Merokok saat Menyetir?

Banyak orang yang saya lihat, suka sekali merokok saat menyetir. Entah ya, dalam pandangan saya, sebuah mobil yang berjasa mengantar kita kemana saja, sama halnya dengan benda yang harus kita rawat dengan benar. Menjaganya dengan benar seperti menjaga anak kita sendiri.

Dan merokok di dalam mobil sama sekali tidak termasuk kategori merawat. Merokok di dalam mobil jelas mengotori mobil, asapnya bikin interior bau, abunya lengket kemana-mana. Belum lagi kita yang ada di dalam mobil juga serasa jadi asbak rokok, karena bau rokok itu lengket di baju dan badan. Dan pernahkah terpikir bahwa menyetir sambil merokok itu sama bahayanya dengan menyetir sambil main handphone?

Yang herannya, fenomena mereka yang sering merokok sambil menyetir ini belakangan tambah banyak. Kebanyakan remaja atau karyawan yang naik mobil pribadi mewah. Dan lebih heran lagi, mereka merokok dengan kaca hanya terbuka lima senti dari atas, artinya AC mobil tetap hidup. Busettt…. Sampai saya bilang, mobil sih keren, BMW tapi kelakuan sama saja dengan supir mobil angkot.

Buat yang remaja, yah sudahlah, gak usah heran, nasihat gak akan mempan, mobil juga masih mobil bokapnya, merokok dengan AC menyala itu biasa buat mereka. Diomelin juga cuma masuk telinga kanan keluar telinga sebelah kiri.

Menyetir saat Merokok? Big No!

Ini mirip nih dengan kelakuan abang saya dulu waktu masih remaja. Setiap malam minggu kalau gak minjem mobil saya (kebetulan saya yang dikasih mobil waktu itu, dan doi cuma dikasih motor hehee) dia minjem mobil papi saya. Begitu doi pulang, selalu saja mobilnya jadi bau rokok. Doi selalu berkelit, bahwa dia merokok sambil buka jendela dan tidak menyalakan AC, tapi bukti-bukti kan tidak bisa bohong. Begitu AC dihidupkan, terciumlah bau rokok yang kuat, dan ada bekas-bekas abu di dekan window AC. Woww… ternyata doi merokok sambil buka jendela, tapi AC juga hidup. Kalau sudah begitu, saya akan marah-marah dan merepet panjang. Next Saturday, kunci mobil disembunyikan. 😀

Tapi kalau mobil papi saya yang dia bikin bau rokok, papi saya langsung ngamuk besar. Dia harus cuci mobil sampai bau itu benar-benar hilang. Papi saya itu tidak merokok, dan sangat anti dengan mobil yang kotor dan bau. Sama dengan saya, kalau sudah ketemu mobil bau dan kotor, langsung bete. Untunglah sekarang abang saya sudah berubah. Sekarang tidak pernah lagi merokok di dalam mobil. Mungkin karena sudah punya tiga anak yang selalu ikut di mobil kemana aja dan karena mobilnya sudah dia beli pakai uang sendiri, hahaha…

Nah yang udah tua-tua ini nih. Sudah tua kok kelakuan masih kayak remaja, merokok di dalam mobil dengan kaca jendela tertutup. Bulan lalu saya lihat cowok berpakaian rapi mau ngantor naik Honda City, tapi jendela dibuka, dan doi merokok. Padahal bajunya rapi jali layaknya orang mau ke kantor. Hiii… gak kebayang deh badannya yang bau rokok itu saat masuk ke kantor. Sudah jelas, tidak ada wanita yang sudi berdekatan dengan laki-laki yang badannya bau rokok. Cih.

Yang paling bikin emosi adalah kalau dapat supir gak tahu diri yang juga merokok di dalam mobil. Kalau saya pergi kantor, saya sering tuh berbarengan dengan mobil Hummer hitam yang berplat khusus. Saya lihat isinya seorang supir berambut cepak (well, dari tampangnya kelihatanlah emang dia jabatannya supir) dan di sebelahnya ada anak laki-laki berpakaian SD. Si supir gembel ini tenang-tenang saja merokok dengan kaca terbuka setengah, kelihatan gak peduli dengan kesehatan anak bosnya di sebelah. Gile bener, mustinya ini supir ditatar dulu sebelum menyetir Hummer.

Saya termasuk yang “kejam” dengan teman-teman yang pengen merokok di dalam mobil. Dulu waktu masih kuliah dan jadi anak band, sempat kecolongan satu kali waktu ada teman yang naik sambil merokok. Mau ditegur kita semua udah keburu naik ke mobil dan saya segan waktu itu karena ngelihat codet di pipi dan tatonya banyak, hahaha… Jadilah dibiarkan sekali itu. Tapi besoknya, begitu saya tahu kalau saya ternyata lebih preman daripada dia yang bertatoo, langsung keluar galaknya. Sebelum naik mobil, harus matikan rokok sejauh mungkin baru boleh naik. 🙂

Sahabat saya juga ada yang perokok aktif. Biarpun dia memohon-mohon ingin merokok ketika kami sedang di  tengah jalan, saya pasti menolak. Saya akan cari tempat untuk berhenti, lalu kami berdua turun dan saya temani dia merokok sebentar. Katanya saya kejam banget masa merokok aja harus turun dari mobil hahaa..! Ya habis gimana, saya tidak mau mobil saya bau dan kotor. Biarpun mobil saya bukan mobil mewah, tapi saya sayang sama mobil saya. Jadi dia harus tetap bersih dan wangi. Sampai security di kantor memuji setiap kali buka pintu mobil untuk pemeriksaan. “Mbak ini mobilnya bersih terus ya, wangi lagi.” Yoi dong, gak percuma dulu tiap sore ogut cuci mobil sendiri :D.

Jadi jelas saya akan ngamuk besar kalau ada yang pinjam mobil tapi berani-beraninya merokok. Langsung masuk black list.

Nah biar saya dan teman saya sama-sama aman, akhirnya kami lebih sering ketemu di tempat janjian saja. Soalnya saya juga gak mau naik mobil dia, karena bau rokoknya itu. Dan dia juga tidak bebas naik mobil saya karena tidak bisa merokok. Tapi ada kabar baik juga. Setelah teman saya itu hamil, dia praktis harus berhenti merokok. Cuma katanya masih curi-curi merokok juga waktu menyusui. Ya sudlah, gak papa, namanya juga sudah suka, asal gak berlebihan saja.

Syukur deh hubby bukan perokok. Jadi bukan cuma mobil yang bersih, rumah juga bersih dari polusi rokok.

Nah buat yang suka merokok saat menyetir dengan AC menyala, percayalah… Anda bukan cuma membunuh diri Anda pelan-pelan, tapi juga membunuh mobil Anda dan menyumbangkan lebih banyak polusi. Lebih baik tahan sebentar keinginan Anda sampai ketemu tempat yang pas untuk merokok. 😀 Malu dong, mobilnya keren tapi kelakuan gak beda sama supir angkot.

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

103 thoughts on “Merokok saat Menyetir?

  1. asmor

    orang yang merokok mesti nya lebih tau diri dengan tidak merokok di mobil orang kecuali diijinkan. Kalo di mobil sendiri sih saya pikir tidak masalah, toh tidak mengganggu orang laen, si perokok sendiri yang merasakan efek positif dan negatif dari rokoknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *