Trans Studio Bandung yang Hits

Minggu lalu, saya ambil cuti hampir seminggu. Sehari setelah ke Dufan, ngantor dulu, baru kemudian cuti lagi sampai akhir Minggu.

Hari Rabu, kita ke Sea World, Ancol. Bagi Vay, SeaWorld sudah sering, tapi untuk sepupu-sepupunya ini adalah yang pertama, dan melihat ikan-ikan raksasa di akuarium itu memang sesuatu banget. Langsung terbayang ikan goreng kecil di piring makan. Beberapa wahana di Ancol ternyata berubah lokasi, lho. Gelanggang Samudera yang sekarang ganti nama menjadi Ocean Dream Samudera Ancol, sudah tidak di depan lagi, tapi pindah ke belakang, berdekatan dengan Sea World. Berhubung hari sudah siang, kami tidak masuk ke situ, soalnya kalau dipikir sayang. Bayarnya Rp.110.000 perorang. So, anak-anak pun pergi menonton atraksi ular oleh Panji Sang Petualang, yang juga ada di sekitar Sea World.

Hari Kamis, kami sekeluarga (minus husband yang tidak bisa cuti) pakai dua mobil, meluncur ke Bandung. Saya jadi driver as usual, dan ini jadi perjalanan pertama saya menyetir sendiri ke Bandung. Tujuan kali ini adalah ke Trans Studio Bandung yang hits banget itu. Mumpung anak-anak semua sedang liburan ke Jakarta, sekalian saja kita ke sana. Saya juga belum pernah, dan penasaran, seperti apa sih TSB yang diklaim sebagai indoor theme park terbesar di Asia itu? Tiba di Trans Studio jam sepuluh pagi, suasana ramai sekali. Saya tadinya tidak menyangka bahwa ini benar-benar indoor, tapi ternyata iya. Bersebelahan juga dengan Trans Studio Mall.

Tiket masuk Trans Studio harganya Rp.250.000 perorang, untuk segala usia. Untuk lansia hanya dapat potongan 10%, padahal yang benar saja, memangnya orang tua masih sanggup gitu main permainan di dalam?

IMG_1500

IMG_1508

IMG_1509

IMG_1544

IMG_1593

Anak-anak tidak sempat mencoba semua permainan, hanya beberapa saja, soalnya ramai sekali dan mengantrinya bukan main gilanya. Malah papi saya itu sempat jatuh saat menonton di dalam studio Special Effect. Sebabnya karena penonton yang ramai sekali mengantri, lalu karena ingin mengikuti Vay yang melompati bangku-bangku untuk ambil posisi tengah, beliau jadi kurang hati-hati dan jatuh terantuk pinggiran tempat duduk. Betis depan pun terluka cukup dalam, dan akhirnya harus dapat empat jahitan di klinik Trans Studio. Ada-ada saja ya.

Menjelang sore, salah satu atraksi yang ditunggu-tunggu penonton pun dimulai. Sirkus. Penonton duduk di lantai, penuh hingga ke lorong dari arah pintu masuk. Saya, Vay dan mbaknya tidak kebagian karena saat keluar dari Special Effect, sudah full semua. Akhirnya hanya bisa menonton dari kejauhan. Vay yang rewel karena gak bisa lihat akhirnya saya angkat ke atas tong kayu yang ada di sekitar situ. Lumayanlah, bisa lihat meski dari jauh.

IMG_1655

IMG_1673

IMG_1685

Menurut saya konsep di Trans Studio ini okelah. Mereka menggunakan karakter-karakter yang mirip dengan karakter-karakter di film, seperti bajak laut, penyihir, sampai monster jelek yang topengnya itu menyeramkan banget. Vay sampai menjerit ketakutan gara-gara si Monster itu berjalan terseok-seok mendekati kami. Psst…. padahal saya yang panggil si Monster itu, mau saya suruh nakuti mbaknya Vay, eh gara-gara mbaknya menjerit, Vay jadi ikut ketakutan. Langsung mbaknya saya omelin. Lha itu cuma topeng aja kok takut. LOL. Eh iya, saya, abang saya dan istrinya, juga masuk rumah hantu. Ah gak ada apa-apanya pun, cuma gambar-gambar saja, padahal kita berharap ada orangnya gitu pakai baju putih yang nakut-nakutin or apa gitulah. Saya dan abang saya pun iseng bikin suara-suara serigala yang kemudian bergema di dalam ruangan itu. Auuuuu…. auuuu….! Hehe… Yang agak kaget sih hanya saat pocong jatuh dari ambulans. Ternyata di situlah kita dijepret oleh kamera otomatis.

Trans Studio ini memang cekatan membaca peluang. Di setiap wahana selalu dilengkapi oleh juru foto yang akan mengabadikan momen, kemudian setelah selesai langsung bisa diambil di pintu keluar dengan harga paling murah Rp.100.000. Pengunjung juga dilarang memotret dari layar monitor.

Nah, waktu mau pulang nih, kita baru ngeh kalau ada arena permainan anak di bagian depan. Para ponakan dan opungnya sudah keluar duluan, sementara saya, Vay, dan omanya masih tertinggal di belakang karena masih masuk lagi ke Rumah si Bolang. Jadi waktu mau keluar, Vay ngelihat ada gambar kayak Poci-Poci di Dufan. Ya sudah, saya izinkan dia masuk dan mengantri sama mbaknya dan kita tunggu di luar. Tapi sampai setengah jam kok gak keluar-keluar, apalagi papi saya sudah bolak-balik telepon. Saat saya telepon mbaknya Vay, nanya kok lama, eehhh…. ternyata di dalam itu gak pake ngantri. Ibaratnya di dalam itu ya arena permainan khusus untuk anak kecil, semuanya ada. Dari perahu-perahuan, bom-bom car, poci-poci, komidi putar, dan banyak lagi. Pantas saja Vay betah di dalam, gak sadar kalau maminya sudah gempor nungguin di luar. Hehehe…. tapi ya tidak apa-apalah, Vay jadi gak rugi karena gak buru-buru keluar jadi sempat merasakan permainan anak-anak.

Keluar Trans Studio, wajah-wajah capek sudah menanti. Udah gitu saat mau ke hotel, driver di depan juga tidak hapal jalan Bandung, alhasil butuh waktu sejam lebih untuk tiba di Grand Aquila. Itu pun setelah kami menemukan seorang polisi yang sedang mengatur jalan, dan diberitahu arah yang benar untuk mencapai hotel.

Sampai di hotel, semua pun tepar dengan sukses.

23 thoughts on “Trans Studio Bandung yang Hits

  1. keren bener ya itu Trans Studio, mana foto2nya mantep gitu 😉
    saya belum pernah ke sana nih, pengin banget sebenarnya, tapi mbayangin nopekgo nya yang bikin kliyengan 😀

    • Zizy

      Saya gak mau laig ke sana mba kecuali dibayarin haha… Muahal bo’. Belum lagi makan di sana aja bisa 500ribu, lalu ongkos bbm… halah semua dihitung wkwkwkw…

  2. Pingback: TehSusu.Com | Tangkuban Perahu

  3. Wah hebat kamu Zy, nyetir sendiri. aku sih liat traffic nya aja udah puyeng kepala. Mudah2an papi mu cepet sembuh ya, kursinya terbuat dari apa, bisa menyebabkan luka smapai perlu jaitan? Last Summer kita sempet ke mall nya aja, gga ke tempat mainnya. Hubby beli root beer float, dia liat A*- jadi inget the one in the US, aku sebetulnya mau larang dia, takut esnya kurang bersih, dan juga minuman dingin, tp aku pikir besok dia pulang ke States dan ini kan tempatnya di mall yg okeh. Eh tengah malamnya dia mules2 dan terus2an ke belakang. Kesian banget, mana besoknya subuh dia sudah kita antar ke Husein for his flight to S’pore, from S’pore to Hong Kong then here. Dia blg selama perjalanan dia merasa lemas banget. Tiap2 deh, main ke Indo pasti kena sakit2 perut.

    • Zizy

      Makasih ya, moga2 cepat baik itu kakinya. Pinggirannya itu dari besi -___-. Wah klo tiap ke Indo mules berarti perutnya g cocok ya dgn bumbu lokal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *