Awalnya dari sebuah situasi. Ada beberapa teman pria di kantor yang menganggap saya adalah “angsa pemilih”. Hmm sebenarnya saya tidak tahu apa istilah yang tepat, jadi saya putuskan pakai istilah “angsa pemilih” saja. Well, saya tidak tahu apakah selain mereka ada orang-orang lain lagi, tapi yang jelas beberapa orang ini memang terang-terangan mengungkapkan rasa penasaran mereka tentang diri saya, yang kadang berharap akan saya jawab, tapi lebih sering ya cuma dapat lengosan saja. Toh tidak semuanya harus dibagi kan? Yang dimaksud dengan pemilih di sini adalah memilih hal-hal yang “seharusnya wajar untuk saya.” Bukan pilih-pilih teman, tapi pilih barang, pilih makanan, dan semuanya. Saya sendiri tidak tahu kenapa mereka beranggapan begitu. Tapi saya rasa mereka hanya suka menduga-duga saja, menilai-nilai, seperti halnya saya [...] selengkapnya »
Tags: angsa, fast food, Gengsi, Perempuan, Pria, tea, teh
