Ngopi Sore di Kedai Kopi SEDAP – P. Siantar

Waktu menunjukkan pukul lima sore ketika kami bergerak dari rumah Opung Vay di Siantar, untuk pulang ke Medan. Bisa dikatakan hari itu adalah hari rekreasi yang singkat tapi padat, karena sehabis dari Danau Toba, sebelum pulang ke Medan, saya berencana ngopi dulu pastinya.

Sebelumnya kami sudah masuk ke Jalan Cipto, ingin ke kedai kopi satu lagi, si Kok Tong yang merupakan kedai kopi tertua di Siantar, eh ternyata kedainya tutup. Mungkin ikutan libur lebaran. Akhirnya dari situ langsung melipir ke satu lagi warung kopi favorit di kota Siantar, kedai kopi Sedap, yang berada di Jalan Sutomo, Siantar. Kedai kopi yang satu ini juga tak kalah tua dibanding yang pertama tadi. Berdiri sejak 1939, di tengah deretan ruko-ruko di utama Siantar itu, kedai ini beda penampilan dibanding warung kopi kece yang sering saya sambangi. Ini benar-benar kedai kopi, gelap, cukup sempit, tapi actually sangat homey. Meja dan kursi besar – kayak rumah makan. Jualannya juga macam-macam, dari roti, biskuit, hingga rokok. Khas kedailah.

Pertama kali ke warung kopi ini saat Vay masih umur setahun lebih. Kedai kopi ini tak pernah sepi kalau saya datang atau sekadar lewat di depannya. Isinya mulai dari bapak-bapak, hingga keluarga yang menikmati hangatnya kopi atau teh dengan sepiring roti bakar srikaya.

Sore itu pun, kedai kopi ini ramai sekali. Tak perlu basa-basi tanya ada meja atau tidak, langsung saja masuk dan lihat ada tempat gak. Untung ada satu meja yang kosong, cukup untuk kami. Langsung saja duduk. Ada beberapa keluarga yang sedang ngopi juga di situ.

Saya memesan tiga piring roti srikaya bakar untuk kami semua, lalu segelas teh manis panas buat ponakan, Sasha. Lalu kopi susu dan kopi hitam tanpa gula, keduanya buat saya, hahah. Yoi, harus dicoba keduanya dong, tujuannya biar tahu rasa kopi saat manis, dan rasa aslinya tanpa gula itu seperti apa. Biar lidah ini bisa mengenali macam-macam kopi. Untuk kopi susu disajikan dengan gelas bening, tentu tujuannya agar susunya kelihatan. Lalu kalau kopi hitam, disajikan di cangkir vintage. Kelihatannya sudah tua sekali itu cangkirnya. Vay, tidak pesan minum apa-apa. Dia air putih udah paling top.

Roti bakar srikaya adalah andalan kedai kopi Sedap ini. Saya lihat si aci-nya sampai bolak-balik bawa roti besar untuk dikupas, dipotong, lalu diserahkan ke salah satu lelaki di situ untuk dibakar. Semua aktivitas bikin kopi dan membakar roti dilakukan di depan, jadi pelanggan bisa melihat langsung prosesnya.

 

Cara mereka menyajikan juga selalu panas-panas. Dan teh atau kopi itu biasanya diseruput dari tatakan, which is yang tidak biasa akan kesulitan. Kasihan keponakan saya, tentu saja belum terbiasa dengan gaya seruput ala bapak-bapak, jadi tak bisa menghabiskan teh dengan cepat. Katanya terlalu panas!

Untuk pesanan kami kemarin, saya membayar Rp74.000. Lumayan kan untuk ngopi sore dengan suasana ala kedai kopi rumahan. Gerimis menyambut kami ketika kami keluar dari situ. Sudah pukul enam lewat. Saatnya melanjutkan perjalanan kembali ke Medan.

Ingin main ke Siantar? Ajak saya! ^^)

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Related Post

Mencoba Lamb Kebab di Nannini Katanya, pelayanan di sebuah restoran itu berbanding lurus dengan harga makanannya. Masa sih? “Iya, coba deh kalo lu makan di restoran fast food ayam goreng, udah syukur kalau kasirnya mau senyum. Belum lagi yang di belakang lu pasti merengut gak s...
Ke Kuala Lumpur Beberapa hari kemarin habis dari Kuala Lumpur. Dalam rangka menghadiri workshop yang diadakan oleh Lithium Tech, saya dan dua orang rekan tiba di Kuala Lumpur sehari sebelum workshop. Ini adalah ketiga kalinya saya menginjak Kuala Lumpur. Pertama ...
Relaksasi di Pantai-pantai Nusa Dua Bali Wisata pantai tak akan habisnya dibahas, karena pantai memang memiliki daya magis untuk menarik pengunjung. Pantai di Bali, sudah tentu masuk agenda wisata paling utama karena Bali memang surganya pantai. Kawasan Nusa Dua Bali termasuk kawasan yang m...
– National Folk Museum & Gyeongbokgung Palace... **Semoga belum bosan ya dengar cerita tentang perjalanan saya ke Korea beberapa waktu lalu, karena saya masih akan membahas beberapa tempat yang dikunjungi bulan lalu. Jadi, kemarin itu kami juga pergi ke Gyeongbuk Palace dan National Folk Museum....
D3 Yokohama – Tokyo 15 Januari 2014 Saat terbangun di pagi hari dan melongok melalui jendela, ternyata memang benar hotel kita itu berada di tengah hutan. Kanan kiri pohon, dan kering semua. Saya tidak keluar untuk berfoto di tamannya, dingin ah. Enakan di dalam rest...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

18 thoughts on “Ngopi Sore di Kedai Kopi SEDAP – P. Siantar

  1. alah makkk… kopi susu dan roti bakar selai srikayanya itu lho.. 🙂
    cek buku tabungan belum cukup untuk meluncur ke warkop siantar.
    semoga bisa kesana bulan depan..

  2. dulu kalo k siantar kita slalu makan roti ganda…tp gara2 wkt itu msk koran bahwa roti ganda trnyata pakai krim yg mengandung babi, kita g prnh lg mampir di siantar tiap kali k sibolga… tp kalo kedai sedap ini blm prnh sih mba,,, abisnya suami jg ga minum kopi.. akupun udh stop lama :D…

  3. Aih Mbak, lihat kopinya jadi ngiler nih. Apalagi ditambah dgn roti bakar srikaya, mantap benar…

    Saya pencinta kopi, tiada hari yg saya lewatkan tanpa beberapa gelas kopi saya nikmati.

    Salam,

  4. Jadi inget waktu kecil dirumah pasti bapak bapak minum kopinya dari tatakan. Dulu aku mikirnya kalau minum kopi ya harus gitu dicurahkan dulu ketatakannya 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *