Petugas Parkir Nakal di Mall

Kemarin malam, ketika Baby Vay sudah terlelap tidur, jam delapan lewat saya dan hubby pergi ke Mall Kelapa Gading. Sebenarnya ini bukan jadwal kami untuk keluar, selain karena semalam adalah hari Minggu malam dan besoknya kami harus kerja pagi, cuaca juga sedang kurang bersahabat alias hujan.

Tapi berhubung beras hubby sudah habis, jadi kami bela-belain pergi juga mumpung ada waktu. Mungkin teman-teman pikir, kok beli beras saja sampai ke MKG sih? Hehehe… Iya, hubby saya memang mengkonsumsi beras organik yang kebetulan hanya dijual di Healthy Choice.

Sudah agak lama tidak main ke MKG (padahal dekat dari rumah kami), ternyata kami menemukan bahwa ada sesuatu yang baru di sini. Apa itu? Sekarang…… semua petugas parkir di Mall Kelapa Gading mengenakan rompi oranye dengan tulisan di punggung : “MOHON  TIDAK MEMBERIKAN TIP.”

Wow. Kaget juga. Sebab seingat saya (yang paling hobi main ke MKG, sementara suami saya sendiri paling tidak suka ke MKG), di areal parkir MKG1, ada papan ferboden berukuran kira-kira 1m lebih, yang isinya juga bertuliskan : “Mohon tidak memberikan tip.”

Dari dulu (bahkan sampai sekarang) saya sudah feeling kalau itu hanya sebatas pajangan. Cuma sekedar basa-basi. Masalahnya, pada kenyatannya para petugas parkir di situ justru tidak mengacuhkan isi “himbauan” tersebut. Lihat aja tampangnya. Tampang duit semua. Kalau tampang aja udah tampang mata duitan, sudah pasti kelakuan juga gak jauh-jauh dari yang namanya mencari keuntungan pribadi.

Salah satu contoh kelakuan petugas parkir mall yang nakal adalah : nge-tekin slot parkir. Jadi biasanya mereka udah punya daerah masing-masing, lalu kalau ada slot kosong buru-buru mereka tutupin dengan cone. Habis itu mereka sembunyi di balik pohon, atau pura-pura sibuk dengan yang lain, sengaja membiarkan pengemudi lewat begitu saja dengan hati bertanya-tanya kenapa ada cone disitu. Apakah dilarang parkir atau kenapa?

Tapii………..begitu ada mobil mewah melintas, atau kalau pengemudinya bermata sipit, langsung pada keluar dari balik pohon dan memberi kode-kode tertentu pada si pengemudi yang kira-kira artinya adalah : “Bos..! Ada parkir nih, dua ribu aja boss…!!” Nah hubby saya termasuk yang sering dikejar-kejar tukang parkir mall, soalnya matanya sipit, kulitnya pun kayak kulit orang Chinese. Tapi karena hubby selalu buang muka, tukang parkir pun mafhum. Mungkin dia bilang, “Ah, koko yang ini pelit!” Hahahaha….

Nyebelin memang. Hubby saya semalam juga begitu, dia lihat di sudut sana ada slot parkir kosong tapi ditutupi cone. Petugas parkir tidak ada, mungkin sembunyi entah dimana biar tidak bisa diminta memindahkan cone. Langsung aja cone ditabrak oleh hubby saya. Baru deh petugas parkirnya lari-lari mendekat. Ketika ditegur kenapa ada parkir kosong kok ditutup-tutup, si petugas ngeles, katanya bukan dia yang berbuat.

Lalu hubby saya pun iseng manas-manasin, katanya wah bos kok kejam amat sampe disuruh pake rompi begitu. Si tukang parkir yang mendapat angin langsung menyambut. “Iya pak, emang nih si bos kelewatan. Kasih tahu tuh pak!”

Kalau saya pribadi, saya tidak keberatan memberikan tip pada petugas parkir. Ya tidak apa-apalah kalo memang mereka membantu, mulai dari mencarikan kira-kira yang mana yang kosong, dan  mengarahkan mobil dengan baik.

Tapi kalau model tukang parkir mall nakal itu beda, mereka memang sengaja nge-tekin parkir biar tidak bisa dipakai. Orang mau parkir tidak dibantu mencarikan parkir, cuma dicuekin. Lihat saja kelakuan tukang parkir di MKG1 itu, kita mau keluar parkir, dia cuek aja ngobrol-ngobrol sama temannya.

Padahal sebenarnya pengendara kan sudah dikenakan biaya parkir yang tidak murah. Kita bukan cuma bayar biaya masuk saja, tapi kita bayar untuk parkir di dalam, termasuk juga jasa pelayanan parkir yang baik dari para petugas. Atau anda datang dengan diantar sopir? Silahkan lihat sendiri bagaimana sopir Anda yang sibuk cari parkir sendirian, gak ada petugas yang mau bantu. Alasannya ya sudah pastilah, sopir kan gak mungkin kasih tip.

Dan yang lebih parahnya lagi, para tukang sapu juga sudah ikut-ikutan mencarikan parkir. Ya iyalah, siapa sih yang gak ingin dapat duit cepat? Apalagi cuma dengan modal nge-tekin slot parkir. Lihat tuh tukang sapu di Plaza Senayan. Kalo ada slot kosong, dia akan berpura-pura sedang menyapu dedaunan, tapi nyapunya gak pindah-pindah… di situ-situuuu aja. Hahahaha… Nah, nanti begitu ada mobil datang, baru dia ganti profesi jadi tukang parkir. 🙂 Jadi bukan cuma preman yang hobi rebutan lahan parkir di luar sana, petugas parkir dan tukang sapu mall pun berebut lahan di dalam mall.

Nah melihat petugas parkir di MKG dipakaikan rompi “hukuman” seperti itu, saya senang. Itu secara langsung sudah menunjukkan ke orang-orang bahwa para petugas parkir di situ memang nakal dan kita para pengunjung mall bisa bebas parkir di mana saja tanpa wajib memberikan tip. Mudah-mudahan saja peringatan keras itu memang berhasil dan bukan basa-basi. Yang perlu dikhawatirkan justru bila para petugas parkir jadi semakin tidak peduli sama pemilik kendaraan karena tidak ada uang tip.

Ah tapi tidak boleh pesimis. At least pihak mall sudah keluar modal untuk buat rompi, berarti kalo ada petugas parkir yang tetap membandel, pecat aja! Mall lain ada yang mau menyusul membuat rompi seperti itu? Buat bapak ibu bos pengelola gedung, mohon sesekali memperhatikan para petugas parkirnya ya. Biar para pengunjung mall juga nyaman berkunjung ke mall Anda.

**Sayang sekali saya tidak sempat memotret punggung rompi petugas parkir di MKG tadi malam. Kalau mau lihat bisa datang sendiri kesana. 🙂

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

48 thoughts on “Petugas Parkir Nakal di Mall

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *