Makan Steak di Angus House, bolehlah…

Malam minggu lalu, setelah my baby tidur, saya dan hubby kabur ke SenCi, untuk nonton Dark Night. Sehabis nonton, saya diajak hubby nyobain makan steak di Angus House. Hubby saya ini penggemar steak, jadi kemanapun dia pergi selalu aja nyari resto steak yang belum pernah dia coba.

Kalo Angus House sudah dijajal beberapa kali sama suami, sementara saya baru kemarin itu nyobain. Letak restonya agak di belakang, sedikit nyempil, yang  artinya kalo gak dicari ya gak bakal nemu.

Range harga di Angus cukup lumayan nguras dompet, antara 150rb-an sampe 1jt-an.  Ada menu daging khusus yang namanya wagyu, yang harga perporsinya Rp. 1jt! Kata pelayannya, sejak kecil si sapi dipelihara khusus, bener-bener dijaga bahkan badannya sampai diurut-urut segala. Pokoknya sudah dipersiapkan benar-2 lah untuk masuk penjagalan, kekekeke… **nasibmu lah dek sapi…

Hubby sudah pernah coba wagyu ini, katanya sih biasa saja, rasanya gak jaug beda dengan steak biasa yang harganya 300-an. Kemarin kami berdua pesan steak biasa, saya tenderlon dan hubby sirloin. Makanan di Angus House ini tidak ada yang digoreng, karena itu maka tidak adalah french fries yang (biasanya) jadi pendamping steak. Semua digrill, termasuk juga sayuran. Hmm.. saya pikir, kalo sayuran di-grill, kadang tidak matang merata.

Gak sampe 10menit, 200gr steak tenderloin saya pun ludes sudah. Hubby sampe heran. “Loh, udah habis?” “Udahlah, namanya jg cuma daging, ga pake apa-apa..!” :p   Hmm, rasanya lumayan. Dagingnya lembut. Cuma ya itu, tidak terasa lengkap di lidah dan perut karena tanpa french fries. **ini dia kekecewaaan saya yang terbesar.

Pilihan sup untuk pembuka, yang enak itu sup jagung. Harganya 35rb, rasanya lemak dan gurih banged. Ada satu sup lagi yang juga enak, ada campuran brandynya… Jus nya juga segar, terasa murni tanpa campuran sirop atau pemanis buatan.

Well, untuk pilihan resto steak, Angus House harus ada dalam list visit buat Anda yang doyan steak, asal jangan tiap hari ya. Bisa bangkrut!!

Related Post

A Good Time at The Cafe Cartel Belakangan ini rasanya waktu luang bersama anak menjadi hal yang mahal bagi saya. Waktu habis di kantor, dan di jalan. Kedengaran basi ya untuk orang Jakarta, macet dan habis waktu di jalan itu sudah biasa. Tapi memang sebulan setengah ini kayaknya l...
Ayam Goreng Jl Surabaya Sebagai salah satu penggemar berat ayam goreng, saya pasti selalu mencari-cari tempat makan yang menyajikan ayam goreng. Nah, salah satu yang jadi tempat favorit saya adalah Ayam Goreng Pemuda, di Jl. Surabaya No. 4, di depan deretan pasar barang ant...
Menjajal Soto Triwindu, Favorit Pak Jokowi Barisan kabut seakan menggayuti gunung ketika pesawat akan mendarat di bandara Adi Sumarmo Solo. Pemandangan yang indah, tapi tak sempat terekam oleh kamera. Kalah sama bapak-bapak di sebelah ya bo’, sejak di atas terus memotret, dan seakan tak mem...
Weekend Coffee at Black Canyon Coffee Kalau wiken jalan ke mall – secara Vay juga les electone juga tiap minggu, saya selalu cari tempat untuk ngopi dulu sebelum pulang. Karena, salah satu janji saya adalah mentraktir diri sendiri, minimal seminggu sekali. Dan karena saya suka ngopi, m...
NGK Kuningan Kali ini saya mau posting tempat makan Nasi Goreng Kambing favorit saya & hubby. Sebelum-sebelumnya mungkin sudah pernah saya cerita sekilas, tapi kali ini saya sempetin capture ngk-nya.   Bagi penduduk Jakarta yang doyan makan nasi goreng kambing...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

32 thoughts on “Makan Steak di Angus House, bolehlah…

  1. Hendra S.

    Paling enak makan steak di CAPITAL GRILLE, jalan Senopati No.54. Kualitas daging nya bagus, dan harga nya tdk mahal. Dan sering ada promo diskon.

  2. dah pernah nyoba suis butcher di jl.setiabudi bandung ga? enak tuh, sebelahnya ada Yen’s toko baby pulak! sekalian buuu… *ting ting ting*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *