Wisata Edukasi ke Museum Nasional

Inilah cerita yang cukup lama tertunda ditulis. Begitu masuk kantor, mulai sibuk, langsung lupa, hahah.

So, dua hari setelah kami kembali dari Medan, mengingat waktu libur sekolah sudah mau habis, saya pikir inilah saatnya saya dan Vay pergi ke Museum Nasional, atau yang dikenal juga dengan sebutan Museum Gajah.

Maka, setelah memarkir mobil di gedung Indosat, kami berdua berjalan kaki menyusuri Jalan Medan Merdeka Barat. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang lewat, dan matahari tak malu-malu lagi panasnya. Anak perempuan di sebelah saya tak tahan dan mengeluh, Mami kenapa jauh? Katanya dekat dari kantor Indosat?

Begitu tiba di depan gedung, dengan tak sabar kami berdua bergegas mendekati gedung. Pengen cepat-cepat ngadem maksudnya, haha…

museum nasional

Suasana di museum kemarin itu tidak terlalu ramai. Normallah, banyak remaja, juga anak-anak bersama orang tua mereka. Tiket masuk ke Museum Nasional seharga Rp5000 untuk dewasa dan Rp2000 untuk anak-anak. Menurut saya harga ini wajar, karena selain suguhan isi museum yang banyak sekali, gedungnya juga bersih, terawat, dan tidak panas. Di beberapa ruangan ada pendingin udara juga. Museum Nasional bisa dikatakan sebagai museum terlengkap di Indonesia karena jumlah koleksinya yang mencapai lebih dari seratus empat puluh ribu. Mulai dari koleksi prasejarah, keramik-keramik asing, arkeologi hingga koleksi etnografi.

IMG_8424

IMG_8428

Melihat koleksi-koleksi di dalam menimbulkan kekaguman bagi kita para pengunjung. Saya tak tahan untuk berhenti dan memandangi arca-arca yang sangat detil, hingga koleksi etnografi yang menurut saya sungguh indah dan bikin jatuh cinta. Koleksi etnografi di Museum Nasional ini menyajikan hasil budaya dari suku-suku yang ada di seluruh Indonesia. Untuk ruang pameran etnografi sendiri dibagi di dalam tiga ruangan besar, mulai dari Indonesia bagian barat (Sumatera dan Jawa), Indonesia bagian tengah (Bali, Kalimantan, dan Sulawesi), kemudian Indonesia bagian timur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).

IMG_8495

IMG_8491

Kemudian ada juga ruang miniatur rumah adat. Lalu ada koleksi patung nenek moyang berupa tengkorak, dan patung raja Lombok. Koleksi kain adat satu hal juga yang saya suka, hingga ada juga baju dari kayu.

IMG_8457

IMG_8449

kainbatak

IMG_8630

IMG_8462

Ruangan dimana manusia akan membuka mata lebar-lebar kemudian memandang cukup lama koleksi di depan matanya adalah ruang emas. Hahaha….. sebelum masuk ke ruangan, ada larangan memotret, maka marilah kita patuhi aturan tersebut. Jangan sampai memotret diam-diam demi memenuhi ego. Di dalamnya terdiri dari koleksi peninggalan jaman kerajaan, mulai dari ikat pinggang, gelang lengan, mahkota, kalung, dan peralatan rumah tangga yang terbuat dari emas.

Saking luasnya museum ini, berkeliling tak bisa hanya sebentar, karena harus santai melihat satu-satu koleksinya. Maklum ya, saya bawa Vay jadi saya gak bisa betah lama-lama sendiri karena harus ikut dia yang loncat sana loncat sini. Kita menghabiskan sekitar dua jam di sana, terlalu cepat sih itu. Seharusnya seharian di sini baru bisa cukup. Berarti harus ke sana lagi nanti nih besok-besok.

Nah di Museum Nasional ini juga ada kids center, terletak di basement. Di sini banyak education games dan aktivitas yang bisa dilakukan anak. Sayangnya waktu kami tiba di bawah itu sudah masuk jam istirahat dan hingga jam setengah dua ternyata belum dibuka juga. Saya lihat Vay sudah lelah, dan dia bilang tak ingin menunggu lagi, ya sudah kalau begitu.

Di sisi luar kids room itu adalah basement terbuka dengan dinding berhiaskan arca gajah. Semilir angin berhembus kencang di bawah situ, pantas saja saya lihat banyak remaja asyik duduk bercengkerama di sekitarnya, juga berfoto. Off course salah satu spot kosong di dinding itu tidak saya sia-siakan.

Pulangnya? Jalan kaki lagi dong ke tempat parkir mobil. Dan karena ini pertama kali Vay jalan kaki di daerah Ring 1 Jakarta, maka dia wajib foto di sini! LOL.

Bila ingin ke Museum Nasional, tak perlu repot membawa makanan dan minuman karena di dalam juga ada kafe serta store penjual minuman dan cemilan serta cinderamata. Museum Nasional buka dari hari Selasa – Minggu. Hari Senin dan hari besar nasional, tutup.

Ayo kita wisata edukasi ke Museum Nasional. Jalan-jalan, dapat ilmu.

Thanks sudah berkunjung ke TehSusu.Com. Subscribe to Get More. Enter your email address:Delivered by FeedBurner

by

About Zizy Damanik | A Passionate Traveler and Photographer | Coffee Lovers | Beach Addicted |

38 thoughts on “Wisata Edukasi ke Museum Nasional

  1. waahhh lengkap juga koleksinya… dulu bgt aku tuh pgn kuliah di jurusan etnology2 gini… :D.. tp seperti biasalah, ditentang papa -__-.. pdhl yg berbau sejarah bgini, aku selalu suka ngeliat dan membacanya.. seolah pgn balik k jaman itu malah ๐Ÿ™‚

  2. ngeliat harga masuknya murah saya jadi pengen juga main kesana..
    naik bus transjakarta kayaknya ada yaa yg langsung turun di depannya..

  3. Bertahun kerja dan tinggal dekat Jakarta, belum pernah menginjakkan kaki disitu. Ahhh jadi kepengen juga nih. InsyaAllah taun ini lahh harus kesitu

  4. Foto terakhir Vaya mirip kali sama kakak. SI Vaya gayanya fashion blogger wannabe gitu, kak. Keren :)))

    Aku belum pernah masuk ke museum ini, walaupun sebelahan sama kantor ayah. Takut euy, kalau sendirian ke dalam gitu. Setelah baca ini patut dijajal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.