Radio Oh Radio

Sudah sejak tiga bulan terakhir, saya punya hobi baru. Denger radio sambil nyetir. Awalnya saya denger radio ini karena bosan dengan lagu-lagu mp3 di usb, lalu iseng putar channel, ingin tahu seperti apa sih radio Jakarta.

Pertama saya pilih-pilih channel yang kira-kira cocok dengan selera. Dan ternyata, penyiar radio di sini doyan banget ngobrol. Sempat heran juga awalnya, setiap ganti channel, pasti penyiarnya lagi ngomong. Lalu lama-lama, saya pikir, mungkin sekarang memang sedang trend-nya begitu.

Di setiap acara, pasti dibawakan oleh dua orang penyiar, cowok cewek atau cowok cowok atau juga cewek cewek. Radio-radio ini biasanya buka layanan interaktif dengan pendengar, boleh sharing apa saja termasuk juga request lagu (duh jaman dulu banget ya boo’..).

90.4 FM. Salah satu yang jadi channel favorit saya setiap pagi. Nama acaranya Breakfast Club (kalo ga salah), dan penyiarnya interaktif banget. Penyiar tetapnya Santy Bonis (ga tau bener ga ini ejaannya), yang suka pasangan dengan Indra Herlambang atau Hedi Yunus. Mereka ini kalo siaran fun banget, trus juga kreatif. Selalu bisa nemuin sesuatu untuk dijadikan lelucon dari topik yang sedang dibicarakan. Trus juga pakai bahasa banci, yang aneh-aneh… Yang paling lucu kalo saya ga salah dua tiga minggu lalu, waktu itu Indra pasangan dengan Dave. Aduhhhh, saya sampai cekikikan sendiri sepanjang jalan (kayak hantu aja cekikikan). Si Dave itu bawaannya becandaaa… mulu, sampai ada cosmoners (itu sebutan untuk pendengar Cosmopolitan FM) yang kirim sms bilang mereka itu kayak radio lawak. Ya ga heran juga, secara para penyiar di situ punya jam terbang tinggi, ngemsi or jadi presenter tv.

Bukan cuma radio Cosmopolitan saja. Oz, I Radio, juga punya acara mirip-mirip. Biasanya mereka minta info traffic dari para pendengar. Bisa bayangin kan? Pihak radio tidak perlu mengeluarkan biaya apa-apa utk mendapatkan info traffic, tapi cukup menerima sms dari pendengar saja. Info traffic ini yang paling banyak ditunggu-tunggu, secara Jakarta always macet, jadi begitu ada info macet atau banjir atau pohon tumbang, kan bisa langsung muter arah.

Trus, biasanya pendengar diminta untuk sharing pengalaman soal topik yang sedang dibicarakan, kemudian yang punya pengalaman paling seru, akan mendapat hadiah dari sponsor. Yah, mungkin ini salah satu iming-iming agar pendengar mau stay tuned di channel mereka.

Kalo Oz biasanya kasih hadiah CD lagu atau tiket nonton bareng, lalu Cosmo nawarin hadiah paket kecantikan dll. Mungkin hadiah-hadiah ini biasa saja, tapi sepertinya pendengar tetap banyak yang ingin berpartisipasi. Bisa jadi ini hiburan buat mereka yang lagi terjebak macet di jalan — sama seperti saya, jadi ikutan kuiz dll bisa jadi kesenangan tersendiri. Nothing to lose-lah. Kemudian acara ngebanyol ini juga lalu diselingi dengan konsultasi, mulai dari membahas soal menata interior rumah or ruangan kerja, merencanakan keuangan keluarga, sampai juga topik kesuburan.

Kalo Cosmopolitan siaran pake bahasa gaul atau bahasa banci, Oz yang penyiarnya cowok-cowok punya gaya yang cowok banget. Mereka paling suka nyerempet-nyerempet bicara ke yang agak-agak porno, trs kuisnya suka yang aneh-aneh. Saya klo dengar Oz biasanya sore, kalo pulang kantor. Ini juga radio orang-orang gokil, karena pasti ketawaaa mulu. Ancur abiez.

Kalo I-Radio, bahasanya Betawi banget…. duh, masih belum cocok rasanya di kuping. Mungkin karena suara penyiarnya kurang enak didengar, jadi ocehan betawinya jadi rada-rada ga menarik didengar. Eh, tapi dia iklannya juga banyak loh.

Belakangan ini, saya selalu menemukan topik yang sama yang sudah dibahas sebelumnya oleh radio A, lalu sore atau besoknya sudah dibahas lagi oleh radio B. Wah, apa mereka contek-contekan? Misalnya topik pembangunan koridor busway yang macet, lalu soal banjir, atau bahkan topik yang tidak umum, kok ya bisa sama sih??

Wah jadi gak seru lagi, udah basi sehari sebelumnya terus dibahas ulang. Tapi mungkin itu gak masalah buat mereka, soalnya iklan yang masuk juga banyak banged. Bukan ngitung-ngitung, tapi karena sering dipantengin jadi hapal. Minggu terakhir ini saja, sudah bertambah 2-3 adlib di tiap radio. Jadi bisa bayangkan semakin panjanglah waktu cuap-cuapnya penyiar daripada muterin lagu. 🙂

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

15 thoughts on “Radio Oh Radio

  1. Iyah emang siaran paginya I radio jauh dr expectasi gw ttg konsep siaran pagi. Sy lebih mending dengerin siaran paginya Woman RAdio–lagunya enak2–, atau cosmo ( walaupun kdg mrk ributttt banget). Kalo mo sedikit intelek dengerin deltanesianya Farhan. Lucu juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *