“She’s Not My Type”

Medan, 16 Mar 07

  • 12.50 wib

Tadi aku keluar lunch sama Iren. Awalnya kita niat mau makan mie kumango di Foodcourt Cabe Rawit (Sun Plz), ini gara-gara Iren ketagihan ama rasanya. “Ternyata enak ya Sy, banyaknya juga pas.”

“Dulu kau bilang kau gak suka, sekarang kau bilang enak…”

“Ah, kapan aku bilang gitu?” kekekekeek….. dah dah, stop stop..!!

Tapi waktu kita tiba di stand Mie Ayam Kumango? “Belum datang kak, mie nya…”

“Loh! Kok kayak gitu? Udah jam berapa ini?”

“Iya kak..belum datang…” jawabnya lagi dengan logat batak yang totok.

“Bah! Tutup ajalah kelen kalo kek gitu..!” 🙂 gak jelas banged kan, udah jam 1 siang gitu loh..

Aduh, kemana lagi nih. Jalan pelan-pelan membaca setiap shop sign toko, ada kwetiaw penang, ada steak-steak-an, sampai diujung ketemu martabak.

“Aku martabak ajalah Sy,” ceplos Iren,“Biar ga terlalu kenyang.”

“Hmm.. tapi masak baru kan Mbak? Bukan yang dipajang ini yang dikasih nanti, kan?”

“Ya masak barulah kak. Ini kan pajangan aja.”

“Mana tahu kalian mau hemat.” Hihihihi…

“Meja berapa Kak?”

“Gak tahu, pokoknya di ujung sanalah. Depan Texas.” Texas Fried Chicken maksudnya.

“Bawa ini aja ya Kak.” si pelayan menyerahkan sebuah melamin nomor tunggu.

“Berapa lama kira-kira Mbak?”

“Cepat kok kak, cuma lima menit.” Jawabnya sambil senyum-senyum. *apa pulak kakak inilah, kok senyum2 pulak dia..?!*

“Lima menit? Berarti gak dimasak itu Sy.” Cetus Iren.

Si pelayan ketawa. “Gaklah kak`e. Dimasaklah…”

Habis itu kami ke stand minuman, yang langsung dikerubuti tiga cewek, ada dari Freshtea, ada Sosro, dan dari Nu Green Tea (“so ra no sitade oki kunatee…”). Masing-masing berceloteh mencari perhatian, eh… mencoba membujuk sih sebenarnya, mau pilih mana dari tiga pilihan itu.


So… sambil menunggu martabak datang, kami duduk. Terus tiba-tiba Iren nyeletuk. “Sy, adek sebelah ini cantik…” katanya sambil memberi kode dengan sudut mata.

Ya aku ikuti lah gerak mata Iren. Mencari-cari.

“Yang mana?” aku tanya begitu karena aku gak menemukan sosok yang ‘cantik’ menurutku.

“Ini, sebelah kita ini…”

Pandangan mataku berhenti pada dua cewek yang sedang duduk berdampingan menghadap kami. Salah satu yang berbando biru — pasti itu yang dimaksud Iren.

“Cantik kan Sy?” kejar Iren dengan mata berbinar.

“Emm… bukan tipeku sih…” kataku melengos.

“Aku suka. Cantik banged mukanya.”

Lalu kami mengobrol ngalur ngidul gak jelas. Sampai ketika kami akan melakukan refund untuk kartu Cabe Rawit, kembali lewat dua orang cewek.

“Yang di belakangmu ini cantik banged. Lihat, lihat..”

Iren menoleh ke belakang, dan menilai sebentar.

“Ah, not my type.”

“Halah… gayamu..”

“Iya, aku gak suka cewek yang kayak gitu.”

“Itu kan cantik, Ren. Lebih sexy menurutku.”

“Aku suka yang kayak tadi, itu tipe ku. Lebihh…emmm…” Iren mikir.

Loh loh loh!.. Sedetik kemudian kami kayak tersadar! Hah!!! Heellloowwwww..!! Wakakakakakaa…..

“Sy….! Kok kita dari tadi ngomentarincewek terus? Bukannya cowok..! Kok jadi ganti selera pulak kita hari ini.”

“Nggak jelas!! Gara-gara kau ren, tahapa ‘not my type’…!” Keluar langsung anak batak nya !

“Kau-lah.”

“Kau.”

“Kau.”

“Kau.”

Waakkaakaka…. kami jadi ketawa-ketawa histeris begitu menyadari kekonyolan kami.

Alhasil untuk kembali ke jalan yang benar — sebelum kami berdua jadi keterusan konyol ‘menaksir cewek’ — kami langsung belok masuk ke butik, untuk iseng-iseng nyoba blus atau rok lalu saling ejek-ejekan, dan ujung-ujungnya gak jadi beli sama sekali! Hhahahahaha…

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

One thought on ““She’s Not My Type”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *