Slowly Bike

Jadi juga saya memenuhi janji ke anak. Since awal tahun sudah janji-janji akan main ke Taman Gading, tapi baru sempatnya sekarang.

Main ke Taman Gading bisa dibilang terlalu jauh dari rumah. Tapi kan kita tak punya pilihan toh? Daerah tempat tinggal kami bukan komplek mewah (seperti daerah Gading) yang merasa taman adalah aset yang harus disediakan dan dijaga untuk penghuni. Kalau waktu itu saya cerita bahwa taman sudah botak karena selalu dipakai untuk pasar malam setiap minggu, nah sekarang ini ada cerita lain lagi. Kali ini di taman depan ada pengerjaan bangunan. Entah apa yang dibangun, mungkin bukan rumah, mungkin pula itu pos hansip, tapi cukup besar pula.

Jadi harus bisa puaslah dengan apa yang ada. Dan kalau tak puas, carilah di tempat lain. Seperti yang saya lakukan, pergi ke taman di daerah Kelapa Gading, karena itu taman terdekat dari rumah (dan terbagus juga).

Hari Minggu sore, Vay sudah siap dengan sepeda pinknya. Sepeda roda empat itu dinaikkan ke bagasi mobil, dan kami meluncur ke Kelapa Gading.

Taman Gading namanya. Kalau datang dari arah Pulomas, taman itu ada di sisi sebelah kiri saat mencapai bundaran Gading. Ini taman andalan mereka yang tinggal di sekitar situ. Kata teman saya yang sering datang kalau wiken, pagi hari kurang tepat untuk saya bawa anak main sepeda, karena ramainya bukan main.

Pose dengan latar La Piazza

 

Jadi tak salah toh kami datang Minggu sore. Kebetulan cuaca agak mendung, jadi udara pun rasanya adem. Vay terlihat senang menggowes si Pinky meski agak kesusahan karena track yang tidak rata. Berkali-kali dia menoleh, lalu berteriak mengajak saya mengikutinya. Taman ini not bad lah, ada juga permainan untuk anak-anak di sisi lainnya, meski kotor. Ah tapi Vay mana peduli, biarpun luncurannya kotor dia tetap hepi.

Sayang tak bisa lama-lama main sepedanya, karena menjelang maghrib, gerimispun datang. Tak apalah, besok-besok masih bisa ke sana lagi.

Yeah. Setelah beberapa bulan terakhir ini mostly hanya melihat mall dan mall saja, aktivitas hari Minggu kemarin seperti mendapatkan oksigen murni di dada dan kepala. So fresh :).

Related Post

Birthday Hepi-Hepi di Lollipop’s Lotte Vay tidak sabar menunggu hari ulang tahun. Itulah isu utamanya. Jadi, sejak tahun lalu dia sudah tidak sabar menanti tanggal 28 Maret, terus mengingat dan menyinggung tanggal tersebut. Mungkin dia sudah tidak sabar dengan perayaannya, ya. Pesta, hadi...
Kung Fu Panda si Penghibur Hati Kalau ditanya, tokoh film apa yang begitu membekas di memory dan di hati karena karakter – dan juga jalan ceritanya – yang menghibur hati, maka Kung Fu Panda 3 adalah jawabannya, setidaknya buat saya dan Vay. Seminggu yang lalu kami pergi ...
Turning Point Seminggu terakhir, beberapa kejadian membuat saya terpikir dengan yang namanya turning point. Yaitu tentang keadaan dimana kita mulai mengambil keputusan untuk berubah, demi hasil yang lebih baik. Semua orang punya turning point masing-masing. Ada...
Toleransi Sejak sadar bahwa acara sekolah sering jatuh di hari Sabtu, maka les electone Vay pun dipindah ke hari Minggu. Maksudnya sih biar gak sering-sering bolos, seperti waktu choir competition bulan lalu jadi bolos lesnya. Sayang dong, sudah bayar terus bo...
Menggambar Unicorn Kehebatan teknologi informasi adalah, semua yang kita butuhkan bisa kita dapatkan informasinya di internet. Vay sejak kemarin ingin belajar menggambar unicorn. Dan kita langsung browsing, dan menemukan artikel dan video how to-nya di sini. Good po...

by

About Zizy Damanik | Mommy Vay | Digital Marketing Practitioner | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

32 thoughts on “Slowly Bike

  1. B

    Paru2 kota untuk daerah Jakarta Timur 🙂

    Dan dimulai dari putri nan manis main sepeda, lalu diikuti oleh ibunya bersepeda juga (tapi kekantor)

    Piss ah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.