Day 3 in Perth : Myer & The Ceremony

Perth, 23 February 2007

  • 08.35pm

– Myer –

Tadinya kepengen nyobain Transperth, City Explorer Tour, yang bis keliling kota itu loh. Gampang saja, beli tiket di atas bus, bus lewat setiap jam-jam tertentu, dan berhenti di halte-halte yang memang telah ditentukan, sama saja dengan Red CAT.

Tapi kita terlambat bangun, karena alarm gak idup, dan ketika kita menunggu, busnya ternyata full (wiken kan..) yang kosong hanya di bagian atas yang kena panas, walah bakal panas banged, males dah. MyerJadi kita putuskan batal saja, mending kita jalan ke Myer. Shopping. 😀

Myer itu gede banget, patah kakilah pokoknya muterinnya. Ya mirip2 Sogo gitu deh, gak jauh-jauh beda. Harganya juga begitu, harga mall. At least $300. Di kiri kanan, di bawah itulah toko-toko yang kemarin malam saya jalanin. Kalau di situ, masih ada yang harganya $15-$20, tapi kualitasnya ya seadanya. Kayak barang mangga dua.

Karena ini hari Jumat, wiken, jalanan full, lalu lalang orang gak berhenti. Orang sini kan gajiannya setiap minggu, jadi khusus hari Jumat, toko-toko buka lebih lama. Sampai jam 9 malam.dsc03613.JPG

Eh iya, saya lupa cerita. Hari pertama saya tiba, malamnya kami ke Swan River. Gile, itu sungai gede banged, dan karena bentuk sungainya seperti angsa (kalau dilihat di peta), makanya dinamakan Swan River. Kalau mau keliling-keliling naik Ferri tujuan ke Fremantle (Cruise lah bahasa kerennya….), ongkosnya berkisar $60-$120 per-orang, sudah termasuk lunch nya. Lunch juga bisa dipilih, mau lobster atau fish (depend on price). Tapi kalo cuma naik Ferri biasa muter-muter disitu, ya cuma $1.80 per-orang.

*Setelah menghabiskan seharian belanja ini itu termasuk beli oleh-oleh yang bakal menyesakkan koper, kami kembali ke hotel.

  • 5.30 pm

– Our Ceremony

Menyelesaikan urusan dengan Lambert. Pukul 6 sore kurang, Lambert sudah datang, lengkap dengan pakaian dan topi kebesarannya. He also bring his son Matthew yang akan menjadi saksi, and Amanda – Matthew’s girl friend yang juga sebagai saksi. Lambert tahu bahwa semua seremonial ini jelas adalah urusan kami berdua (karena saya yang secara langsung email-emailan dengan beliau), tapi dia tidak bisa menyembunyikan harapannya bahwa akan ada sedikit pesta perayaan saat kami pulang ke Indonesia nanti. Begitulah kira-kira kata pria tua yang baik hati itu. What a nice wish, Sir! Saya mengiyakan harapannya itu, agar hatinya sedikit lega.

So, here we go…. seremonialnya tidak terlalu lama. But tentu saja deg-degan juga. Ssetelah semua selesai, lega rasanya, beban itu terangkat sudah. Now, we’ve officially become husband and wife. We have our letter now. *So, ada yang tertarik nikah wisata di Australia?? Gampang kok . Well, actually it’s not a really tourism marriage, but I prefer that words. 🙂

Okay.. Dan lagi-lagi kami makan di KFC, setelah sebelumnya menyantap pie isi daging domba, (mayan kok rasanya, mayan bikin eneq maksudnya 😀 ) Waktu lagi makan di KFC, keluarlah anak-anak bulek yang baru pulang sekolah. Pipinya merah-merah gitu, kayak Prince Harry. Kekekekek…. udah gitu, tahu-tahu pada berantem, piting-pitingan sambil disorakin temen-temennya (sama aja ya dimana2… 😀 ) , heboh banged sampai petugas Myer datang memisahkan mereka.

08.20 pm

Malam ini Perth ramai, semuanya keluar. Mulai dari mereka yang mau belanja di akhir minggu, sampai gembel dan anak-anak muda berandalan juga keluar. Bahkan si pengamen “anak sekolahan” yang dari siang sudah berdiri, masih memainkan saxophonenya sampai jam 9 malam. Kelihatannya sih dia bukan pengamen gembel, cuma mau cari uang tambahan saja kayaknya. Ada juga pengamen chinese, lalu pengamen gadis remaja yang duduk di kursi roda. Saya kasih $1 untuk anak sekolah tadi. Soalnya memang bagus permainannya, menghibur kita yang lagi menikmati “malam” yang sejuk di bangku.

*Pokoknya mau lihat bule tersiksa ya di sinilah, kekekekek…..*

Nah, untuk malam ini kita coba makan di Han’s Cafe. Dia khusus menjual makanan Asia. Sejak kemarin memang kita lihat ramai banged, jadi kita pikir kenapa tidak kita coba saja, mungkin saja memang enak. Setelah menunggu akhirnya kami mendapat meja. Oh iya, pekerja-pekerja di resto-resto sini rata-rata warga kelas dua, seperti orang Korea, India, China, atau orang Indonesia juga.

Kami tadi pesan Chicken Rice Noodle, Singapore Noodle, Steam Rice, dan Spring Roll. Dan ketika pesanan saya chicken rice datang, walah..!! Porsinya besar banged. Untuk dua orang kali ya. Sampai bengap makannya. Dan lagi-lagi, untuk chilli sauce, harus diminta dulu baru dikasih. Dari dalam Han’s jalanan terlihat masih ramai, beda dengan malam-malam sebelumnya. Ada pasangan yang kissing di pinggir jalan, ada punker-punker keluar, dan para biker juga. Eniwei, disini tidak ada motor bebek, gak tahu kenapa. Kalaupun ada motor, motor besar. Itu juga saya baru lihat dua. Lebih banyak sepeda dan mobil.

*Oh iya, ada satu bioskop yang kayaknya sih paling besar di Perth ini. Cinema City namanya. Cinema CityLetaknya di Hay St juga. Harga tiketnya $15 untuk dewasa, beda kalau untuk anak-anak atau pengangguran. Ada juga sih bioskop kecil gitu, ada di dalam mall. Kecil saja, harganya juga lebih murah. Cuma filmnya jaman jebot gitu. Di Cinema City ini, film terbaru yang now showing Rocky Balboa. So, di sini memang begitu, dewasa, anak-anak, pengangguran, pensiunan, tarifnya beda.

Pukul 09.30pm tepat, Han’s Cafe langsung memasang plang CLOSED. Sepertinya orang-orang di Perth ini tidak begitu terobsesi dengan materi. Bahkan hampir di setiap toko-resto selalu ada plang lowongan, mencari tenaga part-time. Sepertinya tenaga kerja disini susah didapat.

*Hmm… kalau di Indo, kalau perlu buka terus, gak perlu tidur lah. Yang penting dapat duit, kekekeke….

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

One thought on “Day 3 in Perth : Myer & The Ceremony

  1. uam

    wah, sepertinya Perth di akhir minggu menyenangkan yah 🙂
    mo ah jalan-jalan beneran kesana, tanpa harus kawin wisata juga boleh kan? ekekekeke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *