Impianku: Pulau Komodo

Tadi pagi sebelum ngantor, saya nyatok rambut sambil nonton tv. Ada sebuah film yang bercerita tentang perjuangan seorang ibu (diperankan oleh Cameron Diaz) yang salah satu anak perempuannya menderita kanker sehingga dia harus meminta anaknya yang lain untuk menyumbangkan organ tubuhnya demi kesembuhan si kakak. Ada satu scene yang bikin saya terotak, yaitu di mana ibu dan saudara perempuannya – yaitu tante dari anak perempuan yang sakit tadi – sedikit bersitegang karena masalah kanker ini. Saudara perempuan si Ibu bilang, tak bisakah kamu berdamai sedikit dengan dirimu? Di luar sana ada banyak sekali hal yang belum pernah kamu lihat dan kunjungi. Simpel, menurutnya adiknya itu perlu sesekali beristirahat dan juga cobalah pandangi hidup ini dengan lebih ikhlas. Kemudian adiknya menjawab, “Aku tidak bisa.” Dia telah menghabiskan energi dan perasaannya selama 14 tahun mencari kesembuhan untuk anaknya, dan tak sedikitpun dia ingin mundur, or let say: untuk tak memikirkan anaknya sedetik pun dia tak bisa.

Begitulah seorang ibu. Saya tak tahu bagaimana dengan ibu lain, tapi kalau saya dihadapkan pada kenyataan itu, saya tentu lebih memilih menghabiskan setiap waktu saya untuk mengurus anak daripada pergi berlibur. Karena liburan yang hangat itu pada hakikatnya kalau dijalani bersama keluarga kan?

Tapi kata-kata “ada banyak sekali hal yang belum pernah kamu lihat dan kunjungi” menggedor-gedor saya. Aih, ternyata saya juga begitu. Sudah beberapa tahun terakhir ini hampir tak pernah berlibur (kecuali mudik), karena pekerjaan dan kegiatan ini itu cukup menyita waktu. Sebuah rutinitas yang antara ingin dan enggan untuk ditinggalkan. Saya pernah baca bahwa anak-anak yang rutin menghabiskan liburannya ke suatu tempat cenderung mengalami peningkatan kecerdasan saat masuk sekolah, dibanding dengan mereka yang berlibur di rumah saja. Langsuuung terbayang wajah si Vay yang lebih sering menghabiskan liburannya di rumah saja, tak libur kemana-mana. Ah, tapi Insya Allah nanti bisa bawa Vaya liburan lagi, sekarang saatnya mempersiapkan segala sesuatunya dulu. Waktu dan budget adalah hal penting sebelum kita bisa melihat dunia lain di luar sana.

Bicara tempat liburan favorit, dari dulu saya ingin sekali pergi ke Pulau Komodo. Penasaran aja dengan liputan-liputan yang saya tonton di televisi, atau foto-foto yang ada di internet,  bahwa Pulau Komodo adalah salah satu surga dunia. Ya kalau biawak aja sih, sudah sering saya lihat waktu di Biak dulu. Banyak banget, sering melintas di samping rumah sebelum dia lari ke arah pantai. Tapi itu kan kecil, sodara-sodara. Ini eyangnya biawak, alias komodo, yang katanya panjang badan (termasuk ekor) sekitar 3 meter dengan berat hampir 200kg. Binatang ini pertama kali ditemukan pada tahun 1910 sama peneliti Belanda, yang menemukan binatang besar menyerupai naga di Pulau Komodo tersebut. Informasi lengkap tentang komodo bisa baca di sini.

Dragon Comodo - (Gbr : http://www.new7wonders.com)

Hmm… kalau ke Pulau Komodo, bisa gak ya foto bareng komodo? Ada yang sudah pernah?

Eniwei, jangan lupa bahwa masih ada sisa 1 bulan lagi untuk mem-voting Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia. Saat ini ada 28 finalis dari seluruh dunia yang masuk dalam The Seven Wonders. Dan penilaian pemenang berdasarkan jumlah dukungan lewat text message KOMODO, kirim ke nomor 9818. Biayanya? Rp.1 saja. Lebih murah dari permen-permen yang sering dijadikan kembalian sama kasir akibat tak punya uang kecil *curcollll hehehe….

Dan saya juga baru tahu kalau Pak JK ternyata jadi Duta Besar Pulau Komodo (salut buat pak JK yang selalu aktif), dan menurut pak JK, minimal 25 juta SMS harus kita dapatkan agar bisa masuk ke 7 New Wonders. Targetnya sih 100juta SMS. Hayoo hayooo bisa gak tercapai? Pasti bisa kalau semua orang ikutan vote. Pengguna ponsel di Indonesia saja sudah sekitar 140 juta, mustinya gak susah mencapai angka 25 juta SMS. Dan SMS ini beneran, bukan modus “sedot pulsa” seperti yang sedang marak sekarang ini. Saya sudah coba tadi, texting KOMODO ke 9818 dari nomor Indosat saya. Rp.1 saja lho…

Bagaimana dengan kamu? Daripada setiap 5 menit ngecek bbm, mendingan tiap 5 menit SMS ke 9818 untuk #votekomodo. Waktunya terbatas lho, hanya sampai tanggal 11 November 2011. Jadi buruan vote Pulau Komodo. Maksa dot com kah saya? Hehe, biarlah, kalau bukan kita sendiri yang mempromosikan wisata negeri kita ini, siapa lagi. Pariwisata kita maju, pendapatan masyarakat juga pasti meningkat.

Yeah, tak apalah sekarang ini saya belum bisa datang ke Pulau Komodo. Setidaknya sudah bisa vote juga sudah lumayan. :).

Selanjutnya adalah mempersiapkan waktu, dan juga budget, biar bisa berlibur…. 🙂

by

About Zizy Damanik | Working Mom | Activities, Travel and Lifestyle | Photography | Coffee |

48 thoughts on “Impianku: Pulau Komodo

  1. Saya juga pingin banget mengunjungi tempat2 yang menjadu wish list saya sejak dulu
    harus irit dan sering nabung buat mewujudkan semua itu

  2. Sama, mbak.. Saya juga ingin sekali berkunjung ke pulau komodo, pink beach dan raja ampat *banyak maunya*
    Tapi sepertinya harus ditahan dulu. Baru lulus dan uang jajan sudah di stop *curcol*

  3. untuk saat ini, malah lagi nahan-nahan diri untuk gak berlibur. ^^;
    kebetulan baru ikut pendidikan nih, gak boleh ke mana2. tapi yang jelas, Komodo itu sudah pengen dikunjungi sejak lama tp belum kesampaian… 🙂

  4. Tentang tempat yang belum saya lihat dan kunjungi, banyak sekali Mbak, hehe. Pengen banget kemanaaa gitu, dan dalam waktu yang lama. Biar lebih tahu lagi luasnya dunia..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *