Saat Setan Datang

Hikmah dan inspirasi bisa datang kapan saja. Itu yang terjadi siang tadi saat saya keluar ke Sarinah untuk membeli sesuatu. Ada sebuah peristiwa yang bikin hati saya sesak, mungkin รขโ‚ฌโ€œ ya mungkin รขโ‚ฌโ€œ karena saya melihatnya dari profesi saya sebagai seorang ibu.

Saya sedang berjalan keluar dari gedung Sarinah, hendak mencari taxi. Tapi langkah saya terhenti saat melihat pertengkaran sengit antara seorang anak perempuan dan ibunya.

Anak perempuan itu berumur sekitar tujuh tahun. Pakai dress khas anak-anak, selop anak-anak juga, tapi sedikit berhak รขโ‚ฌโ€œ yeah, you knowlah, anak-anak perempuan memang lebih cepat dewasa dan itulah umur-umur dimana mereka sudah semakin pintar berekspresi layaknya gadis remaja, padahal haid saja belum. Ia menangis, meraung-raung, sambil memukuli ibunya, seorang perempuan cantik berkerudung dan berbaju ungu. Saya pikir, anak ini pasti merajuk karena suatu hal.

รขโ‚ฌล“Kamu mau apa, sih?รขโ‚ฌย bentak ibunya. Anaknya tentu saja tidak bisa menjawab, karena kelihatan masih sangat emosi. Ia terus menangis sambil memukuli ibunya. Sang ibu makin emosi, tapi dia sadar ada orang lain di situ yang memperhatikannya รขโ‚ฌโ€œ yaitu saya รขโ‚ฌโ€œ jadi saya menduga dia sedikit menjaga sikap karena ini di tempat umum. Anak perempuan itu dicubit dengan kuat di pipinya, lalu si ibu berjalan ke arah gedung รขโ‚ฌโ€œ lewat di belakang saya รขโ‚ฌโ€œ tetap diikuti si anak yang masih menarik-narik bajunya. Apakah dia berharap saya segera berlalu dari situ? Karena dia malu ketahuan tidak bisa mendiamkan anaknya?

Saya tidak bergeming. Saya kasihan dengan anak itu, dan saya ingin tahu bagaimana ibunya mendiamkannya. Saya menoleh melihat ke arah mereka, dan saya lihat ibu itu menggendong anaknya sebentar, berusaha mendiamkan, tapi anak itu tetap meronta, menangis, memukul ibunya. Saat itulah tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya dari balik pilar. Wajahnya juga sama seriusnya dengan saya, dia melihat saya dan juga melihat ibu anak tadi, lalu tahu-tahu sudah hilang entah kemana. Saya menduga itu pasti bapaknya, yang mungkin membiarkan istrinya menangani anak mereka.

Si ibu menyerah. Dia menuruni tangga lobby ke arah gerbang, dan anaknya mengikuti dari belakang. Saya sempat hilang visual sesaat karena melihat BB, lalu saya pun turun, memutuskan untuk keluar mencari taxi. Eh ternyata di depan gerbang saya ketemu dengan ibu tadi. Dia sudah duduk di boncengan bersama seorang pria, dan mengancam akan meninggalkan anaknya di situ. Oalah, ternyata yang itu toh suaminya, bukan bapak-bapak yang tadi. Di depan motor mereka, saya berhenti lagi. Serius, kali ini saya terang-terangan menunjukkan keberadaan saya sebagai รขโ‚ฌล“pengawasรขโ‚ฌย, kayak hei jangan macam-macam sama anakmu lho! Si bapak kelihatan sedikit tertekan, tapi dia tidak marah-marah seperti istrinya. Sementara si istri memaksa suaminya jalan saja biar anaknya kapok ditinggal sendirian (tentu saja itu cuma ancaman), anaknya terus menangis, tapi si suami tidak mau jalan. Dia panggil anaknya untuk duduk di depan. Anak itu tidak mau. Datanglah seorang bapak petugas parkir, berinisiatif menggendong paksa anak perempuan itu agar mau naik ke depan, tapi anak itu terlalu kuat. Dia berontak. Dia marah. Dia tidak mau dipaksa naik ke motor, dia tetap mencakar-cakar baju ibunya. Biarpun dipukul dan dibentak ibunya, tapi saya bisa melihat kalau anak itu hanya menginginkan ibunya. Dia meraung-raung di atas paha ibunya yang menepis tangannya karena marah bagian bawah roknya hampir terangkat.

Dan tiba-tiba pria yang tadi ada di lobby muncul lagi. Terburu-buru dia mendekati motor pasutri tadi, dan membungkukkan badannya di samping anak itu. Ia membawa paper bag kecil Dunkin Donuts, dan dia memberikannya pada anak itu. Katanya : รขโ‚ฌล“Dek, ini ya… sudah, jangan nangis.รขโ‚ฌย Masya Allah. Hati saya rasanya penuh dan sesak melihatnya, baik sekali pria ini. *ah aku memang terlalu perasa. Anak itu sempat berhenti nangis sebentar melihat bungkusan itu tapi lalu menangis lagi. Si ibu kelihatan sedikit tidak senang, mungkin malu karena ada banyak orang melihat. รขโ‚ฌล“Tidak usah, Pak,รขโ‚ฌย tolaknya. รขโ‚ฌล“Tidak apa-apa kok, Bu.รขโ‚ฌย Jawab pria itu cepat. Si suami lebih bijak, dia mengangguk pada pria tadi dan mengucapkan terima kasih. Pria itu segera berlalu setelah mengusap cepat punggung anak perempuan itu. Ibunya kembali merepet, รขโ‚ฌล“Dari tadi ditanya maunya apa, gak mau bilang.รขโ‚ฌย Saya yakin ucapannya itu ditujukan pada saya yang berdiri mengawasi mereka. Saya tersenyum saja. Saya tidak habis mengerti kenapa ibunya tidak mau berusaha memeluk anaknya dengan penuh sayang, sebentar saja, lima menit juga cukup, agar anak itu reda dulu tangisny.

Dalam hati saya sempat berkata, bagaimana mungkin orang lain lebih tahu apa yang diinginkan anakmu daripada kamu?ร‚ย  Saya berlalu meninggalkan mereka, menaiki taxi. Saat taxi mulai melaju, saya lihat ibu dan bapak tadi tetap belum berhasil membujuk anaknya untuk naik ke motor.

Di dalam taxi, saya terdiam. Tiba-tiba saya malu dengan perkataan saya tadi. Kok bisa ya saya menjudge ibu itu dengan begitu mudah, padahal saya sendiri mungkin tidak lebih baik dari dia. Baru saja dua hari lalu saya memarahi putri saya. Saat sedang sujud sholat rakaat terakhir, anak saya memeluk dan memanjat saya dari belakang, dan ujung-ujungnya dia tersungkur membentur lantai. Dan dia menangis dengan sukses. Alih-alih membujuknya saya malah memarahinya dengan keras karena sudah mengganggu saya sholat. *setelah marah, jadi menyesal, masa baru sholat langsung marah-marah. Dan ternyata bibir Vay berdarah dan jontor karena kebentur lantai. Tapi karena dia lihat maminya marah dan dia tahu itu salahnya, dia berusaha keras menghentikan tangisnya. Saya tidak bicara apa-apa, dingin saja saya usap bibirnya pakai handuk kecil lalu saya kasih ke mbaknya. Saya menenangkan diri dulu di kamar, biar emosi turun. Saya dengar sambil terisak Vay cerita ke mbaknya kalau dia tadi nakal karena ganggu mami sholat.

Sepuluh menit kemudian emosi saya reda dan penyesalan itu pun muncul. Baru deh bisa berpikir jernih. Kenapa tadi Vay memanjat-manjat maminya? Tentu saja bukan karena mau mengganggu, tapi karena dia kangen sekali dengan maminya yang seharian gak ketemu, jadi ingin dipeluk-peluk terus, disayang-sayang terus. Dan kenapa sih saya tidak menahannya sedikit dengan tangan saya padahal saya sudah merasa dia meluncur ke depan. Tuhan juga mengerti kalau itu untuk melindungi anak saya. Ah teganya saya membiarkan anak jatuh. Beginilah kalau sedang jengkel karena satu hal, jadi kena ke anak. ๐Ÿ™

Bibir Atas Vay yang jontor karena Jatuh

Saya keluar kamar lalu saya panggil dia. Saya usap bibirnya yang bengkak itu pelan-pelan, lalu saya peluk erat-erat dan saya minta maaf karena sudah marah padanya. Vay balas memeluk saya dengan eraaaat sekali. Tidak ada rasa dendam atau sakit hati karena sudah kena marah. Ah, apakah saat anak-anak besar nanti hatinya masih bisa sejernih saat masih balita, dimana hanya ada cinta di hati, belum ada rasa dendam atau sakit hati.

Ada dua pelajaran yang saya dapat dari peristiwa tadi. Pertama, jangan pernah membiarkan setan menguasai dirimu saat sedang bersama anak. Itulah doa tambahan saya setiap malam. Saya minta diberi tambahan cinta lebih banyak untuk anak saya, agar setiap kali saya mau marah, saya akan berpikir beberapa kali sebelum menumpahkan kemarahan tidak jelas padanya. Pelajaran kedua, pria baik hati itu telah membuka mata saya, bahwa anak-anak adalah sumbernya cinta. Seorang pria asing yang mau membelikan donat untuk anak kecil yang tak dikenalnya agar anak itu tidak menangis lagi, itu karena ada cinta. Dan saya tidak ingin menyia-nyiakan cinta saya, anak saya.

Ah.. Mami cinta kamu, sayang… always.

99 Comments

  1. saya baca ini kok jadi meneteskan air mata ya mbak…jdi teringat anak anak sya yg ikut neneknya.krn kesibukan kami akhirnya anak kami untuk eyangnya dimadiun sdgkan sya bersama istri disby.seminggu sekali sya plg kemadiun.membaca tulisan mbak ini saya jdi terharu sekali.

    • Zizy

      Mudah2an nanti bisa berkumpul sama2 anak ya mas..

  2. Wah dikirain tadi cerita setan beneran tadi mbak ! Tapi seru juga tuh ceritanya, ada intisari yang bisa diambil, terutama bagaimana cara kita menghadapi anak-anak kita yang beda-beda karakter serta keinginan dalam benak mereka.

  3. Istigfar dan senantiasa berdoa sebelum bepergian dan mengawali hari dimana niscaya perlindungan Gusti Alloh akan selalu menyertai.. semoga dengan ibadah adalah senjata kita berlindung dari godaan setan..

    Seneng udh bisa mampir kesini, teruslah menulis karena tulisanmu terbaca jauh sampai ke Irak.. ya Irak yang masih meledak-ledak itu…

    • Zizy

      Terima kasih Mas atas masukannya. Mudah2an kejadian ini bisa jadi pelajaran untuk saya & jg orang lain ya…. ๐Ÿ™‚

  4. asri

    Wuiiiiiihhhhhh top bgt dah Zizi dalam menjerat setan emosi yang kadang-kadang bisa membuat kita menyesal akhirnya

    • Zizy

      Hai Sri… makasih ya udah main ke blog aku hehee…

  5. anak-anak selalu punya tabungan maaf buat kita….

    ***
    soal anak yg menangis itu…saya sering mengalami kejadian seperti itu ๐Ÿ™‚
    tapi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri…kecuali kita melihat ibu itu melakukan KDRT.
    Anak2 suka merengek karena dia ingin sesuatu yg melanggar kesepakatan yg sdh dibuat. misal, tidak boleh minta sesuatu, tapi anak ngeyel minta.
    Jadi ya…sang mama kudu konsisten untuk tdk memberi, mungkin masalahnya karena sang ibu jadi emosi…

  6. r10

    kadang si anak juga belum bisa menunjukan maksudnya, misalnya ibu saya mau dunkin donut…. mungkin karena malu

  7. jadi ikut terharu..

    Anak saya baru berumur 15 bulan dan tentu saja saya tidak mungkin pernah marah padanya karena dia tidak mengerti apa-apa.

    Tapi saya pernah membentak dan emosi pada keponakan yang waktu itu masih tinggal serumah dengan saya, tidak sampai 5 menit setelah marah saya langsung menyesalinya. Memang menahan emosi itu butuh latihan mungkin ya dan perlu dibiasakan. ๐Ÿ™‚

  8. sama mbak, aku juga pernah waktu sholat ina naik ke punggung, jadi pas sujud inanya jatoh…tapi bibirnya ngga sampe berdarah sechh…kalo vaya smpe berdarah begitu berarti jatuhnya kenceng yach mba…kalo aku sujudnya pelan2 krna udah tau ina ada diatas…..

    bener mbak…mereka begitu pasti kangen krna dah seharian ditinggal mamanya kerja…..jadi mrk cari perhatian gitu dechh…

    aku juga sering marahin ina, terutama kalo dia ganggu adiknya….eh tp gara2 itu ina jadi malah marah sm adiknya…trs adiknya dipukul….aku pernah lihat mukanya ina nahan kesel sm adiknya itu gara2 aku marahin……wah kayaknya harus pake cara lain nechh…abis aku kan suka panik kalo ina suka main rebut aja apa yg dipegang sm adiknya, bahkan adiknya kadang sampai jatuh krna rebutan mainan…otomatis yg besar yg aku marahin…….

    memang jadi mama itu ngga mudah yachh…harus bisa bersikap arif dan adil trhadap anak2nya…..

  9. huhuhu, aku terharu baca ceritamu yang ini, Mbak ๐Ÿ™
    Kadang emang anak belum bisa mengatakan apa sih yang sebenernya mereka mau. Yang kita tangkap adalah : “Dih, nih anak nyebelin banget deh. Maunya apa sih!”

    Makasih buat pencerahannya ya, Mbak. Sun sayang buat Vay ๐Ÿ™‚

  10. widi

    Sad …. remembering that how often I ignored my mom Kak.
    You’re a good mother kak ….

    • Zizy

      Samanya kita Wid, asik melawan sama emak aja. Dan kalau kuingat2, mamiku tak pernah mukul aku. Aku pulak mukul si Vaya ๐Ÿ™

  11. hai bunda.. ๐Ÿ™‚
    jadi ingat waktu kecil..
    kalau aku abis diomelin mama,,,
    mama pasti nangis bilang nyesel kalau udah marahin aku..
    mama cuma bilang..
    “mama tuch gak mau ngomel,,mama udah capek2,,kerja,,mama juga gak tega mukul atau ngomel,,tapi kamu gak bisa ngerti,,”
    (*trus mama nangis,,dan meluk kita dah..

  12. Lama tak berkunjung.
    Btw, saya pernah mengalami hal serupa. Ketika saya capek kerja, anak saya rewelnya gak ketulungan, saya marahi dia…dia nangis sampe terisak2!! Bahkan sampai dia tertidurpun isak annya masih berlanjut!
    Malam itu saya sangat menyesal, dan sejak saat itu saya akan lebih mengedepankan komunikasi dari pada emosi.

    • Zizy

      Hai rudi, wah bener ya da lama ga bw-an nih, since blogsome diblokir di kantorku. Ganti dong ke wordpress :).
      Yah memang gitulah kita ya,kalau emosi sk salah sasaran ๐Ÿ™

  13. duuuhhh, baca postingan Mba gw jadi merasa ditegur juga. gw sering marahin Zahia padahal seharusnya itu ga perlu dilakukan. Kadang emang kalo lagi cape tingkat tinggi, plus anak bertingkah macem2, pikiran jadi ga jernih lagi ๐Ÿ™

    Salut untuk Bapak yang membelikan donat ituh! Makasih Mba Zee udah sharing pengalamannya ๐Ÿ™‚

  14. assalamu’alaikum..?
    Sebagai seorang ibu tentu Mba lebih pandai dan arif dalam segala hal…
    yang terpenting uasahakan memperlakukan anak dengan cara yang lembuttt.
    seberapapun uatu kekasaran yang diterima oleh anak, akan terbwa sampe dewasa…

  15. deuuh ungguh terharu aku bacanya. buat pelajaran ke depannya ya mom. good girl Vaya chayank..

  16. Thouching banget mba…

    Emang betul, anak adalah sumbernya cinta, bagus banget mbak postingannya.

  17. terharu bacanya, emang ngedidik anak gak gampang ya mbak, tapi ternyata komunikasi kita terhadap mereka juga harus kepala dingin, kalau gak kasihan juga mereka kena marah2 kita. hehe,

  18. begitulah cinta anak – orangtua…
    nyaman kalau setiap hari dipraktikkan..

  19. Buku Good Parent – Bad parent sangat baik di baca orang tua mbak zee, terkadang kita terlalu membawa emosi sebagai orang dewasa terhadap anak kecil yang belum berpikir selayaknya orang dewasa

  20. setuju dan sependapat dengan mbak zee, terkadang kita suka lupa dan terbawa oleh emosi kita. Terakhir saya memarahi si kecil beberapa hari yang lalu karena dia memukul2kan stick ps ke lantai. Memang sih si Ajif punya kebiasaan mengeluarkan emosi yang impulsif dengan melempar atau memukul. Sebenarnya dia sudah jauh lebih baik dalam meredam emosi tapi kakak2nya suka godain dia sih. Apalagi besoknya sampai tadi malam dia demam, bikin saya merasa gimana gitu….sedih udh memarahi dia tapi maksud hati mau mendidik agar dapat mengontrol emosi.

  21. aduh vay kasian.. sini sama om bair ya.. nanti om beliin permen… ๐Ÿ™‚

  22. Ih, sama denganku. Kadang suka emosi jiwa kalau Kayla atau Tio main-main saat kita sedang sholat, padahal ada guru ngaji yang cerita, Rasulullah tidak marah saat anaknya menaiki punggungnya.
    Kita memang tidak boleh membiarkan setan menguasai emosi ๐Ÿ™
    Thanks sudah berbagi Zee.

  23. wah…terima kasih untuk tips doanya…untuk tidak membiarkan setan bersama kita saat bersama anak. Doa itu begitu menyegarkan, apalagi bagi yang memiliki anak hyperaktif macam saya. Tuh setang sering banget seliweran di depan kita, kalau anak lagi muncul sifat aktifnya.

  24. kasian dek Vay..cepet sembuh ya dek *peluk*

    Vay pasti maklum, kak…anak kecil itu kan sangat pengertian..hehe ๐Ÿ™‚

  25. mbak Zee.. aku merinding bacanya. entah kenapa, membayangkan kata-kata yang mbak Zee tuliskan:

    jangan pernah membiarkan setan menguasai dirimu saat sedang bersama anak

    aku belon punya anak, tapi lumayan paham bagaimana kadang anak kecil itu bisa cukup menjengkelkan. tapi yah, harus bisa mengatur emosi, karena anak kecil masih polos, mereka tidak memiliki maksud jahat terhadap apa yang dilakukannya. mereka bertindak tanpa maksud untuk menyusahkan orangtua.

    huaaa.. terharu berat.

  26. pelajaran yang berharga dan sangat penuh hikmah.

    salam buat vanya, semoga lekas sembuh y mba ^_^

  27. Wehehe.. pengalaman yang menarik sekali dan pastinya sangat berguna untuk saya kelak ketika sudah berumahtangga.. Siip.. hehe.. liat foto si vay lucu mbak.. hihi.. Ngegemesin.. ๐Ÿ˜€

  28. Jadi seorang ibu itu, kadang dituntut untuk jadi malaikat yang bisa baca pikiran ya mbak?
    Makanya mungkin gara2 itu doa Ibu biasanya lebih mudah dikabulkan *itu percaya-percayanya aku doank sih mbak, hehehheh*

  29. yuyunt

    hmmm….sangat terharu ma cerita tadi…mungkin juga si ibu kadung malu ma orang2 dan “ego”nya mau menang.
    Soal sholat, dulu krucil saya pernah melakukan hal yg sama, naik ke punggung saat kami sholat. Kalau sedang sholat bareng kita tetep sujud sampai si anak turun…iyaaa…kadang makan waktu sampai lamaaaaaa nunggu anak turun, belum lagi kalau mereka gantian ๐Ÿ™

  30. wahhh, kasian si kecil ya,
    tapi ibu akan selalu mencintai anaknya… (terharu) i love you mom…

  31. *spechless*
    makasih Ibu, ada hal kecil yg aku pelajari dari posting ini.. kecil tapi hebat.. ๐Ÿ™‚

  32. kisah yang sangat inspiratif.. semoga saya besok kalo udah jadi bapak bisa perhatian sama sikap anakku yang hanya menangis saja ya… he he he

  33. Kita bisa melihatnya dari berbagai sudut.

    Kemungkinan 1: Ada anak yang menangis karena ingin sesuatu, jika sekali kita membelikannya di Mal atau toko, dia akan menggunakan senjata itu. Jadi saya akan membiarkan anak menangis, karena sejak kecil anak harus dididik bahwa segala sesuatu itu direncanakan, ada batasan anggaran dan keuangan orangtua.

    Kemungkinena 2: Anak tadi lapar atau menginginkan sesuatu. Ibu tahu, atau juga mungkin tidak tahu karena anak hanya menangis, karena takut jika mengatakan sesuatu bakal dimarahi ibunya.

    Kemungkinan 3, 4 dst…bisa berbagai versi.

    Hmm…jadi kita tetap tidak tahu bukan? Dan sebagai orang luar, kita tetap merasa salah atau tak nyaman jika melihat anak menangis keras, dan kita tak berbuat sesuatu. Dan mungkin ibu anak tadi juga malu setengah mati…atau malah kapok tak berani mengajak anaknya ke toko.

    Dan apa yang sebaiknya kita lakukan? Sebelum mengajak anak belanja, ada perjanjian dulu, dan anak juga harus belajar menepati apa yang diperjanjikan, demikian pula oangtuanya.

  34. jadi ikutan sedih..
    hm.. terkadang anak2 juga susah mengungkapkan apa yang mereka mau kali ya.. sedangkan orang tua juga bingung ni anak mau apa..

  35. Tulisan yang menyentuh. Kalau berhadapan dengan anak emang emosi diturunkan dulu ya mbak. Kalau udh keburu memarahi, biasanya emang nyesel belakangan.

  36. Ann

    Pengalaman nyata yang sangat berharga.
    terima kasih sudah berbagi

  37. pernah membiarkan setan menguasai dirimu saat sedang bersama anak …


    setiap waktu Zee … jangan pernah membiarkan setan menari …

    Ini postingan sederhana … namun penuh makna …
    jujur saya sempat mengutuk dan ikut menyalahkan si Ibu …
    Tetapi setelah dibagian akhir … saya jadi terdiam sendiri

    Salam saya Zee
    and … Thanks Indeed …

    I like this post !!!

  38. saya paling gak tega kalau lihat anak kecil menangis, rasa pengin nolong tapi tidak enak dengan orang tuanya,….andai kita bisa tahu apa yang dimau anak-anak itu dan yang tua memakluminya….

  39. terimakasih ito..ini pelajaran buat saya juga yg punya anak balita….

  40. hiks…hiks… saya jadi terharu mbak baca ceritanya… kadang-kadang saya juga gitu sama adik saya (kebetulan beda umur kami cukup jauh). kalo lagi capek, secara nggak sadar suka marah-marah ke dia… tapi ya habis itu nyesel banget…

  41. Top abis ini postingan mba, hal ini sering terjadi kalau Sekar suka gelendotan waktu nonton tv atau sedang duduk santai, saya suka menepisnya karena ingin leluasa dan meredakan rasa lelah setelah kerja seharian, padahal ya itu tadi Sekar bukan niat ganggu namun kangen seperti Vay sm maminya ๐Ÿ™‚
    Ah pelajaran yg sangat berharga, makasih ya mba share nya ๐Ÿ™‚

  42. banyak para orang tua yang harus belajar lagi untuk mengurus anak, terutama dalam berkomunikasi…

  43. moga-moga saya / istri bisa bijak kepada anak, baik kepada anak sendiri atau anaknya bapak ibu yang lain.

  44. Saya pun kok gak habis pikir ama ibu2 itu ya. Moga istri saya tidak seperti itu memperlakukan anak, termasuk saya yg kan jadi ayah ๐Ÿ™‚

  45. T_T cuma satu kata… terharu… Selamat Hari kartini ya mbak… sungguh terharu saya… ๐Ÿ™‚

  46. seringkali memang begitu ya mba
    ketika hati tersangkut pada satu masalah, siapa saja bisa terkena akibatnya, sayangnya Vay yang kena, mending mba’nya aja tadi hehehe
    tapi ada hikmahnya toh, kesadaran timbul wlo bayarannya malal krn bibir Vay jadi jontor begitu.

    betul mba, selagi masih seumur begitu masih mudah memaafkan, tapi ketika mereka beranjak remaja, mulai banyak orang yang bisa meracuni otaknya, sehingga sedikit saja konflik sama orang tua, bisa fatal akibatnya ๐Ÿ™

  47. saat setan amarah datang, maka bersegeralah wudhlu.. ๐Ÿ˜€ mbak, kacian si Vay.. tu liat fotonya gi nangis.. hehehe

  48. Huaaaa…anak itu emang guru yg berharga, melatih kesabaran kita. Ku jug suk uring2an klo lg kesel am azka, pdhl yg namanya anak ya pastilah byk tingkahnya

  49. Kadang dengan anak, kita jarang mengerti apa yang dia inginkan. Padahal kita ibunya, malah yang lebih mengerti orang lain ketimbang kita.
    Saya suka membaca cerita ini, karena mungkin bisa untuk referensi saya setelah mempunyai anak nanti..
    sukses selalu untuk blogger sumut..
    salam dari newbie blogger madiun

  50. saya juga ikut merenung menjadi seorang ibu,,
    anak umuran 7th itu lagi liat-liatnya untuk sesuatu yang dia mau,,
    # untuk Vay cepat sembuh yaa,, aku biasanya, untuk luka dibibir karena benturan, setelah dibersihkan, langsung ditaburin gula pasir,, ga perih,cepat sehatnya..

    • Zizy

      Tq mbak, akan saya coba lain kali trik pengobatannya … ๐Ÿ™‚

  51. Jadi teringat pendapat seorang psikolog di sebuah media, bahwa hubungan anak dan orang tua saat ini seringkali tidak harmonis karena 4P. Perhatian dlm jml yang tak cukup, Penerimaan dr orangtua yg tak tulus terhadap anak, Penghargaan yang jarang diberikan kepada anak, Pujian yang kadang tak terucap terhadap anak. *balada jomblo yang sok tau ๐Ÿ™‚

  52. Duh mba Zee, mata saya berembun membaca postingan ini. Betapa seorang Ibu harus punya kualitas sabar yang besar ya… Peluk cium untuk Vay ๐Ÿ˜‰

  53. Ah mbakkk aku sedih bacanya.. nangis deh.. ke “jleb!” juga. Amin.. semoga setan terus dijauhkan dari hati kita saat bersama anak-anak ya.. semoga hati anak-anak kita tetap penuh cinta ga ada dendam sampai dewasa nanti. Amin.

    Ingat #jendKancil. Bundanya kalau marah lama banget baiknya.. dia ditoel toel dikit langsung senyum.. dipeluk sedikit.. dicium sedikit.. langsung menatap penuh cinta lagi. HIks

    • Zizy

      Iya, kita emak2 nih kalo marah dipendam lama2, padahal ama anak sndr. Anak gak sampe 5mnt marahnya, da balik cinta maknya lagi.

  54. Uwaaaahhh….. aku berkaca2 bacanyaa ๐Ÿ™
    Biarpun bukan penggemar anak kecil, aku sedih jg kalo liat anak kecil nangis krn dimarahin ibunya

  55. im so sorry to hear.. mdh2an udah baik ya bibirnya vay.

    ya.. diamanahi anak, memang harus banyak2 sabar..

    cheers

  56. Saya dulu waktu masih kecil pernah juga “manjat” punggung ibu saya yang lagi sujud. Itu bahkan jadi “mainan” saya dulu… ๐Ÿ˜ณ

    Nah, ternyata, Mbak Zee, dikisahkan Nabi Muhammad SAW juga pernah mengalami hal yang sama. Cucu beliau (saya lupa dari anak beliau yang mana) menaiku punggungnya saat sujud. Cucunya tampak senang berpegangan di punggung beliau. Apa yang dilakukan Rasulullah? Beliau diaaaaam teruss, diam aja hingga si cucu berlalu dengan sendirinya! ๐Ÿ˜€ Nggak diterangkan dalam buku yang saya baca itu, berapa lama beliau berdiam diri dalam sujud. Pastinya, setelah cucunya turun, beliau melanjutkan lagi sholatnya. Subhanallah…

    Akan saya tiru ini jika nanti saya bercucu.. amin! ๐Ÿ™‚

    • Zizy

      Iya nih.
      Biasanya saya jg menunggu sampai dia capek sndr baru bangun. Tp kmrn dia tll semangat manjat sampai tergelincir jatuh ke depan. ๐Ÿ™‚

  57. waduwww mbak saya baca dari atas ke bawah, bagus tulisannya. Tapi tadi saya sempet berfikir jahatnya si mbak ini sampe2 anaknya di tumpahkan ke lantai *maaf ya mbak*…tapi hampir semua orang tua pernah ngalamin, merasa ‘terganggu’ dengan polah anak…..
    Pelajaran bagus buat saya nih mbak..

    • Zizy

      Tak apa, Mbak. Memang harusnya kan saya jaga dia, tapi begitulah klo sudah emosi..

  58. DV

    Waduh kasian si Vay sampai luka bibir atasnya…
    Aku suka panjatan doamu, Zee.. supaya setan menjauhkanmu ketika sedang bersama anak karena memang benar, setan sangat tak suka dengan kebersamaan dan cinta yang semakin besar… Ia selalu minta kita untuk pecah terbelah!

    • Zizy

      Iya Don, tadinya aku kira dia nangis boongan. Tnyt bibirnya luka. Krn egois, aku tetap saja marah… Ah, menyesal kalau diingat…

  59. menghakimi memang mudah, beberapa kali saya salah faham dengan kelakuan anak yang saya fikir berbuat salah dan nakal. padahal …………
    .
    .hikss… hikss… hikss…

  60. yak ampun, trenyuh aku … hampir nangis, hiks T_T sulit ya jadi Ibu, harus banyak yang dikorbankan, perasaan juga T_T

  61. sky

    well…semoga kita semua bebas dari setan ๐Ÿ˜€ dan tetap sayang anak ๐Ÿ˜€

  62. huaaaaaa zy…
    gua baru aja semalem nyesel abis marahin si andrew.huhuhu…
    tapi emang penyesalan selalu dateng terlambat ya…

    anyway, thanks for sharing… masalah begini walaupun kita sebenernya udah tau, tapi emang harus sering2 diingetin lagi, lagi, dan lagi ya… karena kita suka lupa…

    • Zizy

      Sama-sama ya Man. Yah gitulah, kita sih udah tahu itu salah, tapi tetep aja suka lupa… *namanya juga manusia ya..

  63. hmmm, emang musti extra sabar ya, mbak klo punya analk. gak kebayang ntar aku gmana ….

  64. Zi, aku juga pernah marah-marah ama anak2 apalagi saat aku pulang kerja, kerjaan di rumah numpuk anak2 rewel kayaknya udah ngga karu-karuan lagi, abis itu beristigfar deh…liat dua bocahku meringkuk ketakutan, makanya sekarang aku kalo udah ngga bisa mengendalikan emosi lansung ke kamar dinginin hati dulu, soalnya saat seperti ini bisa-bisa anak jadi pelampiasan padahal salah mereka apa coba?

    • Zizy

      Iya, anak2 gak salah tapi jadi sasaran.. duh emang kudu stok sabar sebanyak mungkin…

  65. menurut pak Irwan Rinaldi jangan memakai otak reptil yang mudah marah. itu teori sih mbak kenyataannya aku juga susah. apalagi kalau sholat ya ada aja gangguan dari anak2

    • Zizy

      Ya kalo bicara teori sih gampang ya, tapi giliran kita menghadapinya :(, susah…

  66. huhuhu vaya…. sakit ya sayang…
    aku juga kadang masih suka kelepasan nih kak. kalo lagi penat, kayanya anak jd sasaran juga. habis itu nyesel ๐Ÿ™
    biar kadang marah ke anak, tiap hari kyara selalu bilang “aku sayang mama” hiks jadi terharu… hati anak masih bersih banget, ga ada dendam.
    titip cium buat vaya :*

    • Zizy

      Iya nih, masih suka kelepasan, tapi memang anak kita itu sayaaaaang banget sama maknya. Jadi feeling guilty deh klo udah dipeluk ama dia padahal td kita marahin… ๐Ÿ™

  67. wah.. cerita emak-emak..
    kita memang pandai menjudge dan menyalahkan orang lain tidak sabar.
    Tapi kalau masalah itu di hadapkan ke diri kita, belum tentu kita lebih baik dari dia.. ๐Ÿ˜€

  68. jadi maksudnya gimana Mbak? si ibu itu ga sanggup beliin si anak donat? :O Sama Mbak..saya juga sekarang suka curigaan kalo ada anak kecil nangis depan Ibu/bapaknya..takut tiba2 Plak ditampar atau dicubit sama orangtuanya! Saya wajib membela, meski dia bukan anak say!.
    Btw..Kasian Vay! tapi saya juga kadang suka gitu, pas anakku jatuh malah dimarahin…tega ya? ๐Ÿ™

    • Zizy

      Kayaknya sih bukan gak sanggup beli donat, Mbak. Ibu dan bapak itu kelihatan cukup berada kok dari dandanannya(meski naik motor). Mungkin sudah banyak belikan makanan u/ anaknya kali ya, jadi mau beli donat gak dikasih…yah itu mah tebak2an kita aja hehehe…

  69. oma

    Saya jadi ingat dgn anak balita yg nangis gero-gero ingin ibunya tp ibunya bukan mendiamkan dan malah memberikan anak tsb ke pengasuhnya ๐Ÿ™

    Vaya masih kecil tp terlihat sangat dewasa. Semoga cepat sembuh ya, cantik #hugs

  70. Hoho. Sedikit pelajaran tentang mendidik anak yang pernah saya ambil entah dari mana: Jangan sekali-kali memaksa anak. Bujuklah dia dengan bijak. ๐Ÿ˜€

    Seharusnya sih memang dipeluk anak itu. Pelukan dapat menenangkan bagi anak kecil. Memang tidak langsung diam kalau dipeluk, tapi itu bisa meredakan. Bisa mengurangi “sakit hati”-nya. Halah, saya malah sok tahu. Hwehe. ๐Ÿ˜€

  71. Whoaaa,…itu bibirnya kasian banget kak, pasti sakit banget ya tuh ๐Ÿ™‚

    Sabar dan cinta ya kak,.. cuma itu kuncinya ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.