Salon-Bakery-Duren & Punker

Medan, 18 Maret 2007

Tahu Medan Plz kan? Plaza yang sudah berdiri lebih dari 15th lalu ini masih saja ramai pengunjung setiap wikennya. Tadinya saya mau creambath di John’s Cut, tapi kenapa akhirnya saya pilih ke MePlaz saja, soalnya kali ini ada hubby. Di Lt.2 MePlaz itu kan banyak salon, selain saya bisa pilih mana yang berkenan di hati, hubby juga bisa jalan-jalan keliling plaza.

Hmm… pikir punya pikir, saya pilih Jhonny Andrean saja (Bukan JA-Training Centre nya tapi ya?). Ini gara-gara saya teringat waktu saya kemarin di Jkt sebelum ke Perth saya sempat nyalon di JA Golden Truly Gunung Sahari. Pijetnya enak banged, beneran. Lama lagi. Gak sangka juga, karena dari beberapa pengalaman saya di JA di Medan, rata-rata pada malez kalo disuruh mijet. Yang di Golden Truly itu berkesan bangetlah (halahhh… pliz deh zy… 😀 ).

Nah, jadi kali ini saya pun berharap mudah-mudahan JA-MePlaz ini tidak jauh beda lah kualitasnya dengan JA Golden Truly itu. Dan memang ternyata pijetannya beda, lebih enak di JA Jkt kemarin. Tapi bukan berarti tidak enak pijetannya, loh. Enaklah, lumayan menghilangkan penat-penat di kepala dan pundak. Emm…. Rp.50rb pas untuk creambath pake lidah buaya.

Sementara itu, hubby turun makan buah di Strawberry. Iyalah, kasianlah dia duduk bengong-bengong nungguin. Lalu balik lagi, lihat saya belum selesai, doi ke Metro di Lt.3 beli-beli aseman. Lalu akhirnya duduk di kursi tunggu sambil makan aseman sementara saya masih di-blow dry.

Pulangnya singgah ke PapaMama Bakery — di belakangnya Medan Plaza, mau beli roti dulu untuk cemilan nanti malam. PapaMama ini juga udah lama banged buka, dan menurutku sih rasanya lebih enak dibanding bakery-bakery baru. Rasanya lumayan dengan harga yang relatif tidak mahal. Jadi main ambil aja, comot sana comot sini, roti coklat, roti lemper ayam, roti keju, kue sus…. (sok banyak duit kale gayanya kan…!).

Barulah malamnya, kita makan duren. Eh, sebenarnya bukan kita sih, cuma hubby aja. Dia kalau ke Medan ya harus makan duren, syarat aja, gitu katanya. Kayak dukun banged kan, syarat gitu lohhhh……..

Jadi tadi hanya satu buah aja, yang kecil. Deket rumah sini, di Krakatau. Rp8rb perak. Kalau saya sih gak suka duren, gak tahan sama baunya. Yeah, tapi malam ini saya mau coba nyicipin sedikit, tapi disuapin… bela-belain biar tangan gak bau. Kalau ada yang lihat, pasti komentarnya, “mentel kali cewek itu, makan duren pun disuapin.” He he hee…

Waktu mau pulang, ada dua punker yang sepertinya bersiap-siap mau ngamen. Datang mendekat sambil nyetem2 gitar. Hubby ku langsung berdiri, dia memang paling anti sama pengamen model begituan. Waktu kita jalan ke mobil, saya lihat dua anak punk itu mendatangi tempat sampah duren dan mengais-ngais disana. Memilah-milah kulit duren. Mungkin berharap masih ada belahan duren yang masih ada isinya. Waduh, terenyuh juga lihatnya. Ini anak-anak punk ngamen kan kesannya untuk cari uang makan, tapi kalau misalnya dikasih cuma gopek, pasti mukanya asem. Dan bisa ditebak, uang ngamen mereka juga habisnya buat beli minuman atau rokok. Lihat aja tuh di simpang Grand Angkasa, para punker pesta narkoba dan miras di sana. Jadi serba salah kan? Hmmmm…….

Related Post

Persiapan Mudik Sebentar lagi mudik. Sudah pada siap-siap untuk mudik belom? Tiket, uang tunai, oleh-oleh. Perlengkapan printilan buat yang mudik bawa anak. Saya sudah menyicilnya dari sekarang. Tiket pesawat, sudah ada di inbox, tinggal print nanti saat dekat-de...
Berbagi di Rumah Singgah YUMA Berbagi itu indah. Itu saya rasakan sendiri ketika Jumat kemarin saya dapat kesempatan untuk berbagi rasa dengan kaum dhuafa dan anak yatim. Ini berawal ketika mbak Anny ym saya, mengajak saya, mungkin ada waktu untuk berbuka puasa bersama dengan ...
Warung Anak Sehat Taman depan rumah kami, sejak berubah menjadi “taman interaktif” (istilah yang dikasih pemerintah untuk sebuah taman yang bagus dan boleh dibilang cukup lengkap fasilitasnya) sekarang ramai pengunjung. Pagi dan sore adalah waktu-waktu dimana anak...
Jalan-2 ke Pattaya & Bangkok Hai, saya akhirnya kembali. Alhamdulillah, akhirnya, itulah kata yang pertama terucap dari hati ini begitu pesawat Boeing 747 Malaysia Airlines mendarat dengan mulus di bandara Soekarno Hatta Jakarta. Beberapa hari sebelumnya, 12 - 15 Maret 2010, ...
Pembantu Minta Berhenti… Buat yang udah merit, atau buat yang belum merit tapi udah pernah meng-hire bedinde alias maid alias pembantu, pernah gak siy --- ga ada angin ga ada ujan --- tiba-2 bedinde minta berenti? Padahal kita sudah merasa cocok dengan mereka. Beda kan kalau...

by

About Zizy Damanik | A Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

One thought on “Salon-Bakery-Duren & Punker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *