Masjid Raya Medan, Masjid Pertama Vay

Beberapa waktu lalu, ketika kami sedang berbuka puasa, Vay mengajukan pertanyaan di meja makan. “Mami, kenapa kita gak pernah ke mesjid?” Dia bertanya. Pertanyaan sederhana, namun cukup membuat saya terhenyak. Dan saya harus berpikir beberapa saat lamanya sebelum menjawab. Memang benar, Vay belum pernah diajak untuk sholat di mesjid. Beberapa kali mudik, saya dalam kondisi … Read More

Rindu Sini Rindu Sana

[Foto ini diambil ketika melewati Danau Toba. Awalnya tertarik karena ada awan coklat sepanjang jalur, yang mungkin saja awan polusi akibat erupsi Gn Sinabung] Rindu sini dan juga rindu sana! Itu yang saya rasakan begitu pesawat mendarat dengan sedikit hentakan dikarenakan cuaca di luar hujan. Saya baru saja pulang dari Medan siang tadi, setelah menghabiskan weekend … Read More

IMG_20130804_230303

Momen Mudik 2013

Bagi yang merantau ke Jakarta atau kota besar lainnya, mudik atau pulang kampung adalah hal yang dinanti. Selalu ada momen-momen yang hanya bisa didapatkan kalau kita mudik. That’s whyyy kenapa kita rindu untuk mudik. Ada yang tidak suka mudik? Ya barangkali ada, mungkin saja ada yang punya pengalaman gak enak jadi malas mudik, ya gak? Bebaslah. Hati masing-masing ini.

Nah, kemarin pagi, dengan menumpang pesawat Garuda, kami tiba di bandara baru yaitu Bandara Internasional Kuala Namu. Jadi ya, Bandara Polonia yang terkenal itu sudah resmi tidak beroperasi untuk penerbangan komersial lagi. Pertanggal 25 Juli 2013 kemarin, semua penerbangan komersial langsung dialihkan ke Bandara Kuala Namu ini. Kuala Namu ini sendiri terletak di Kabupaten Deli Serdang, sekitar 40km dari kota Medan.

Seperti apa sih Bandara Kuala Namu ini?

Yeahh… keren sih. Keluar dari pesawat pakai garbarata (kalau dulu di Polonia turun menjejak baru naik bus). Ruang tunggu di dalam juga mirip dengan ruang tunggu di Changi. Tapi, kalau dilihat-lihat lagi, bandara baru ini bisa dibilang baru 75% jadi dan sudah ‘dipaksa’ untuk beroperasi. Toiletnya saja belum ada sign board, mana toilet pria mana toilet wanita, dan meski toiletnya bagus, tapi di dalam becek. Petugas yang jaga hanya satu orang untuk keduanya, petugas laki-laki. Porlep tidak ada — which is ini bagus menurut saya karena kalau di Polonia dulu, porlep menguasai semua troley sehingga penumpang tidak kebagian.

Keluar dari bagian bagasi, ada dua petugas perempuan yang stand by untuk penumpang yang ingin bertanya. Bila kita membutuhkan informasi apa pun, mereka akan membantu, terutama informasi transportasi. Sudah pasti ya, namanya bandara baru, jauh dari Medan, transportasi tentu jadi pertanyaan pertama bagi yang baru tiba.

Nah untuk ke Medan, ada taxi, bus, dan kereta api bandara. Kalau naik KA Bandara, biayanya Rp80.000 dan turun di Stasiun Besar Medan. Kemarin sih kita dijemput sama Opungnya Vay, dan perjalanan dari bandara ke rumah — lewat jalan tol — sekitar 30-40 menit.

Bandara internasional ini secara umum masih berantakan. Kalau pesawat mah gak ada masalah ya, yang penting kan bisa mendarat dengan aman. Tapi untuk penumpang, pengantar, suasananya masih belum kondusif. Baru mau keluar parkir saja sudah ada tukang parkir liar. Driver kita tanya, “Bukannya nanti bayar pas keluar?” lalu dijawabnya begini, “Oh iya, itu lain. Ini sih kebijaksanaan saja.” Kebijaksanaan apa pulaaaak kawan ini? Kita berlalu saja, tanpa memberi tentu saja.

Yah. Bandara ini keren memang, dari luar. Tapi sebaiknya sih, ya, mumpung ini dibangun dari nol, tunggu benar-benar rampung deh baru beroperasi. Kan enak kalau menerapkan peraturan dan tata tertib saat sudah ready. Sayang nih kalau judulnya saja internasional tapi hal-hal remeh temehnya tidak internasional. Kalau kata ayahnya Vay, font yang dipakai untuk sign board juga tidak standar internasional, beda dengan bandara-bandara internasional lainnya.

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Main Kembang Api

Nah. Momen mudik yang berkesan setiap kali pulang kampung adalah, Vay bisa main petasan dengan saudara-saudaranya. Di Jakarta dia gak mau lho disuruh pegang kembang api. Tapi di sini dia berani. Dan kemarin malam, dia main terus gak berhenti-henti. Kayak gak ingin kehabisan waktu main dengan sepupunya hehe…

Yang lucunya, mbak-mbak yang kerja di rumah pengen banget foto-foto dan ngerekam si Vay. Gemes gitu mereka. 🙂 Belum tahu aja dia bagaimana Vay kalau udah keluar ‘singa’nya, bakal berubah pikiran kali ya, hahaha…

 

Akhir kata, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H. Mohon maaf lahir dan bathin apabila ada salah-salah kata dan perbuatan selama ini.

Ini Medan, Bung!

Ceritanya wiken minggu lalu saya pulang ke Medan untuk beberapa hari. Sendirian saja, meski tadinya sempat ingin memaksa membawa anak turut serta. Namun karena kepulangan ini bukan untuk urusan jalan-jalan tapi ada keperluan keluarga yang mendesak, jadi Vay pun tidak ikut. Takut dia kecapekan di jalan. Tapi ini saya juga gak benar-benar sendirian, karena berangkat … Read More

Kamu Takut pada Polisi?

Sore tadi, dalam perjalanan pulang ke rumah,  saya melihat seorang pemuda duduk di trotoar sambil mengurut pergelangan kakinya. Di sampingnya ada motor tercagak, dan juga seorang polisi yang berdiri, terlihat mengawasi pemuda itu. Dalam pikiran saya, hmm barangkali si Mas ini terjatuh dari motor saat tadi diberhentikan polisi. Bukan pemandangan yang aneh memang kalau banyak … Read More

Story Jadi Anak SMP

Saya mau ikut posting tentang anak SMP. Ingin ikut membersihkan keyword Anak SMP. Ingin ikut meramaikan ajakan Attayaya untuk membersihkan keyword “Anak SMP” yang isinya negatif semua. Mudah-mudahan banyak juga yang mau posting positif tentang “anak SMP“. Saya bersekolah di SMP Budi Murni 1 Medan. Salah satu sekolah swasta dengan gedung besar bertingkat, lapangan luas … Read More

Kartu Nama

Kartu Nama. Semua tentu tahu fungsi utamanya sebagai alat untuk memperkenalkan diri Anda pada kolega baru. Ketimbang mencatat nomor telepon di kertas atau ketak-ketik di handphone, tentu lebih mudah kalau saling bertukar kartu nama. Semuanya lengkap di situ. Bisa jadi ada alamat rumah, alamat kantor, e-mail, no telepon kantor, no ponsel, akun facebook, akun twitter, … Read More

Kamu Pasti Bisa Asal Kamu Mau

Saya ingin bercerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda. Ini postingan yang akan sangat panjang sekali, jadi saya sarankan membagi waktu untuk membacanya dahulu baru berkomen :). Dahulu kala, di jaman ketika Indonesia masih hangat dengan isu Partai Komunis Indonesia, ada seorang anak muda – pemuda batak—pergi bersama abang tertuanya naik kapal ke Irian Jaya. Tujuan … Read More

Musik Senam Pagi

Ide postingan ini muncul saat saya sedang sarapan nasi uduknya Mbak Gendut. Yoi, secara badan udah balik normal lagi, alias udah bisa pakai jeans boot cut favorit saya, sekarang sarapan paginya juga kembali normal. Gak sarapan pake sepotong crackers lagi hehehe… Saat sedang menyantap bakwan goreng yang renyah, bunyi dentuman musik di belakang mulai terdengar. … Read More

Tantrum & Flight w/ The New Airbus A330-200

TANTRUM Ada yang pernah kehilangan rasa percaya diri secara tiba-tiba? Saya pernah. Kehilangan rasa percaya diri mendadak karena anak tiba-tiba tantrum dan saya tak sanggup menenangkan dia. Hehehee… Ini terjadi Rabu minggu lalu ketika saya akan bertolak ke Medan. Kebetulan ada sedikit urusan yang mengharuskan saya datang langsung ke sana, jadilah saya ambil cuti, padahal … Read More

Uangku Bukan Uangmu – part 2

Masih ingat postingan “Uangku Bukan Uangmu.”? Nah kali ini saya mau buat postingan lanjutannya. Kalau dulu membahas tentang “So what? I can do everything I want with my money..” sekarang bahasannya tentang,”Urusan masing-masing ya bayar masing-masing.” Hehehee… Pernah gak saat diajak kencan sama seseorang, kita mikir, nanti siapa yang bayar ya? Dia yang bayar atau … Read More

Bulan Perburuan

Bulan puasa sudah di depan mata. Tak terasa waktu cepat sekali ya berlalu. Sudah mau lebaran lagi, berarti nanti akan mudik lagi ke Medan. Dough, rindunya saya pada Medan. Rindu pada Soto Sinar Pagi, pada Mie JanDa, Lontong Glugur, NasGor Fountain, Nelayan… beuh. Terlalu banyak makanan enak di Medan yang harus digilir, mudah-mudahan waktunya cukup. … Read More

Sun Busuk ; Met Lebaran :)

Hari ini hari kedua saya di Medan. Sudah ketemuan dengan temen-temen lama di Sun Plaza, dan sempat emosi gara-gara Sun Plaza gak punya nursery room. Eh  ralat ding. Ada, tapi nursery roomnya itu ukurannya 1×1, berisi satu bangku plastik kotor dan ada kain pel. Ck ck ck… Memalukan! Sun Plaza gitu loh, mall terkeren di … Read More