The FoodHall, Grand Indonesia

Saya punya tempat favorit untuk menghabiskan jam lunch yang tidak lama itu. Seperti pernah saya cerita di postingan-2 terdahulu, saya selalu bawa bekal ke kantor (kecuali bila sedang pengen makan di luar), jadi biasanya saya makan dulu bekal saya di kantor, baru setelah itu saya keluar untuk jalan-jalan. Aktivitas ini biasa saya lakukan seminggu dua kali.

Tempat fave saya itu adalah The FoodHall, Grand Indonesia. Pertama, Grand Indonesia itu dekat sekali dari kantor, jadi memang itulah pilihan pertama saya – yang memang malas berpanas-panasan jadi suka sekali kalau ke mall.

FoodHall Grand Indonesia

Kedua, supermarket yang satu ini keren sekali. Karena bukan big supermarket, luasnya juga sedang saja, tapi susunan rak-raknya rapi dan lumayan teratur. Selain itu, isinya adalah barang-barang pilihan. Pilihan mereka sendiri tentunya :D. Kadang, kalau opung Vaya tidak sempat beli bakso segar di pasar tradisional, saya suka beli bakso di FoodHall.
Memang sih, harganya sedikit lebih mahal dibanding supermarket lain seperti Hero atau Carefour, tapi saya melihat FoodHall memang punya segmen pelanggan sendiri. Yaitu mereka yang kalau belanja tidak akan hitung-hitungan beda harga lima ratus – seribu perak dengan tempat lain. Tidak seperti saya yang kalau belanja bulanan tetap harus melihat selisih beberapa ratus perak, hehehee…

Nah karena supermarket ini juga tidak seramai kedua supermarket yang saya sebutkan di atas, berbelanja di sini cukup leluasa. Tidak berisik, tidak senggol-senggolan, dan petugasnya cukup ramah melayani.

Mau tahu apa yang sering saya beli di FoodHall ini? Selain bakso tadi, saya biasa belanja beras organik dan minyak organik untuk hubby di sini. Hubby saya memang mengkonsumsi sembako organik sejak lama, demikian juga untuk Vaya. Kalau saya sendiri, tidak masalah mau organik atau biasa, no big deal heheee…

Kaldu Ayam BioCell Organic & Biscuit Silang

Lalu saya juga suka beli biscuit Silang Good Vita untuk mami saya. Ini biscuit yang susah sekali dicari. Hanya dijual di tempat-tempat tertentu, seperti FoodHall, Farmers, KemChick, atau toko2 spesial dan cepat sekali habis. Silang ini biscuit gandum yang rasanya enak, ada yang low sugar, dan ada juga yang No Sugar. Nah yang No Sugar itu sering sekali habis, makanya saya harus keliling cari-cari biscuit Silang itu untuk mami saya yang memang ada sakit gulanya.

Kamis kemarin saya ke FoodHall lagi, cuma pengen cuci-cuci mata saja sebenarnya. Eh ternyata malah ketemu bubuk Kaldu Ayam Organik dari BioCell. Tidak ada MSG, bahan pengawet, harganya Rp.27.500. Langsung masuk keranjang belanja. Hehehe inilah enaknya kalau cuci mata ke supermarket, selalu ada barang-barang menarik yang bisa dibeli. 😀

Ah saya cinta sekali dengan aktivitas jalan-jalan ke supermarket ini. Even hanya untuk beli sebotol Pulpy Orange atau sebatang coklat dengan merk yang tak pernah saya dengar. :D.

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

50 thoughts on “The FoodHall, Grand Indonesia

  1. kartika

    kalo kehabisan biscuit silang oat coba ke RANCH MARKET yang sama2 di GI hanya bedanya FOODHALL di westmall nah Ranch di eastmall nya,,, coba juga cuci mata di sana deh

    • Lastri

      Ranch Market MAHAL MAHAL produknya

      Ranch hanya menang di dekor, tapi pilihan produknya jauh lebih sedikit,

      Lebih baik ke FoodHall, selain pilihannya banyak, harga nya sangat reasonable, plus ada kitchen buat customer santai pula

      All the Best Girls

  2. debora

    enak juga belanja di situ ya si… tp berhubung rmh gw jauh jd malas aja ke sana. hehehe…. anakku juga mengkonsumsi organik baik itu beras,sayuran,ayam n lain2nya. gw biasa belanja di pasar modern BSD sini. semua disitu lengkap… jd blh sekali2 elu kesini si…*_^

  3. kayaknya saya juga harus mulai pindah ke produk2 organik, sayang nya di kampung saya masih sama susahnya mendapatkan bahan makanan organik seperti ini. kemarin, beberapa expactriate cerita kalau mereka nyari2 buah2an organik, bahkan menyarankan kami untuk menkonsumsi produk demikian. nice story nie mbak… selalu sedap untuk dibaca 🙂

  4. sampeyan ini terlalu merendah mbak, mosok kalo ngitung selisih ratusan perak masuknya ke situ 😀

    tapi memang blanja di mall itu nyaman, wajar tho, ono rego ono rupo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *