[Momen Mudik] Kereta Api Bandara Kualanamu

Hai. Saya sudah di Medan, lho. Tahun ini agak cepat ambil cuti mudik, karena ada urusan di Medan dan harus dikejar sebelum masuk libur lebaran.

Kita berangkat dari Jakarta jam tujuh pagi lewat sepuluh menit – telat 40 menit dari jadwal – dengan Garuda. Percuma minta penerbangan pagi, berangkatnya telat juga. Tapi penerbangan sekarang pasti deh telat semua, gak pernah ada yang bisa pas sesuai jadwal. Mestinya kalau sudah masuk suasana mudik, petugas harus lebih pas menghitung waktu persiapan sebelum berangkat dan juga harus tegas dengan penumpang yang terlambat. Biasanya sih, boarding call setengah jam sebelum keberangkatan sudah pas. Tapi kemarin itu, pesawat kita parkirnya jauh jadi harus pakai bus ke pesawat, lalu penumpangnya juga banyak, belum lagi loading barang bawaan ke bagasi yang selalu takes time paling. Oh ya, satu hal yang selalu bikin saya sebal adalah saat menemukan kabin di row seat saya sudah terisi, padahal seatnya masih kosong. Ini orang-orang duduknya di mana, tapi geletakin tas kabinnya di mana. Bukannya satu orang jatahnya satu tas kabin ya? Uring-uringan karena pesawat telat take off — saya memang paliiiiinng gak suka jadwal yang molor — saya pun tertidur, padahal belum juga berangkat. Hahah.

Selama perjalanan, saya dan Vay tidur pulas karena ngantuk berat. Vay agak susah tidur karena sebelahnya orang lain, jadi kakinya gak bisa lurus. Oh iya, tahun ini saya dan Vay hanya mudik berdua, karena ayah Vay ada tugas yang tidak bisa ditunda jadi tidak bisa ikut lebaran ke Medan.

Kali ini, saya sengaja tidak minta jemput ke Bandara Kualanamu. Kenapa? Pengen cobain naik kereta api bandara, dong. Bandar Udara International Kualanamu punya kereta api bandara, pertama di Indonesia. Sudah bolak-balik ke Medan, sayang kalau gak coba naik KA-nya – mumpung keretanya masih bagus kan? :D.  Karena baru pertama, saya kayak turis aja. Diantar petugasnya ke stasiunnya, lalu beli tiket. Tarifnya Rp 75.000 per-orang. Stasiunnya keren, bersih, rapi.

Ini adalah pengalaman pertama Vay naik kereta api, so dia excited sekali. Terutama urusan masukin tiket di gate (sama kayak waktu naik MRT di Singapore, paling suka nge-tap). Kita dapat kereta (gerbong) nomor 3, dan dapat seat tidak jauh dari pintu masuk. Dikasih posisi yang enak nih sama petugas ticketing. Mungkin karena dia lihat ini bawa anak, dikasih posisi yang tidak dekat dengan pintu keluar masuk. Satu gerbong itu ternyata tidak terlalu besar, pas. Jadi gampang untuk masuk dan keluar, juga dekat dengan tempat peletakan bagasi di pintu masuk.

kualanamu1

kualanamu2

kualanamu3

Vay happy sekali naik KA. Bolak-balik turun kursi hanya untuk jalan dari ujung ke ujung gerbong, memandangi penumpang-penumpang lain. Lalu di kursi pun dia memandang keluar terus, menatap hamparan sawah, mengomentari bangau-bangau putih yang lagi mejeng di tengah ladang, lalu menunjuk rombongan burung hitam yang terbang dengan formasi V. Sambil saya suapi telur rebus dan nasi karena dia belum makan sama sekali sejak bangun.

kualanamu4

Empat puluh menit perjalanan, tiba di Stasiun Besar, di Lapangan Merdeka Medan. Opung dan Oma Vay yang menjemput.

Ah, senangnya sudah tiba di Medan!

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

14 thoughts on “[Momen Mudik] Kereta Api Bandara Kualanamu

  1. Tahun 2006 udah ada belum ya mba, kereta api bandara ini. Tahun ityu saya ke Medan tapi ngga tahu menahu soal ini huhu padahal keren bangeeet

    • Zizy

      Wah 2006 ya belum ada. Ini baru buka 2013 kemarin, sejak bandara Medan dipindahkan ke Kualanamu, jadi bukan di Polonia lagi…

  2. Kualanamu…semoga terjaga kebersihan dan kerapihannya.
    Selamat menikmati mudik di Medan ya Vay dan Mommy Zee
    Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir batin.
    Salam

  3. Wah…. di Kualanamu sudah ada kereta bandara ya. Di Soetta baru mau dibangun udah hampir setahun proyeknya blom jalan juga.

    Selamat Lebaran kak, mohon maaf lahir bathin

  4. aku termasuk yang penasaran ama kualanamu. pengeen kapan2 ke medan, secara di sana wiskulnya juga enak2 ya.

    met berhari raya yaaa…mohon maaf lahir batin

  5. Aih senangnya yang sudah mudik ke Medan.
    Entah kapan aku bisa ke Medan lagi, kangen padahal 😀
    Seandainya di bandara lain, misalnya di Yogya ada kereta bandara juga, pasti keren seperti Kualanamu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *