86

Kenapa Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal?

December 30th, 2008 in Blak-Blakan

Ada yang membuat saya tidak habis pikir. Tidak masuk logika saya. Tapi tidak ada maksud apa-apa, karena bagaimanapun saya tidak merasa sayalah yang paling benar. Namun saya yakin selama saya berusaha berbuat yang baik dan benar, Tuhan tetap akan sayang pada saya.

Kenapa? Iya, karena saya heran, kenapa beberapa teman saya (**di kantor) yang muslim (sama seperti saya) enggan mengucapkan Selamat Hari Natal pada teman-teman lain yang merayakan? Teman-teman yang natalan masuk kantor, mereka tidak tergerak sama sekali untuk mengucapkan “Hai… Met Natal ya…” Sesuatu yang kontras sekali ketika lebaran tiba dimana semua rekan kantor yang non muslim pun menyalami kami yang muslim. **no offense ya, ini cuma pemikiran saja, tidak bermaksud memprovokasi atau SARA.

Seorang teman bilang, kata suamiku tidak boleh menyalam atau memberi selamat. Loh kenapa, begitu tanya saya. Dan dia tidak bisa memberikan alasan yang dapat saya mengerti. Saya memang bukan orang yang dapat nilai 8 atau 9 di mata pelajaran Agama, tapi saya bukan orang yang ikut begitu saja kata si A, kata si B, tanpa menerima penjelasan yang masuk akal saya.

Saya punya banyak teman dekat yang non muslim, dan kami semua sangat menghargai urusan ibadah masing-masing. Saat lebaran tiba, teman-teman saya yang non muslim mengirimkan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri via sms, dan bila berjumpa akan cipika cipiki. Begitu pula sebaliknya, saya selalu mengucapkan selamat hari raya pada mereka. Tidak salah kan? Orang kasih selamat ke kita, lalu ketika Natal tiba, kita berpura-2 seolah tidak ada apa-2 dan tidak memberi ucapan apa-2? Gak make sense di mata saya. Apa gunanya keragaman dan kerukunan beragama di Indonesia ini, bila pada prakteknya banyak umat yang saling membenci. Saya percaya bahwa tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk sesat. **saya bilang begini bukan karena saya & suami berbeda..

Waktu kecil, saya dan keluarga tinggal di Biak (Papua). Disana, yang namanya kerukunan beragama itu terasa sekali. Saat Idul Fitri, temen-temen papi dan mami saya datang berlebaran. Natal tiba, gantian kami yang berhari raya ke rumah mereka. Tidak ada istilah menutup rumah, disana selalu open house, siapapun boleh datang, even dia cuma seorang fakir. Di keluarga kami juga diajarkan untuk saling menghargai, karena tante-om dan sepupu-2 saya juga banyak yang beragama Non Muslim.

Sayang sekali ketika saya pindah ke Medan, saya tidak dapatkan kenyataan yang sama seperti di Biak. Entahlah apa yang membedakan pemikiran orang di kota besar dengan di kota kecil.

Sekali lagi, saya tidak akan menjudge teman-teman yang punya pemahaman sendiri. Silahkan saja, setiap orang punya hak untuk itu. Urusan dengan Tuhan memang sangat personal.

So, akhir kata saya mengucapkan Selamat merayakan Hari Natal pada teman-teman yang merayakannya. Juga SELAMAT TAHUN BARU 2009. Kita ketemu lagi tahun depan yaa…….. :)

Popularity: 29%

Related posts:

  1. Kenapa Cowok Takut Sama Bencong??
  2. Selamat Jalan Pak Harto

Tags:

86 Comments to “Kenapa Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal?”
  1. Postingan kali ini jg sempet aq pertanyakan dg pak ustadz saat ada pengajian keluarga di rumah pas liburan akhir taun lalu. Krn aq jg punya sobat yg beragama nasrani. Jawaban pak ustadz kurleb sama dengan yg diuraikan bbrp teman2 di atas mba.

  2. Fe says:

    krn pemahaman dn keimanan tiap org brbeda tentunya pandangn jg demikian kn tetapi sbg mahluk isi dan sbg salah satu penghuni alam semesta ga da salahnya.toh hanya pd diri nya sndiri yg tau keimanan nya.

Sorry, the comment form is closed at this time.