Nginap di Saifana Organic Farm dapat Milky Way

Saifana Organic Farm1615

Pernah main ke Desa Loloan? Kalau belum pernah, gpp. Saya juga baru sekali ke sana, beberapa bulan lalu. Desa kecil ini terletak di Lombok Utara, bisa dikatakan ya dekatlah dari kaki gunung Rinjani. Kok saya bisa sampai ke tempat ini? Ya kebetulan saat itu saya sedang jadi relawan untuk Kelas Inspirasi Lombok selama 2 hari di Desa Sambik Elen, yang berdampingan dengan Desa Loloan ini.

Nah, di Desa Loloan ini ada satu tempat yang kalau kita lewati sekilas saja naik mobil atau motor, kita tidak akan ngeh kalau tempat itu ada. Namanya Saifana Organic Farm. Awalnya bisa sampai ke Saifana ini juga tidak disengaja. Jadi, sebagai relawan seharusnya kan kami menginap di berugak kepala dusun, namun ketika tiba di lokasi, saya lihat kamar mandi hanya satu sementara kami ada 20 orang. Wah, ini kalau pagi bisa rebutan ke kamar mandi, kan, apalagi saya sebagai relawan dokumentator harus tiba lebih cepat di lokasi. Akhirnya saya dan dua orang relawan pengajar sepakat untuk mencari homestay di sekitar situ, dan ketemulah Saifana Organic Farm ini. Kebetulan ada relawan lain yang juga sudah booking di sana sebelumnya.

Pertama tiba di depan Saifana ini, kita lihat tulisannya β€œorganic farm” dan gerbangnya ditutup. Salah satu dari kami turun dan membuka gerbang mobil kami pun meluncur masuk. Tiba di dalam, barulah kami lihat bahwa Saifana ini isinya bukan hanya pertanian biasa tapi juga ada beberapa bungalow bagus khas Lombok di sana.

Turun dari mobil, kami disambut oleh seorang wanita bule paruh baya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. Seorang pria paruh baya hitam manis datang di belakang, yang ternyata adalah suaminya. Mereka adalah owner Saifana. Suami orang Jawa, dan istrinya orang Perancis. Sungguh baik dan ramah. Begitu kami setuju mengambil dua bungalow,, dengan sigap si Ibu dan seorang anaknya membersihkan bungalow, mengambil seprai baru, handuk bersih, dan tisu gulung.

Malamnya ketika kami duduk di teras bungalow, si Bapak datang untuk menanyakan kami ingin sarapan apa besok. Eh kemudian lanjut deh jadi cerita-cerita, tentang asal muasal tempat ini berdiri.

Jadi dulunya, pasangan ini bekerja di sebuah NGO di Perancis, yang kemudian akhirnya si Bapak memutuskan pensiun dan kembali ke Indonesia, lalu membeli tanah di Lombok ini untuk bertani. Cerita perjuangannya sungguh inspiratif, tentang bagaimana upayanya supaya air bersih bisa masuk ke Saifana, lalu bagaimana inisiatif mereka memberikan pelajaran bahasa Inggris gratis untuk anak-anak muda sekitar, hingga bagaimana mencoba bertanam macam pangan di tanah mereka. Yang saya lihat kemarin ada padi, cabai, kacang mede, sayur-sayuran, hingga buah naga. Ada juga beberapa ekor kambing di dalam pagar-pagar kecil. Persis seperti di buku-buku pelajaran anak!

Beliau juga cerita bagaimana asal muasalnya sampai ada bungalow di Saifana. Ceritanya berawal dari kejadian seorang turis bule yang kemalaman tiba di desa itu dan kesulitan mencari homestay, yang kemudian diizinkan tidur di gerubak mereka. Dari situlah kemudian mereka mulai mendirikan empat bungalow di wilayah pertanian mereka dengan luas hampir 1 hektar itu. Kemudian karena anak-anaknya sudah pulang ke Indonesia, akhirnya mereka juga membangun rumah untuk anak-anaknya, jadi semua berkumpul di situ. Wah, coba bayangkan nikmatnya pensiun seperti itu.

Saifana Organic Farm1612

Tempat ini memang homey banget sih. Bayangkan, sarapan dan makan siang semuanya dilakukan outdoor, meja makannya ada di luar. Dan semua makanan yang mereka masak adalah hasil dari kebun Saifana sendiri. Saat kami sarapan kemarin, menu yang kami pilih adalah pancake. Disajikan dengan selai buah naga dan kopi hitam, sumpah itu adalah sarapan terenak ala hotel yang saya nikmati selama empat hari ada di Lombok!

Saifana Organic Farm

Kopi nikmat di Saifana

Kopi nikmat di Saifana

Di Saifana ada empat bungalow kecil, masing-masing punya tempat tidur berukuran queen, menggunakan tenaga surya untuk listrik, toilet modern yang diterangi matahari, dan punya gerubak kecil di sampingnya. Ada satu bungalow yang menghadap langsung ke Rinjani — sayangnya bukan bungalow saya, saya salah pilih, soalnya pilih yang paling dekat jalannya hahaha — jadi kalau bangun pagi kita bisa lihat indahnya sunrise mengapit Rinjani. Nah, biasanya orang mampir menginap di sini sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Rinjani, atau sekadar mampir ke wisata air terjun di dekat situ. Jadi Saifana pun menyediakan jasa treking Rinjani bagi yang tertarik untuk naik ke Rinjani.

Dan jangan lupakan, kalau sudah tiba malam hari di Saifana, itu adalah saatnya kita bisa puas-puas menikmati milky way. Buanyak banget! Ampun, saking paniknya saya takut tidak sempat mengambil foto milky way, sebelum kami semua jalan ke rumah pak kadus untuk diskusi terakhir malam itu, saya buru-buru keluar bungalow dan langsung buka tripod di samping gerubak. Soalnya kalau sudah diskusi kan sampai malam banget ya, pulang-pulang pasti sudah ngantuk. Pertama kali ambil foto milky way nih, sambil diiringi suara tokek.

Untuk tarifnya sendiri, Rp 350.000/malam sudah termasuk breakfast. Lokasinya ada di Lombok Utara, jadi kalau dari Mataram makan waktu kurang lebih dua jam untuk ke sini. Tapi jangan khawatir, Saifana juga menyediakan jasa jemput di beberapa lokasi pick up. Lengkapnya bisa langsung cek di websitenya.

Sungguh, tempat ini harus jadi pilihan kalau pembaca ingin mencari suasana libur yang berbeda bersama teman atau keluarga. Lupakan dulu gadget, elektronik dan hingar bingar musik, saatnya menikmati alam secara langsung dan intens di sini.

– ZD –

Related Post

Menyapa Tulus di Panggung Musik, adalah sesuatu yang bisa membuat mood jadi lebih baik. Kalau sudah mendengarkan lagu yang enak, yang kita suka melodi maupun liriknya, pasti deh ikutan nyanyi. Seperti dua minggu lalu, saat acara launchingnya Internet.org yang merupakan ker...
Upacara Pelebon di Ubud Kemarin malam saya googling mau cari-cari tempat liburan yang asyik untuk traveling bersama keluarga. Tentu saja maunya di wilayah Indonesia saja, karena harus menyesuaikan dengan jatah cuti yang bisa diambil dan isi kantong. Selain itu, saya kan bel...
Trembesi sang Idola Masih ingat postingan saya tentang Sekaratnya Lahan Hijau? Tak lama setelah saya menulis topik kurangnya lahan hijau di Jakarta, saya mendapati beberapa tulisan menarik yang pantas untuk disimak. Pertama, tulisan Mas Amril TG di sini. Hati saya te...
Me Time Our Time Salah satu hal yang selalu membuat saya suka lama update di blog, adalah karena kegiatan rutin saya sehari-hari itu sering membuat saya kehilangan mood. Memang, kerja kantoran di tempat saya khususnya, lebih fleksibel dalam arti I can do it mobile, d...
Asuransi Untuk Perempuan Diskusi lagi yuk. Kali ini masih tentang asuransi. Jadi, saat weekend kemarin saya janjian ketemu dengan seorang teman lama. Ibu muda usia tiga puluhan dengan seorang anak lelaki berusia setahun, dan dulu pernah sekantor dengan saya. Dua tahun lal...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketer Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

18 thoughts on “Nginap di Saifana Organic Farm dapat Milky Way

  1. Tempatnya asik banget, Teh. Tertarik sama selai buah naganya, penasaran kalau dibuat selai gimana ya..he

    Tempatnya cocok banget bagi orang yang terbiasa sibuk dengan dunia pekerjaan. Datang ke tempat ini bersama keluarga cocok banget. Suasananya yang bikin betah. Belum juga kesana, tapi kok udah merasakan betah..he

  2. Agung

    Well said Zizy. Jadi kangen tempat itu lagi.
    Saya masih ingat ketika di Saifana belum ada listrik, milky way-nya luar biasa sekali.
    Ok, semoga sukses buatmu dan buat Saifana ??

  3. wah, menarik banget kak tempatnya.
    aku kepikiran kalau staycation di sana pasti happy dan betah haha
    gak kebanyang tidur terus bisa liat milky way. pasti ciamik banget.

    btw, thanks for sharing ya kak Zy πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.