Tali Asih “Buku Berjendela”

Terkejut. Itulah yang saya rasakan saat Jumat sore kemarin sampai di rumah, dan menemukan benda berukuran besar bersampul coklat. Eh, apa ini? Paket dari siapa? Saat saya membaca tulisan di potongan kertas putih di depan paket, refleks bibir ini tersenyum. Ternyata paket itu adalah Tali Asih dari Pakde Cholik.

Buru-buru saya ambil gunting (emang paling demen dah kalo urusan buka kado :D) lalu saya gunting kertas pembungkus coklat itu mulai dari sudut. Aaah. Ya ampun. Saya terkesiap saat melihat isinya. Ini buku yang memang saya ingin-inginkan untuk Vay, tapi always lupa beli kalau ke Gramed. Aduh baiknya Pakde yang satu ini. Benar-benar tak menyangka. Pakde telah mengirimkan “Buku Berjendela” dengan judul : HUTAN, salah  satu seri dari “Lihat Sekelilingmu”.

Oh ya. Buat yang belum tahu apa itu “Buku Berjendela”, saya kasih tahu sedikit ya. Buku Berjendela adalah jenis buku yang isinya biasanya berupa gambar-gambar dengan jendela, dan kalau jendela itu dibuka – bisa ke atas, ke bawah, ke kanan, ke kiri – maka kita akan menemukan keterangan di baliknya.

Terima kasih ya Eyang untuk Tali Asihnya... ^_^

Luar biasa ya perkembangan buku pengetahuan sekarang. Kalau dulu kita harus memiliki banyak buku tentang masing-masing binatang, sekarang sudah dirangkum menjadi satu, dan dikelompokkan sesuai habitatnya. Ada yang khusus binatang-binatang di laut, lalu binatang-binatang buas, semuanya lengkap. Dengan buku model begini, orang tua atau pengasuh jadi lebih mudah dalam mengajar anak.

Contohnya, saat Vay menunjuk gambar FOX (Rubah) dan dia bilang, “Ini anjing,” dia tidak sepenuhnya salah, karena saat jendela di buka, di situ tertulis : “Rubah termasuk keluarga dekat anjing. Rubah hewan malam dan tidak hidup berkelompok. Ia bergabung dengan rubah lain hanya ketika akan mempertahankan teritorinya.” Lalu sebagai perbandingan, saya menunjuk gambar lain yang agak mirip dengan FOX, yaitu gambar WOLF (Serigala), dan saya buka jendelanya. Saya baca : “Serigala tidak hidup sendirian, melainkan berkelompok. Serigala tahu teknik licik berburu secara berkelompok, yang diwariskan secara turun-temurun.” Nah, ketemu sudah perbedaan antara dua binatang yang sekilas mirip itu.

Sesaat kemudian dia menemukan gambar dua jenis landak. Yaitu PORCUPINE (Landak) atau landak biasa yang berbulu tajam dengan HEDHEGOG (Landak Susu). Kalau Porcupine melindungi dirinya dengan menegakkan durinya saat merasa terancam, maka Hedhegog melindungi diri dengan cara menggulung dirinya. Perbedaan keduanya memang terlihat dari jenis durinya. Landak biasa tidak bisa bergulung karena durinya keras dan panjang-panjang.

Namun ternyata Vay sudah tahu cara membedakan kedua landak itu. Saat lihat Porcupine, dia bilang  : “Ini kan kayak yang di Pooh.” Maksudnya di film Tigger & Pooh. Lalu saat lihat Hedhegog dia bilang, “Ini temannya Timmy.” :). Yang sering nonton My Friends Tiger & Pooh di Disney Channel, tentu tahu karakter Porcupine yang ada di situ. Yaitu seekor landak yang  merupakan teman baik dari Turtle. Porcupine sangat sayang pada Turtle, karena hanya Turtle satu-satunya teman yang bisa memeluknya tanpa tertusuk (yoilah, kura-kura gitu loh hehee). Sementara di film Timmy Time (juga di Disney Channel), ada tokoh landak susu bernama Apricot yang kalau kaget atau ketakutan langsung menggulung badannya kayak bola. Gak percuma juga ternyata si Vay dikasih tontonan anak-anak di TV, ternyata jadi bisa hapal binatang dengan sendirinya.

Vay paling suka mengamati binatang

Pertanyaan yang paling sering Vay ajukan adalah kalau dia melihat binatang yang sendirian. Kalau induknya sendirian, dia tanya anaknya mana. Kalau dia lihat anak binatang sendirian, dia tanya kemana maminya, kemana ayahnya. Kadang dia pula jawab sendiri.  “Ini kuwa-kuwa maminya mana? Kok gak ada?” lalu dia jawab sendiri : “Ooo.. maminya lagi pegi kantor.. kuwa-kuwa tinggal sendiri. Sama kayak Vaya. Ayah pegi, mami pegi, Vaya tinggal sendiri di rumah sama mbak.” *aah sedih juga dengarnya…

Buku baru ini juga langsung memberi inspirasi dongeng pada saya. Tiap malam saya biasanya mendongeng ala kadarnya pada Vay, biasanya sih Vay selalu minta diceritakan dongeng favoritnya, tentang buaya dan kancil — dan Vay akan pasang muka tegang setiap kali saya bikin mata melotot berlagak jadi buaya yang mengincar kaki kancil. Tapi sekarang jadi dapat ide binatang apa lagi yang akan jadi tokoh dongeng. 🙂

Ah, beruntung sekali memang si Vay dapat buku HUTAN ini dari Eyang Cholik. Benar-benar pucuk dicinta ulam pun tiba. Terima kasih banyak, ya Pakde. Semoga Pakde sekeluarga selalu dimurahkan rezekinya sama Yang Di Atas. 🙂

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

49 thoughts on “Tali Asih “Buku Berjendela”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *