Nikmati Saja Pusingnya

Semakin besar anak, mulai tambah nih pusingnya memikirkan pendidikannya. Terus terang, karena saya bekerja, sering kali keteteran dan lupa memperhatikan hand book dari sekolah Vay. Dan acara belajar yang direncanakan setiap dua malam sekali pun belakangan makin keteteran, karena saya sering pulang kemalaman, dan keburu capek.

Ok. Jadi ceritanya saat akhir term dua di akhir tahun lalu, di sesi pengambilan buku rapor, kan biasa tuh Miss memberi Mlaporan perkembangan murid pada orangtuanya. Nilai Vay untuk semuanya bagus, walau saya sempat ragu dengan hasil tracing dan coloring yang kelihatan ‘agak mendekati sempurna’. Kalau kami ibu-ibu lagi ngumpul, kita selalu curiga tuh, masa anak kita sebagus itu tracingnya hahaha…. ini pasti deh dibantuin sama Miss nya. Soalnya giliran di rumah, anak kita itu gak sesempurna di sekolah dalam menggambar atau coloring misalnya. Yeah sudahlah.

Nah Missnya bilang, tracing-nya Vay masih kurang. Masih terlalu soft saat diminta menulis namanya misalnya, padahal nanti saat dia naik ke kelas Kindergarten (which is start di Juli), dia sudah harus bisa menulis – minimal namanya sendirilah. Agak bikin cemas tentu, karena waktu untuk naik ke KG sudah semakin dekat bukan? Nah beberapa waktu lalu saat bertemu dengan para mommy di sekolahnya Vay, ngobrol- punya ngobrol ternyata beberapa mommy yang lain anaknya juga mengalami masalah yang sama dengan Vay, tracingnya belum kuat. Agak lega mendengarnya, berarti anakku tidak ketinggalan sendiri :). Kami pun sama-sama mikir, kok berat sekali beban anak-anak kecil ini ya, harus bisa ini harus bisa itu, padahal umur juga baru mau 4 tahun.

Jadi demi memperkuat motorik halusnya, per Januari tahun ini, Vay kembali saya ikutkan les drawing, selain juga berlatih di rumah dengan buku-buku preschool yang saya beli di toko buku. Sebelumnya memang sudah sempat ikut les drawing ini tapi waktu itu saya berhentikan karena kayaknya Vay kecapekan, pulang sekolah lanjut les, mana waktu itu si Kakak yang ngajar drawing suka telat pula. Namun karena Missnya kemarin itu bilang bahwa saat ikut drawing itu Vay agak ada kemajuan dalam tracing, ya sudahlah jadi ikutan les drawing lagi. Psst.. setiap kali pulang ke rumah, hasil gambarnya bagus sekali, bahkan menyerupai sempurna. Memang sih drawing itu sebagian besar dibantu oleh Kakaknya – saya pernah lihat waktu itu, sekali, si Kakak menggambar sebagian besar kertas gambar murid-murid, sementara si murid hanya bertugas mewarnai bagian tertentu saja. Hahahaa…. tapi tak apalah, selama Vay suka.

Salah satu activity fave Vay, bermain bersama Bobo :)

Sejak Januari sampai sekarang, Vay akhirnya mengalami kemajuan juga dalam tracing. Saya membelikannya buku-buku preschool, yang calistung itu lho, dan memberinya pe-er setiap hari, dia mau coloring boleh, tracing boleh. Kalau tidak dikerjakan juga tidak apa-apa, karena kadang dia juga bosan. Lumayan, ternyata saat dia menulis, tracingnya sudah bagus. Sudah bisa menulis namanya dengan kokoh, walaupun saat mengerjakan pe-er tracingnya ya ada yang bengkok ada yang halus ada yang tebal, maklum bo’…. menggenggam dan menekan pensil itu memang capek. Eh tapi namanya juga anak-anak ya, kalau di rumah dia kayaknya bosan, jadilah dia mood-moodan bikin pe-er lagi.

Pusinglah maminya. Di satu sisi gak kepengen memaksa anak, tapi tuntutan di sekolahnya kan memang begitu, jadi saya putuskan untuk mencarikan tempat les yang nyaman dan cocok untuknya, karena anak-anak pasti lebih semangat kalau ada temannya. Ada dua pilihan waktu itu, Gafa Baca Tulis atau Star Kidz. Gafa ini katanya sih sudah terkenal, ada anaknya teman yang juga les di Gafa Tebet dan tulisannya bagus banget setelah les sekitar setahun (teman saya nunjukin ke saya workbook-nya). Kebetulan juga si Gafa ini baru buka di Buaran. Nah, kekurangannya – kalau boleh saya sebut kekurangan – di Gafa itu mengajarnya pakai Bahasa. Saya agak ragu, takut Vay nanti bingung karena dia di sekolah diajarkan calis-nya in English (walaupun Vay-nya sendiri belum bisa speak in English bener-bener). Lalu saat ketemu seorang mami temannya Vay, dari dia saya tahu ada Star Kidz di Jatinegara Baru. Di situ ada les baca tulis, juga ada Englishnya. Jaraknya dari rumah juga relatif dekat.

Saya pun bela-belain ambil cuti sehari demi bisa survey kesana (soalnya baik Gafa maupun Star Kidz gak buka saat wiken), dan menemukan tempatnya yang ternyata lumayan cozy. Selain itu lesnya juga bisa customized, baca tulis tapi in English. Vay bilang dia mau les di situ, okelah saya setuju saja. Vay kayaknya terlanjur jatuh cinta begitu melihat ada kura-kura di sana.

So, Vay sudah sebulan les di sana. So far dari handbook-nya bisa saya lihat perkembangannya. But, dasar emang ada aja kendalanya ya hehehe….! Vay ini kan ikut mobil antar jemput sekolahnya. Nah les tambahan ini kan siang hari, jadi tabrakan dengan jadwal si driver mengantar pulang anak-anak KG. Kasihan deh si Vay, kecepatan pas pergi, dan terlambat pas pulang. Dia harus menunggu 30-45 menit sebelum si driver datang menjemput. Akibatnya dia kecapekan, selalu ketiduran di mobil jemputan (padahal jarak dari tempat les ke rumah hanya 15 menit kalau macet). Tadi siang juga begitu. Harusnya dia selesai les jam 1, tapi baru sampai rumah jam 2 lewat. Kata mbaknya tadi mukanya udah kelihatan capek banget, terus langsung meler. Vay memang fisiknya kurang kuat, kalau seharian dibawa keluar pasti langsung meler dan hangat badannya.

Maminya pun langsung ambil keputusan siang tadi. Kita putuskan untuk mengambil cuti dulu dari Star Kidz, walaupun sayang sih karena Vay betah les di sana. Muridnya tidak terlalu banyak jadi dia bisa lebih intim berinteraksi dengan Miss-nya. Tapi apa boleh buat, daripada anak kecapekan ya gak. Tidak apa-apa, biar dia belajar di rumah saja, pelan-pelan dengan buku ini itu, sama-sama belajar dengan maminya. Rencana berikut saya adalah mencari guru yang bisa ke rumah, jadi selain Vay gak akan terlalu capek, saya juga lebih nyaman.

So, mari kita mencari lagi…. Pusing memang, but tak apalah. Dinikmati saja. 🙂

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

29 thoughts on “Nikmati Saja Pusingnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *