kalo udah rejeki, ga kan lari kemana2…

*Jangan salahkan saya kalau saya untung 100rb krn si waitress salah hitung*


1. “saat bil datang”

“Mbak, pakai cash saja ya, soalnya mesin kita tadi macet-macet gitu.” Waitress bilang begitu ketika saya mengeluarkan kartu kredit.

“Waduh, sayang dong cash saya.”

“Gpp ya mbak, pliss…. cash ajalah mbak.” Mukanya memelas begitu. “Tadi mesin kita macet, bapak disana juga terpaksa dikembalikan kartunya.”

Ya sudah, saya buka dompet saya dan saya cabut semua lembaran 50an yang ada di dalam dompet (syukur deh bawa cash, kalo gak, bisa disuruh cuci gelas di belakang *hahahah… hiperbol banged*), dan saya serahkan ke dia semua biar dia saja yang hitung. Maklum, gelap bok.

Dia menghitung dua-tiga kali di depan saya, kemudian mengembalikan sisanya beberapa lembar ke saya.

“Ini lima ratus ya, Mbak?” katanya mengacungkan lembaran2 lima puluh ribuan di tangannya. Saya mengernyitkan kening. Lima ratus? Dia salah hitung atau bagaimana?

“Lima ratus ya Mbak?” katanya sekali lagi, dan ia berlalu setelah saya mengangguk. Saya ingat-ingat setahu saya yang harus saya bayar adalah Rp.565rb, tapi kenapa dia bilang dia ambil 500? Ah, lalu saya pikir lagi, mungkin tadi itu 600, cuma dia aja salah hitung.

Tak berapa lama dia kembali dan menyerahkan kembaliannya 35rb pada saya. 35rb itu kemudian saya pakai untuk makan di McD. *uangnya busuk banged, jadi mesti segera dipindahtangankan.*

2. “saat saya memeriksa dompet besok paginya”

Saya hitung lagi uang saya, berapa saldo awal, berapa saya ambil dari atm, dan berapa yang saya keluarkan. Dan sisanya pas, artinya waitress nya emang ambil uang saya Rp.500rb untuk bayar bil sejumlah Rp.565rb ( I got the struck), dan dikembalikan ke saya Rp.35rb.

Waduh! Waduh! Tidak ada yang bisa saya ucapkan kecuali, “Kata pak Haji, kalo udah rejeki, kagak lari kemane…”

Hihihihhi 😀 tapi gpp lah, 100rb itu sebanding lah, karena telah membiarkan kami menunggu 1jam untuk minuman yang tak seberapa itu hhehehehee…. 😀

Related Post

Pasar Malam Kalau saya tidak salah ingat, pasar malam di pemukiman kami ini munculnya sekitar setahun yang lalu, menjelang libur anak sekolah di tengah tahun. Jadi ada dua kelompok yang berbeda yang bergiliran mangkal di taman depan. Yak, masih ingat dengan post...
Day 5 : Akhirnya Tiba di Medan Medan, 25 Feb 2007 16.40wib I missed my bed I missed my music I missed my notebook I missed my Black G (bcoz I saw so many Getz in Perth) I missed my AC I missed my office desk I missed everything in Me...
Chelsea FC Part 2 : Player Escort Kamis 25 Juli 2013 Keberuntungan Vay memang masih berlanjut. Setelah di hari Rabu dia memperoleh kesempatan couching clinic bersama Chelsea FC, maka pada hari H, laga pertandingan Chelsea FC vs BNI Indonesia All Stars, Vay pun menjadi player escor...
Me, Deniya & Ari @ Cup&Chino Plz Semangg... Sebulan sudah saya menetap di Jkt, dan hari ini untuk pertama kalinya saya menyetir sendiri keluar dari rumah. **rasanya otot-otot di kaki ku sempat mengendor semenjak absen nyetir hihihi..** Tujuannya adalah ke Plz. Semanggi. Janji ketemuan sama Den...
Ketemu Anak Medan di Sarinah Kemarin sore aku ke Sarinah (okay... plz, don't laugh... soalnya itu paling deket dari kantor), nyari-nyari sumthin again, dan selalu saja kelupaan 1-2 barang yang mau dibeli setelah sampai di sana. So, waktu lagi ngantri di kasir, saya lihat kana...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

10 thoughts on “kalo udah rejeki, ga kan lari kemana2…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.