Perempuan Bodoh

Seorang teman dekat saya di Medan hampir setiap hari nge-buzz saya untuk menyampaikan gosip-gosip terbaru. Sebenarnya ini bukan gossip, hanya saja karena kita para cewek terbiasa menggunakan kata “gosip” sebagai istilah lain dari “ada cerita nih…”jadilah apapun yang kami ceritakan suka disamaratakan dengan bergosip, bercerita yang belum tentu benar, melebih-lebihkan dst.

O right, melebih-lebihkan memang selalu ada dalam setiap pembicaraan, namanya juga cerita, kalo gak dibumbui terasa kurang sedap. Hehehe…

Jadi ceritanya, ada salah satu teman perempuan di kantor Medan, yang menjalin hubungan (hubungan dekat dalam tanda kutip) dengan seorang lelaki di kantor. Keduanya saat ini sama-sama berstatus sudah menikah, baru sekitar dua tahun gitulah, terus si perempuan juga baru saja melahirkan anak pertama beberapa bulan lalu. Keduanya teman saya, tapi hanya sebatas teman di kantor saja.

Awal mereka dekat itu sejak si perempuan dipindahkan ke divisi si laki-laki. Mungkin karena sering pergi berdua kemana-mana untuk urusan kerja, lama-lama mereka jadi dekat, “so close” sehingga banyak orang menduga mereka terlibat cinlok. Tapi berhubung kita (okay, kita disini maksudnya adalah hampir semua yang tahu tentang mereka) masih berpikir, ah biasalah punya teman deket lawan jenis, mungkin hanya untuk teman curhat saja, asal tidak main hati siy tidak apa-apa.

Lalu, ketika keduanya akhirnya menikah dengan pacar masing-masing, semua kecurigaan pun sempat sirna. Sempat adem ayem beberapa saat. Eh…..ternyata kita semua salah. Setelah menikah, justru hubungan mesra mereka itu malah terbongkar.

Ini gara-gara si perempuan ini tidak bisa menahan emosi jiwa yang terpendam. Tiada hari tanpa berantem di telepon atau perang status di YM. Setiap hari kalo habis berantem, pasti banting telepon (ya kalo hape sendiri yang dibanting gpp, tapi ini telepon properti kantor gitu loh.. :D), atau gebrak-gebrak keyboard dan meja. Belum lagi bicara dengan ketus di telepon. Coba deh, dengan kelakuan kayak gitu, orang-orang kan jadi curiga, soalnya kalo denger dari cara bicara, dan kata-kata yang digunakan saat bertelepon, everybody knows, “She’s not chatting with her husband…” And somehow, archive ym mereka menyebar… sah sudah gosip kedekatan mereka selama ini. **Duh duh, luar biasa kan jaringan pergosipan ini?

Saat si perempuan hamil, kembali gosip mereda. Tidak ada lagi laporan tentang si cewek gebrak-gebrak meja karena habis berantem.

Sekarang, setelah beberapa bulan berlalu, gosippun merebak lagi. Kali ini lebih parah. Si cewek sering banged menangis kuat-kuat di meja, sambil tetep pukul-pukul keyboard dan gebrak-gebrak meja. Bingung dong temen-temennya, ini kenapa kok nangissss? Tapi banyak yang curiga ini berkaitan dengan pacar gelapnya itu. Soalnya setiap gebrak meja terjadi, atau ketika sedang teleponan dengan ketus, biasanya si cowok gak ada di tempat. Si cewek saja yang tetep duduk di meja sambil marah-marah. Lalu gak berapa lama begitu si cowok kembali ke meja, tampangnya kusut banged.

Kita antara kasihan prihatin dan sebel sama si cewek. Dia itu punya suami yang punya pekerjaan oke. Kita semua juga kenal dengan suaminya itu, karena dulu dia juga kerja di kantor yang sama. Selanjutnya kita juga kenal dengan istri dari si teman lelaki, karena dalam beberapa event kantor kita pernah ketemu dan dikenalkan.

Jadi setiap mendengar berita terbaru tentang kisah cinta terlarang mereka, kok rasanya kasihan ya sama pasangan masing-masing. Suami si perempuan kerja di luar kota dan hanya pulang pas wiken. Istri si lelaki — saya dengar — katanya tidak bekerja dan belum hamil pula, jadi seharian cuma di rumah, dan percaya saja kalo suaminya sering pulang telat dengan alasan event. Padahal seringnya mereka berdua jalan bareng sehabis dari kantor. Kadang juga mengajak beberapa teman untuk memberi kesan tidak jalan berdua.
Udah gitu kalo jalan atau makan, biasanya teman perempuan kita ini yang bayarin si laki-laki. **loh kok tau lu zee… tahulah…. kan dulu pernah kita pegi rame-rame, si cowok dengan tidak malunya suka minta dibayarin ama si cewek ini.

Saya cuma mau bilang betapa bodohnya si perempuan ini. Bodoh karena tidak menjaga hatinya, bodoh karena terlibat dengan lelaki yang biasa-2 saja bila dibandingkan dengan suaminya, bodoh karena selalu mau diporotin, bodoh karena main hati, bodoh karena mo selingkuh tapi gak pinter (malah ketauan sama orang kantor?), juga bodoh karena tidak berani berjuang untuk cintanya. Ya kalo memang saling cinta, kenapa tidak diperjuangkan? Kenapa malah maksa merit dengan pasangan yang sekarang? Di archive-nya yang tersebar itu, mereka saling curhat kenapa tidak sejak dulu bertemu. So, kenapa emang kalo ketemunya baru sekarang, kan tidak apa-apa, itulah yang digariskan sama Yang Di Atas.

Memang perempuan sering sekali jadi bodoh. Apalagi kalo sudah terbawa perasaan. Suka gak mikir pakai logika. Sementara laki-laki? Laki-laki tidak pernah jadi bodoh. Soalnya sudah dari sananya laki-laki dikasih sifat playboy, laki-laki senang punya banyak wanita, laki-laki bangga dikagumi oleh banyak wanita, laki-laki bangga bila ada wanita menangis karena mendambakan dia. *Hhueekk…!

Gak ada yang bisa kita perbuat saat ini, cuma bisa menunggu kapan sinetron ini akan berakhir. Apakah masih akan berlanjut lagi adegan gebrak-gebraknya atau mungkin saja tiba-tiba keduanya sadar dan memilih kembali ke pasangan masing-masing.

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

65 thoughts on “Perempuan Bodoh

  1. Pingback: Tehsusu Dot Com » Playboy Gak Modal

  2. kaya sinetron melati buat marvel yah… hihihi aku suka liat sinetron itu loh… emang “trisno jalaran kulino” tu emang bener

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *