Weekly Photo Challenge: Entrance

Ketika pergi ke TMII bulan April lalu, saya baru tahu bahwa Istana Anak itu sama sekali tidak menarik. Mungkin tidak menarik karena saat itu sedang tidak ada acara khusus di situ, tapi yang pasti acara field trip dari Kinderfield kemarin itu sangat tidak fun. Padahal yang sebelum-sebelumnya field tripnya menyenangkan, ada yang ke Waterbom (tapi waktu itu Vay gak bisa ikut) dan kemudian ke Gelanggang Samudra.

Saya dan beberapa mommy temannya Vay mengeluhkan hal yang sama. Sepertinya sekolah kali ini salah pilih tempat untuk field trip, karena anak-anak kelihatan tidak tertarik. Field trip ini memang gabungan anak-anak Kiddy (preschool) dan Kindergarten (TK). Apakah anak-anak tertarik saat Miss menjelaskan tentang rumah-rumah adat? Tidak. Mereka malah menguap, karena di usia segini sepertinya anak-anak belum mengerti tentang pentingnya tahu rumah adat. Tadinya kami mengira kita akan masuk ke taman burung, setidaknya anak-anak tentu lebih tertarik dengan binatang. Tapi ternyata tidak. Kami pergi ke yang namanya Istana Anak. Saya kira oh mungkin di situ ada pentas atau atraksi untuk anak-anak. Eh tidak ada juga. Semua peserta hanya duduk untuk makan siang di hall yang besar (dan panas), dan hiburan yang ada hanyalah semacam play park biasa. Jadi tidak ada aktivitas apa-apa, hanya keliling TMII pakai bus, lalu ke Istana Anak untuk lunch. Wajah-wajah capek and unhappy terlihat dari anak-anak, terutama emak-emaknya :p. Beda saat kami field trip ke Gelanggang Samudra, setidaknya anak-anak masih melongo melihat kuda nil besar.

Saya sendiri kurang happy, soalnya Vay ketakutan setiap kali lihat badut. Entah kenapa dia jadi takut badut, katanya: “Kepala kelincinya besar kali, takut.” Jadilah kami harus melipir agar tidak berpapasan sama badut. Badutnya masih di ujung sana, si Vay sudah rewel ketakutan minta gendong. Kepalanya menoleh-noleh terus, takut kali ya tiba-tiba ada badut di belakangnya. Alhasil kami duduk makan di pojokan, haha… bersama seorang anak perempuan lain yang juga rewel karena takut sama badut.

Foto ini, adalah foto di depan istana anak – yang disebut Vay sebagai rumahnya Rapunzel. Ini sudah siang, hampir jam 2, dan badut-badut sudah tidak berkeliaran – mungkin karena panas. Tapi Vay masih cemas, karena memang tadinya di entrance ini, ada beberapa badut yang nongkrong untuk foto bareng dengan anak-anak.

"Entrance Istana Anak" Taman Mini Indonesia Indah

by

About Zizy Damanik | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

58 thoughts on “Weekly Photo Challenge: Entrance

  1. Sangat disayangkan jika acaranya berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Padahal sepertinya banyak wahana / tempat yang menarik buat anak anak disana.

    Btw: Poto istana anaknya bagus juga Mbak.

    Salam.. .

  2. udahlama banget gak ke taman mini, terakhir waktu arfa masih di perut, hehehee…itu pun ke taman burung dan musium dirgantara…gak ke istana anak2…terakhir ke istana anak2 waktu aku SMP apa SMA gitu deh…hihiii udah lama bener…

    Padahal dengan lahan yg besar, TMII bisa dibikin menarik…eh paling engga…buat kebersihannya dulu deh…hehehee…ini mah kayanya gak di TMii doang yaa..ampir di semua tempat wisata di indo…pengeeen deh punya tempat wisata yang bersih… 🙂

  3. Saya rasa Taman Mini harus melengkapi wahana2 supaya orang lebih tertarik kesana..dan mengambil semua kalangan umur baik wahana buat anak kecil sampai dewasa dan menurut saya Taman Mini masih mrngikuti tradisi2 lama dan mulai lah manajemen TMI mengeluarkan Ide2 yang Inovasi supaya orang lebih tertarik berkunjung kesana.

    • Zizy

      Benar banget. Memang secara wahana sudah ditambah yg baru-baru, tp yg lama-lama juga harus dipikirkan inovasinya…
      Di sana tukang-tukang jualan batik juga… gak laku… padahal barangnya murah-murah.. sayang kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.