Aware Terhadap Pilihan Air Layak Konsumsi

Tepat di hari lebaran kemarin, pintu air di Kalimalang jebol. Seorang teman di BBM Group yang pertama kali heboh mengabarkan berita itu. “Wah untung lu masih di Medan, Zy… kalau gak bakalan susah air di Jakarta.”

“Eh emang kenapa?
“Pintu air di Buaran jebol.”

Lalu saya cari beritanya, dan memang benar pada hari itu pintu air di Kalimalang jebol, yang berimbas pada para pelanggan air dari salah satu operator pelayanan air bersih di Jakarta.

Sebenarnya saya tak terlalu khawatir dengan kejadian pintu air jebol itu. Soalnya untuk kebutuhan rumah tangga, air kami di rumah berasal dari air sumur. Kami berlangganan air pam juga, tapi beda operator dengan yang bermasalah akibat pintu air jebol, jadi (seharusnya) tidak jadi masalah. Yang menjadi kekhawatiran saya adalah apabila air tanah kami mulai habis atau airnya kotor dan tak layak konsumsi akibat musim kemarau yang melanda Jakarta.

Sampai beberapa hari ke depannya, timeline saya lumayan penuh dengan berita, cerita, dan keluhan tentang kondisi air bersih di Jakarta. Yeah off courselah ya, secara air itu kan kebutuhan utama manusia. Dan kemudian saya akhirnya tahu bahwa: kondisi ketahanan air DKI Jakarta masih rentan. Kenapa? Karena ternyata pasokan air di Ibu Kota negara ini lebih banyak berasal dari luar Jakarta.

Seperti dikutip dari sini, ternyata: dari 18 kubik per detik kebutuhan air di DKI Jakarta setiap harinya hanya 2% atau 0,4 kubik per detik air baku berasal dari DKI Jakarta sendiri. Selebihnya, yaitu 98% air baku dan air bersih di Jakarta berasal dari luar Jakarta. Buset! Hanya 2% saja pasokan air yang berasal dari Jakarta? Nah dari yang saya baca, pemprov merencanakan suatu proyek yang disebut proyek ultra filtrasi air sungai di Jakarta agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Karena ternyata air-air dari kali dan sungai di Jakarta itu sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi, namun untuk mencegah terjadinya lagi krisis air bersih seperti kejadian pintu air jebol kemarin, tentu harus segera dilakukan tindakan yang tepat.

Sebab ternyata air tanah di Jakarta ini pun sebenarnya juga sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Dan itu terjadi karena banyaknya terjadi genangan hujan sehingga terjadi penurunan air tanah dengan cepat.

Pertama kali saya pindah ke Jakarta, saya kaget mendapat air yang keluar dari keran warnanya selalu kecoklatan, terutama kalau baru hujan. Keadaan itulah yang kemudian mengharuskan saya memasang filter air, agar air sumur kami layak untuk dikonsumsi.

Nah, sekarang jadi khawatir. Bagaimana ya nasib anak dan cucu kita nanti bila air bersih semakin langka? Air bersih, sama halnya dengan udara, adalah hal yang tidak bisa diciptakan oleh manusia bila sudah tidak ada. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar air bersih tetap terjaga senantiasa? Saya beruntung main ke blog Dita dan juga Titiw, ternyata mereka sudah menulis duluan tentang konservasi air. Dari hasil main ke blognya Dita, saya baru ngeh (benar-benar ngeh!) bahwa ternyata rumah tangga adalah pengkonsumsi terbesar air tanah. Jadi bukan industri, tapi rumah tanggai. Dan rumah tangga (yaitu kita) sendiri mungkin belum banyak yang sadar benar bahwa konservasi air tanah itu harus dilakukan sedini mungkin dan dimulai dari diri sendiri dan lingkungan. Yuk, kita cari tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan konservasi air.

Fyi. Konservasi air tanah adalah upaya melindungi dan memelihara keberadaan, kondisi dan lingkungan air tanah guna mempertahankan kelestarian dan atau kesinambungan ketersediaan dalam kuantitas dan kualitas yang memadai demi kelangsungan fungsi dan pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik waktu sekarang maupun pada generasi yang akan datang.

“Sumur resapan air hujan adalah salah satu solusi untuk menjaga ketahanan air tanah. Konsep sumur resapan ini adalah memberi kesempatan dan jalan bagi air hujan yang jatuh di atas suatu lahan untuk meresap ke dalam tanah dengan jalan menampung air tersebut pada suatu sistem resapan. Berbeda dengan cara konvensional dimana air hujan dibuang/dialirkan ke sungai kemudian diteruskan ke laut. Sumur resapan ini merupakan sumur kosong dengan kapasitas tampungan yang cukup besar sebelum air meresap ke dalam tanah. Dengan adanya tampungan, maka air hujan mempunyai cukup waktu untuk meresap ke dalam tanah, sehingga pengisian tanah menjadi optimal. (Sumber: http://baitullah.unsri.ac.id/2010/10/perancangan-sumur-resapan-untuk-konservasi-air-tanah/)

Namun untuk lahan sempit, bisa menggunakan teknik lain, yaitu biopori. Saya pernah ikut seminar biopori ini dua tahun lalu di kantor kami, namun belum sempat saya terapkan di rumah. Biopori ini juga metode sumur resapan mini, bisa dibikin di mana saja, di sekeliling pohon, tanah kosong antar tanaman, dan juga bisa dibikin di dekat selokan yang sudah disemen. Lubang biopori dapat memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.

 

Gambar Biopori (Diambil dari Biopori.com)

Beberapa tindakan preventif lain yang bisa dilakukan oleh kita untuk konservasi air tanah adalah:
– berhemat air (dengan demikian kita juga bisa empati sama mereka yang daerahnya mengalami kekeringan)
– menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga yang tak terlalu perlu air bersih. Misalnya untuk mencuci motor atau mobil, mengepel teras, menyiram tanaman atau bunga dalam pot yang tak terjangkau air hujan.
– memperbanyak tanaman hijau di rumah, juga perbanyak resapan-resapan, agar air hujan yang turun bisa masuk dan bertahan cukup lama di dalam tanah.
– Lahan sempit di rumah jangan semuanya diaspal atau disemen, tapi bisa diakali dengan membuat filter-filter mini untuk menjaga air hujan stay lebih lama di tanah.

Yang pasti, tanpa adanya usaha konservasi air, dalam beberapa puluh tahun kedepan, kita bisa terancam mengalami krisis air bersih. Siapa yang mau anak cucunya kesulitan air? Saya jelas tidak mau. Jadi kita sama-sama mulai dari diri sendiri dan lingkungan, sama-sama menjaga environtment tempat tinggal, menghijaukan halaman rumah, menghemat air. Pokoknya lakukan tindakan nyata agar konservasi air bisa terjaga. Ingat juga untuk sharing tentang hal ini ke banyak orang agar semua ikutan aware. So, apa yang sudah kamu lakukan selama ini untuk menjaga konservasi air?

83 Comments

  1. Terima kasih artikelnya yaa..menarik..mudah2an bisa jadi masukan buat yang lainnya yaa..salam kenal..thanx

  2. seringkali kita memang tidak sadar berapa banyak air yg kita habiskan setiap harinya 😐

  3. Betul sekali mba zee, keseringan kita suka mengkambinghitamkan industri sebagai biang keladi tercemarnya air sungai, padahal rumahtangga pun sama, dan saya sangat tergerak untuk bikin sumur resapan ini segera ditempat tinggal saya 🙂

    • Zizy

      Iya mbak, bikin sumur resapan di rumah kan manfaatnya pun untuk kita juga..

  4. Artikel yang menarik. saya juga pernah menggunakan biopori, disamping untuk menjaga kelestarian air, dapat juga membuat badan lebih fress

  5. Thanks postingnya mbak. Berguna banget,,,
    Air memang kebutuhan utama makluk hidup. Tetapi tak hanya sekedar air,, air bersih adalah air yang selalu dibutuhkan oleh manusia.
    Cayoo.. menghemat air untuk masa depan kita!!!!

  6. Jun

    Yang paling susah itu mengajak keluarga dan teman untuk hemat air 🙁

  7. Tumben serius amat postingnya Zee… 🙂 tapi berguna banget.. 🙂 tumben juga lama banget updatenya, sibuk yaa… 🙂

  8. zee…sebenarnya dari zamannya gubernurnya sutiyoso, untuk penggunaan air tanah di pemukiman seperti hotel dan apartemen harus membayar retribusi agar tidak semena2 mengambil air tanah.
    Alhamdulillah, saya punya resapan air hujan dan biopori. Bankan untuk air limbah cuci piring dan baju di rumah dibuang di resapan (maklum rumah non kompleks tidak memiliki saluran got….Semoga aja lebih banyak lagi orang2 menyadari seperti yg ditulis ini agar kesinambungan air masih terus samapai beberapa generasi di bawah kita

    • Zizy

      Wah salut dgn dirimu mas, sudah punya resapan air hujan dan juga biopori. Saya baru mau buat sumur resapan nih… soalnya sekarang semakin kering ini Jakarta sampai tanah pun retak-retak.

  9. Sekarang semuanya serba susah, musim kering pasca lebaran di Jogja, sampai sekarang masih sulit mencari air kemasan yang layak konsumsi :(.

    Apalagi kalau juga sampai sumber airnya rusak, wah, ndak terbayang dah.

    • Zizy

      Wah minggu lalu saya sempat kesulitan mendapatkan galon air mineral…. mau masak air sumur tp kok gak berani ya.

  10. pengetahuan baru nih…tapi untungnya pam di jakarta utara gak kena imbas dari krisis air kemarin

  11. semakin banyk bangunan di kota besar, smkin brkurangnya air bersih.. ditambah kepedulian terhadap lingkungan minim skali.. moga dngn tulisan ini, bisa menggugah hati para pembaca untuk bergerak mencegah kerusakan yang lebih parah.

  12. Kalo kita di rumah pake filter air yang memfilter sampe 9 level. Jadi Semoga aman kalo langsung diminum.

  13. alhamdulilah air didaerah saya masih lancar dan menyehatkan…bagaimana tidak, langsung dari mata air pegunungan..
    dah gratis, alami, sejuk lagi..

  14. Mbak zee tinggal dimana? air sumurnya masih bisa dipake yachh? kalo di tempatku ngga bisa bikin sumur…baru beberapa meter airnya udah hitam hiks…akhirnya mau ngga mau harus langganan air PAM utk kebutuhan sehari2

  15. Saran saya coba air sumur nya di cek kan ke laboratorium dulu apakah bisa dijadikan air minum atau tidak. Beberapa teman melakukan hal tersebut sebelum mempergunakan air sumur

  16. Nice mbak.. Moga-moga tulisan ini makin bikin orang-orang aware tentang konservasi air, ataupun ketahanan air. Kita semua juga harus punya knowledge bagaimana perusahaan-perusahaan menggunakan air dengan sebaik-baiknya. 🙂

  17. Beruntung banget aku baca postingan ini zy…waduuuh kok yo ngeri yaa…itu pasokan air jekardah yaa…bener2 harus dari kita dimulai buat lebh aware ama semua ini…demi anak cucu kita…apalagi ternyata rumah tangga sebagai pemakai terbesar…haduuuuhh….

    nice posting zy….postingannya zy selalu bermanfaat….ringan, mudah dimengerti dan bermanfaat… 😀

  18. aku? aku tinggal di apartemen dan selama ini aku rasa pemerintah Jepang cukup canggih. Hemat air saja.
    Tapi jakarta memang harus berhati-hati, bukan hanya air, tapi semua bidang 🙂

  19. Thanks informasi dan pengalaman yang udah dibagi ini, Zee.
    Sekarang ini air bersih di beberapa daerah saja sudah susah karena musim kemarau dan kita sangat kurang memiliki sumur resapan…satu-satunya jalan, mungkin hanya hujan buatan.

    Kepeduliannya ok banget, salut!

  20. Di tempat saya kualitas air tanah sudah sangat buruk, karena pemukiman padat. Jarak antara sumur dengan penampungan limbah keluarga dekat sekali, jadi kemungkinan tercemarnya sangat tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi ini dengan pasang PAM atau berlangganan air kemasan, sedangkan untuk MCK tetap pake air sumur.

  21. Sya

    Wah kak, saya belum melakukan apa-apa. Hanya sebatas menghemat air. Saya lakukan hal yang paling mudah dulu, mungkin next ada kesempatan saya praktekin. Itu pun kalau punya rumah sendiri 🙂

  22. Setuju mbak, kalau tidak mau repot membuat biopori, setidaknya halaman dirumah jangan di beton semua. Kalau tidak mau becek, mungkin bisa menggunakan paving, jadi air tetap bisa meresap ke dalam tanah.

  23. wah, tulisan mbak Zee yang ini membantuku dalam beberapa hal 🙂

    Membaca tulisan ini juga, saya jadi teringat dengan salah satu film Jacky Chan berjudul The Tuxedo. Dimana ada kalimat yang paling aku ingat “harga air lebih mahal daripada bahan bakar minyak”

  24. Lama ngga hujan, persediaan air disumur saya pun menyusut.. 🙁
    salam kenal…

  25. Krisis air bersih melanda Indonesia padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan air… Indonesia memiliki enam persen persediaan air… tapi nyatanya.. 🙁

  26. DV

    Satu hal yang mungkin terlupa, Zee.. peran serta pemerintah…
    Konservasi sehebat apapun yang dilakukan warga, tak kan berhasil kalau pemerintah masih lebih mementingkan pembangunan mall, perusakan lingkungan atas nama kemanusiaan serta mudahnya pemberian ijin bagi perusahaan air minum swasta yang jelas-jelas adalah penguasaan atas hajat hidup orang banyak…

    Semoga kalian baik2 saja 🙂

    • Zizy

      Bener Don. Pemerintah juga harus turut andil. So menurutku edukasi yang berkesinambungan adalah peranan terbesar utk merubah perilaku masyarakat.
      Eniwei kan dirimu juga nanti akan pulang ke Indonesia toh, kok bilang baik2 saja.. hahahaa…. kesannya kayak ga akan tinggal di Indo lagi. 😀

      • DV

        Aku belum ada rencana untuk balik ke Indonesia dan tinggal di sana selain liburan, Zee…
        Bagiku, mencintai Indonesia bisa dari manapun.. dalam kurun tiga tahun pertama kepindahanku kemari, aku toh sudah membuktikannya.. Kepedulianku terhadap Indonesia selalu kuoptimalkan meski aku tak berada di dalamnya hehehe..

        Entah kalau Tuhan berkehendak lain dan misalnya ada tawaran yang begitu baik, ya kenapa tak kembali saja? 🙂

        Makanya… kasi tawaran dong yang asik 😀

  27. khusus Jakarta, main lama makin parah airnya, untuk mandi aja air bornya badan gatal2, klo PAM, juga berlumpur, hadeuh

    • Zizy

      Memang parah air di Jakarta ini Ta. Air tanah kami juga coklat2… makanya kami pasang filter…

  28. Iya biopori itu semacam sumur resapan mini ya mbak… alat utk membuat biopori pernah aku liat di toko tanaman Trubus… lumayan mahal.. tapi worthed sih… apalagi demi kesinambungan air tanah ya mbak..

    • Zizy

      Bbrp tahun lalu aku jg berencana mo bikin lubang biopori di rumah. Tp mengebor lubang biopori itu memang agak berat, tak semudah pas lihat seminarnya hehee..
      Trus harus rajin dicek utk masukin komposnya. Takutnya asisten lupa masukin, repot nanti. Jadi ya batal buat.
      Kalau sekarang, sedang bangun sumur resapan di rumah…

  29. jadi ingat sebuah presentasi waktu kuliah dulu tentang gimana keadaan bumi di masa depan ketika krisis air.

    yang pasti pakai air seperlu dan secukup nya saja.:D

    btw,saya baru denger sumur biospori, tapi ide-nya bagus banget apalagi yang pakai air sumur, debit air nya tetap stabil.

    • Zizy

      Sumur biopori itu untk lahan2 sempit paling tepat. Saya sih prefer sumur resapan….. biar sekaligus tampungnyq banyak … 🙂

  30. Tidak terlalu boros menggunakan air juga bisa, tapi juga tidak harus mengurangi jatah mandi lho, Mbak.. 🙂

    • Zizy

      Sibair tuh katanya jarang mandi hahah….
      Tapi berhemat air di Jakarta mgkn udah mulai digalakkan nih krn di sini susah air. Tp di kota2 yg airnya buanyakkk….pasti boros2…

  31. apa yaa?? yang pasti sih pakai air secukupnya aja.. mandi gk usah kayak orang lagi nguras bak, cuci baju, cuci piring, cuci motor atau cuci apalah biasa2 aja pake air.. dan tentunya, selalu menciptakan suasana hijau di rumah.. nanem pohon.. 😀

  32. Untuk itulah, seorang kawan saya menggalakkan gerakan “Mandi Sekali Sehari” demi peduli akan krisis air bersih ini, Bu. 😀

    Saya paling setuju dengan usaha penghematan dan memperbanyak menanam pohon, Bu. Ayo!

    • Zizy

      Mandi sekali sehari juga tak apa sih, klo emg g keringatannn… tp klo kerja di luaran trs keringatan gitu, aduhh masa cuma mandi sekali sehari? 😀

  33. mo bikin biopori disamping rumah biar bisa buang sisa makanan yg engga kemakan he

  34. Cuci mobil …
    ya … cuci mobil …
    saya suka bagemanaaaa gitu kalo ngeliat orang pada cuci mobil di depan rumahnya … airnya melimpah kemana-mana …
    kok nggak sayang-sayang ya …
    ehehehehe

    salam saya Zee

    • Zizy

      Bener Om.
      Makanya saya rutin mengingatkan asisten di rumah agar ga boros2 kalau nyuci mobil. Ditampung dulu di ember secukupnya saja….

  35. yang menjadi kekhawatiran saya adalah apabila air tanah kami mulai habis atau airnya kotor dan tak layak konsumsi akibat musim kemarau..

  36. pekan lalu aku diajak melihat water treatment di jababeka cikarang bekasi, di sana air yang diambil adalah dari sungai Kalimalang.

    Tahu sendiri seperti apa air dari Kalimalang. Di water treatment itu air diproses secara kimia, dan menurut saya air output dari treatment itu tidak jernih jernih amat.

    Saya jadi mikir, air seperti itu ya yang diminum banyak orang tiap hari dan untuk kebutuhan hidup yang katanya higienis 🙁

    • Zizy

      Ya begitulah, air biar layak konsumsi harus melalui proses ini itu. Kalau lihat langsung prosesnya sih agak was-was ya, tp mau gimana lagi hehee..

  37. Saat masih kuliah di Bogor, pacar sepupuku yang rumahnya di daerah Jatinegara bilang, airnya mengalir deras dan bagus, karena pasokan dari Bogor…saat itu justru tempat kostku air ledengnya sulit, karena letak rumah kost di ketinggian.

    Saat di rumah dinas saya lebih memilih menggunakan air tanah, karena air ledeng bau, berwarna, dan serem lihatnya…..

    Padahal agar Jakarta bagus, mestinya semua kebutuhan air harus dicukupi dari pemerintah, agar air tanah terpelihara.

  38. Waduh jadi malu, belum pernah ngelakuin salah satu aksi konservasi air aku mbak. Paling banter rada menghemat air aja :p

  39. Nah,entu tuh, tanaman hijau yg kian sedikit di jakarta sekarang,bisa2 10 atau 15 thn ke depan jakarta krisis air bersih

    • Zizy

      Tanaman hijau memang wajib ya. Sayang sekali kalau rumah atau gedung dibangun terus, tp tidak dibarengi dgn tanaman hijaunya…

  40. Saat ini memang peresapan mulai kembali digiatkan terutama di daerah perkotaan, juga ditempat kami jogja.

  41. pengolahan air PDAM adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas air layak konsumsi dan kurang layak konsumsi…

  42. Jakarta dan pulau jawa memang daerah rawan krisis air kala musim kemarau namun senaliknya surplus air saat musim penghujan. Ini seharusnya dimanfaatkan dengan menangkap air masuk ke dalam tanah baik dengan sumur resapan maupun biopori.
    Pemerintah pun seharusnya menyediakan lahan hijau yang cukup sebagai darha tangkapan air dan resapan air.
    Jangan sampai kita jadi negara krisis air padahal seharusnya kita kaya air.

  43. Iya, waktu aku tinggal di Indo kdg suka mikir gimana nantinya pulau Jawa, makin padat, pepohonan ditebang, gunung kapur udah ngilang, gga ada tindakan konservasi. Mending lah yawa, satu penduduk sana migrated kesini. wakakak……

  44. nanti klo rumahnya ada halamannya mau juga bikin begitu 🙂

    iya, klo mikirin jauh soal airuntuk anak cucu bikin stres 🙁

  45. Saya ingin punya rumah sendiri dengan fasilitas biopori dan panel surya… 😥

  46. Semoga permasalahan air ini bisa ditangani dengan baik ya, Mbak…
    Jangan sampai deh air bersih mesti dijatah dan pemakaian sangat dibatasi… 🙁

  47. aku setuju banget dg konservasi air. tapi org jakarta kecenderungannya, halaman rumah disemen semua. sayang banget …

    • Zizy

      Ya, kecenderungan rumah minimalis jdnya tanaman hijau kurang, plus juga tanah di Jkt mahal, jd ukuran lahan yg kecil akhirnya mau ga mau hanya cukup utk bangun rumah saja. Tp pakai biopori juga bisa….

  48. alhamdulillah bagi saya yg hidup di area mata air, walaupun sudah lama ngga hujan, tpi debit airnya malah meningkat, dan itu salah satunya karena adanya tambahan penanaman tumbuhan2an di sekitar mata air…
    jadi sangat bermanfaat sekali tuh tanaman2 buat penyedia cadangan air…

  49. makanya suka sedih liat rumah-rumah di palembang yang halamannya disemen biar ga becek.. hiks.. sekarang airnya masih jernih sih.. nanti gimana coba.

  50. Oh, seperti rumah2 komplek yang penuh bata dan beraspal. Ngga lain cuma mengharapkan penyaluran air atau malah beli air kemasan sekalian 🙁

  51. biopori dan satu rumah minimal mempunyai 1 tanaman keras sebuah keharusan, bisa dijadikan sebuah langkah awal dalam menjaga air tanah.

    • Zizy

      bener bangetttt… saya sekarang jg sedang bikin sumur resapan di rumah….

  52. Masalah air emang g bisa dianggap remeh ya, Mbak?Padahal dulunya bumi kita berlimpahan dengan air. 🙁

  53. Bener sekali Kak Zy…air adalah sumber dari kehidupan kita yang tidak bisa di pisahkan. Mari kita jaga sumber mata air kita jangan sampai terkontaminasi oleh sampah, dan zat kimia. Thx ya kak udh mampir ke blog ku.

  54. iya disini juga udah mulai banyak gerakan dan himbauan untuk hemat air bersih. salah satunya pake waterfree urinoir…

  55. oma

    Sekarang di dekat sekolah sedang diupayakan untuk membuat penampungan air bersih untuk skala besar, karena hampir sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah tidak menggunakan air bersih. Tantangan terberatnya bukan membuat penampungan air berkapasitas besar, tapi mengubah perilaku masyarakat 🙂

    • Zizy

      Ya, kalau tak ada pilihan air bersih, tentu yg ada yg dimanfaatkan, jd ga heran klo masyarakat di sekitar kali ciliwung,sehari2nya pakai air itu.

  56. Padahal di dunia ini paling banyak adalah air ketimbang tanah. Tapi kenapa masih aja susah buat mendapatkan air…Beruntungnya di Surabaya belum pernah mengalami hal seperti itu mbak zyy.. selain itu jg saya jarang mandi jadi gak seberapa bingung 😆

    • Zizy

      Wkakakaa.. aduuhhh masa jarang mandi…

  57. Waahh.. Banyak yg ngebahas masalah air neh.. klo di rumah aku di pontianak kebanyakan menggunakan air tampungan hujan mbak.. bahkab utk minum dan masak.. ya kualitasnya klo dites malah lebih baik daripada air kemasan..

    • Zizy

      Kata saudaraku yg dulu stay lama di Ponti, di sana memang katanya pakai air hujan utk sehari2 karena cuma itu pilihannya. Tapi ada efek samping, katanya penduduk giginya rata2 jelek dan keropos krn air hujan itu. Itu bbrp puluh tahun lalu wkt doi stay disana, entah benar atau tidak. Tapi kalau di Jakarta, air hujan itu warnanya kelihatan coklat dan kotor ya, tak layak konsumsi langsung. Kandungan asamnya tinggi kayaknya.

      • Zizy

        Eh mengandung basa. Baru ngeh krn kolam renang pasti hijau kalau baru turun hujan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.