Breastfeeding While Working

Secangkir teh susu: “Seharusnya ipar saya hadir di acara ini,” itulah yang pertama kali tercetus di pikiran saya saat hadir di acara ini. Ipar saya, yang baru melahirkan anak pertamanya sebulan lalu, sudah gagal ASI eksklusif sejak pulang ke rumah dari rumah sakit. Katanya asinya hanya keluar sedikit, jadi dia dan suaminya pun memutuskan untuk memberikan susu formula pada si bayi, dan kemudian berlanjut sampai sekarang, tanpa saya tahu apakah si ibu masih menyelingi juga dengan asinya (yang katanya sedikit itu).

Breastfeeding While Working. Mungkin tema ini sudah sering sekali dibahas dalam beberapa talk show kesehatan, dan juga gampang didapat informasinya di internet, tapi percayalah, beda rasanya bila mendengarkan langsung dari pakarnya.

Breastfeeding While Working

Breastfeeding While Working

Siang tadi, bertempat di RS Pondok Indah Puri Indah, dariperempuan.com disponsori oleh NUK mengadakan acara talk show bertema Breastfeeding While Working dengan pembicara dr.Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC dan Angel Karamoy sebagai moderator. Acara yang mayoritas dihadiri oleh kaum hawa, baik dari pasien RS yang sedang hamil, blogger, hingga undangan umum ini mulai tepat pukul 9.30 pagi dan berhasil menggaet antusiasme peserta. Sesekali tawa geli menggema karena penyampaian lugas dari dr.Jeanne. Apalagi dokter juga membawa boneka bayi untuk mempraktekkan posisi-posisi pelekatan yang benar, jadi saat dokter mempraktekkan bagaimana posisi yang bisa dicoba oleh ibu yang memiliki payudara besar, tawa pun menggema. Termasuk dari kaum pria yang hadir ya, bo’…

20130615_105629

20130615_111320

Lalu, sebenarnya masalah apa saja sih yang sering dialami oleh ibu menyusui? Kalau melihat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta, kebanyakan ibu ternyata mengalami perasaan yang sama saat baru melahirkan, yaitu kurang yakin bisa sukses menyusui karena air susu yang keluar di satu dua hari pertama sangat sedikit (hanya setetes-setetes). Pasangan juga masih bingung dengan siklus tidur bayi baru sehingga tidak yakin benar apakah bayinya ini menangis karena lapar atau bukan, sehingga ibu jadi stress. Disusul oleh kekhawatiran ibu yang bekerja, apakah mereka bisa mempersiapkan ASI perah yang cukup untuk bayinya ketika mereka harus kembali bekerja.

20130615_115331

Maka tak salah bila dikatakan tepat sekali talkshow tadi diadakan. Ini dia poin-poin penting yang disampaikan oleh dr.Jeanne tadi:

  1. ASI, salah satunya, adalah hak anak, maka berikanlah ASI Eksklusif selama 6 bulan penuh. ASI eksklusif berarti hanya ASI saja tanpa tambahan cairan lainnya, baik air putih, air teh, air jeruk, susu formula. Juga tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Bila sanggup, susui bayi terus hingga bayi berusia dua tahun atau lebih.
  2. Agar ibu semangat dalam menyusui, harus didukung oleh pasangan, keluarga & lingkungan sekitarnya. Karena itu, saat ibu sudah memasuki trimester kedua kehamilan, sudah harus mulai mencari informasi tentang ASI dengan cara berkonsultasi dengan bidan atau dokter kebidanan, dan mencari RS yang punya fasilitas rawat gabung.
  3. Ibu tidak boleh stress. Ibu harus rileks, happy, dan pede saat menyusui bayi. Apabila ibu sedang capek dan lelah karena menyusui, maka pasangan juga harus turun tangan membantu mengembalikan stamina dan mood ibu. Caranya mudah, mulailah dengan membantu memijit punggung istri dari atas ke bawah selama 10 menit. Rasa rileks akan segera kembali, dan air susu pun lancar. Cara lain juga bisa dengan memijit betis dan kaki istri.
  4. Bila ibu ingin menyiapkan ASI perah untuk kebutuhan bayi saat ibu harus kembali bekerja, maka ibu harus sudah mulai memerah sejak minggu pertama melahirkan. Dan ajarkan sejak dini pada bayi untuk mencoba minum ASI perah melalui sendok atau pipet. Sebaiknya hindari penggunaan botol agar bayi tidak bingung puting.
  5. Carilah informasi lebih lanjut dan sebanyak-banyaknya mengenai tata cara penyimpanan ASI perah.

20130615_114609

Sama seperti peserta lainnya, saya juga merasa disegarkan kembali dengan talk show kali ini. Meskipun sudah tidak menyusui lagi saat ini, tapi tetap harus update ilmu dong, karena ilmu seperti ini wajib diketahui oleh setiap ibu, agar ibu bisa sharing kepada teman, keluarga, atau lingkungan yang membutuhkan. Benar, gak sih?

Di akhir acara, beberapa peserta pun maju untuk memberikan testimoni. Seorang ayah muda yang istrinya baru melahirkan, dengan bersemangat menyampaikan rasa bersyukur dan terima kasih kepada RSPI Puri Indah dan juga dariperempuan.com karena sudah mendapatkan ilmu berharga dari talk show ini. Merasa semakin sadar bahwa sebenarnya keberhasilan istri dalam menyusui itu tak lepas dari dukungan suami. Para ibu hamil pun keluar ruangan dengan wajah sumringah dan pede, karena sudah mendapatkan pengetahuan banyak tentang laktasi dari ahlinya. Oh ya, RSPI Puri Indah ini ternyata juga sudah mempunyai Klinik Laktasi, sehingga ibu hamil tak perlu ragu untuk berkonsultasi mengenai laktasi pada ahlinya di situ.

Vay…. selalu mau mejeng…. :)

Jadi tak ada alasan untuk tidak menyusui ya, Bu! Semangat!

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

17 thoughts on “Breastfeeding While Working

  1. Ibu2 hamil memang harus memiliki pengetahuan yg baik ttg ASI, ASI eksklusif sebelum bayi nya lahir, sehingga ketika melahirkan si ibu sudah punya ilmu banyak dan tentunya harus ada support (terutama suami) dari keluarga dan lingkungan.

  2. Mau tanya, memang definisi eksklusif itu tidak diberikan makanan lain selain ASI. Bukannya anak harus belajar makanan padat juga ya? terutama di usia 6 bulan.

    • Zizy

      Benar Pak. ASI Eksklusif hanya 6 bulan, setelah itu harus dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI…

  3. vay ikutan? 🙂

    ah ya ingat teman saya sering sekali memompa asi di kantor jadi stiap pulang kerja membawa beberapa botol asi yang disimpan di lemasri es dikantor

    ternyata ya asi itu penting hingag diseminarkan

    trimakasi kak zee 🙂

  4. hebat nih salut sama ibu2 bekerja yang masih bisa memberikan ASI buat anak-anaknya. Aku merah asi cuma 3 bulan selebihnya males jadi bawa2 anak kemana-mana hehehe karena gentongnya aku bawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *