Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Kembali dengan topik favorit: Tiga Cerita Baru Tentang Vay.

Sudah lebih dari tiga sih sebenarnya kalau diingat-ingat, tapi kita akan apdet dengan yang paling baru deh.

1. Outstanding & Talkative di Kelasnya

Ketika sekolah Vay libur term selama seminggu, di situ ada jadwal teacher-parents meeting, alias orang tua siswa diundang untuk datang ke sekolah, bertemu guru dan mendapat laporan siswa. Giliran Vay di jam 11.30 – 11.45, lima belas menit saja waktunya.

Kemarin itu, karena kedua Miss-nya tahu saya harus ke kantor lagi, jadi mereka berusaha memanfaatkan waktu yang ada dengan efisien. Maklum, sebelum saya masuk itu, ibu temannya Vay yang ada di dalam sudah lebih dari dua puluh lima menit dan sudah mengambil beberapa menit waktu kami. Saya gak sabaran – maaf ya Mommy soalnya harus langsung ke kantor – jadi saya langsung buka pintu dan bilang ke Miss-nya bahwa saya harus ke kantor lagi. Kalau saya tidak diizinkan pindah jam konsul ke pagi hari, maka jangan ambil jam saya juga. Itu aja sih, hahah.

Bagaimana hasil rapor Vay? Kedua Miss bilang, sampai saat ini untuk nilai-nilai, Vay masih termasuk outstanding. Wuih, outstanding? Saya penasaran sebenarnya, ada berapa banyak di kelas yang outstanding, tapi mereka tidak mau mengatakan jumlahnya, hanya bilang kalau Vay tidak ada masalah dengan urusan akademis. Soalnya kemarin kan nilai Math Vay itu 83, saya tanya ke Miss-nya apakah hanya Vay yang mengalami penurunan atau merata di kelas? Kalau kata Miss-nya memang semua merata nilainya gak tinggi-tinggi banget seperti saat pertama dulu karena sekarang soal Math-nya sudah lebih susah juga.

Nah, satu pesan Miss-nya. Belakangan ini Vay hobi sekali chit-chat di kelas. Saat semua anak pay attention, dia suka masih ngobrol sama teman sebelahnya – siapapun itu. Kata Miss-nya, kalau Vay mungkin tidak ada masalah alias tetap bisa menangkap pelajaran dengan cepat, tapi kasihan temannya, belum tentu bisa cepat nangkap juga kayak Vay. Saya langsung melirik Vay, mengangkat alis, dan Vay cuma cengegesan.

Terus Miss juga bilang, kalau di kantin, Vay itu talkative banget! Cerewet. Sampai lupa makan. Alhasil, harus disendokin dulu makanannya, baru dia habiskan dari sendok – itu pun kata Miss-nya Vay kelihatan paling gak suka ditakar di sendok gitu, karena artinya itu harus dihabiskan. Hahah. Tapi gak heran sih, sejak dia sekolah di Kinderfield, dari jaman Kiddy, semua Miss-nya selalu bilang: talkative!

Kemudian, kalau Miss yang dulu di KG B pernah bilang Vay suka gak mau angkat tangan di kelas – kecuali ditunjuk – kata Miss di P1 ini, Vay selalu aktif, dan tidak pernah diam-diam. Miss-nya memperhatikan bahwa Vay selalu memberi kesempatan pada teman-temannya untuk angkat tangan dulu, bila tidak ada yang tahu atau jawabannya belum benar, baru dia angkat tangan.

So far, mendengar laporan dari Miss-nya, saya lega. Yah, minimal Vay masih baguslah nilainya, gak drop ya. Soalnya kemarin-kemarin saya jarang menemani dia bikin pe-er, Vay seringnya bikin pe-er sendiri, baru nanti saya periksa saat sudah di rumah. Tapi kalau dia rasa pe-ernya susah banget baru dia tungguin saya pulang dulu, biar dibantu. Pernah juga saya lupa dia mau test besoknya, dan malamnya dia gak belajar sama sekali. Ah, semoga saja tetap terus begitu ya, semangat belajar tetap tinggi.

2. Berambut Pendek

Setelah dipotong pendek, kok Vay kelihatan lebih lucu dan cute di mata saya. Kelihatan anak-anak banget, dan ini mengingatkan saya saat saya seumur Vay dulu. Berambut pendek juga! Cuma kalau jaman dulu kan model rambut pendek apa adanya saja, sekarang model rambut pendeknya Vay udah lebih kece dari maminya dulu. Vay selalu senyum-senyum kalau saya cerita, Vay dan saya yang sekarang mengingatkan saat saya dan Oma-nya dulu. Ah, time flies yah.

3. Ingin Lebih Mandiri

Sebelum hari ulang tahunnya tiba, dia mengutarakan satu keinginan ke ayahnya. Katanya, kalau sudah tujuh tahun, dia ingin pulang sekolah sendiri, di mobil jemputan, tidak mau lagi ditemani mbaknya. Maklum ya, teman-temannya kebanyakan tidak ditemani mbaknya lagi, jadi dia malu juga. Saya sih masih worry sebenarnya, tapi kata ayahnya gpp biar dia belajar mandiri. Tapi kita memasang aplikasi sejenis family locator di handphone-nya, yang akan otomatis mengirimkan notifikasi ke parents bila anak sudah tiba di sekolah atau di rumah. Alhamdulillah so far aman.

IMG_6761

IMG_6769

Tapi sebenarnya beberapa bulan lalu Vay sudah dijemput mbaknya naik mobil, si mbak sudah kita kursuskan mengemudi. Eh, si mbak sebulan lalu itu nyerempet truk air mineral yang lagi parkir, spion kiri patah, dan belum sempat kita bawa ke bengkel, si mbak juga gak berani nyetirlah tanpa spion, namanya juga baru belajar nyetir. Semoga cepat beres deh ini urusan bengkel.

Demikian update tentang Vay. Lumayan ya, ada tiga hal baru yang bisa di-share. 🙂

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

31 thoughts on “Tiga Cerita Baru Tentang Vay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *