Tadi pagi lagi-lagi alarm hp tidak hidup. Alhasil saya terbangun jam setengah enam dengan badan dan pikiran yang masih ingin kembali tidur. Ternyata badan saya ini, meskipun alarm tidak hidup, sudah ter-setting sendiri untuk segera bangun. Ada alarm otomatis yang dikirim badan ke otak, yang kemudian dibawa ke dalam satu pikiran bawah sadar, yang akhirnya membuat saya sadar bahwa ini sudah saatnya bangun dan pergi ke kantor (jangan tanya kalo wiken ya, hari libur juga otak dan badan sudah punya setting yang berbeda :D).
Sebelum saya terbangun, saya sedang bermimpi. Bermimpi tentang setan. Weeew! Setan? Iya. Ketika terbangun, saya terduduk di pinggir kasur dan mikir, apa ini karena tadi malam saya nonton Supernatural? Ah kayaknya enggak ada hubungannya, karena film itu jauh dari cerita mimpi saya.
Saya bermimpi mendapat laporan dari babysitter bahwa di rumah saya ini banyak sekali setan kecil. Dia bilang, dia melihat setan kecil berkeliaran dan bermain di ruang tengah, tempat dimana anak saya selalu bermain. Saya mendengarkan laporannya dengan penuh rasa ngeri, dan berusaha membayangkan seperti apa wujud setan kecil itu. Saya tanya padanya, apa anak saya sadar dengan kehadiran setan-setan itu, atau malah bermain bersama mereka? Katanya tidak, sepertinya hanya dia saja yang bisa melihat. Dan si babysitter merasa tidak tenang karena setan-setan itu begitu banyak.
Saya kemudian dapat akal untuk mencari cermin. Bukankah di film-film, orang dapat melihat wujud makhluk halus dari pantulan cermin? Dan ketika saya melihat ke arah cermin, sebuah bayangan anak kecil seumuran anak saya berlari melintas. Eipss!! Langsung merinding! Dan ternyata itulah alarm saya. Saya terbangun dengan mata yang masih seperti orang teler dan rambut bengkok-bengkok.
Bicara tentang makhluk halus, apa kalian pernah bertemu dengan mereka? Sejujurnya seumur hidup saya, saya belum pernah bertemu atau melihat “penampakan” dari makhluk yang satu itu. Saya hanya pernah mendengar cerita, dan laporan.
Pertama, waktu masih stay di Kampung Durian, Medan. Di belakang rumah itu ada pohon asam yang besar sekali, lampu terang juga tidak ada. Saat itu saya masih kelas satu esempe, dan kerja saya setiap sore menjelang malam adalah bolak-balik jajan ke toko di depan (hehe ketauan deh gembul). Lalu sepulang dari toko saya duduk-duduk di bangku di bawah pohon itu sambil makan jajanan. Kadang habis maghrib saya keluar lagi untuk duduk-duduk di situ. Tidak pernah terbersit rasa takut di hati, mungkin karena saya tidak tahu, dan mungkin juga karena waktu di Biak juga saya biasa main malam-malam di tengah-tengah semak dan pohon kecil. Belakangan baru saya tahu, di situ ada penunggunya. Uwak saya kena “sakit” gara-gara dia kencing atau bicara sembarangan di seputaran situ. Begitu tahu di situ ada satpamnya, saya jadi takut dan tak mau lagi duduk-duduk di situ tiap malam.
Kedua, kami pindah rumah ke Jl Krakatau, Medan. Papi saya membangun rumah ini dari nol, saat sekitarnya masih rawa dan tanah kosong. Bedanya saat rumah kami selesai, tetangga kanan kiri sudah ada. Rumah kami memang lama baru jadi menyesuaikan dengan budget. Di rumah kami itu, ada dua penjaganya, Kakek Putih dan Kakek Hitam. Dibilang begitu karena mereka berpakaian putih dan hitam. Waktu itu abang saya ikut belajar ilmu-ilmu begitu (entah kenapa dia selalu tertarik dengan hal-hal mistis) dan melalui mediasi, dia dan gurunya bisa melihat kedua penunggu itu. Kedua kakek itu katanya sudah ada di situ sejak jaman belum ada agama. Awalnya saya tidak percaya, ah itu bisa-bisanya aja. Tapi kemudian, kok setiap kali kami ganti bedinde, para bedinde baru itu pasti deh dapat “ucapan selamat datang dari kedua kakek tadi. Ada yang ngelindur, bangun dan jalan ke pintu dapur mau keluar, tapi tersadar dan terbangun karena menabrak pintu. Katanya dia dipanggil keluar sama seorang kakek berbaju hitam. Oh iya for your information, si Kakek Hitam itulah memang yang paling suka iseng gangguin orang. Bedinde yang lain juga bilang dia melihat seorang kakek duduk di tangga, menatap dia. Padahal tangganya di dalam rumah, dan si Kakek itu hanya bisa “nongkrong” di atas atap saja karena rumah sudah kami “pagar” karena pernah ada yang “masuk” mengganggu. Kejadian ada yang “masuk” itu bermula ketika ada dua sepupu saya baru datang dari Sorong. Satu dari mereka ada belajar ilmu-ilmu juga (katanya sejenis ilmunya Kapak Merah, tahu deh bener pa gak), dan kemudian rumah kami pun jadi banyak dikunjungi “Kunti dkk”. Alasannya, satu : mereka suka dengan seorang sepupu saya yang memang punya kemampuan bisa melihat mereka, kedua : karena ingin ngetes sepupu saya yang lain. Bayangin aja, yang dikerjain ramai-ramai, bukan satu-satu. Saat itu kebetilan juga ada dua orang sepupu saya yang lain datang berlibur dari Jakarta. Mereka semua tidurlah di lantai 2 — gelar kasur di ruang TV – dan beberapa kali mereka melihat penampakan seorang nenek tua yang mirip tante saya, sedang berdiri di tangga melihat mereka! Padahal tante saya ada di ruang belakang sedang nonton TV. Itu terjadi selama beberapa hari. Lalu ya, dilakukanlah pengusiran setan, hhehee… ya begitulah kira-kira istilahnya. Pohon mangga di depan rumah — tempat saya biasa nongkrong dengan teman-teman saat malam tiba – dipangkas habis karena para “tamu” kalau datang suka nongkrong di situ.
Anyway, sampai bertahun-tahun kemudian, saya tak pernah sekalipun diganggu sama kedua Kakek, sementara anggota keluarga yang lain sudah pernah lihat mereka, termasuk bedinde terakhir kami yang sudah kerja selama 4 tahun. Sepupu saya malah hampir tiap malam ketemu Kakek Hitam lagi nongkrong di atap, dan dia biasa saja karena sudah biasa. Paling ditegor saja.
Prestasi terakhir rumah kami sebagai tempat singgah para “teman tak kasat mata” itu adalah peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu. Sepupu saya — yang tadi saya bilang punya kemampuan melihat sosok makhluk halus — kan stay dengan kami, dia itu tidur di kamar paling atas, di atap. Di pagi buta, kami sekeluarga kaget mendengar teriakan keras dari arah atas. Ternyata oh ternyata….. sepupu saya itu dikagetkan oleh kuntilanak. Saat dia keluar dari kamarnya jam empat pagi (kebelet pipis, sementara kamar mandi di lt.2), dia mendapati sesosok kuntilanak sedang duduk di antena sambil gigi taringnya menyembul dari atas dan bawah. Si Kunti tidak mau beranjak dan terus duduk di situ, sampai akhirnya dia pergi saat adzan subuh terdengar. Selama beberapa hari kedepan, sepupu saya memilih tidur di lantai dua saja karena ketakutan. Akhirnya papi saya memanggil orang pintar untuk minta pertolongan. Dan melalui mediasi, si Kunti bilang dia suka dengan sepupu saya dan ingin berteman. Katanya, jarang ada manusia yang bisa melihat mereka, jadi dia senang melihat sepupu saya ini. Suami si Kunti adalah Genderuwo, “rumah” nya adalah pohon mangga besar yang tumbuh di seberang, di halaman sebuah kantor. Di depan rumah kami memang ada kantor sebuah penerbitan. Entahlah apa kesepakatannya, tapi si Kunti memang akhirnya tidak lagi nangkring dan mengganggu sepupu saya. Saat itu papi saya bertanya pada kedua Kakek (melalui mediasi guru abang saya) kenapa tidak menjaga rumah kami dari gangguan Kunti, dan Kakek Putih menjawab, dia kan bertetangga dengan Kunti, jadi dia tidak bisa melaran Kunti untuk bertandang ke situ, lagipula mereka kan hanya di atas-atas saja, tidak turun ke rumah atau ke halaman, karena sudah kami “pagar”. Duh ada juga ya etiket bertetangga di kehidupan makhluk halus. Setelah kejadian itu, selama beberapa bulan, kalau pulang malam sepupu saya tidak berani lagi melihat ke arah pohon mangga, hahaha…! Gile.
Di daerah sekitar rumah kami di Medan itu memang banyak sekali kaumnya makhluk halus. Dua rumah di samping kami juga ada penunggunya, bapak dan anak, yang suka main di tengah jalan. Rumah itu kosong, dulunya pernah dikontrak abang saya untuk dijadikan kantor, dan mereka sih aman-aman saja katanya, cuma anak kecilnya saja yang suka usil sedikit. Keponakan saya juga sering melihat penampakan, namanya juga anak kecil, masih polos. Dia bilang ke mami saya : “Oma, di pohon depan itu ada kakek, matanya merah… kayak mata kelinci ini,” katanya menunjuk kelinci mainannya yang matanya terbuat dari kelereng merah. Langsung dia ditarik masuk rumah sama mami saya. Takutlah! :))
Ketiga, di rumah di Jakarta ini. Terakhir kali sebelum bedinde yang lama pulang, dia mengadu pada saya. Katanya dia melihat banyak sekali penampakan di sudut rumah ini, dan bukan dalam mimpinya. Waktu itu dia menduga dia “dikerjain” sama si cowok anak tanggung yang juga kerja di rumah kami sebagai tukang kebun. Seolah-olah si cowok itu punya “ilmu”. Tentu saja saya bilang itu tidak benar. Karena memang saya tidak pernah sekalipun melihat wujud dari para makhluk halus itu. Walaupun kata bedinde yang dulu sekali juga ada setannya (yup, dia bilang dia lihat setan, bukan hantu..) but still, saya aman-aman aja. Suami, anak, pokoknya keluarga kami sih aman-aman saja tuh.
Eh ada lagi, ada lagi. Bertahun-tahun lalu saat lulusan smu, kami sekelas pergi berlibur ke Parapat. Nah, katanya, di mess ptp tempat kami menginap itu, ada setannya. Awalnya saya tidak tahu dong, wong malam itu saat yang lain bakar-bakaran di halaman, saya seorang diri leyeh-leyeh di mess atas (mess kami memang letaknya di atas karena tanahnya berbukit-bukit) sambil membaca buku. Ketika tiba-tiba tiga orang cowok teman saya datang, mereka terkaget-kaget mendapati saya sendirian di dalam. Sementara mereka sengaja jalan bertiga ke atas karena ketakutan kalo harus sendirian, tapi kok malah ada orang sendirian di dalam mess kayak gak ada kejadian? Hahahahaa… Tapi ya begitu. Setelah tahu di situ ada kejadian, saya langsung ikut turun ke halaman, bakar-bakaran :D.
Tapi bukan berarti saya berharap dapat bertemu langsung dengan setan, jin, demit atau makhluk halus lainnya lho. Cuma saya penasaran aja, kenapa mereka tidak pernah menampakkan diri ke saya? Ah tapi lebih baik tidak usah deh. Serem.

Salam silaturahim dari Lereng Muria.
Berkunjung kembali di malam hari yang super duingiiinnnn sambil baca2 artikelnya 😀
Salam sukses dari Lereng Muria untuk sobatku terchayaank sekaligus ngasih emPIISSSSS dah
waduh cerita mistis, emang manusia gak bisa lepas dari cerita seperti itu yah, hehe…
Hmm, serem juga yah klo jadi mbak, dikelilingi makhluk2 kasar (eh, halus) teruss … klo kutu sih cuma punya pengalaman waktu masih batita. Katnya sih kutu dimasukin apa gt sampe nangis n gak berhenti2 selama berhari2, hii sereemmm
zeeee…..baca postingan ini asli bikin gue merinding….untuuung bacanya siang-siang…
hiiiiiiii!!!! 😀 lariiiiiiii….
hiiii …. jangan sampe deh nemuin yang model begituan ….
hahahaha…kl aku malah ga mau penasaran sama para hantu2 itu zee ‘knp mrk ga pernah menampakkan diri pd ku’ justru aku malah bersyukur atas hal itu, krn aku paling takut sama yg halus2 begituan.
hiiiiii….sereeeeemmmm
Cerita yang menakutkan.
Cerita dedemit…jadi merinding nih.hiiii
Belum pernah juga sih ketemu sama teman-teman yang halus itu. Paling yang ada dipikiran saya, hantu-setan-dedmit ya seperti yang di TV.
Wah, ngomongin soal “penghuni dunia lain” memang nggak pernah ada ujung dan pangkalnya..
Untung mbak nggak pernah ketemu ya…
Kalau penampakan itu biasanya adalah jin (itu menurut yang saya baca dan yakini :D)kalau saya sendiri nggak minta sih kalau bisa jangan 😀 (dasar penakut :D)….
ngobrolin setan dan jin emang ga ada abisnya 😛
di depan rumah saya ada talas raksasa berdampingan dengan cempaka… kata orang2, di situ banyak demitnya… hiiiiiii
waduh, belum ada apdet baru nich 😉
Jin, dedemit atau setan itu seperti halnya manusia. Bermasyarakat dan mempunyai batas teritori sendiri. Sebenarnya Mereka makhluk halus itu takut kepada manusia maka dariitu mereka menakuti dulu sebelum diusir dari tempatnya.
kata temen sih positif thinking aja, anggap kita hidup bersama seperti manusa… walo sayah masih suka ngeri… hehehe 😀
Jangan takut Setan eda 😀
yang ada juga setan yg takut sm kita, kita kan mahluk lebih sempurna dari pada setan
wow..
mo mimpi mo ndak..
hajar aja setannya ce.. 😉
..
bwt, menyambut launching novel saya yg pertama..
saya mo bagi2 novel neh..
mampir aja d artasastra.com..
thx ya.. 😀
lom update lagi jeng ? 🙂
gw ampe lupa gak kesini…
abisnya waktu itu gw kesini blm ada update..
n br skrg.. gw sempet ke sini lg.. ya bkn salah gw jg kaan.. hehe
lo kayak gw Zee.. gw jg gak pernah liat yg gitu2an.
ada yg bilang.. kl gak bisa liat itu artinya energi kita lebih besar dari energi sebangsa yg gitu2an… tp semuanya ya emang Tuhan yg berkuasa seh
betul sekali sis, sepertinya makhluk halus akrab denagn kehidupan nyata manusia, dimana-mana ada, dan ada yang jadi penunggu rumah itu yang disebut jin entah dari golongan putih atau hitam, apalagi di rumah yang berukuran besar karena banyak ruang kosong yang jarang disambangi penghuni rumah
sebenernya, seta itu tidak lebh kuat dari manusia, bila manusia itu punya iman pada yang maha kuasa…
bener banget zee, di rmh ku di medan, di bilangan Tasbi jg byk hantunya .. Hiii .. anakku mlh pernah di nampakkan wujud perempuan memakai baju merah. Kalo di ingat2 bisa bikin jantung copot .. hehehe
Salam kenal ya.
– Lola –
Horreee cerita hantu…aku senang banget. sayang mata udah 5 watt. br sampe kuntilanak diatas antena. besok sambung baca lg hehe
eh berarti setan, kunti dan teman2xnya gak suka aku ya, karena aku gak bs liat mereka.
Iya Zee, saya juga ga pernah dilihatin para dedemit, ga minta deh.. jgn2 krn saya lebih serem drpd dedemit itu ya.., mknya mrk takut sama saya, hehehe..
walah, malah saya lg malem2 gini OLnya baca cermis2 dr mbak Zee hehehe 😛
lama jg gak maen kesini 🙂 anaknya udah umur 1.5 – 2 tahun klo gak salah ya mbak?
selamat malam teman…JR kembali hadir disini untuk absen malam ini, bagaimana kabarnya teman…..
met weekend ya
Mending gak usah mbak dengerin orang bilang disitu ada setan, di sini ada dedemit. Kalau kita tau malah jadi gak berani.
Seperti saya, pada awal mula bekerja dan sendirian di mess berani2 aja. Tapi begitu mendengar cerita tetangga kalau di mess itu banyak mayat saat tsunami terjadi. Saya jadi takut tidur sendiri
Bah, cemana gak mo didengar klo udah diceritakan duluan hahahaa… Tp selanjutnya saya emg memilih ga mau dengar sajalah 😀
lama tak berkunjung
pa cabar
salam hagat selalu
judulnya Trio Setan
urghh,atutttt
Lam knal iaa…..
dedemit??? ga janji dech buat ketemuan
HWAA!! banyak amat mbak cerita seremnya!!! Btw denger2 kata “dedemit” jadi inget komik2 yang pake kertas murahan karyanya Tatang S.. Hehe..
untung ngak baca ne tulisan tengah malam 😀
ah si mbak zee aya aya wae heuheu kan serem mbak tp kalo mau ketemu gampang aja kok xixixi, mau…mau…mau??? 😀
Hai sobat, selamat akhir pekan. Hanya memberitahu sudah ada entri terbaru di blog saya, berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja.
Lex dePraxis
Unlocked!
Hiks…baca malam-2 gini, jadi merinding.
Tidur lagi aja deh…
duh…
Menurut saya sih sebaiknya jangan pernah deh ngeliat yang yang namanya jin, demit atau apapun namanya. Mendingan ketemu suami aja…
iya tuh apa lagi akhir akhir ini banyak penampakan kayak di tipi tipi itu
Hmm… pernah ga ya… susah dibedakan antara relita, ilusi atau… cuma mimpi. Hehe…
Hi ngeri mbak.
belum pernah lihat penampakan.
dan jangan sampai.
salam kenal, kunjungan pertama.
mereka (kaum jin/setan) kata pak ustad tidak akan nongol jika kita tidak takut sama mereka mbak 🙂
dulu waktu SMA dan tinggal di asrama sering sich melihat hal-hal begituan, pertama takut juga. tapi karena sudah biasa akhirnya ya tidak takut lagi.
Masa sih? Padahal sebenarnya saya penakut lho hihihihi….
berarti kita sama kak ..
di antara semua keluarga yang serba ‘peka dan sensitif’ terhadap hal2 yang tidak kasat mata, saya satu2nya yang tidak bisa melihat ..
untungnya tidak bisa melihat ..
ih serem deh mana sekarnag juga lagi heboh video tuyul itu lho mbakk.. aku juga sih jangan sampe deh ngeliat itu setan hii seremm
ho ho.. saya kurang berpengalaman dengan hal2 kayak gini nih
saya nyimak aja deh 😀
waduh ketinggalan topik seru nih 🙂
saya blm pernah liat. tapi merasa pernah mendengar suara misterius, waktu itu waktu mendaki gunung lawu.
saya kirain suara orang2 biasa *suaranya ramai kayak di pasar*, agak terganggu suara air terjun sih, eh pas ada temen tanya denger suara ramai2 gak, saya baru nyadar, kalo itu suara bukan manusia.
Semoga tidak berkelanjutan deh.
sama mereka2 yang di bilang makhluk halus itu, kita ngga bakal di ganggu kok klo kita ngga ganggu mereka, bukan begitu? bukan, hehehe…
kebetulan rumah yos juga ada yang kaya gtuan…
dan alhmadulillah sampai sekarang ngga ada yang diganggu atau diusilin…
itu yang gak kasat mata, tapi sekarang banyak setan-jin-dedemit yang kasat mata
weew.. emang sih ‘mereka’ tuh ada.. tapi masih ada demit yg lebih ngeri dari itu.. demit yg tinggal dalam diri kita.. he.he.. sukses yah buatmu.. 🙂
Horas botou, sebenarnya saya tak cocok panggil botou, halani na hu alop boru Damanik. Botou ngak usah merendahlah, saya sabar menunggu kapan botou ingin buka sedikit aja rahasia suksesnya.
Bloghu nalengan yuwiepenabungdollar.blogspot.com. Mauliate
ahhahhaa kak beneran mau liat mereka?
waduh… seyeeemmm
saya berharap saya ngga pernah bisa lihat yg seperti itu, soalnya pasti takut…
d.~
beneran berani kalo “mereka” menampakkan wujudnya nih… hiiiiiiii
mungkin karena kak zee bikin mereka takut kali–becanda kali kak 😉
tapi, baru tau nich ada etiket juga di dunia kek gitu 😛
Wuih, ceritanya bikin merinding:P
Ternyata suka nonton supernatural juga niy?*tosh*
Kalo aku jgn sampe deh ngeliat yg begituan, biar kata org sedunia bisa liat gak pa2, pokoknya aku gak mauuuu, mau dibilang talenta, indera ke 6 atau apa, mending begini2 aja…
Lom update lagi jich Jeng 🙂
wakakaka banyak amaatt klo cerita etan-etanan yahh…
btw abis lama ga posting langsung ngebut yah
ketinggalan berapa postingan nih saya
Terkadang kalau kita gak bikin neko-neko juga gak punya neko-neko justru aman dari yang begituan.
yang mempunyai “neko-neko” atau semacam ilmu, justru yang sering ditemuin.
Katanya!
Anak2 kecil lebih awas matanya. Dia bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh mata orang dewasa. Anak saya juga sering mengatakan seperti itu mbak. Kalau pas dia melihatnya saya hanya suruh dia kasih salam saja…
gw belum pernah dan gak akan pernah pengen liat yang begituan zee… seremmmmm!!!!
Saya pernah punya pengalaman yang agak menyeramkan. Ngeri juga sih. Tapi mau bagaimana lagi, mereka memang ada di sekitar kita.
tampaknya mbak cukup berpengalaman ya soal beginian..hehe…alhamdulillah saya mah lum pernah bersentuhan dengan hal-hal kaya gini…
ngeliat belum pernah…*amit2* tapi ngedenger brisiknya pas sabtu di kantor, lt.2 sendirian, suaranya sih kaya orang beres2, tapi makin lama suaranya makin banterrr, akhirnya saya nyerah, dan pulang membawa kerjaan, saya kerjain di kosan aja. hehehehe….
mereka kan beda dimensi sama manusia, ya terang aja nggak bisa liha mereka
kalau cerita adikku sih beda lagi mbak zee, dia pernah pingsang sewaktu hendak sholat karena waktu dia sudah membaca niat tiba2 ada wanita bergaun merah melintasi dia…hahhaahaha…serem bgt!…cuman dari 5 bersaudara hanya adikku yg tengah nomer 3 yg bisa liat begituan, kata mamaku sih karena di lahirnya terbungkus seperti kepompong…ada2 aja ya
kalau aku??? ogah deh liat begituan 😀
Hueh hantunya kok seksi banget ya pake baju merah…
waktu kecil saya pernah melihat anak kecil sedang berkelahi dibawah pohon jambu didepan rumah saya, ketika itu magrib pula..sampai sekarang alhamdulillah jgn sampai melihat2 hal ghoib lah….seremm…
mungkin yang bisa liat cuma yang kuat aja..klo saya dikasih liat..pasti semaput.. makanya senang ga bisa liat..hehe
mungkin juga ya say. aduh ga kebayang deh klo gue dikasih liat… pingsan kali.
Kalau aku udah pernah di gangguin sama kuntilanak, tapi blm melihat sich, baru ngedenger suaranya aja, kalau temenku udah liat langsung, bener2 merinf=ding dech…
kox takut duluan sich orang belum liat langsung kox dah takut duluan 😀
Salam 🙂
aduuchh jan9an dech jen9,nda pernah berharap ketemu setan atawa jin..
tapi waktu masih kecil pernah..
ih ngeriii.. saya juga dulu pernah ngedengerin suara² ga jelas gtu tengah malem di rumah.. Pas di liat ga ada orang..
ya mending gak usaaahhh … alhamdulillah gak dikasih kemampuan kaya’ gitu T_T
Dulu saya sering ngeliat mbak, mulai dari kunti, nenek2, pocong… sering disenyumin.
waktu SD SMP sering digangguin sama hantu perempuan. akhirnya karena nggak kuat, aku lapor papa. waktu itu sih papa bilang aku ngayal kali… tp suatu hari beliau bilang, aku ga bakal diganggu lagi. dan ternyata benar, akhirnya aku ga digangguin lagi. mgkn udah dipagerin. ga tau deh.
bisa ngeliat gituan emang ga enak mbak, bikin jadi penakut. apalagi kalo di tempat gelap sendirian. soalnya takut ada yg nongol.
untung skrg udah ga bisa liat sama sekali. caranya? aku berdoa, minta mataku “ditutup” biar ga bisa liat gituan lagi. dan sekarang udah 6 tahun, aku ga pernah liat yang begituan lagi.heheheh…
hiii ngapain setan demit ma jin dsebut-sebut dsini *ampun..saya tatut mbak..tatut*
Aku pernah merasa melihat, Zee… Kenapa merasa, karena aku hanya bisa meyakinkan mataku melihat adalah ketika melihat sosok yang nyata..:)
Aku melihat pertama ketika masih SD di sebelah rumah ada pohon besar, menjelang maghrib ketika sedang lewat di situ sendirian, sekonyong-konyong muncul sosok tinggi dan besar.
Waktu di rumah lama (1990 – 1998) aku juga pernah dan bahkan sering melihat bayangan putih yang menyeramkan, tapi anehnya waktu itu aku nggak pernah merasa bahwa itu adalah makhluk halus sampai ketika kami pindah, Papa bercerita tentang makhluk itu dan aku menggumam “Wah, berarti yang kulihat dulu itu hantu?!”
Di kantor lama (2001 – 2008) barangkali adalah yang paling tampak kasat mata. Aku sering terbangun jam 2 malam dan benar-benar-benar bisa melihat ada sosok wanita yang memandangiku dan sosok pria yang tinggi besar…
Aku nggak mau lagi! Cukup 🙂
Spooky banged sih. Sbnrnya makhluk2 itu bisa ada yg lihat krn apa ya, apa mereka bs milih utk terlihat pd sapa-2 aja? Hmm..
Iya bener kak, kayaknya tuh syaitan memang milih mangsa. Aku sih ga pernah ngeliat. Amin amin amin. Cuma kalo pengalaman sikit2 sih ada.
Kayak 2 hari yang lalu, as my sis told *for the record dia emang bisa ngeliat huh* di rumah kami sekarang, emang ada yang “siskamling” selalu. Tapi dia ndak mau ganggu, but eniwei, siapa yang percaya ya kan. Kemarin aku ketiduran di kamar baca di belakang, trus lagi pas tidur-tidur ayam itu (read : antara tidur and sadar) , aku merasa ada yang masuk dari ujung jari, dan aku merasa my body was taken over by ntah apa itu. Ndak bisa bergerak, ndak bisa noleh, ndak bisa bangun, terlebih lagi ga bisa teriak.
Langsung aku baca-baca. Akhirnya sih lepas dengan perjuangan. Nah itu ga sekali, dah sering makanya yang kemaren itu dah agak mudah melepaskan diri. Kalo sebelumnya aku sampe lemas and sesak napas loh. Kata2 orang sih “ketindihan”. Tau deh…
Nah ada lagi, temenku datang kerumah and bilang, “Eh lorong samping itu jarang dibersihkan ya”. Aku tanya emang kenapa ? “Pantes dia suka disitu”. Whattt maksudnyaaa?? *kamarku pas di samping lorong itu, hikss.
Trus kak, ada pengkolan pas setelah Bandar Baru, adikku pernah bilang, ” kenapa perempuan itu asik nunggu disitu aja ya”. Ternyata konon katanya, dulu ada ce nunggu kencan disitu, trus terbunuh, yah gitulah katanya.
Saranku : Jangan pegi sama orang2 yang bisa ngeliat, buat beteee and serem!! hahahaha…..
Makjang! Yang panjang kale bah komennya. Da jadi ini satu postingan wid, hihihi…
Ishh wid ngerilah…. yg lorong samping itu…. berarti tiap malam dia ngintip kau ber-bbm ria 😀
tambahan: apalagi dulu pas masih di sby, rumah gua kan rumah kuno gitu, dan sebelah persis itu rumah duka pula. hahaha.
bukannya harusnya setan kalo di cermin malah gak keliatan ya?
gua juga gak pernah liat setan, amit2 dah moga2 jangan sampe pernah… haha. tapi kalo denger cerita2 nya di sekitar rumah sih banyak. hahaha.
Haha.. aku kira klo dari cermin justru keliatan. Kayak film The Eye yg dia liat bayangan pemilik mata di depan kaca. Gini nih klo kebanyakan nonton film horor, rancu deh hihih..
mba zee aku jug aga pernah liat.
dan bener2 ga mau liat, serem dan aku penakut banget.
soalnya suka kebayang2 gitu gambar2 hantu2 itu tiba2 didepan mata (efek nonton film hantu haha)
Ya yang kaya gitu dimana-mana ada lagi
Asalkan kita ga saling mengganggu,
Selalu berdoa kepada TUHAN.semoga dijauhkan
Dari hal2 seperti itu
dunia kita dengan mereka berbeda. mereka dapat melihat kita dengan terang tapi kita tidak dapat melihat mereka. Aku sih enjoy aja dengan semua ini karena memang itu sudah dari sononya. aku juga yakin mereka melihatku sewaktu aku menulis coment ini. wkwkwk…………. 😆
hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….
mbak zizy buat merinding nih..
pas lagi baca jadi nemgok belakang mulu…
tapi sama saya juga “syukur” banget ga pnah ketemu…
tapi katanya pas saya kecil pernah dicolek ama leak…
aku juga pernah kayak merasakan tuh, walaupun ga liat, tapi seren banget loh…
merinding aku, mbak bacanya. aku jg belum pernah mendapatkan penampakan dan semoga akan terus seperti itu. amieeen.
Hiii serem, Mbak…
Kalo saya cuma sekali pernah ngalamin ngeliat makhluk halus (kata orang sih Jin) yang tiba-tiba melintas di depan mobil yang saya supiri yang melaju pelan di tengah gerimis saat maghrib…*pyuh…deskripsi yang panjang euy..*
Bulu kuduk merinding dan kaki saya berasa kaku. Anehnya, walaupun penumpang disebelah seketika merasa dingin dan juga merinding, tapi dia nggak melihat yang saya lihat… sial, dikira bo’ong saya… 🙁
Horas, hampir saya putus asa mencari di google, seorang wanita yang menurut saya luar biasa bernama Astrid Damanik, setelah beberapa bulan, kini baru saya temukan lewat blog S Nainggolan.
Pendekkata, au sihol berkenalan pakon ham, Goran Saut Erico Pakpahan, na hualop Boru Damanik. Apapun ceritanya kita ini marpariban. Au sihol marlajar hu bamu, domma piga-piga blog na hubahen tapi langdong dope duitni, iklan domma terpasang, salah sada: tutorial-ericovanadis.blogspot.com, email :ericopkn@gmail.com.
Terima kasih, tarima kasih, diatetupama
Wah terima kasih ito atas pujiannya. Saya ini biasa-biasa saja kok, kebetulan saja dapat kesempatan untuk tampi kemarin itu. Masih banyak yg lebih baik dari saya ito. Tq ya.
Tetap berusaha, jgn pantang menyerah.
wuidihhhh….
ndak pernah pngen ngeliat yg gituan sizt’,
huahaha..
bisa mati berdiri dah…^_^
wah panjang bahasan kali ini..hahahaa..aku juga idem zee, sering dengar tapi gak pernah lihat scr langsung. di kostku juga banyak katanya. ada yg lihat mbok2..pagi2bilang misi…terus ngloyor. ada yg suara nangis di depan kamar teman kosku. ada yg malam2 dengar2 suara tertawa yg terkikik2. ada lagi anak kecil, anaknya ibu kos yg suka main ke kamarku. satu kali dia lagi main2 dg gitarku yg aku senderkan di samping tempat tidur, tau2 dia loncat turun dan bilang, “mbak yenni, ada tante.” siangnya pas tidur siang, aku langsung kena “tindisan” (kayak ditindih dan gak bisa bergerak). serem juga. ada lagi teman kos yg punya adik umur4 tahun,bilang di kamar temanku itu ada tante di atas lampu. mamanya lihat kakek2 di atas lemari. duh..masih banyak lagi. pernah lagi teman kos yg pacaran dg kenalan dari internet, sebulan putus..sama si cowok, diguna2in, sampai kita2 masukin sendok ke mulutnya spy gak gigit lidah sendiri. duh..gak ada habis2nya cerita ginian. di kampus juga banyak tuh cerita2 beredar seputar hantu, jin, dkknya. tapi di china, hampir gak ada yg percaya sama hantu/jin.dianggap halusinasi.
Wah Yen,
Ceritamu kok lebih serem yaa… ampun dah jangan2 itu tante mantan gitaris?
saya juga gak pernah liat sampe sekarang sih tapi kalo tiba2 bulu kuduk berdiri saya percaya pasti ada apa2nya disekitar saya yang saya gak lihat.
saya mah berharap jangan ampe ketemu deh, pengalaman saya memeng sih ga melihat langsung jadi anak saya yang kedua rewel terus dan saya udah curiga nih anak ada yang iseng dari setan/gondorewo dan saya sempet ngatain yang isinya nantangin dan ternyata anak saya rrewel terus hingga beberapa hari
akhirnya lewat bantuan kyai bisa lepas dan ternyata emang tuh setan sengaja gangguin ditambah ngejawab tantangan saya hehehe
saya sih pernah denger katanya jin bin dedemit itu perlu usaha keras kalau mau muncul di depan kita.
Jadi beda dengan di film yang sepertinya tuh setan bisa ketawa-tawa kalau muncul depan kita. Aslinya mereka ngos-ngosan kayak lari keliling lapangan kalau muncul depan kita. 😀
Sis, pohon mangga depan rumahku juga dipotong.. tapi kok setannya malah ngamuk ya? ~_~
Itu wujud dari Jin kali ya 😀
Aku masih belum menjumpainya, sesekali pingin gitu ditemuin tapi sama dedemit yang cakep he..he…dan gak ganggu
aku juga blm pernah lihat dgn mata kepala sndiri, tapi kalo denger ceritanya sering…kayak waktu aku kerja di sukabumi, kan aku tinggal di mess. 1 kamar 3 orang..pas depan pintu kami ada kamar mandi diluar. aku sering nyuci baju malam2 disana soale pulang kantornya sering malam. Waktu itu perasaannya biasa aja. Trus satu waktu ibuku datang ke mess. Kebetulan ibuku bisa “melihat” makhluk halus. Langsung aja saat itu juga kamarku dsuruh dirapihin, tempat tidurnya dikebutin pake sapu lidi, kamarnya disapu. Setelah itu baru ibuku cerita kalau saat itu ada ‘genderuwo’ dikamarku. genderuwo itu sebenarnya tempatnya dikamar mandi depan kamarku, tapi karena kamarku kotor jadi genderuwo itu sering main ke kamarku…ihhh sereemmm…
Udah gitu temenku jorok banget, sering skali kalau lagi mens celananya yg kena darah ngga lgsung dicuci. jadilah genderuwo itu betah dikamarku…
pernah juga waktu itu kita lagi ngobrol bertiga dikamar, tiba2 pintu terbuka dgn sendirinya…pas dilihat didepan ngga ada siapa2, tapi aku melihat ada bayngan yg masuk ke arah kamar amndi, dengan pedenya aku masuk ke kamar mandi itu yg memang ngga ada lampunya, aku pikir temenku yg lain pasti becanda abis buka pintu trs ngumpet dikamar mandi itu, ternyata gak ada siapa2…pas aku tanya sama temen yg diakamr sebelah dia bilang semalam ngga pulang ke mess krna harus lembur dikantor sampai pagi….hahhh berarti yg bayangan lari ke kamar mandi itu genderuwo dong!
Aduh Nia,
Kok serem banged pengalamannya. Aku langsung mengingat2 apa ada bagian di rumahku yg kotor :D…. hueh serem ya sekamar sama genderuwo.
saya juga pernah lihat Bu pas masih SD, cuma dua kali tapi cukup bikin saya merinding ketakutan, 😀
ini lebih asik dari pada nonton film horor indonesia yang monoton….
Jangan sampai deh menampakan diri
saya pernah tuh mbak, waktu kos jaman kuliah dulu, kayak lihat sosok temen saya. tapi cuman sekelebat saja. ternyata begitu saya longok ke kamarnya, dia nggak ada. dan kata temen saya yang lain, temen yang saya liat sosoknya itu ternyata lagi pergi dan udah sejak satu jam sebelumnya. trus juga pas di rumah, saya mau masuk kamar mandi (posisi kamar mandi di luar rumah) eh tiba-tiba ada bayangan putih melesat cepat keluar dari kamar mandi. saya kaget dan berhenti. sambil mikir juga, apa cuman ilusi aja? tapi kalo cuman ilusi kok saya bisa sekaget itu dan otomatis menghentikan langkah saya (karena takut nabrak bayangan itu). tapi akhirnya saya masuk kamar mandi juga setelah beberapa saat, wong kebelet pipis, heheheheee… tapi jangan sampe kejadian lagi deh. cukup dua itu aja 😀
Waduh kok serem amat itu cerita yg di kamar mandi…. huuuhhhh jangan sampai deh kena di gue….
pengalamanny sama kek pengalaman nia ya, di kamar mandi. ktnya para jin itu suka di tempat yg remang2, kayak lampu2 neon kuning begitu. makanya semua lampu kuning kami ganti jd yg putih (kec ada juga 8 lampu di sudut yg kuning tp kecil aja sih)….
walah swerem amat judulnya mba….selamat siang…
hahaha…
* iya badan saya juga dah tersetting untuk bangun pagi klo hari libur, pingin tidur lagi klo hari kerja… settingan terbalik… heheh
*perut saya juga tersetting untuk makanana, klo bli sendiri dah ada jatahnya, klo ada traktiran masih ada ruang kosong… heheh
8ttg makhluk halus… saya sih lum pernah takut, dulu waktukecil yg paling saya tautin tuh cma Mak lampir.. tp tetep sering nonton… hahahah
nah besok ada yang nawarin zee, jadi penulis skenario film horor 😛
mau. mau… 😀
Jujur Zee, biasa gw baca blog elu per lines, kali ini gua skip banyak. Ngeri siy…. Palagi gw neh tinggal di perumahan tua, rata2 bangunannya didirikan th 20-an.
Hueheuee… waduh apalagi rumah tua…
saya juga belum pernah sih kalo meliha secara terang2an wujud makhluk halus ini, tapi kalau “tanda-tanda” sih sering, pintu ujug2 terbuka, gelas bergeser, dll. tapi anehnya kalau lagi kejadian beneran saya suka berani dan penasaran, tapi kalau lagi ga ada apa2 terus tiba2 mikir aneh2 atau lagi denger cerita orang saya suka merinding sendiri. hehe…
Speed Reading …
Lalu kabuuurrr …
(Trainer penakut dasar …)
Salam saya
aku juga milih untuk ga pernah ngeliat dey…takuuutttt…
kayaknya emang mereka ada dimana-mana ya. di rumah yang sekarang aku tinggali juga kayaknya ada. kadang suka ngerasa kaya ada orang lain gitu, tapi untungnya mereka ga pernah menampakkan wujud.soalnya aku lebih sering sendirian di rumah.
wah syukur deh, mendingan emg ga usah ditunjukin kali ya.
wiih serem jugak mbak zee,,
dulu saya juga pernh kayak gtu juga yah sudah kayak jadi bad moment tuh,,
pi tak apalah yang penting kalo kita dibekali iman yang kuat pasti kita nggak bakal digangguin..
ternyata diawali dari mimpi, hehe
Hemmmm pernah di Medan ya, aku sempat kebingungan nyari alamat di Medan kapan hari hehehe…
Salam kenal.