Cerita Liburan Vay di ANCOL

Dua minggu lalu, ketika sekolah Vay libur term seminggu, saya tanya ke Vay ingin libur ke mana. Biasanya nih, favorit Vay itu antara Kidzania dan Sea World. Namun kemarin dia bilang dia ingin liburan di hotel. Tidak usah ke luar kota, di Jakarta juga tak apa, yang penting hotel. **sebenarnya dia tidak mau keluar kota karena takut naik pesawat.

Kenapa dia suka kalau ke hotel? Kalau mendengarnya bercerita bagaimana enaknya hotel, saya bisa menyimpulkan bahwa Vay suka dengan kenyamanan yang ditawarkan oleh hotel. Katanya lobbynya itu besar, bisa lari-larian, tempat tidur di kamar juga besar, dan kemana pun dia berjalan, hawanya sejuk dan dingin. Dia suka. Apalagi kalau di hotel ada kolam renangnya, lebih suka lagi.

Susah-susah gampang mencari hotel yang saya bisa yakin nyaman, baik dari sisi kantong dan juga lokasi serta hiburannya. Maunya kan yang sekalian dekat dengan lokasi wisata, dong. Jadi menginap sekaligus rekreasi.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada hotel Mercure Ancol. Dua bulan lalu saya ada workshop dan juga menginap di Mercure ini, jadi ya saya rasa hotel ini bisa jadi pilihanlah, terutama karena lokasinya di dalam Ancol. Tinggal melipir ke wahana-wahana favorit. Ayahnya Vay juga setuju saja, dan urusan booking pun jadi urusannya.

Lalu kita ngapain saja di sana? Karena Vay tidak terlalu suka berpanas-panasan, maka kita coba atur sebaik mungkin enaknya ngapain saja. Yang penting anaknya hepi.

Maka di hari pertama, tiba di Ancol, kami langsung mencoba naik Gondola. Dengan tarif Rp 50,000 perorang, perjalanan 30 menit di atas cukup menyenangkan buat Vay. Ini adalah kali kedua dia naik gondola, sejak yang pertama dengan Opungnya di TMII beberapa tahun lalu.

Kelar naik Gondola, kita melipir ke Ecopark. Idealnya sih ke Ecopark itu pagi hari, tapi ketika kita tiba di Ancol dan muter sana sini cari arah ke Ecopark, eh yang ketemu wahana Gondola duluan, ya sudahlah naik itu saja dulu.

Lumayan enak nih duduk-duduk santai di bawah pohon di Ecopark. Karena tidak ada penyewaan sepeda roda empat yang besar, Vay cukup happy bisa berkeliling dengan otoped, maklum bo’ belum bisa naik sepeda roda dua. Kalau sudah bosan naik sepeda, dia akan bolak-balik lari-larian di taman sambil memandangi siamang di pulau buatan. Nampaknya dia excited sekali melihat monyet hitam bergelantungan di pohon hanya dengan jarak beberapa meter saja dari dirinya.

SAM_2172

SAM_2185

Setelah itu baru kita ke hotel. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kamar kita ready, dengan dua kamar berhadapan. Satu untuk Oma dan si mbak, dan satu lagi buat kita. Oh iya, memang kita ajak semua orang di rumah, karena ada Omanya Vaya yang sudah sepuh, kasihan kalau ditinggal, jadi semua diajak aja sekalian.

Berenang di pool adalah yang ditunggu-tunggu Vay. Sabtu sore itu hotel dan pool ramai sekali, sepertinya separoh orang Jakarta menginap di sana, deh. Di kolam dewasa, kedalaman paling pendek adalah 1.25 meter, jadi Vay mau tak mau sering harus mengapung, atau berenang dari tepi ke tepi sebelahnya. Mau nangkring di tangga, sudah full dengan para orang tua yang duduk-duduk. Saya? Malas ah berenang ramai-ramai. Sama kayak main air namanya kalau ramai begitu. Jadi ya cukup duduk di pinggir sambil terus mengawasi Vay, yang kelihatan sudah ngos-ngosan, tapi tetap tidak mau naik ke atas untuk istirahat sebentar. Kayaknya dia takut dimodusin, kalau naik ke atas bisa langsung dihandukin mbaknya, disuruh udahan. LOL.

Enaknya di Ancol ini, selalu banyak sisi (taman) yang bisa dipakai pengunjung untuk duduk-duduk memandang sunset atau lampu-lampu dari gedung. Dengan ayunan yang bebas dipakai dan udara laut yang cukup sejuk, tak heran banyak pengunjung yang lari sore di situ, atau sekadar mengobrol santai menikmati hari berubah gelap.

Hari kedua di Ancol, kami pergi ke Ocean Dream Samudera. Terakhir ke sini waktu Vay field trip saat KG, sudah lama sekali sih itu. Saya mencari-cari kuda nil yang dulu ada di situ tuh, tapi ternyata dia sudah tidak ada. Entahlah kemana, tidak diinfokan sama petugasnya. Atraksi di dalam OCS ini masih sama seperti yang dulu-dulu tentu saja, dari atraksi singa laut, hingga lumba-lumba. Vay masih suka sih, terutama di sesi lumba-lumba.

SAM_2269

SAM_2276

Baru deh setelah keluar dari atraksi lumba-lumba dan kepanasan, dia mulai mengeluh. Ya gimana dong ya, memang Jakarta kan panas. Maka biar aman, maka kami langsung menuju pertunjukan underwater, karena di situ ber-AC! Vay kelihatan penasaran, seperti apa sih “Duyung” yang dijanjikan. Ternyata yang menjadi duyung adalah para perenang indah yang menggunakan fins ekor duyung. Vay suka lihatnya, dan minta difoto di depan kolam atraksi itu. Dia terlihat kagum melihat perenang yang bisa berenang meliuk-liuk begitu.

Hari itu kita tidak terlalu lama-lama di luar, karena panas terik. Kembali ke hotel, makan siang, lalu istirahat. Malamnya baru keluar lagi untuk makan malam di Ancol Mall. Nice place, tuh. Tempat baru untuk nongkrong dekat pantai sambil mendengarkan live music.

Barulah keesokan harinya – setelah dua malam menginap di situ —kami pulang. Kalau Vay sih katanya masih ingin lama-lama di hotel. Haduuhh…. maminya udah gak betah, gimana pun tetap lebih enak di rumah sendiri, hehe. Dua malam di hotel di Jakarta sih cukuplah, soalnya yang di-explore kan sebagian besar sudah pernah kita explore.

Eniwei! Yang penting Vay hepilah. Liburannya memang singkat, tapi buat saya ini quality time, karena kemarin saya tidak bawa laptop! Jadi tidak terpancing buka-buka kerjaan, dan Vay pun bebas bermanja-manja sama maminya sepanjang waktu.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

17 thoughts on “Cerita Liburan Vay di ANCOL

  1. Waaahhh ternyata ancole asik juga ya mbak utk di explore. Biasanya aku ke pantai2nya aja. Kapan kapan ke jakarta pengen ah nginep di mercure ancol ini 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *