Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Kembali lagi dengan tiga cerita baru tentang Vay. Kali ini tidak terlalu jauh dari hobinya menyanyi.

1. Vay dan Lagu Lawas

Setiap kali saya mendengarkan lagu di mobil dan ikut bersenandung, Vay langsung men-state, “Ini lagu Mami.”

Maka, ketika beberapa bulan lalu saya membeli sebuah cd unplugged song berisi lagu-lagu rock lama tahun 90-an dan kebetulan pula seminggu ini saya memutarnya terus menerus, Vay pun ikut terkontaminasi. Dia jatuh hati dengan beberapa lagu itu, hahah. Yang pertama, It Must Have Been Love dari Roxette. Vay suka sekali, sampai dia minta diulang-ulang biar bisa dihapal liriknya. Dan kita nyanyi bareng gitu lho, sambil nonton klipnya di YouTube. Kemudian dia pun bertanya, kenapa vokalis Roxette itu rambutnya kayak Pink? Eh, terbalik Nak, yang betul itu rambut Pink yang kayak Marie (vokalisnya), karena Pink pasti ngikutin dia, secara jamannya lebih dulu dari Pink.

Selain lagu It Must Have Been Love, dia juga naksir dengan lagu Heaven Knows-nya Rick Price. Suka lucu kalau melihat mimiknya berusaha mengingat lirik dan cara bernyanyinya, agar bisa ditiru.

Lagu Come Back Down-nya Lifehouse juga suka dan kalau diputarkan lagu itu dengan volume kecil, dia pun tertidur.

2. Vay dan Uang Logam

Vay suka sekali mengumpulkan uang logam. Bisa dipakai untuk main belanja-belanjaan di rumah. Nah, saat tadi dikasih uang logam agak banyak dari Opung Tebet, dia kelihatan kagum dengan kilaunya. Lalu dia bilang begini, “Mami, kenapa di negara ini, uang logamnya hanya yang ini yang bagus?”

3. Vay dan Pepperlunch

Karena dia termasuk anak yang susah dikenalkan dengan makanan baru, agak surprais juga akhirnya dia bisa menerima makanan yang satu ini dengan cepat. Itu juga gak disangka-sangka. Awalnya saya yang memang kepengen makan Salmon Egg Rice, lalu coba suapin jagungnya ke Vay. Dia mau. Dan katanya, dia hanya mau jagung, gak mau nasi. Tapi pelan-pelan, sambil dia main, saya sisipin nasinya dong sesedikit ke sendok, dan dia gak sadar karena sambil main. Lalu di suapan kelima, sudah nasi yang masuk, dan mungkin akhirnya Vay sadar juga kalau sudah dicurangi maminya, tapi kok enak yaa hahah. Akhirnya besoknya saat ke KoKas lagi, dia bilang dia ingin makan Pepperlunch lagi.

Sebagai penutup, nampang dong foto Vay siang tadi di Kota Kasablanka. Kami mengucapkan Selamat Hari Natal buat teman-teman yang merayakan, ya…

santa

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

33 thoughts on “Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *