Senggigi Beach Lombok

Ternyata Lombok itu panas sekali! Begitu turun dari pesawat, udara panas langsung menyengat kulit. Sesuatu yang sudah lama sekali tidak saya rasakan semenjak saya pindah dari Biak.

Di bawah tangga telah menunggu petugas bandara dengan payung-payung di tangan. Saya menerima payung yang diberikan dan langsung menutupi Vaya dari silau. Kayaknya dia juga udah tahu, orang-2 Indonesia pasti kurang nyaman dengan panasnya matahari, beda dengan bule. Makanya yang diberikan payung cuma saya.

Saya lihat rata-rata turis asing semua. Ada turis bule, turis jepang, turis korea, turis china, dan turis batak, yaitu saya dan suami.

Ada yang sedikit menggugah hati saya ketika kami sedang menunggu bagasi. Ternyata portir di Bandar Udara Selaparang ini tidak terlalu banyak. Cuma entah kenapa kok para penumpang malas pakai jasa portir. Mo hemat ato pelit? Gak usah tanya bule, tahu sendiri kan bule selalu “mandiri”, semua diangkut sendiri. Walopun musti ditanya juga, mandiri atau pelit?

Trenyuh juga melihat bapak-bapak portir yang tidak dapat jatah. Akhirnya saya bilang suami, give him some rupiahlah, habis mau pakai dia juga gak mungkin. Masa dua portir untuk 2 koper? Syukurlah si bapak gak tersinggung diberi sedikit tip.

Di pintu keluar, sudah menunggu Pak Amang, driver dari Sheraton Hotel. Driver yang ramah, saking ramahnya ngomong terus gak berenti-berenti.

Sore tadi saya sudah jalan-jalan di Pantai Senggigi, masih di wilayah Sheraton. Banyak bule sedang bersantai, ada yang berjemur sambil tiduran, ada yang sambil baca buku, ada pula yang sedang semedi di tengah laut.

Seperti halnya orang yang sudah lama ngidam makan nasi goreng kambing, begitu juga saya ketika berjalan di pasir pantai yang hangat. Sudah lama telapak kaki saya tidak merasakan hangatnya pasir pantai. Kalo gak ingat banyak bule, mungkin saya udah tiduran di pasirnya. Cuma ntar disangka sinting, bukannya berjemur kok malah guling-guling.

sengigi_a

Rencananya besok kita akan tour pantai, saya ingin lihat seperti apa pantai-pantai di Lombok in. Katanya sih lebih bagus dan lebih alami daripada Bali punya.

Related Post

Oleh-oleh Mudik 1 : Lebaran di Siantar Akhirnya online juga. Sebenarnya sih waktu mudik kemarin kita bawa laptop, tapi karena ternyata selama disana saya ngurusin Vay terus -- yang ngintil aja kemana maminya pergi -- alhasil tidak sempat mengupdate berita lebaran selama mudik. Hanya sempa...
Tersesat di Museum Angkut – #BrikPiknik Setelah menghabiskan waktu sekitar dua jam di Batu Secret Zoo, rombongan kami langsung menuju ke Museum Angkut, tempat wisata lain di Batu yang tersohor. Baruuuu saja meletakkan pantat dan men-charge handphone, bus sudah sampai. Tipe orang Jakarta...
Melesat di Hill Park Sibolangit Hill Park, adalah salah satu theme park yang berada di Sibolangit. Jadi kalau teman-teman sudah pernah dengar Berastagi, maka Sibolangit adalah kota yang akan dilewati terlebih dahulu sebelum sampai ke puncak alias Berastagi. Karena letaknya yang ber...
D4 Asakusa Kannon Temple – Hachiko Well, karena memang judulnya training, maka di hari keempat dan kelima, kami tentu harus menyelesaikan kewajiban. 16 Januari 2014, hari keempat. Masalah klise saat trip rame-rame pakai agen travel adalah, menunggu mereka yang selalu turun belak...
Candi Borobudur Tetap The Best Baru-baru ini saya membaca artikel yang mengatakan bahwa banyak kaum milenial yang tidak tertarik mengunjungi Candi Borobudur? Masa sih? Saya sampai berusaha mengingat-ingat saat kepergian ke Jogja kemarin, apa iya tidak ada yang muda-muda di sana? K...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

50 thoughts on “Senggigi Beach Lombok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.