The Cat Cabin, Cafe Buat Yang Suka Kucing

The Cat Cabin, Cafe Buat Yang Suka Kucing

The Cat Cabin

Ceritanya, ketika kami pulang ke Medan saat lebaran laru, di rumah omanya tuh ada kucing kuning betina dengan tiga ekor anak kucing. Mereka adalah kucing-kucing kecil yang kurus dan tak terawat karena si ibu ygak pinter cari makan.

Setiap kali Si Oma meletakkan piring makanan, datanglah seekor kucing jantan liar yang numpang makan. Alhasil si induk kucing jadi kurang makan dong ya, dan air susu ya pasti jadi  kurang. So, jadilah setiap kali mau memberi makan kucing-kucing ini, harus ditungguin sambil kaki dan mulut kita bekerja. Mulut teriak “Hush. Hush.” Ngusir Si Jantan. Dan kaki ikutan bergerak biar benar-benar gak direbut.

Nah, Dek Vay selama di Medan terus saja menatap penuh kekaguman kucing-kucing kecil yang kurus itu. Meski mata mereka penuh belek, bulu tidak bersinar, tapi tetap menarik di matanya.

Ada satu yang hitam, betina, itu favoritnya. Sebenarnya itu jadi favorit hanya karena Si Hitam itu yang paling jinak. Jadi ketika Dek Vay sudah tahu cara mengangkat dan menggendong anak kucing dengan benar, wuih langsung dong dia bilang Si Hitam itu kucing dia.

Terus? Beleknya bagaimana? Ya sudah dibersihkan lebih dulu sama sepupunya Vay.

(Bedalah yang sudah pengalaman melihara kucing hahah…!)

Pecinta Kucing Harus Main ke The Cat Cabin Jakarta

Pecinta Kucing Harus Main ke The Cat Cabin Jakarta

So, singkat cerita, pulang dari Medan, Dek Vay pun minta kucing. Pengen punya yang fluffy di rumah, yang bulunya banyak. Tapi setelah saya pikir-pikir, sepertinya dia belum siap deh untuk punya peliharaan. Ngurus diri sendiri aja belum bisa, apalagi kalau ada kucing.

Mungkin nanti, ketika dia sudah agak besar sedikit.

Maka, weekend kemarin ini saya bawa Vay ke satu kafe kucing yang hits di Jakarta. Ya kalau kita memang belum punya kucing, kan masih bisa menikmati main dengan kucing di kafe kan. Nama kafe kucingnya The Cat Cabin yang berada di Kemang.

(Saya harus akui, saya paling gak suka jalan ke daerah Selatan. Macetnya gak tahan, belom lagi daerah Kemang itu jalannya berlika-liku. Jadi saat ke sana pun saya harus benar-benar memperhatikan maps, jangan sampai kelewatan atau harus mutar lagi.)

Kucing-kucing lucu di The Cat Cabin

The Cat Cabin ini berada di lantai 3 di sebuah gedung ruko, pas di tepi jalan. Saya sudah browsing tempat ini sejak lama, tapi memang baru kemarin ke sana. Dan malam sebelumnya saya sudah intip Instagramnya dulu, untuk mencari tahu info lebih detail. Ada berapa banyak kucingnya, buka jam berapa dan harga tiket masuknya berapa.

The Cat Cabin Jakarta

Oh pakai tiket masuk ya? Iya. Namanya memang kafe kucing, tapi tetap ada charge tiket masuk untuk bisa bermain dengan kucing-kucing di dalam. HTM: Rp60ribu untuk hari biasa, dan Rp70ribu di weekend, untuk 1 jam pertama.

Itu hanya untuk masuk ke dalam kafe. Bukan cover charge, bayar sekian sudah termasuk minuman. Jadi kalau mau memesan makanan atau minuman harus pesan lagi. Jam berikutnya dikenakan Rp50ribu. Per-orang.

Karena kami sampai jam 2 siang, sebagian besar kucing masih tidur. Memang sudah ada review di Google yang bilang jangan datang siang karena kucing biasanya lagi tidur, tapi saya gak bisa manage Vay untuk bangun lebih cepat biar pergi pagi. Dan tidak kepengen juga pulang malam. Jadi kita pergi dari rumah ya setelah makan siang.

Tapi tak masalah sih, karena tak lama di sana sudah mulai banyak juga kucing yang bangun. Kucingnya ada banyak lho, dan lucu-lucu banget. Vay sampai gak sabaran sampai gemes banget sama satu kucing yang masih tidur. Kayak mau diremas gitu. LOL.

Jenis kucing yang ada di sini mostly Persian, tapi ada juga jenis yang mirip kucing biasa tapi badannya tinggi. Saya gak tahu namanya, sudah lama tidak memelihara kucing, jadi gak update ada apa aja. Pengalaman saat masih tinggal di Medan, pernahnya memelihara dua anggora dengan bulu super lebat.

The Cat Cabin

Ketika seorang waitress masuk, saya tanya, mana yang bisa digendong dengan mudah. Soalnya kan pada tidur semua, takutnya kalau kita memaksa nanti membuat kucing tidak nyaman. Vay juga belum terbiasa dengan kucing, jadi dia agak takut untuk coba menggendong.

Dan memang tidak semua kucing suka digendong. Tapi ada satu yang paling ramah, namanya Tomo. Ini yang kemudian diangkat masnya lalu dikasih ke Vay buat dipeluk. Duhhhh gemesnyaaa… Vay hepi banget dong. Again, dia langsung bilang Tomo itu kucing dia. Saya harus cari kucing lain katanya. LOL.

Lihat saja gimana lucunya si Tomo saat mengikuti sendok es krim Vay. Terlihat matanya penuh harap menatap pada es krim. Tapi memang tidak boleh memberi makan kucing dengan makanan yang kita bawa atau kita pesan. Jadi, maaf ya Tomo!

Saya dan Vay menghabiskan satu jam saja di sana. Ini adalah kunjungan pertama kami, dan tentu saja Vay butuh kunjungan-kunjungan berikutnya biar bisa lebih engage dengan kucing.

Sedikit catatan bila ingin ke sini: bawa uang cash. Karena The Cat Cabin sepertinya belum bisa cashless.

Alamat The Cat Cabin di sini:

-ZD-

1 Comment

  1. sbg penyayang kucing, aku slalu seneeeeeng main k tempat begini. Cat cabin ini ownernya nasabahku. Dulu sblm tau dia owner cat cabin, aku suka sebel krn rewel orangnya. tp pas tau dia pemilik cafe kucing, aku lgs assume, pecinta kucing pasti org baik semua hahahahahhahaha.. lgs berubah pikiran ama tuh org.

    kapan2 aku mau ajakin anakku main k sana. mereka jg seneng bgt ama kucing walo si bungsu g brni utk megang :D. di rumahku ada kucing, tp rada galak dan moody :p. jd anak2 prnh dicakar semua hahahahahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *