investasi saham inet

INET Naik 48% dalam 3 Bulan, Beli di Makmur Aplikasi Saham Berlisensi OJK

Pergerakan saham yang naik tajam dalam waktu singkat sering kali menarik perhatian investor. Salah satunya adalah PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dengan kode saham INET. Berdasarkan data return bulanan, saham INET mencatat kenaikan sekitar 48% secara kumulatif dari Juli hingga September 2026.

Kenaikan tersebut bukan hasil penjumlahan return bulanan secara langsung. Angka 48% diperoleh dengan menghitung perubahan harga secara majemuk selama tiga bulan. Karena itu, angka tersebut menggambarkan kenaikan kumulatif INET sepanjang kuartal ketiga.

Meski kenaikannya cukup besar, investor tetap perlu melihat kondisi bisnis, profitabilitas, valuasi, dan volatilitas saham INET sebelum mengambil keputusan. Data tersebut juga dapat dipantau melalui Makmur, aplikasi saham terpercaya Makmur.

Mengenal INET

INET merupakan kode saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan layanan internet. Perusahaan menjalankan kegiatan sebagai holding, penyedia jasa jual kembali telekomunikasi, internet service provider, serta penyewaan jaringan fiber optic melalui entitas anak.

Layanannya untuk segmen bisnis mencakup local loop access, collocation, internet berkecepatan tinggi, manajemen jaringan, dan operasi data center.

Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, INET memiliki market cap sekitar Rp5,95 triliun dengan 22,38 miliar tradeable shares. Volume perdagangan mencapai 162,22 juta saham, sedangkan rata-rata volume tiga bulan berada di 398,92 juta saham.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan pada tanggal pengamatan berada di bawah rata-rata tiga bulan.

Ringkasan Performa INET

Dari sisi valuasi, INET memiliki P/E ratio sebesar 118,22, P/S ratio 6,12, dan P/B ratio 1,63. EPS tercatat 2,25.

Indikator profitabilitas menunjukkan ROA sebesar 1,1% dan ROE 1,84%. Sementara itu, GPM berada di 13,18% dan OPM mencapai 7,93%.

Rasio tersebut dapat membantu investor melihat INET dari beberapa sisi. P/E ratio membandingkan harga saham dengan laba per saham, sementara P/B ratio membandingkan harga pasar dengan nilai buku. ROA dan ROE membantu melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan aset dan ekuitas.

Pada sisi dividen, DPS tercatat 0,04 dengan dividend yield 0,02%. Sementara itu, DER berada di 0,63 kali.

Harga Saham INET Naik 48% dalam 3 Bulan

Kenaikan INET sekitar 48% pada Juli hingga September 2026 terutama berasal dari lonjakan pada Juli dan Agustus. Pada Juli, INET mencatat return sebesar 29,28%, kemudian kembali naik 49,57% pada Agustus.

Jika hanya melihat dua bulan tersebut, kenaikannya sudah sangat besar. Namun, pada September saham INET mengalami koreksi dengan return negatif sebesar 23,43%.

Setelah seluruh perubahan harga Juli, Agustus, dan September dihitung secara majemuk, kenaikan kumulatif INET berada di kisaran 48%. Artinya, koreksi September mengurangi sebagian kenaikan yang terjadi dalam dua bulan sebelumnya.

Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada Oktober 2026, data yang digunakan mencatat return sebesar -0,75%. Sementara itu, rata-rata return bulanan INET sepanjang 2026 berada di -5,41%.

Kenaikan Harga Perlu Dibaca Bersama Kondisi Fundamental

Kenaikan harga INET sekitar 48% tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menilai saham. Dari sisi profitabilitas, ROE INET tercatat 1,84% dan ROA 1,1%. Sementara itu, P/E ratio berada di 118,22 dan P/S ratio 6,12.

Angka tersebut menunjukkan pentingnya melihat valuasi bersama kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Dividend yield yang hanya 0,02% juga memberikan gambaran bahwa dividen bukan faktor utama yang tercermin dalam imbal hasil saham berdasarkan data tersebut.

Dengan volatilitas harga yang cukup tinggi, investor perlu mempertimbangkan risiko ketika membaca kenaikan 48%. Lonjakan harga dapat menjadi alasan untuk melakukan analisis lebih lanjut, tetapi bukan jaminan bahwa tren tersebut akan terus berlanjut.

Pantau Saham INET melalui Makmur

Setelah memahami profil dan kinerja INET, investor dapat menggunakan Makmur untuk memantau saham dan menjalankan rencana investasi. Makmur merupakan platform investasi yang berizin dan diawasi OJK.

Makmur juga tercatat sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Kelembagaan Level II. Selain itu, Makmur memiliki sertifikasi ISO 27001:2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Investor dapat menggunakan informasi yang tersedia di platform untuk memantau aset dalam satu aplikasi. Namun, risiko pasar tetap ada karena harga saham dapat bergerak naik atau turun.

Karena itu, saham INET sebaiknya dipahami dari sisi bisnis, kinerja keuangan, valuasi, dan pergerakan harga sebelum keputusan investasi dibuat.

INET Naik 48%, tetapi Tetap Perlu Dianalisis

Saham INET mencatat kenaikan sekitar 48% secara kumulatif dari Juli hingga September 2026. Kenaikan tersebut berasal dari return 29,28% pada Juli dan 49,57% pada Agustus, sebelum terkoreksi 23,43% pada September.

Di sisi lain, INET memiliki P/E ratio 118,22, P/B ratio 1,63, ROE 1,84%, dan dividend yield 0,02%. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga perlu dibaca bersama kondisi fundamental dan valuasi.

Bagi investor, pergerakan harga yang tinggi dapat menjadi titik awal analisis lebih lanjut, bukan alasan tunggal untuk membeli. Dengan memahami bisnis, kinerja keuangan, valuasi, volatilitas, dan risiko, keputusan investasi dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap.

Jika INET sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda, Makmur dapat digunakan untuk memantau saham dan menjalankan rencana investasi tersebut.


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.