Sahabat & Bahagia

Kemarin habis berjumpa dengan seorang sahabat, Tie. Perjuangan juga sebenarnya, beberapa kali janjian batal terus, akhirnya sepakat untuk bertemu Sabtu kemarin di Grand Indonesia sebelum hari ini sahabat saya itu kembali hari ini ke Palembang.

Ini teman baik saya semasa masih lajang. Jalan, ngafe, clubing, kita adalah partner in crime yang cocok, meski secara postur gak ada cocok-cocoknya. Ut itu tinggi dan hotbabe style (dress mini & high heel), sementara saya kecil dan rocker style (jaketan & boots kemana-mana). Tentu saja kita punya teman-teman lain, dengan kecocokan yang lain pula, tapi itu tak menjadikan kami terlalu posesif mempertahankan pertemanan. Biasanya kami selalu ketemu setiap tahun kalau pulang ke Medan, tapi lebaran kemarin tak sempat jumpa karena waktu kami yang terlalu mepet dengan keluarga masing-masing. Jadi saat dia lagi main ke Jakarta, kita sudah janji, pokoknya harus ketemu.

Kebetulan pula anak kami sebaya, lahir di bulan yang sama (Raffi anaknya lahir 6 hari lebih dulu dari Vay), jadi keduanya sudah bisa main sama-sama. Biar aman mengobrol gak direcokin anak, anak-anak dititip di playground Carnivale, dan kita mojok di Cream & Fudge. Mbak-nya Vay tak apalah kali ini mengawasi dua anak, toh sudah besar-besar juga. Syukur juga lho Vay itu model anak yang pintar bergaul, bisa main dengan siapa saja, jadi tak butuh waktu lama sudah kompak sama Raffi. Ini anak berdua aktifnya bukan main, satu menjerit eh satunya lagi menjerit, ributnya minta ampun. Tapi memang anak perempuan itu lebih cepat dewasa dan ngerti kali ya dibanding anak cowok, sudah bisa melarang jangan ini jangan itu. Kalau Raffi agak kelewat aktif – namanya juga anak laki-laki ya – dia langsung bilang, “Raffi, that’s not polite.” Keluar main langsung gandengan tangan, kompak aje! Celoteh pakai bahasa Indonesia bahasa Inggris, sahut-sahutan, kejar-kejaran.  Tahun-tahun lalu pas ketemuan di Medan dua anak ini memang belum sempat main bareng-bareng, baru kali inilah. Dan keduanya juga sama-sama takut saat lihat ‘monster halloween’ lewat! Langsung sembunyi di balik rak, memanggil minta pulang. Tapi emang ada-ada aja deh mall bikin begituan, serem tauk lihat orang berkostum penyihir dengan wajah putih mata melotot keliling mall.

dua krucil yang gak ada capeknya

Lalu para emak ngapain? Ngobrollah tentu saja. Panjang, mulai dari anak, keluarga, gosip terhangat tentang teman – aduh, kalau gosip entah kenapa kayaknya gak bisa enggak yaa hehehe – sampai kebiasaan-kebiasaan kami dulu yang sepertinya tidak berubah juga sampai sekarang. Jadi ingat, dulu setiap kali pengen beli boots rata selalu diomelin Tie, karena kalau saya pakai boots rata maka tinggi kami tidak akan seimbang, pokoknya harus ada haknya sedikit. Saat kemarin duduk berdua dan ketawa gak kelar-kelar, serasa kembali lajang aja. Mikir gini, dulu waktu masih lajang mau bergaya aneh-aneh saat foto-foto pede aja, tapi sekarang mau foto diri sendiri kok rasanya lebay ya, terus kalau dulu habis clubbing pagi buta, kita tidur hanya beberapa jam tapi pagi-pagi sudah bangun lagi untuk sarapan pagi bareng tetap gak masalah, wajah dan tubuh tetap keren dan fit pokoknya, tapi sekarang? Kurang tidur tiga jam saja wajah sudah kelihatan kuyu. Hahaha….. kita bilang, umur gak bisa bohong, tapi ini juga hanya masalah uang. Ada uang, ya bisa botox. Huuu wanita memang susah ya menerima aging. Tapi sejujurnya proses melewati itu semua sungguh kami nikmati, dan tentu saja tak ingin kembali ke masa lalu, ataupun mengulangnya, karena buat kami yang kami miliki sekarang sudah cukup.

It’s us….. dengan buntut masing-masing. ^^

Kami juga bicara tentang konsep bahagia, bahwa kebahagiaan sebenarnya ada di hati. Sedikit berdebat adalah hal yang biasa bagi kami berdua, karena kami biasa diskusi secara terbuka. Kalau kata saya, bahagia itu simpel kok. Tak perlu telalu lama memusingkan hal-hal kecil selama masih banyak nikmat yang bisa disyukuri, termasuk saat kami ketemu seperti ini, ngobrol, tertawa, melihat anak-anak main bareng. Itu contoh bahagiaku. Memikirkan terus-terusan satu hal yang mengecewakan dan menyedihkan hanya bikin kita jadi lupa untuk bersyukur. Setiap hari pasti ada hal kecil yang bisa bikin kita bahagia.

Menurut kalian sendiri bagaimana? Apa kebahagiaan kecilmu hari ini?

**semoga lain waktu bisa ketemu lagi Tie…. obrolan belum kelar ^^..

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Cinta Fotografi dan KOPI | Suka Jalan-jalan |

44 thoughts on “Sahabat & Bahagia

  1. bahagia memang sebenernya sederhana dan semua itu ada di hati yg merasakannya..

    senengnya punya sahabat yg anaknya seumuran :D

    [Reply]

  2. Seperti biasa dikatakan banyak orang, menurut saya bahagia itu sederhana. Bahagia itu memang bisa jadi dari hal-hal sederhana, tapi sebagian orang termasuk saya dulu tidak (belum) sadar dengan beberapa hal yang seharusnya kita rasakan bahagia.

    [Reply]

  3. Kalau dipikir2,… sudah berapa tahun ya sudah ngga ketemu sohib. Lama, dan terkadang masa2 itu ingin terulang lagi.

    [Reply]

    Zizy Reply:

    Iya dong kalau sudah ketemu teman pasti terkenang jaman2 dulu hueheuee….

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>