1. ribka damanik

    kakk, ketawa akuu bacanya. aku sndiri juga sring gituuu. kan sebenarnya kalo stuff dari hotel emank dikasih buat kita kan. buat apa kita(mksdnya bapak-emak saya) udah bayar mahal-mahal, small things ga diambil?? kan itu udah jadi hak milik kita 😉 ( Pembelaan) hahahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *