Jadi Kita Lebaran dengan Ayam Panggang

Buat seorang perantauan, mudik ke kampung halaman untuk berlebaran adalah momen yang paling saya tunggu. Maklumlah saya termasuk tidak terlalu sering pulang ke Medan, karena waktu libur selain harus disesuaikan juga dengan libur anak, juga disesuaikan dengan isi kantong. (Heh Heh) Apa sih yang paling saya rindukan kalau pulang ke Medan? Yang pertama tentu saja … Read More

[Momen Mudik] Melesat di Hill Park Sibolangit

Hill Park, adalah salah satu theme park yang berada di Sibolangit. Jadi kalau teman-teman sudah pernah dengar Berastagi, maka Sibolangit adalah kota yang akan dilewati terlebih dahulu sebelum sampai ke puncak alias Berastagi. Karena letaknya yang berada di tengah-tengah, tidak terlalu jauh bila dicapai dari kota Medan, maka di Sibolangit inilah jadi lokasi emas dibangunnya … Read More

[Momen Mudik] Kereta Api Bandara Kualanamu

Hai. Saya sudah di Medan, lho. Tahun ini agak cepat ambil cuti mudik, karena ada urusan di Medan dan harus dikejar sebelum masuk libur lebaran. Kita berangkat dari Jakarta jam tujuh pagi lewat sepuluh menit – telat 40 menit dari jadwal – dengan Garuda. Percuma minta penerbangan pagi, berangkatnya telat juga. Tapi penerbangan sekarang pasti … Read More

Ice Cappucino

Finally Punya! Si Cantik Samsung NX2000

Nah, bicara soal rezeki, akhirnya, sesuatu yang baru-baru ini sedang saya impi-impikan terkabulkan juga. Apa itu? Apalagi kalau bukan kamera yang keren dan stylish itu? Samsung NX2000. Asyiiikkk…..!!

Bisa dibilang ini adalah hadiah yang tak terduga dari ayahnya Vay. Sepertinya doi baca dua postingan sebelumnya, di sini dan di sini — yang saya bilang sekarang malas bawa kamera besar, lalu pengen kamera yang ringan dan simpel, akhirnya hatinya melunak juga. Tahu-tahu akhir bulan lalu datang aja gitu paket kiriman, dan saat dilihat tanda terimanya, eh? Apa ini? Ah, thanks ya!

Setelah saya test drive seminggu lebih, ternyata kamera ini memang keren banget. Fitur-fiturnya yang ada benar-benar memudahkan. Pertama, bodynya yang sangat handy dan juga ringan. Kemudian selain pilihan scene mode yang akan memudahkan kita mengabadikan objek foto, fitur-fitur utama yang sangat membantu sekali adalah seperti yang akan saya tulis di bawah ini.

Samsung Smart Camera App, ini adalah aplikasi smartphone yang bisa kita download dari Play Store atau AppStore. Dengan aplikasi ini, begitu kita menghidupkan Samsung Smart Camera kita, maka aplikasi akan otomatis terhubung ke smartphone kita.

Ok. Nah setelah menginstal Samsung Smart Camera App, barulah kita bisa melakukan beberapa fitur andalan berikut ini:

1. AutoShare. Fitur ini memungkinkan kamera secara instan membackup foto-foto hasil jepretan langsung ke smartphone atau tablet kita. Saat selesai menginstall Samsung Smart Camera App, langsung masuk ke menu, dan set AutoShare ke “ON”. Saat kita meng-capture objek, maka hasil jepretan akan disimpan di kamera dan langsung otomatis ditransfer ke smartphone kita.

2. MobileLink. Ini adalah fitur/aplikasi untuk mengakses atau menyalin file yang sudah diambil oleh kamera ke smartphone. Jadi kalau misalnya sudah tidak sabar ingin memotret objek tapi belum sempat menghidupkan Samsung Smart Camera App di smartphone sehingga tidak bisa auto share, tidak perlu khawatir. Sesudahnya bisa pakai fitur ini, kok. Pilih “Select Files from Camera” untuk mentransfer foto-foto ke smartphone.

3. Remote ViewFinder. Sesuai namanya, ini fitur/aplikasi untuk untuk mengontrol kamera via smartphone. Pasti sering kan, mengalami kejadian saat sedang kumpul bareng keluarga atau teman-teman dan ingin foto ramai-ramai, tapi kesulitan untuk berfoto lengkap karena salah satu kebagian tugas memotret. Nah dengan fitur Remote ViewFinder ini, kita bisa berfoto lengkap. Pasang kamera di tripod atau di meja atau di manalah, lalu tinggal intip dari smartphone, apakah semua peserta posisinya sudah pas atau belum. Kasih aba-aba, dan langsung “Jeprettt!” dari smartphone. Tidak perlu ada yang memegang kamera. Asyik banget. Saya sudah coba dengan teman-teman di kantor waktu itu.

Nah. Itu adalah fitur-fitur canggih yang bisa diakses dari aplikasi Samsung Smart Camera App. Oh ya, saya juga bikin video unboxingnya. Sekali-sekali bikin video sendiri gpp dong, ya. Semoga videonya berguna buat yang tertarik ingin pakai Samsung NX2000.

Ini dia hasil-hasil foto yang saya jepret pakai Samsung NX2000, termasuk juga yang saya ambil pakai fitur Remote ViewFinder. Ada yang diambil saat Vay akan ujian kenaikan kelas Yamaha. Dan sebagian besar adalah foto-foto saat mudik lebaran ke Medan kemarin. Anyway beberapa foto ini sudah saya sharing juga di Instagram saya @zizydmk. Mudah-mudahan belum bosan ya! 🙂

Pakai mode Beauty Face

Pakai mode Beauty Face

SAM_0275_Lelah

SAM_0315_Lebaran Day 1 (remove viewfinder)

SAM_0331_Kiddos

SAM_0339_Asyik NgeGame

SAM_0380_@PlayGround Cambridge

SAM_0389_@PlayGround Cambridge

SAM_0280

SAM_0437_Love Sign Sandal

SAM_0480_Rahmat Gallery

SAM_0485_Rahmat Gallery

Sekarang, kalau kemana-mana pasti deh saya bawa Samsung NX2000 ini. 🙂

IMG_20130804_230303

Momen Mudik 2013

Bagi yang merantau ke Jakarta atau kota besar lainnya, mudik atau pulang kampung adalah hal yang dinanti. Selalu ada momen-momen yang hanya bisa didapatkan kalau kita mudik. That’s whyyy kenapa kita rindu untuk mudik. Ada yang tidak suka mudik? Ya barangkali ada, mungkin saja ada yang punya pengalaman gak enak jadi malas mudik, ya gak? Bebaslah. Hati masing-masing ini.

Nah, kemarin pagi, dengan menumpang pesawat Garuda, kami tiba di bandara baru yaitu Bandara Internasional Kuala Namu. Jadi ya, Bandara Polonia yang terkenal itu sudah resmi tidak beroperasi untuk penerbangan komersial lagi. Pertanggal 25 Juli 2013 kemarin, semua penerbangan komersial langsung dialihkan ke Bandara Kuala Namu ini. Kuala Namu ini sendiri terletak di Kabupaten Deli Serdang, sekitar 40km dari kota Medan.

Seperti apa sih Bandara Kuala Namu ini?

Yeahh… keren sih. Keluar dari pesawat pakai garbarata (kalau dulu di Polonia turun menjejak baru naik bus). Ruang tunggu di dalam juga mirip dengan ruang tunggu di Changi. Tapi, kalau dilihat-lihat lagi, bandara baru ini bisa dibilang baru 75% jadi dan sudah ‘dipaksa’ untuk beroperasi. Toiletnya saja belum ada sign board, mana toilet pria mana toilet wanita, dan meski toiletnya bagus, tapi di dalam becek. Petugas yang jaga hanya satu orang untuk keduanya, petugas laki-laki. Porlep tidak ada — which is ini bagus menurut saya karena kalau di Polonia dulu, porlep menguasai semua troley sehingga penumpang tidak kebagian.

Keluar dari bagian bagasi, ada dua petugas perempuan yang stand by untuk penumpang yang ingin bertanya. Bila kita membutuhkan informasi apa pun, mereka akan membantu, terutama informasi transportasi. Sudah pasti ya, namanya bandara baru, jauh dari Medan, transportasi tentu jadi pertanyaan pertama bagi yang baru tiba.

Nah untuk ke Medan, ada taxi, bus, dan kereta api bandara. Kalau naik KA Bandara, biayanya Rp80.000 dan turun di Stasiun Besar Medan. Kemarin sih kita dijemput sama Opungnya Vay, dan perjalanan dari bandara ke rumah — lewat jalan tol — sekitar 30-40 menit.

Bandara internasional ini secara umum masih berantakan. Kalau pesawat mah gak ada masalah ya, yang penting kan bisa mendarat dengan aman. Tapi untuk penumpang, pengantar, suasananya masih belum kondusif. Baru mau keluar parkir saja sudah ada tukang parkir liar. Driver kita tanya, “Bukannya nanti bayar pas keluar?” lalu dijawabnya begini, “Oh iya, itu lain. Ini sih kebijaksanaan saja.” Kebijaksanaan apa pulaaaak kawan ini? Kita berlalu saja, tanpa memberi tentu saja.

Yah. Bandara ini keren memang, dari luar. Tapi sebaiknya sih, ya, mumpung ini dibangun dari nol, tunggu benar-benar rampung deh baru beroperasi. Kan enak kalau menerapkan peraturan dan tata tertib saat sudah ready. Sayang nih kalau judulnya saja internasional tapi hal-hal remeh temehnya tidak internasional. Kalau kata ayahnya Vay, font yang dipakai untuk sign board juga tidak standar internasional, beda dengan bandara-bandara internasional lainnya.

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Bandara International Kuala Namu

Main Kembang Api

Nah. Momen mudik yang berkesan setiap kali pulang kampung adalah, Vay bisa main petasan dengan saudara-saudaranya. Di Jakarta dia gak mau lho disuruh pegang kembang api. Tapi di sini dia berani. Dan kemarin malam, dia main terus gak berhenti-henti. Kayak gak ingin kehabisan waktu main dengan sepupunya hehe…

Yang lucunya, mbak-mbak yang kerja di rumah pengen banget foto-foto dan ngerekam si Vay. Gemes gitu mereka. 🙂 Belum tahu aja dia bagaimana Vay kalau udah keluar ‘singa’nya, bakal berubah pikiran kali ya, hahaha…

 

Akhir kata, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H. Mohon maaf lahir dan bathin apabila ada salah-salah kata dan perbuatan selama ini.