Day 1 in Perth : City of Perth

Perth, 21st Feb 2007

  • 04.35 am

GA 730 tiba di Perth International Airport pukul 03.45 pagi setelah menempuh perjalanan selama 4 jam. Kalau dalam wib, kira-kira jam 01.45. Perasaan saya baru saja tertidur, tapi kok sudah terbangun. Melangkahkan kaki menyusuri belalai, masuk ke terminal kedatangan. Dan saya terkesiap karena mendapati wajah-wajah ramah penjaga duty free shop yang masih beroperasi di pagi buta begitu.International Terminal

Petugas imigrasi — seperti biasa — banyak bertanya. Seperti apa tujuan kami kesana, berapa lama. Stay dimana. “4 days?” katanya tidak percaya. Menurutnya, empat hari terlalu singkat untuk berlibur di Perth. Yeah, cukup dijawab dengan “cuma dapat cuti kantor segitu,” dia langsung mengerti kok.

Kami pun keluar setelah lolos dari pemeriksaan. Tapi memang petugas imigrasi dan bandara disini helpfull banged, agak beda dengan petugas Indo yang ketika berhadapan dengan orang lokal aja belagunya minta ampun. Bandara internasionalnya kecil saja, walaupun bertingkat. Lebih mirip terminal bus kali ya..

Berhubung masih pagi buta, banyak passenger yang menunggu pagi dengan tiduran di bangku. Beberapa petugas yang berganti shift mengobrol dan bercanda ramai, wah.. ternyata gak jauh beda yach soal kelakuan dengan di negeri sendiri ๐Ÿ˜€

Lavazza Italy’s Favourite Coffee, satu-satunya kafetaria yang buka pagi. Saya pesan hot chocolate harganya $3.90. Sekalian mecahin duit, untuk makan dan ongkos taxi nanti. Eh, tapi saya malah keterusan, beli air mineral 1L di kafe itu seharga $5.90 ! Ck ck ck…! Terjebak. Padahal di mesin koin ada yang lebih murah.

Yang jelek di Perth ini satu, check in hotel jam 2 siang, sementara check out jam 10 pagi! Gile aje! So, daripada capek dan ngantuk menunggu jam 2 siang, kami pun mencoba hunting hotel yang kira-kira available untuk pagi itu. Too bad. Semuanya full booked. Bagusnya, tiap hotel punya nomor bebas pulsa, yang bisa diakses dari public telephone. Jadi kami bisa menghemat pulsa telepon.

Akhirnya kami coba go show langsung ke Formule 1, hotel yang dekat dari terminal domestik. Soalnya waktu dicoba telepon tidak ada yang mengangkat. Kita naik taxi ford gede, kena charged $10.20, dah gitu sopirnya ibu-ibu loh… kekar…. hehehehe….

Sampai di F1, ternyata sama saja. Full booked juga. Jam 7 pagi, baru computer box — untuk online booking — nya bisa diakses. Tapi tetap saja, masuk harus jam 2. Ya sudah, kami balik lagi ke bandara internasional. Dial ke 131330, nomor bebas pulsa Taxi, dan tak sampai 5 menit sudah datang taxi menjemput kami di F1. Sempat ada miskom bahasa sedikit dengan operatornya, maklum, lidah kita kan lidah melayu ๐Ÿ˜€

  • 12.05pm

Setelah tertidur di bangku dan mengalami sakit punggung (hiks..!) saya terbangun, lalu memutuskan jalan-jalan ke atas. Ke bagian keberangkatan. Lihat-lihat duty free, terutama toko minuman ๐Ÿ˜€ yang mengklaim harga mereka lebih murah dari bandara internasional lainnya (Indo tidak termasuk tapi..).

Tahu-tahu saya ngeliat ini…!! Public internet & email.

Perth Airport

Thank God, rasanya seperti menemukan oase di padang pasir. Dahg itu ni kios keren banged, cukup dengan memasukkan koin, internet langsung ON. Kayak main dingdong aja. Dan bisa dengan kartu kredit juga loh. $4 dapat 26mnt. Mahal sih, tapi gpp lah. Saya langsung merasakan tdenyut-denyut kehidupan kembali begitu jemarin ini menyentuh keyboard ๐Ÿ™‚

Silau dan panas terik menyambut begitu kami keluar mancari taxi. Sudah waktunya untuk check in, dan sopir taxi pun mengantar kami ke King’s Perth Hotel, tempat kami akan menginap hingga hari Sabtu. Tak lama kemudian kami memasuki Hay St, yang terletak di tengah-tengah kota. Ada mall gede, semuanya ada disini deh.

04.00 pm

Saya keliling-keliling sore sendirian, masih terang benderang. Ingin lihat ada apa saja di sini. Sekalian mencari colokan buat charger, karena semua listrik disini memakai colokan kepala tiga. Lalu juga butuh kartu prepaid, untuk memudahkan berkomunikasi murah dengan keluarga dan teman di tanah air. Dan juga cari gembok, karena gembok koper saya “putus atau sengaja dilepas” waktu di bagasi. Waktu saya turun ke bawah, wah… ada adult shop loch, yang menjual segala perlengkapan sex. Di ruang sebelahnya bahkan disediakan internet xxx unsencored, hanya $2 saja. Ada live striptease juga. Tentu saja ada larangan di depan pintu, untuk usia under 18.

Turun sedikit lagi, saya ketemu rumah makan Indonesia Indah. Di basement gitu. Ya udah, saya masuk saja deh, pengen tahu juga. Tenyata pengunjungnya ada bule, ada jepang, dan beberapa orang Indo. Saya memesan seporsi nasi plus 2 teh botol, rasanya sih standard aja, harganya juga sama dengan Latikafe. 15/porsi. Bedanya di Latikafe Rp.15rb, disini $15. Gile aje…!

Related Post

Rindu Sini Rindu Sana Rindu sini dan juga rindu sana! Itu yang saya rasakan begitu pesawat mendarat dengan sedikit hentakan dikarenakan cuaca di luar hujan. Saya baru saja pulang dari Medan siang tadi, setelah menghabiskan weekend di sana. Setelah sebualn santai-santa...
Sejuta Keindahan Bromo โ€“ #BrikPiknik Ini adalah tulisan lanjutan saat main ke Malang bulan lalu. Tulisan sebelumnya bisa lihat di sini dan di sini. Pukul sebelas tiga puluh malam, mendekati tengah malam, alarm berbunyi. Ampun, rasanya mata ini berat sekali terbuka. Setengah sadar ter...
Melipir ke Dunia Fantasi Ancol Sabtu kemarin habis main ke Dunia Fantasi sama Vay. Sebenarnya rencana awal tuh mau ke Sea World, Vay suka sekali ke situ. Dia mau lihat ikan babi รขโ‚ฌโ€œ lupa namanya, tapi kayak sejenis paus kecil yang moncongnya kayak babi itu รขโ‚ฌโ€œ katanya. Ayahnya gak...
Kongo Resto & Spec`s Lounge-Horison Bandung Bandung, 16 Feb 2007 20.05 Ini adalah hr ke-3 saya di Bandung, mengikuti Workshop yg diadakan kantor selama 4hari. Dan malam ini, jadwalnya makan malam di luar plus hiburan, setelah sebelum2nya kami semua tersiksa seharian-semalaman. Semua ...
The Delicious Makassar Tak salah memang kalau Indonesia dikatakan sebagai surga kuliner. Sebab, hampir setiap daerah di Indonesia pasti punya makanan khas yang pasti bikin ngiler, dan selalu dibilang wajib dicoba bila kita berkunjung ke sana. Sebagian teman di Jakarta sela...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

4 thoughts on “Day 1 in Perth : City of Perth

  1. Take off jam 21.45 wib, sampai di Perth 1.45 wib. itung dong, brp jam itu? ๐Ÿ™‚ 3 ya? at0 4? ato 1?

    Dan memang iya, beda waktu 2jam :p~

  2. uam

    jarak waktu jakarta-perth kan satu jam dowang kak, jadi kak Si nyampe disana adalah jam 02:45, persis aku juga terima SMS kak Si.. ๐Ÿ™‚
    opasti gag dengerin pas mbak-mbak di pesawat bilang klo perbedaan waktunya adalah satu jam yah… pasti dah ngantuk banged pas nyampe yah.. hehehe ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *