Family Time

Libur panjang minggu ini yang dimulai dari hari Kamis, bisa dibilang liburan yang padat, puas, dan mantap. Keluarga dari Medan datang, kumpul bocah semua di rumah di Jakarta. Vay sudah pasti yang paling happy, soalnya selama ini dia sendiri di rumah gak punya teman main, jadi ketika minggu lalu Oma-nya (yang sudah datang duluan) bilang sepupu-sepupunya akan datang ke Jakarta, dia langsung lompat kegirangan. Setiap hari dia melingkari kalender, menunggu tanggal empat belas. Dan setiap hari pula dia terus menanyakan kenapa sepupu-sepupunya belum datang. Beuh, gak sabaran sekali yaa..

Saya suka dengan liburan kali ini. Karena meski harinya pendek, tapi diisi dengan jadwal yang padat dan menyenangkan. Memang sih di hari pertama kita batal main di Kidzania karena ternyata pengunjungnya membludak sehingga antrian untuk tiket pada hari Kamis itu ditutup. Karena ada promo juga sih itu makanya membludak. Tapi tak masalah kok, anak-anak tetap bisa main di playground sebelahnya.

-Taman Safari Indonesia-

Jumat pagi kita berangkat ke Taman Safari Indonesia. Berangkat jam 6.30 dari rumah, syukurlah perjalanan aman dan lancar. Kirain kita sudah paling pagi nih sampainya, eh ternyata salah hahah. Begitu tiba di TSI jam 9 pagi, baru terlihat antrian mobil yang mengantri untuk membeli tiket. Sama seperti terakhir kali saya ke sini, saat ini juga belum ada promo dari kartu kredit mana pun. Kasih promo dooonng, buy 1 get 1 gitu kek… Nah untuk harga tiket masuk, dewasa dikenakan Rp.130.000, anak-anak Rp.120.000, sudah dapat tiket terusan untuk dapat bermain sekali-sekali di 24 permainan.

Oh iya ada sedikit tip agar anak bisa bermain lebih dari sekali untuk satu permainan. Kalau kita orang dewasa memang tidak berniat main, lebih baik gelangnya tidak usah dipakai, dikasih saja ke anak agar dia bisa main dua atau tiga kali. Kayak saya kemarin kan gak main apa-apa, eh ada ding sekali… masuk Rumah Hantu 3D (yang gak ada serem-seremnya, cuma gambar doang, beuh..). Jadi sayang aja tiket terusannya, seharusnya bisa dipakai sama anak-anak untuk main beberapa kali di permainan yang mereka suka.

Nah saat kami melewati hutan satwa, seperti biasa dong anak-anak yang lebih kecil, Vay dan sepupunya Eshar, sudah bosan dan tidak tertarik melihat binatang terlalu lama. Merengek minta pulanglah, terus nanyain mana tempat mainnya kok gak kelihatan. Kita pun ngeles, kasih alasan kalau mau ke tempat mainan memang harus melewati hutan satwa dulu dan memberi makan mereka. Kalau tidak, binatangnya bisa marah… *halah, ngelessss mulu.. :p

Jerapah, harimau, kuda nil dan bison, binatang-binatang yang jadi favorit saya di kunjungan kemarin. Eniwei, saya harus katakan pada Vay kalau itu adalah harimau batak (sumatera) biar dia berani lihat agak lama :p.

Tiba di areal rekreasi di dalam, ternyata pengunjung sudah ramai sekali, ya mungkin karena liburan ya jadi orang juga sudah pagi-pagi banget ke sini. Kami sarapan sebentar baru lanjut naik kereta gantung. Duh deg-degan lho naik kereta gantung. Opung memboikot semua cucu naik satu kereta dengannya, berlima! Untung deh sempat papasan saat kereta putar balik di atas jadi bisa difoto.

Ki: Untung sempat difoto saat balik, tadinya gak ngeh klo keretanya Vay sudah papasan. Ka: Foto sama kuda poni…

Permainan kuda goyang gak jelas ini hanya sekali putar saja, habis itu selesai. Mau ngantri lagi untuk main udah gak bisa karena tiket terusan hanya berlaku 1x aja… Pelit ya TSI. :p

Menurut saya TSI ini tempat hiburan paling favorit buat semua karena isinya lengkap, mulai dari wahana permainan, atraksi binatang, naik gajah-onta-kuda, dan penginapan juga ada. Mudah-mudahan lain kali waktu liburannya cukup panjang deh biar bisa menginap di dekat Taman Safari, soalnya belum semua dilihat. Jadwal lumba-lumba kelewatan karena anak-anak singgah sana singgah sini cobain mainan.

Nah, ada satu atraksi yang menarik sekali, yaitu Panggung Terbuka Safari, jadwalnya jam 11.00 dan jam 15.00. Tadinya saya mengira ini mirip dengan atraksi hewan di Gelanggang Samudera, ternyata beda banget. Ini adalah pertunjukan teater panggung, pemainnya pegawai TSI dan hewan-hewan. Kocak deh, di tengah-tengah serunya pertunjukan, karena serius menonton, kami tidak ngeh saat seekor anjing berlari kencang memutar, kemudian entah dari mana, air kencang menyemprot ke arah penonton. Dan itu ke arah kita yang duduk pas di depan panggung. Saya menunduk cepat melindungi kamera, tapi kena cipratan juga sih, haha… dasar anjing nakal! Tapi kejutan utama adalah ketika pertunjukan dimulai dan kami semua memandang penuh harap ke depan menunggu binatang muncul, eh ternyata hewan-hewan itu meluncur dari belakang kepala kita! Musang berlari di atas papan, burung terbang bolak-balik, dan simpanse bergelantungan, semua turun ke arah panggung. Luar biasa deh. Berapa lama ya melatih binatang-binatang ini sampai bisa akting begitu?

Senang main sampai puas….

 

Panggung Terbuka Safari: wajib tonton nih! Lihat tuh, kambing jalan di atas papan di atas panggung.

Sekitar jam 4 sore, udara semakin mendung. Kita sudah capek juga jalan kaki dari bawah ke atas, dari atas lagi ke bawah. Ngopi dulu sebentar di kafe di dekat Baby Zoo, dan di situlah Vay sempat berfoto saat naik kuda poni. Tadinya dia memaksa ingin naik onta, tapi karena rintiknya semakin deras, ya gak mungkin juga. Lima belas menit kemudian memang hujan deras, dan terus deras sampai masuk tol pulang ke Jakarta.

 

-Outbound Holic & Ecopark, Ancol-

Hahah…. ini lagi ini lagi ya. Hari Sabtunya, anak-anak dan Opungnya pergi ke Ancol. Ini kali pertama anak-anak (kecuali Vay) dibawa ke Ancol, selama ini kalau ke Jakarta kan anak-anak selalu mainnya ke mall saja. Saya, mami saya dan Aturang-nya Vay gak mau ikutan. Jadi kan, ipar saya itu kepengen ke Thamrin City, selama ini doi nonton liputan di televisi mengenai pasar baju muslim dan baju batik bagus di Thamrin City, tapi belum kesampaian juga. Makanya daripada penasaran, kita bagi tugas saja. Opung, Tulang-nya Vay dan cucu-cucu ke Ancol, sementara ibu-ibu ke Thamrin City.

Nah tadinya itu Papi saya mau bawa cucu-cucunya masuk ke Gelanggang Samudera dan Seaworld, tapi rencana berubah di tengah jalan. Gara-gara lewat Pasar Seni terus ngeliat ada arena Outbound Holic, Vay langsung cerita dong kalau kemarin dia habis dari situ. Opung pun memutuskan bawa anak-anak ke situ, karena jarang-jarang kan bisa menemukan wahana outbound seperti ini. Benar-benar di luar rencana, karena anak-anak tidak prepare sarung tangan, malah si Vay gayanya kayak mau jalan ke mall, haha… Tapi anak-anak enjoy banget. Kata Papi saya, semua berani panjat-panjatan, bahkan Papi gak menyangka kalau Vay berani dan kuat. Jadi waktu field trip kemarin kan tak semua permainan dijajal, hanya sebagian saja yang dianggap aman untuk anak kecil. Nah, kali ini semua dijajal sama anak-anak ini, dan sebenarnya ada satu yang tinggi banget. Tapi Vay memaksa mau naik รขโ‚ฌโ€ mungkin karena dia melihat ketiga sepupunya semua berani (termasuk Eshar yang baru 4 tahun) — alhasil tiga petugas outbound stand by khusus menjaga dia, dua di bawah, satu mengiringinya menyeberang jembatan. Eh sampai di ujung, Vay baru sadar kalau ternyata tali luncurannya tinggi sekali, gak berani lanjut deh. Kali ini dia menyerah saat petugas membawa tangga, untuk menjemputnya turun dari pohon, haha..

Karena tidak ada persiapan, tangan pun memerah karena berpegangan pada tali cukup lama. Ada jual sarung tangan sebenarnya di situ, tapi besar-besar semua..

Ki Atas: Vay memaksa mau nyebrang sendiri gak ingin dibantu, dan diikuti sama petugas. Sampai di ujung (Ka), ternyata baru ngeh kalau tinggi sendiri & jadi keder untuk menyeberang. Terpaksa ambil tangga. LOL. Ki Bawah: Sepupu-sepupu Vay tetap semangat meniti tali.

Gayanya kayak mau ke Mall, tapi malah Outbound heuheuheue…

Habis dari Outbound, karena sudah beli tiket terusan seharga Rp.125ribu, anak-anak bisa lanjut naik cruise di Ecopark. Nah kali ini (cerita mbaknya Vay), Vay udah gak mau naik cruise, sepertinya sudah capek. Dan memang semua juga capek, akhirnya diputuskan untuk pulang saja, nonton lumba-lumba atau ikan bisa lain waktu kalau ke Jakarta lagi. Saya yang tadinya sudah selesai borong dari Thamrin City mau menyusul ke Ancol, juga putar arah. Kita semua berbalik arah, pulang. Eh iya lho, tadinya rencana cuma menemani ipar, eh sampai di Thamrin City malah gak tahan pengen belanja juga. :p

—– ——–

Siang tadi, semua sudah kembali ke Medan. Tinggallah Vay sendiri lagi di rumah. Belum apa-apa dia sudah tanya kapan kakaknya datang lagi. Ya kalau terus-terusan datang kan bukan liburan ya namanya. Mudah-mudahan masih ada rezeki dan waktu luang lain biar bisa kumpul-kumpul lagi bersama keluarga. Bagaimanapun, kualitas waktu bersama keluarga adalah yang terpenting, meski hanya sebentar tapi sangat berkesan. Alhamdulillah. ๐Ÿ™‚

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

18 thoughts on “Family Time

  1. Betul, Mbak Zee. Ketika kuantitas tak dapat diberikan, maka kualitas semestinya diupayakan agar rasa kebersamaan tetap dapat dipertahankan.
    Selain menjenguk Sabila sehari penuh, libur panjang kemarin juga saya gunakan untuk bersilaturahim dengan saudara di Cibitung – Cikarang. Walau capek, tapi ada kepuasan, terutama berkumpul bersama saudara yang tak bisa setiap bulan dilakukan.
    Salam untuk Vay. Jangan sedih ya, tunggu harkitnas ( hari kejepit nasional ) selanjutnya, semoga bisa kembali berkumpul bersama. amin.

  2. ecopark belum pernah saya kunjungi.. kasihan deh di Vay sendiri lagi.. kadang kadang suka sedih kalau melihat anak merasa sendirian lagi ya…

  3. Kalau kumpul keluarga gitu emang seru ya mbak. apalagi kalau yg jarang ketemu seperti itu. udab deh ‘pecah’ serunya ๐Ÿ˜€

  4. Ugh…pasti seru bgt ya Vay main2 sama saudara2nya, anak kecil biasanya memang jd lebih berani kalo ada ‘temen’nya ya mba heuheuheu

  5. wah liburan long weekendnya Vay mantab sekali ya, meriah dengan kehadiran sepupu dari Jauh….Ibu2 asik sekali ke Thamrin city nie, pastinya ngeborong yach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *