Ooh..! Casting tuh Kayak Gini toh!

Akhirnya saya tahu juga seperti apa rasanya casting bintang iklan. Jadi ceritanya Sabtu kemarin kami mengantar Vay untuk ikut casting sebuah merek susu formula di bilangan Tebet. Info tentang casting susu ini dapat dari bounya Vay, yang diinfokan temannya. Temannya itu lihat foto Vay lagi pose di pp BBM si Bou dan bilang coba saja ikutan casting. Ya sudahlah, saya setuju saja, nambah-nambah pengalaman bergaul si Vay. Lagipula tempatnya gak terlalu jauh untuk diakses. Dan dengan catatan, gak pakai acara menunggu kelamaan, karena kalau anak capek dan jatuh sakit ya buat apa.

Berbondong-bondonglah kami ke Tebet. Saya, hubby, Vay, mbaknya, dan si Bou. Katanya casting mulai jam 12, tapi saat kami tiba di sana jam 12, pintu flat sudah dibuka tapi pendaftaran belum dibuka. Baru ada satu anak saja, laki-laki, usianya sekitar setahun setengah. Dia datang ditemani bapak ibunya, abangnya, juga neneknya. Sebuah bola kecil tak pernah lepas dari tangannya. Seorang pria gendut keluar dan menyapa kami dengan ramah, katanya sepuluh lima belas menit lagi baru pendaftaran dibuka.

Lima belas menit berlalu, tidak ada tanda-tanda juga. Satu persatu peserta lain berdatangan. Ada yang berdua saja dengan ibunya, ada yang seabrek-abrek seperti kami, kelihatannya sudah pengalaman ikut casting, karena semua anak itu masing-masing membawa mainan kesayangannya, sementara Vay tidak bawa apa-apa. Saya baru ngeh kalau mainan kesayangan bisa jadi booster yang pas untuk mood anak ketika nanti casting sudah mulai.

Dan ternyata juga ada cewek-cewek yang datang untuk casting – entah untuk produk apa – di tempat itu juga. Seorang lelaki paruh baya berbaju hitam datang — saya menduganya fotografer dan ternyata benar – lalu masuk ke flat. Wajahnya merengut, tanpa senyum. Wajah seperti itu memberi saya dua dugaan, yang pertama dia memang jutek, dan yang kedua mungkin itu hanya topeng untuk menghindari para orangtua lebay yang berharap anaknya lolos casting. Tapi itu tampang yang – kalau saya dan teman saya bilang – minta digebukin. Bagaimana anak-anak bisa nyaman nanti kalau mukanya jutek begitu, huh!

Pendaftaran pun dibuka dan Bounya Vay yang masuk untuk mendaftar, secara doi lebih berpengalaman dengan urusan beginian. Saya menunggu saja di luar. Vay dapat nomor urut satu, dan akhirnya kami malah ragu. Kami pikir wah Vay kan belum pernah casting, apa gak lebih baik kalau dia nomor berikutnya saja. Anak kecil yang tadi datang duluan dari Vay kelihatan sudah bete dan rewel. Ibu dan bapaknya sudah pulang duluan karena kesal menunggu terlalu lama. Tapi si nenek tetap bersemangat, walau tadi sempat saya lihat berantem dengan ibu si anak, karena ibunya memaksa mau bawa anaknya pulang tapi si nenek ngotot mau nunggu. Kebetulan, pikir si Bou. Kami pun menawarkan tukar nomor, agar si anak kecil itu masuk duluan. Si nenek tentu saja senang.

Vay sendiri heboh main kesana-kemari ditemani mbaknya, saya dan Bounya mengamati saja. Si Bou sudah bilang Vay jangan terlalu capek karena takut moodnya jadi jelek. Hubby nongkrong di warung di samping flat. Emang casting itu disuruh apa saja sih, tanya saya sama si Bou. Katanya sih tergantung sutradaranya. Kalau bisa nyanyi ya nyanyi, nari ya nari, atau disuruh pose. Wah, apa si Vay mau disuruh nyanyi di depan orang gak dikenal? Pasti deh ogah.

Sekitar jam satu, keluarlah seorang laki-laki muda. Dia memanggil nama-nama di kertas pendaftaran. Ternyata sekali masuk langsung empat anak. Haha.. kalau tahu gitu mah untuk apa tuker nomor ya.  “Satu anak satu pendamping saja ya, yang paling dekat saja,” katanya. Bimbanglah saya.

Ah sud. Saya putuskan Vay masuk bersama mbaknya saja. Alasannya jelas, Vay sudah terbiasa main dengan mbaknya, jadi kalau di dalam nanti disuruh main or apa, dia akan lebih rileks kalau main dengan partnernya. Sementara kalau dengan maminya, sudah pasti manja dan minta disayang-sayang terus.

Saat pintu studio dibuka, Vay menghambur masuk dengan tiga anak lain. Dua masih kecil, satu lagi lebih tua setahun. Ketiganya anak laki-laki. Di tengah ruangan sana ada tumpukan boneka-boneka besar, dan Vay langsung happy bermain. Pintu ditutup. Saya menunggu saja di luar dengan bounya. Sesekali pintu terbuka kalau sutradaranya ada keperluan keluar, atau ketika si nanny keluar sebentar mengantarkan name board untuk diisi. Saat itulah saya kesempatan mengintip dari jendela teras.  Dan pas banget saya lagi lihat si fotografer yang jutek tadi sedang menunjukkan hasil foto di SLR-nya ke Vay sambil mengajak Vay berbincang dengan hangat. Vay kelihatan akrab dan bersemangat. Weh?! Ternyata saya salah. Si fotografer itu ternyata pintar ambil hati anak-anak. Saat nanny-nya Vay keluar, dia juga bilang kalau fotografernya itu pintar ambil hati anak-anak, tapi yang satu lagi — yang tadi manggil peserta — itu bagian shooting, orangnya kurang dekat sama anak-anak.

Tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama. Vay kecarian maminya. Saya dengar dari luar dia merepet mau cari maminya. Pintu terbuka dan keluarlah dia, diikuti mbaknya. Vay minta saya yang ikut ke dalam, mbak gak usah katanya. Akhirnya masuklah saya ke dalam. Ruang studio ukuran 3 x 4 meter itu terasa cukup sempit karena penuh orang di dalam.

Saat itulah saya lihat suasana castingnya. Ada seorang anak yang sedang di-shooting pakai handycam oleh anak muda tadi. Sepertinya dia juga merangkap jadi sutradara. Anak itu bermain dengan ibunya, mulai dari bercanda, lempar-lemparan bola, lalu terakhir sama sutradara disuruh peluk ibunya. Dan saat sudah mulai rileks, sutradara dengan cepat menyuruh satu dari para cewek peserta casting tadi untuk join, dan menggantikan si ibu. Perlahan-lahan si ibu akan menyingkir dan anaknya akan main dengan ‘ibu baru’.

The problem is, si Vay ini lho. Moodnya mulai berantakan. Nakalnya kambuh. Anak lain yang disuruh ngegebuk beduk, dia gak mau kalah. Langsung direbut stiknya dan dia pukul-pukul beduknya. Ampun, egois sekali anakku ini. Setelah saya tegur, baru dia kembalikan stiknya dengan manis. Tapi habis itu kumat lagi. Marah-marah lalu ngerebut mainan anak lain. Ya Tuhan, aku kapoookk…! Pengen kabur aja rasanya. Pasti emak yang lain mikir, “Ya ampun ini anak ribut banget sih! Nakal pula.”

Tibalah giliran Vay mau di-shoot. Oleh si sutradara, saya diminta mengajak Vay bermain seperti biasa di rumah. Duh bingung deh mau ajak main apa, karena yang seharian di rumah main sama Vay ya si mbak. Dan saya sama Vay biasanya main joget-jogetan atau lompat-lompat di kasur. Kan gak mungkin saya joget-joget di situ. Dan saya juga gak ready, karena yeah you knowlah, baru kali ini saya ikut gini-ginian, jadi gak siap lahir batin.

Ah sud, main bola sepak aja. Saat sedang asyik bermain begitu, si sutradara memanggil seorang cewek peserta casting berbaju pink untuk segera berbaur dengan kami. Dia disuruh main dengan Vay, sementara saya menyingkir pelan-pelan. Si cewek ini wajahnya mirip banget dengan Arzetti, dan kata mbaknya Vay, doi itu bintang iklannya KB Andalan. Benarkah? Ada yang hapal iklan itu?

Vay masih mau bermain dengan ‘ibu baru’ nya saat sejurus kemudian, si sutradara menyuruh si cewek bintang iklan KB ini mengajak Vay nyanyi bareng. Si cewek ini agak grogi dan kurang lepas main sama Vay, dan jadi diomelin si sutradara. “Kamu mukanya jangan kelihatan mikir dong. Masa ibu guru mikir.” Lalu sutradara berpaling pada Vay. “Ayo Vaya, coba peluk tantenya.” Dan yang terjadi adalah, Vay melirik ‘si Tante’ sebentar lalu malah lari ke maminya. Saya dipeluk kuat-kuat dan dia minta gendong. Ih gimana sih si mas, giliran tadi anak orang disuruh meluk emaknya doang bukan orang lain, ya jelas lebih gampanglah daripada disuruh meluk orang asing, saya ngedumel dalam hati. Vay ini memang begini kelakuannya kalau udah ada maminya, mendadak jadi anak manja dan cari perhatian maminya banget.

Before & After : masih segar & udah lecek dikit 😀

Dan itu berulang sampai tiga kali, Vay tetap tidak mau memeluk si model tadi. Dan yang parahnya lagi, mungkin karena sudah mulai capek, dia marah-marah terus, semua orang digebokin sama dia! Heeellpp….!! Maminya maluuuuuuuu…!!

Sampai akhirnya si cowok muda tadi bilang ke saya agar kami menunggu di luar saja dulu sampai si Vay tenang. Sampai di luar, Vay minta masuk lagi. Saya langsung ultimatum dia. “Kalau Vay mau masuk ke dalam lagi, boleh, tapi tidak boleh nakal. Tadi ingat gak, disuruh keluar sama Om-nya. Kenapa? Karena Vaya nakal. Sekarang masuk, tapi sama mbak. OK?” Dan dia mengangguk. Masuk lagilah dia ke dalam dengan mbaknya. Saya langsung minum teh botol dingin untuk mendinginkan kepala. Hihi…

Kalau disuruh memilih, saya lebih suka membawa Vay pulang saja daripada meneruskan casting. Dia sudah hilang mood begitu, yang ada kan mengganggu semua orang toh. Tapi kalau kabur, kok kesannya tidak bertanggungjawab ya, hehe..

Sepuluh menit kemudian, keluarlah semua peserta casting gelombang pertama, termasuk juga si cewek-cewek pemeran ibu guru. Saya lihat dari teras, Vay kasih cipika cipiki dengan si sutradara tadi. Ih, ngapain juga, sutradara bawel begitu. Gimana tadi di dalam, tanya saya. Mbaknya pun laporan, katanya tadi si Vay mau kok waktu disuruh meluk tantenya, “Tapi bukan cewek yang baju pink tadi bu, tapi yang lain, yang baju hijau. Disuruh peluk mau, disuruh kiss juga mau.” Katanya waktu tadi foto-foto ama si fotografer juga dia cooperate banget.  Gak nakal, gak jerit-jerit. Kekacauan yang terjadi itu ya begitu ada maminya. Dia gak mau mandiri, padahal dia bisa. Saya bilang sama hubby, next time kalau ada casting-castingan lagi, mending saya gak usah ikut. Emaknya gak bisa acting soalnya, yang ada nanti malah jadi marahin anak.

Sebelum pulang, para parents diminta mengisi selembar kertas berisi biodata dan kegiatan anak yang ikutan casting. Kata si Bou,  biasanya sih sering ada praktek-praktek gak sehat juga. Kalau gak ditelepon sutradara untuk minta tip biar si anak yang terpilih, sebaliknya ya ada aja orangtua yang mengejar sutradaranya biar si anak bisa tampil. Hmm? Benarkah? Segitunya? Entahlah.

Yah sekian cerita pengalaman casting pertama Vay. ^_^

118 Comments

    • Zizy

      wah aku malah g ingat lg. g lulus lah itu mbak, g ada panggilan apa2 soalnya… 🙂

  1. Semoga sukses mba buat VAY.

    Wah,, aku waktu kecil seumuran Vay,, ngapain aja ya,, he

    mungkin nonton Tv aja jarang waktu jamanku itu,,, 🙂

    Salam kenal,,,

  2. moga kepilih yah Vaya. Vaya kan sudah kooperatif dan mendengarkan instruksi pak sutradara. pasti kepilih..hehehe..!
    iya sih, pasti ada ortu yg demi anakknya bisa kepilih, pakai ngasih tips gede. biasa banget juga sih.

  3. hehehe…belom pernah ikutan beginian…la wong lomba aja saya ga tega nyuruh anak2 ikut…suasana menunggu itu lo yg bikin mood buyar semua 🙂

    • Zizy

      Yah betul mbak, menunggu itu yg bikin mood berantakan, tmsk mood pengantar 😀

  4. Haduuuuhhh, Tante udah ga tahan neh pengen liat Vay di tivi. Moga2 sukses yah Sayang castingnya.

    Vay emang cantik banget ko Mba Zee *Zahia juga hehehe emaknya teteup dunks narsis*

    Kangen euy dah lama ga ngerumpi di fesbuk sama dirimyu. Sibyuk yah Mba? Alhmd kandungan gw dah 18 minggu neh 🙂

  5. daripada ikut casting, mendingan vaya dilesin gitar atau drum aja mbak zee. biar jadi rockstar XD

    • Zizy

      Rencananya juga gitu Le, tapi nanti aja pas dah sekolah. Dlm waktu dekat mau les-in renang sama balet dulu, utk membentuk postur.. halah…

  6. wow hebat nih Vaya… semoga jadi artis top deh kelak, tapi jangan mau ya main sinetron atau film yang ada hantunya hehe

  7. Terbayang mesti sabar ya….apalagi anak-anak suka mood nya rusak jika udah kelamaan.

    Tapi lihat fotonya Vay di atas, terlihat imut sekali deh.

  8. Ternyata casting itu ribet banget ya, Zee!

    Kalo lihat di tv anak-anak itu lucu-lucu banget, tapi dibalik itu ada cerita heboh yang baru saya baca dari posting ini…hehe, thanks udah berbagi 😀

  9. wah.. namanya juga anak2.. moodnya gampang berubah… ditunggu berita lolos casting nya ya Vay… 🙂

  10. Kenalan dong dek Vay, aku kakak Thalita kelas satu SD. Adek Vay udah TK blum..

  11. Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu, sobat 🙂

    Moga Vay kepilih ya 🙂

  12. Ngurus casting orang dewasa saja ribet …
    apa lagi anak-anak …
    hehehe

    inget waktu nanganin merek dulu …

    urusan yang ribet seperti ini biar urusan advertising agency …
    Dan yang runyamnya adalah … kalau selera sutradara production house – creative director advertising dan dan mister pengelola merek … nggak sejalan …
    ini rame nih … hehehee

    Salam saya
    Sukses untuk Vay

  13. wah…. bakalan ada calon model nih kak.
    good luck deh !
    salam buat vaya, ngegemesin ^_^

  14. He3x saking hotnya comment tentang kue putu, masuk ke sini Sorry mba 🙂

  15. Kalau pun Vay lolos casting, biarkanlah dia lolos memang karena kemampuannya sendiri.
    Toh Vay, tetap vay yang pintar dan cantik… ya kan 🙂

  16. Calon artis masa depan nih mbak.. good luck deh tuk si Vay yg manis 😉

  17. Wihiii…mantep tu mbak, nambah2 pengalaman.
    Biasalah mbak, namanya anak2 mood-mood’an.
    Kalo udah bosen, ya udah deh, kacau balau jadinya 😀

  18. Pengalaman ya jeng.. tapi untuk pengalaman pertama, segitu Vaya cukup kooperatif yaa.. Good luck. Ditunggu info hasilnya yaa

  19. wah seru ya acara casting gituan..
    tapi bener, anak kecil kalo ada maminya jadi manja ya..

    oya, kenapa Vay mau dipeluk sama tante yang baju ijo tapi gak yang baju pink..? hayoo 😀

    eniwei, sukses buat castingnya Vay ya tante..

  20. pasti ada kok zee, ortu yang emang ngejar banget untuk di castingin, itu malah tidak membuat anak menjadi kreatif yang ada anak menjadi boneka jualan orang tua. semoga vay jadi artis yang baik nantinya kan dah pengalaman tuh castingnya hehehehe

  21. Kalau minta uang tip, ditolak aja. Karena bakat anak kita nggak boleh dinilai dengan uang.

    Anak saya pernah dibawa ibunya untuk seleksi casting produk susu. Saat itu seorang panitia menawarkan “jalur khusus”. Langsung aja saya tolak.

  22. vay emang cocok banget jadi bintang iklan
    cantiiiik
    tapi kakak harus udah siap lahir batin lho seandainya vay jadi bintang iklan beneran hehehhe
    semoga yang terbaik buat vay 😀

  23. zee…saya pernah 2 kali punya pengalaman sama nedia waktu dia masih kecil. pertama udah pas saat shooting dia ngambek….wal hasil gagal total deh. Terus yang kedua, saat photo session buat kalender….giliran mau di take…dia ngambek lagi….semenjak itu, saya bilang saya istri saya…lain kali saya jangan diajak deh… malah bikin bete….hehehehe

  24. wah pasti repot kayaknya ngajak anak kecil untuk cepat akrab dan mau ngelakuin apa yang disuruh orang yang belum ia kenal,sepertinya harus dikondisikan sperti main2 daripada serius ikut casting

  25. Hehehe untung pas Fadly ikutan casting kemarin aku ga ada, cuma ditemenin si mbak en oom nya yg merangkap jadi astrada.

    Hihihi sukses ya Vaya 😀

  26. yang bikin saya penasaran setelah membaca ini, apakah Mbak Zee tidak kapok? hahaha

    *meski kata” mending ga usah ikut menyiratkannya*

  27. lain kali gak papa mamanya ikut casting, tapi sampai sebatas halaman depan ajah yang ada tukang teh botolnya 😀

    • Zizy

      Hahahaa….sekalian jualan teh botol ya.

  28. Mungkin kalau saya disuruh ikutan casting, satu jam aja sudah saya tinggalkan 🙂

  29. ooohh… gitu to casting susu formula.
    jadi pengen ikutan nih.
    kira2 aku masih boleh ikut ngga ya?
    hahahahah…

    • Zizy

      Kata sutradaranya : sudah kadaluwarsa. Hhehehe..
      Ikut casting rokok aja dong…

  30. oma

    after castingnya keliatan banget kalo vay tuh kecapean, ngantuk dan laper~

    tapi kalo ngeliat vay di video-video yang pernah diposting, pasti lolos deh~ centil-centil, lucu gitu *gemes*

    • Zizy

      Iya Oma, doi cape dan ngantuk tuh… ampe di mobil langsung tepar.

  31. Beuuuh.. Cerita castingnya seru, mudah mudahan Vay kepilih ya. Coz saya liat fotonya cantik banget.

    Salam.. .

  32. Waduh! Ngebayangin lelah jasmani dan rohani yah kasting itu 😆 pantesan bangga banget sodara saya. Padahal cuman jadi cameo di iklan softex :mrgreen: kebayang juga gimana perjuangan mama baim&ibam serta TeBe. Semoga Vay lulus kasting deh :mrgreen:
    *tapi kelewatan juga ya di indonesia, masak mau lulus kasting kayak mau lulus cpns :mrgreen: pake ‘pelicin’ segala…

    • Zizy

      Hahaha… iya, jaman sekarang semua harus pakai pelicin biar lancar :).

  33. wihh, lucunya yak adek vay… jika jadi artis entar bisa ngalahin atau jadi saingan baim ni 🙂

  34. Whuaaaaa…
    castingnya seru mba Zee 🙂
    Mudah mudahan Vay dapet panggilan casting yaaaaa…
    itu pose nya udah manis banget gitu kok 🙂

    Salam sayang buat Vay 🙂

  35. yuyunt

    Oh…ternyata gitu ya casting…Sip dah…moga Vay jadi bintang iklan heheheh

  36. wah hebat, semangat ya vay biar bisa kepilih dan bisa tampil di tv 🙂

  37. Anakmu cantik ya kak 🙂
    Hehehe pengen tau pas digebukin itu gimana wajahnya Vaya hehehe

  38. wah, hebat ya, menurut saya sih Vay pintar tuh, anak lain mungkin belum tentu mau lepas dari orang tuanya begitu melihat begitu banyak orang asing, hehe

  39. wahhh vaya lebih hebat kalo sama si Mbak yachhh…aduh sama nech mom, anak2ku juga kalo ada mamanya ngga mau digendong sama yang lain, alhasil mamanya ngga bisa kerja apa2 dirumah…smpe setrikaan numpuk kayak gunung ehehhe……

    trus hasil castingnya kapan pengumumannya? mudah2an vaya lolos yachh…..duh senengnya nanti bisa lihat vaya jadi bintang iklan…emang vaya cantik sechh….fotogenic pula….

    • Zizy

      Hasil castingnya ga tahu deh kapan, ga lolos kali ya.
      Tapi memang anak2 nih gitu, suka manja ga jelas kan klo ada emaknya..

  40. vay semangat bgt ya mbak zee… hihihi si vay lengket bgt ya sama mbak zee.. boleh cubit pipinya vay ya mbak… *di jewer mbak zee*

  41. hebaaatt vaya udah bisa casting…kooperatif banget lagi…kebayang, anak2ku kayaknya gabakal bisa…secara gag mau diem semuanyaa…tapi bener zee, sepertinya anak yg ortunya bekerja akan lebih ‘menguji kesabaran’ dan manja tingkat tinggi kalo lagi ada emak babe nya… *pengalaman pribadi dan sharing beberapa teman* 😀

  42. zul

    mudah2an menang trus masuk tivi jadi bintang iklan deh..hehe

  43. trus hasilnya gmn mba?kapan pengumuman..hihi ga sabar nungguin si imut vay nampang di tipi..:)

  44. tapi sebenarnya Vaya memang fotogenic koq mbak
    heheheh..
    anak seusia Vaya kebanyakan seperti itu mbak..
    dan Vaya termasuk yang aktif banget mbak..
    semoga sukses castingnya..
    jadi ngebayangin Vaya waktu ngamuk2..
    hahahahha

  45. Naahh.. susah kan Mbak ngatur anak kecil buat syuting, tapi herannya kok banyak ya sinetron sekarang pakai anak kecil sebagai pelaku utama, ga ribut tuh?

  46. udah fotogenic banget tuh keknya mbak
    aduhh udah kelihatan artis cilik banget yak 🙂

  47. ih seru juga tapi yak mbak, nambah pengalaman gitu, jadi syukur, gak jadi ya gak papa juga, hehehe..

    • Zizy

      Iya… gak jadi juga gpp.. nambah pengalaman saja 🙂

  48. debora sinaga

    berarti Vaya turunan emak kali. soalnya dl emaknya nakal. wkwkwkwkwkwkw…. piss bu..:)

    • Zizy

      hahahaa… aku waktu kecil gak senakal itu lho deb… *caktanyakmakku 😀

      • debora sinaga

        ahhh… masa?? dl SMP aja ko nakal kali… pasti adalah turunan tuh sikit. hahahaha……..

        • Zizy

          hmm.. keknya sih gitu deb kekekee…. tp gak pake kali ah. sikit aja nakalku kok deb :D.

  49. Vay Cantik, ditunggu iklan susunya yaa,,
    jangan dengerin maminya,, maminya mersa kalah set aja sama vay bisa cs sm om sutradaranya tuh 😀

    • Zizy

      Wakakakkak… om sutradaranya bawel banget soalnya, ngomeelll aja.

    • Zizy

      Coba saja mas. Megal-megol itu talent lho… 🙂

    • Zizy

      haha… gak lah, kok eksploitasi. bapak emaknya masih sanggup biayain dia kok, ga musti cari duit bgt kali dari bintang iklan kwkkwk..
      lebih tepatnya sih melatih keberanian dia bergaul saja.

    • Zizy

      Makasih ya tulang… ini karena maminya cantik, turunan… LOL.

  50. Sya

    Vaya rewel dan manja mungkin karena pengen diperhatiin maminya secara tiap hari maminya kerja. Duh Vaya lucu banget sih ^__^

    • Zizy

      Iya sih, memang begitu dia. Kangen melulu ama maknya, sampe mo patah pinggang, dikit2 minta gendong. Hehee…

  51. Tapi kok ada foto nyelip di tengah2 before dan afternya, ya? Itu yang udah didinginin dengan teh botol belum ya? ^_^

    • Zizy

      Hahaha… itu watermark ceritanya. Kgedean ya. Besok tak kecilin lagi… LOL.

  52. akhirnya beneran ada yang ngajak casting VAya.., imut sih..
    mudah2an Vaya enjoy ya…

  53. vaya cantik .. hehehe besok2 liat vaya di tipi niy ..
    tp iya yah .. nadine jg bgitu..kalo ada mamanya, pastilah manja2 ga jelas. jd malu2 sama orang2 baru.

    Anggep aja lah pengalaman … bagus jg buat vaya belajar bersosialisasi …
    soal terpilih atau nggak nya urusan belakangan .. kalo terbiasa ikut casting, jg vaya nya jd expert sendiri.
    sukses deh yah vayaaa 🙂

    • Zizy

      Yup.
      Ikutan beginian mostly hanya u/ mengajarkan anak bersosialisasi dengan banyak orang..

  54. Hm…. jadi mikir dua kali bawa anak buat casting :D. Tapi moral of the storynya adalah , “tampang jutek ternyata bisa baek sama anak kecil”.

    Heheheh, congrats deh buat Vay, mudah2an keterima

  55. so..jadi ketauan kan sumber masalahnya dimana? kehadiran maminya yg bikin dia manja dan ngamuk2!! tapi saya penasaran tuh dan lg bayangin ekspresi Vay yg gebugin semua orang!! hahaha….(pasti itu turunan emaknya ya?)

    • Zizy

      Iyaa, karena ada maminya. Huu..ekspresinya ya ekspresi nakal dan bete.

  56. Vay cantik, pas banget jadi bintang iklan 🙂
    Saya sering juga dengar casting2an di daerah saya, eh… pas peserta yag dianggap lolos seleksi udah pada berangkat ke ibukota, ujung2nya penipuan ternyata… 🙁

  57. dek Vaya tambah cantik aja nih… *peluk ahhhh* hihihihi
    lulus gak lulus nggak masalah lah..yang penting dapat pengalaman baru. tapi mudah2an dek Vaya lulus casting, jadi aku bisa lihat dek Vaya di tipi setiap hari 😉

    • Zizy

      Iya Yes, pengalaman dia bersosialisasi sih yang penting…. 🙂

  58. cape2 asyik ya ikutan casting ,Vaya cakep banget sih sayang aku ga punya anak cewe 🙂

  59. Widi

    Vay… ayo gebokin sutradara yang cerewet itu sekalian hahahah. Duhh.. udah lah kecil, suka gebukin orang. She is trully your daughter kakkk

    • Zizy

      Haduh Wiiidd… kapok kali aku Wid, masa semua orang dipukulnya, anak2 kecil jg. Itulah da capek dia kurasa. Pulang2 tepar di mobil…

    • Zizy

      Wkwkww…
      Ga kepilih juga gak apa sih. Pengennya sih kepilih klo emg dia dianggap talented, tp klo belum lolos berarti memang belom rejeki.

  60. Susu formula? Mmm…kok saya agak kurang sreg ya? Bagaimana dengan program ASI Intensif 2 tahun? Hehehe. 🙂

    Eh? Di foto dicap dengan watermark juga ya Bu? 😀

    • Zizy

      Ya gak perlu gak sreg toh. Kalo bicara ASI, kan semua ibu tentu maunya kasih ASI. Tp harus ingat juga bahwa tidak semua anak & ibu beruntung bs memberikan ASI s/d 2thn. Bgmn dgn anak2 di panti asuhan?
      Dan lagipula anak saya sudah 3thn. Dia memang minum susu formula sbg tambahan.

  61. Wohohoho.. sebuah pengalaman yang menarik mbak.. vay ikut casting.. Wah wes semoga Vay bisa keterima lah, ya kalo ndak minimal bisa jadi artis buat maminya saja deh.. 😛

    • Zizy

      Huehehee… klo itu so pasti dong ya. Dia memang bintang dan artis di mata mami dan ayahnya :).

  62. duh, mbayanginnya aja kayaknya capek banget ya…. gak kebayang kalo syuting beneran…Mudah-mudahan Vaya kepilih ya mbak…

    • Zizy

      Huaduh… capek banget memang. Emaknya juga capek, gak sabaran hehee..

  63. …..satu komentar dari saya…

    Pasti melelahkan ya…. 🙂 Tapi pasti senang juga… 😀

  64. pasti ada aja lah praktek2 yang gak bener ya zy…
    yah moga2 vaya terpilih lewat jalur yang benar… hehehe.

  65. Ihiy! Seru nih kalau beneran jadi bintang iklan. Syutingnya jauh lebih merepotkan daripada sekadar casting. Hihi 😀

  66. Wah bener2 deh saya baca dari awal sampai akhir.
    penasaran kayak gimana sih, sayang di Solo nggak ada casting2an, kan lumayan bila ada waktu bisa bawa keponakan ber ujinyali.

    Fotografer minta digebukinnya kocak banget tuh mbak.

    Semoga Vaya bisa jadi bintang iklan ah, pengen lihat 😀

    • Zizy

      Hehehe…
      Iya uji nyali itu yg penting. Lulus gak lulus sih no problem, karena ada tuh teman saya, anaknya dah lulus casting eh waktu syuting dia takut, alhasil ya digantikan ama cadangan. Sama saja toh. 🙂

  67. hebat deh…semoga terpilih ya….

    aku sih sering disuruh ikut casting begitu, tapi tidak usah anak2 aku saja sudah pernah tahu bagaimana capeknya shooting. ogah! Lagian mereka perlu “manajer”, dan berarti aku harus jadi “manajer” mrk, aku akan sibuk dgn jadwal mrk…kerjaanku gimana dong? oh noooo….**mama yang egois**

    EM

    • Zizy

      Hahaha…
      Wah klo mikir capeknya memang malas mbak. Aku kemarin mau krn ada kejelasan bhw yg ngurus2 ya Bou-nya Vaya. Kalau tak, duh gak mau aku repot2 ngantri nunggu casting :D.

  68. Waaaa.. Itu seharian? Capek pastinya. Semoga hasilnya yang terbaik buat Vay ya Mbak. Ga jadi bintang iklan pun tetap cantik kog. Selamat ulang tahun cantik.. Sehat terus, bahagia terus, sukses terus, dan terus disayangi orang-orang ya..

    • Zizy

      Makasih ya Ra.
      Ga jadi bintang iklan pun dia tetap bintang di hati orang tuanya, ya kan? Hehee…

  69. DV

    Ah, seneng baca postingan ini, Zee…
    Bisa membayangkan kayak apa serunya dan kudoakan smoga si Vay kepilih tanpa perlu kamu mesti bayar apa2 ke sutradaranya..

    Kalo emang demikian sih mending ngga usah aja.
    Ya nggak…

    • Zizy

      Hai Don.
      Tengkyu ya.
      Yoilah, kalau harus bayar, buat apa. Mending uangnya untuk bayar sekolahnya hahahaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.