“Halo, selamat siang. Bisa bicara dengan Bapak Astrid?” “Hhmm??!! Mo bicara dengan siapa?” Terasa perlahan-lahan tanduk di kepala mulai keluar. Siang-siang lagi mumet kerjaan begini, gampang emosi bo’. “Siang, Bu. Maaf ini dengan Ibu Astrid sendiri?” “Tadi katanya Bapak?” “Oh heheee… maaf bu, maksud saya Ibu.” “Hmm. Ada perlu apa Mbak?” “Begini Bu, kami dari lembaga bla bla..” “Sorry, Mbak. Saya tidak tertarik.” “Ouhh..”Suara si mbak di seberang sana terdengar kecewa. “Baik ibu, kalau begi…” KLIK! Langsung saja saya putus. selengkapnya »