Pantai Losari Makassar

Memang, untuk menikmati pantai seutuhnya adalah dengan menyentuh airnya dengan kaki, merasakan rasa air asinnya di sudut bibir, serta merasakan hangat airnya di kulit.

Namun bila semua momentum di atas tak bisa didapat, maka nikmatilah dengan cara yang paling mudah. Berjalan-jalan di sekitar pantai, menikmati suasana, serta kalau beruntung ya menikmati indahnya matahari terbenam.

Makassar punya Pantai Losari, yang merupakan salah satu ikon dan kebanggaan warga Makassar. Konon, katanya, sunset di Pantai Losari ini adalah salah satu spot sunset terindah di dunia, sehingga setiap sore banyak pengunjung datang ke lokasi untuk menikmati sunset. Letaknya di jantung kota Makassar, sehingga mudah diakses, namun juga cukup macet.

Pantai Losari

Pantai Losari

Kalau dipikir-pikir ya, setelah dua hari di Makassar, saya bisa bilang kalau saya bisa betah di sini. Pertama karena kemarin yang saya bilang, logat timurnya aku sukaaaa….! Kedua, kehangatan khas daerah sangat terasa di sini. Saat jalan-jalan di Losari, atau ketika menyusuri jalan kecil dengan deretan toko aneka kebutuhan. Mau ke Losari, cuma lima menit saja dari kantor! Haha, atau mungkin karena saya sedang jenuh sama Jakarta, ya.

Pantai Losari

Pantai Losari

Di hari pertama di Makassar kemarin, sore hari menjelang sunset, setelah dari kantor, kami menyempatkan diri ke Pantai Losari. Pantai ramai oleh pengunjung, yang menikmati udara sore sambil bercengkerama dengan keluarga atau sahabat. Kata rekan di Makassar, sekarang Pantai Losari semakin ramai, semenjak demam Pokemon melanda Makassar. Lure tiada henti di pokestop Losari! Jadi sambil menikmati sunset, menikmati juga jajanan khas Makassar di sini, serta menangkap pokemon.

Pantai Losari

Pantai Losari

Memang menonton sunset itu tak pernah membosankan, ya! Betah.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

Related Post

Sketsa Wajah di Kawasan Wisata Kota Tua Akhirnya jadi juga kemarin ajak Vay main ke museum. Dia memang sudah bilang sejak lama, kalau dia belum pernah masuk museum, dan pengen tahu museum itu seperti apa. Mumpung kemarin libur, sepulang cooking course di YCA, kita langsung cabut ke Kawasan...
Penyu si Penjaga Wiken kemarin habis main ke Kepulauan Seribu. Menyelesaikan sedikit project sambil hepi-hepi juga tentu saja. Menginap di Pulau Pramuka, yang secara kondisi sebenarnya biasa sekali. Tapi itu yang paling possible kemarin jadi kami menginap di sana....
Wisata Tangkuban Perahu Saya mau lanjut cerita tentang liburan keluarga kami minggu lalu ya. Setelah dari Trans Studio di hari Kamis, nah hari Jumat pagi kami meluncur ke Lembang. Mau ke Tangkuban Perahu. Eh, ada yang masih ingat kisah Tangkuban Perahu gak? Saya ingat, tapi...
รขโ‚ฌโ€œ Landmark Kota Spanyol di Poble Espanyol Poble Espanyol, atau Kampung Spanyol, adalah sebuah tempat yang sangat luas. Tempat satu ini merupakan open air museum yang didirikan sejak 1929, jadi di sini kita akan menemukan replika rumah-rumah dengan karakteristiknya dari seluruh daerah di Span...
8 Langkah Pasti Memaksimalkan Kenyamanan dalam Ker... Masih ragu memilih kereta api untuk perjalanan jauh? Sebenarnya, naik kereta api bisa menjadi pilihan perjalanan yang tetap menyenangkan, asalkan kita tahu cara memaksimalkan kenyamanan di dalamnya. Oleh karena itu, agar kita semua tahu caranya, b...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

18 thoughts on “Pantai Losari Makassar

  1. sayangnya aku g sempet liat sunset apalagi sunrise di losari kmrn… cuma kesana pas malam ama siang bolong secara temen2 mw foto di tulisannya tanpa ada orang2 yg lg nemplok ;p.. cuma siang bolong deh.. tapi aku g kuat panas2an gitu foto2 :D..

    • Zizy

      Siang-siang foto panas, pasti gosong. Aku juga mending tunggu adem dulu baru foto, drpd kulit sakit karena panas ya :D.

  2. Monda

    baru ini dengar alasan suka sebuah kota, karena aksennya..
    tapi ya dengar aksen Makassar itu serasa pulang ke Biak ya Zi..?
    sama seperti di Sorong dulu, banyak perantau dari Makassar, jadi familiar juga dengan aksennya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *