Tuan Putri yang Angkuh

Habis main ke tempatnya Yessi dan baca postingannya tentang orang yang sangat menyebalkan, saya jadi pengen cerita juga tentang seseorang yang sangat-sangat menyebalkan.

Orang itu bukan sangat menyebalkan tapi juga tinggi hati dan belagu. Beberapa teman dekat saya pasti sudah tahu siapa yang saya maksud, karena saya juga cerita pada mereka tentang sosok perempuan tinggi hati ini. Kenapa saya bilang tinggi hati? Karena memang begitulah sosoknya yang tercermin selama ini.Saat pertama kali saya pindah ke Jakarta dan berkantor di kantor yang sekarang, ada seseorang yang sudah langsung menunjukkan sikap antipati pada saya. Dia jelas sekali tidak suka dengan kehadiran saya karena merasa terancam. Kenapa begitu? Karena kepindahan saya waktu itu mengancam posisinya saat itu, karena sayalah yang nantinya akan mengambil alih pekerjaan dia, dan dia tidak rela kehilangan posisi yang “sangat membanggakan” itu. Saya sampai heran, pentingkah itu? Saya tidak pernah meminta posisi itu, tapi big boss yang mengharuskan saya mengambil alih fungsi itu karena dia masih berstatus pegawai kontrak yang notabene riskan untuk memegang fungsi yang berkaitan dengan rahasia perusahaan.

Dia selalu berjalan dengan kepala mendongak, alis terangkat, dan kalau mengetik di keyboard suaranya selalu tak tok tak tok (mungkin kecepatannya 120rpm kali ya hahahaaa….). Selalu menenteng paper bag Zara untuk membawa keperluannya. Umurnya sekitar tujuh tahun di bawah saya, tapi jangan tanya wajahnya dong, jelas saya lebih cakep :p~ *maksa hahahaaha…

Sikap menjajah ditunjukkannya dari pertama kali kami berinteraksi. Dia membentak saya, berkata dengan suara keras dan kasar agar seluruh kantor mendengar, dan menjawab penuh amarah setiap kali saya bertanya ulang. Seakan saya ini orang yang paling bodoh saja, hahaha..  Semua pasti tahu dong model begitu? Orang yang berkata dengan suara kuat agar kelihatannya dia yang kerja, dan orang lain kelihatan lebih bodoh dari dia.

Saya tidak peduli saat itu. Saya tidak membalas apa-apa setiap kali dia membentak saya di depan orang-orang di kantor. Orang mungkin heran, bagaimana mungkin saya — yang katanya preman — bisa diam diperlakukan begitu. Bukan, bukan berarti saya takut atau tidak mau melawan. Tapi saya pikir, apa untungnya saya melawan dia? Dia jelas bukan level saya, dan kalau saya lawan dia, maka saya akan menjatuhkan martabat saya menjadi selevel dirinya. Setiap rasa emosi mendera hati, saya pendam saja di dalam dada sambil menarik napas panjang, berdoa semoga Tuhan memberikan saya kesabaran. Saya tidak mau mengotori mulut atau tangan saya dengan melawan dirinya. Saya cuma berkata dalam hati, setiap orang yang berbuat tidak baik pada orang lain pasti akan mendapat ganjarannya.

Setelah beberapa bulan di kantor itu saya mendapat beberapa teman dan mereka akhirnya berani buka suara. Mereka semua mengutuk kelakuan si perempuan tinggi hati tadi. Mereka juga tak tahu harus berbuat apa, dan mereka juga bertanya pada saya kenapa saya diam saja dan tidak melawan. Saya katakan pada mereka begini, pada dasarnya dia itu kan telah menunjukkan sifat buruknya sendiri. Coba ingat, berapa kali dia ikut tes masuk karyawan tapi dia selalu tidak berhasil melewati interviu terakhir? Perusahaan ini tidak butuh orang pintar, tapi mencari orang yang punya attitude. Dan saya selalu percaya, bahwa suatu saat dia akan dapat balasan kok. Saya katakan, biarpun dia tidak mau sharing knowledge dengan saya, itu bukan masalah. Suatu saat dia pasti digeser, lihat saja. Ada perasaan lega di hati saya ketika mendengar betapa teman-teman menaruh simpati pada saya atas perlakuannya pada saya. Saya merasa itu adalah doa dari teman-teman, karena saya akhirnya malah dapat banyak teman dan kemudian saya pun hamil.

Dan karena saya hamil, tiba-tiba si cewek menyebalkan itu bersikap sedikit manis pada saya. Hahaha… mungkin dia takut kena karma kali ya kalau jahat-jahat sama orang hamil. Tidak pernah lagi keluar bentakan dari mulutnya, bicaranya juga sudah mulai melunak. Dan saya menangkap sedikit rasa menyesal pada dirinya. Tapi jujur saja, saya tidak ingin membuka hati saya untuk dia. Jelas dia bukan tipe saya, hahahahaa…

Manusia Angkuh satu itu tidak punya teman di kantor. Dia punya teman, yang sekedar basa-basi ketawa ketiwi saat lewat di depan kubikelnya, membahas ini itu sebentar, tapi mereka tidak pernah mengajaknya makan bersama saat jam istirahat tiba. Semua orang pergi tanpa mengajaknya, kecuali bila dia yang menawarkan diri. Beberapa waktu dia pernah terlihat makan bersama seorang teman perempuan, tapi itu hanya sebentar. Tak lama kemudiaan temannya makan bareng itu berganti pergi makan dengan teman lain, dan dia tak punya teman lagi untuk diajak. Kalau sudah begitu dia akan mengajak teman cowok yang tinggal sendirian di ruangan untuk menemani makan. Si cowok itu mau menemani dia makan, tapi bukan berarti dia cocok dengan dia. Di belakangnya mereka akan berbisik-bisik tentang kesombongan perempuan itu. Menduga-duga apakah dia berasal dari keluarga yang sangat kaya raya sehingga bisa angkuh seperti itu, lalu berbisik-bisik sinis, mengatakan bahwa mungkin dia itu idola di kampungnya jadi begitu sampai ke Jakarta lalu besar kepala padahal cakep banget juga tidak. Setiap kali beberapa bos iseng-iseng menjodohkan dia dengan seorang cowok di kantor, dia akan tersenyum mencibir pada cowok itu. Padahal siapa juga yang mau sama dia, kegeeran banged sih, kata salah satu cowok yang pernah dicibirin dia. *eh saya gak bohong lho ya, memang si cowok itu ngomong sendiri ke saya dan teman-teman hihihi…

Saya waktu itu duduk bersebelahan dengan dia, tapi tidak pernah sekalipun kami saling melihat atau bertegur sapa untuk basa-basi. Saat itu saya mulai merasakan suasana semakin terbalik, dia yang dulu terlihat superior sekarang mulai menjadi minoritas di situ karena kami tidak pernah melibatkannya dalam pembicaraan. Saat saya mendapat banyak teman, dia malah kehilangan teman yang jumlahnya juga sedikit. Well, beberapa kali dia berusaha bersikap baik pada saya, menegur dengan suara ceria yang nyaring, tapi biasanya saya hanya menjawab dengan nada dingin. Namun beberapa kali akhirnya saya mengalah juga, saya mau menemani dia lunch saat bulan puasa (saat itu saya menyusui sehingga tidak berpuasa) karena tidak tega melihat dia sendirian, dan dia tidak punya siapa-siapa untuk diajak makan. Jadi saat dia mengirim pesan via ym mengajak saya makan bareng, saya bilang OK. Ternyata saya tak tega juga jadi orang jahat, hehehee. Tapi hanya beberapa kali lho, karena biasanya saya kabur duluan biar tidak sempat diajak makan. :p~

Dalam hati saya merasa kasihan juga sama dia. Saya yakin bahwa dia sebenarnya stress berat karena telah lama kerja di kantor ini tapi tak juga kunjung menjadi staf permanen. Mungkin itu sebabnya dia merasa terancam ketika saya — yang pegawai tetap — datang dan ditugaskan mengambil alih pekerjaan dia. Tapi pernah gak sih dia mencoba melihat bahwa sebenarnya bukan perusahaan ini yang salah, tapi dirinya sendiri? Dia beberapa kali diberi kesempatan untuk ikut tes karyawan tetap, tapi ternyata dia tidak berhasil melewatinya. Jadi siapa bilang perusahaan tidak memberi kesempatan bagi karyawan kontrak? Baru selesai tes psikotes saja dia sudah sesumbar kemana-mana bilang dia pasti lulus dan sudah pasti akan dapat dapat penempatan di Jakarta dan bukan keluar kota seperti syarat penempatan pegawai baru. Dia bilang dia sudah dapat janji dari big boss kami yang baru diangkat menjadi salah satu direktur waktu itu. Dan ternyata? Dia tidak lulus lagi, Saudara-saudara! Mengenaskan.

Sampai akhirnya, di suatu waktu, ketika masa kontraknya habis dan dia harus freezed selama sebulan, bos kami menjadikan itu saat yang tepat untuk menggeser dia. Hei, jangan salah. Bos kami bukannya takut menggeser si tuang putri yang angkuh ini, tapi seorang bos kan tidak mungkin memulai konfrontasi dengan anak buahnya. Dia tentu harus bisa berlaku adil pada semua anak buahnya, biarpun salah satunya mendapat tindasan dari yang lain, hahahah… Dan itulah yang menjadi momen tepat dari semuanya. Saat dia freezed sebelum lanjut masuk lagi dengan kontrak baru, bos kami mengatur ulang semua fungsi dan dia hanya mendapat porsi kerja yang “sekedarnya”. Dia yang dulunya begitu bangga karena merasa jadi orang terpercaya sekarang jadi orang yang kehilangan power. Persis macan ompong.

Setelah dia pindah bagian ke fungsi lain (walaupun masih di divisi yang sama), semua orang di tim itu bernapas lega dan tertawa-tawa senang. Orang yang menyebalkan telah pergi. Semua senang karena tidak harus berinteraksi dengan dia lagi, termasuk saya. Bahkan teman-teman di sebelah saya juga senang. Kenapa begitu? Ya itu karena dia selalu memperlakukan orang lain lebih rendah dari dia.

Tapi ternyata kemudian, setelah semua peristiwa itu, mulai dari beberapa kali dia gagal lulus tes karyawan tetap, lalu dipindahkan ke bagian lain (saya senang punya pikiran kalau bos kami memindahkan dia sebagai hukuman atas kesombongannya pada saya dulu, hehee.. ge-er deh), dan menjauhnya semua teman di kantor, telah membuatnya sedikit “sadar diri”. Dia menjadi sedikit “nice” dan kelihatan sudah sedikit “down to earth”. Tapi peristiwa yang paling menyakitkan ya itu, ketika dia sudah sesumbar kemana-mana soal lulus tes, tapi dia tidak lulus. Itu pukulan telak baginya. Belum lagi kemudian banyak bisik-bisik di belakangnya terdengar saat dia akan menikah. Semua kaget karena tidak menyangka si cewek angkuh ini akhirnya menyerah pada cowok yang “tampangnya biasa banget”. Maksudnya, karena selama ini dia begitu sombong dan bergaya high class, orang-orang mengira dia akan mengakhiri masa lajangnya dengan seorang pria kaya yang tampan. Cowok-cowok yang dulu dicibirin dia balik mencibir sinis. Bukan, bukannya teman-teman di kantor suka bergosip, hanya saja omongan miring itu spontan terucap karena ini tentang dia. Tentang perempuan yang angkuh itu. Kalau kau seorang perempuan sederhana yang baik hati dan ikhlas membantu orang, kau kawin dengan pria paling jelek atau yang tak kaya sekalipun, tak ada suara mencemooh yang terdengar. Mereka akan memberi beribu pengertian untukmu.

And then, setelah beberapa saat sempat sedikit “down to earth” belakangan dia sudah kembali terbang ke singgasana dan tak mau menyentuh tanah lagi. Kalau kita bilang sih, ini hanya masalah waktu saja kok, dia pasti akan kembali ke watak aslinya. Ketika dia merasa ada yang bisa disombongkan, dia akan memainkan perannya lagi menjadi seorang penjajah. Dan sekarang dia sedang bangga dengan kehidupan yang dimilikinya setelah merid. Ceritanya tentang mobil baru mereka, kamera baru, dll.

Beberapa minggu yang lalu, dia datang ke meja saya. Dia pasang muka manis di depan saya (dan saya bisa menebak ini pasti ada maunya). Dia awalnya tanya, saya kalau pulang kantor lewat mana? Hmm. Dan lalu ketahuan sudah, dia ingin nebeng ke rumah mertuanya yang kebetulan searah dengan rumah saya, untuk jemput anaknya. Ada hari-hari dimana suaminya tidak bisa menjemput dia pada jam itu dan dia musti ke rumah mertua karena anaknya dititip di sana.

Otak saya berpikir cepat, bagaimana ya caranya menolaknya? Sudah pasti garinglah kalau saya semobil dengan dia, kok bisa dia sepede itu bilang mau nebeng? Ngobrol bareng saja setahun sekali kali sudah syukur. Awalnya sih saya bisa mengelak dengan alasan mau ke suatu tempat dulu. Tapi hari berikutnya, saya tak punya alasan untuk  menghindar. Dan teman-teman lain seperti kesambar geledek waktu tahu dia mau nebeng saya. Hahhh!! Si Zizy pulang bareng sama si Jeung itu..??!! Silent enemy tapi pulang bareng?! *hahahahaa…

Jadilah akhirnya hari itu dia nebeng dengan saya pulang. Di sinilah terjadi peristiwa lucu itu. Waktu kami turun ke B1, dia terlihat sedikit kaget karena melihat saya dijemput oleh driver bermobil hitam besar. Selama ini saya sih biasa menyetir sendiri tapi kadang-kadang pakai driver kalau driver tidak dipakai suami. Saya naik duluan dan dia ikut. Selama perjalanan kami yang garing itu, sayalah yang akhirnya sering membuka bahan pembicaraan karena ingin jadi “tuan rumah” yang baik. Kami berbicara santai saja seolah tak pernah ada kejadian apa-apa.

Sejam kemudian, finally.. tibalah kami di satu simpang dekat rumah saya, dimana dia harus turun karena akan menumpang angkutan umum ke rumah mertuanya. Dia mengucapkan terima kasih sebelum akan turun. Saat itu door sebelah kanan terbuka otomatis, dan dia turun dengan kikuk. Lalu dia pun melakukan kebodohan itu, dia menggunakan tangannya untuk mencoba menarik pintu mobil. Kelihatannya dia bingung tak tahu harus bagaimana, pasti karena belum pernah naik mobil berpintu otomatis. Dan supir kami dengan santai berkata dengan logat Tegalnya : “Nggak papa, ggak usah ditutup. Biar dari sini sajja. Otomatis kok!” Dan mukanya langsung memerah.

Saya diam saja di tempat saya sambil menahan senyum. Dalam hati saya tertawa dan membatin. “Katanya tuan putri, gayanya high class, masa naik mobil begini saja bingung?” Gimana kalo diajak naik Jaguar yah, hahahahaa.. Saya tahu saya sudah jadi orang jahat  karena menertawakan dia dalam hati, tapi saya gak bisa memungkiri bahwa melihat wajahnya yang memerah karena bingung serta kepayahan menarik pintu mobil itu sungguh membuat saya senang. **duh, maafin saya ya Tuhan, bukannya bermaksud sombong & takabur..

Dan ternyata dia kapok. Setelah kejadian kemarin itu dia tak pernah lagi bilang mau nebeng padahal sebelumnya dia bilang mungkin rutin. Syukurlah, ternyata peristiwa kemarin itu ada hikmahnya juga ya. :p

111 Comments

  1. Knapah ya mbak.. adaaa aja di dunia orang2 kayak gini.. hihi.. biasanya sih kalo ada orang gini saya so skut aja.. so cool, sama kayak apa kata mbak zee : “Dia jelas bukan level saya, dan kalau saya lawan dia, maka saya akan menjatuhkan martabat saya menjadi selevel dirinya.” Tapi pernah juga tuh saya menghardik dan rasanya nyeseeel banget. Bukan nyesel karena saya kasar, tapi lebih karena jatuh level. hahaha.. girls will be girls.. 😀

  2. mungkin EQ nya aja kali mba yang kurang, bisa jadi salah pendidikan di masa kecilnya sehingga dia tidak tahu harus berbuat apa yang benar.

  3. (yang ini versi komentar yang lain …)

    Masih Kontrak kok sudah belagu … !!!
    Ke Laut aja luh … !!!

    (hahahaha)
    (jahat ya gua ???)

  4. Sudah lah …
    Kasihan dia …
    Ini seperti semacam “self defense” …
    sebenarnya justru dia itu merasa inferior diantara teman-temannya … namun supaya tidak kelihatan maka mekanisme “arogan semu” itu pun berjalan …

    Tergambar dari “aksi sok-sok tinggi” seperti itu
    (dan fenomena ini banyak sekali terjadi …)

    Yang jelas …
    Semoga dia bisa menarik pelajaran dari ini semua …

    Salam saya Zee

    (ini versi komentar bijak) 🙂

  5. Gara-gara ngliat kelakuan temen sekantor saya, jadi inget sama postingan mbak yang ini. Ceritanya temen saya lagi ngambek. Gak tau deh, caper apa kenapa. Dan gara-gara capernya itu, sekaang dia lagi ngetik dengan kecepatan yang sangat cepat. Ampe suaranya cetak-cetok gitu dan mengganggu orang di sekitarnya. hihihi….

  6. salam kenal mbak …
    ada kalanya orang berlaku sombong dan angkuh itu cuma untuk menutupi kelemahannya, dalam konteks cerita mbak diatas, menutupi ke-ndeso-an yang dimilikinya ….

  7. haha..biasanya org yg sok penting, angkuh, sombong itu org yag gak Percaya Diri. Orang baru selalu dianggap sosok yg mengancam.. syukurlah dia sekarang ketemu batunya, mudah2an dia mau belajar dan jd gak sombong, angkuh lagi sm org baru.. nice posting, ..

  8. emm..mun9kin dia berperilaku demikian untuk menutupi/membenten9i dirinya dari oran9 lain,tapi justru malah nda baik yah..

    tuan putri..tuan putri..

  9. Ketahuan! Oh Oh, kamu ketahuaaaan hehehe. Kalo saya yang begitu dimaklumi ya, kk… maklum, nggak pernah naik mobil apalagi yang otomatis *halah* hwikikikikikik ^^

    Emang orang2 tipe seperti itu sangat sangat sangat menjengkelkan! Super Duper bikin kesal!

    Hmmm… cerita nggak yah… 😀

    Saya punya teman dulu di sebuah kantor ya kayak gitu juga, kk. Dia ini sok tau padahal jelas2 saya yang mengajarinya internet dll sebagainya. Udah gitu songongnya amit2 deh! Kalo sama temen2 senior yang harusnya paling enggak kita sopan lha ya… dia mana peduli? Datang pagi nggak tegur sapa sama yang udah datang duluan… parah banget nih orang… aaaah jengkel!
    tapi terus saya ‘skak mat’ dia… dan sampe sekarang dia paling tobat sama saya 😀 meski kami udah nggak sekantor lagi wakakaka…

    • Zizy

      wah itu temanmu samalah kayak yg di sini kekekee….

  10. Salam Mbak Zee,
    sependek pengetahuan saya kebanyakan Tuan Putri memang angkuh dan sombong.
    Tong dikala tidak berisi, jika pukul pasti nyaring suaranya.
    Biasanya saya cenderung menghibur diri dengan mengatakan yang waras ngalah…ha…ha…

  11. 🙂 setiap tempat , dikantor, ataupun disekolah yg pernah aku temui

    pastinya ada orang yg seperti itu

    di kantorku juga ada , mirippp banget kayak yg mbak ceritakan .

    rasanya ada dendam dihati , sampai2 gak mau buka hati buat dia, walaupun suatu hari dia sadar .

    cuma gimana ya, kasian kan mbak ya, dia gak punya temen ,

    mungkin jika kita berada di posisi dia rasanya akan sakiitt banget

    🙂 semoga dia menjadi lebih baik

  12. wah kasihan juga mbak itu, tapi ya memang harus dimaklumi jika orang lain akan bersikap demikian ke dia, apalagi kalau mbak zee “menertawakan” dia. semoga beliau bisa berubah dan sedikit lebih arif dan peka

  13. saya salut dengan kesabaran dan ketegaran Zee, krn tidak semua org bisa seperti itu ketika berada di zona yg nggak nyaman di waktu yg cukup lama.
    akhirnya bisa “ngerjain” si angkuh ya 🙂 seandainya sikap katroknya ketika turun dr mobil itu diketahui banyak org, saya yakin akan semakin mempermalukan dirinya

  14. Hehe, saya malah punya temen yg sikapnya kebalikan. Very down to earth but turns out that she’s richer than most of the people in my ex office. Hah, I really miss her…
    Mampir kemari Zee

  15. SEORANG guru bertanya pada murid-muridnya, “Bila seseorang marah, mengapa mengapa berteriak dengan suara lantang saat berbicara.
    Seorang murid berpikir cukup lama dan akhirnya mengangkat tangan dan menjawa.
    “Karena saat seperti itu telah kehilangan kesabaran, karena itu ia berteriak.”
    “Tapi..!” sang guru balik bertanya, “Lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”
    Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian mereka harus berteriak.
    Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin marah jadinya dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanyapun semakin menjauh dan jauh. Kerena itu mereka terpaksa bertetiak lebih keras lagi.”
    Sang guru masih melanjutkannya; “Sebaliknya, apa yang terjadi bila dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apaapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.
    Hehehe… comenya aneh. Maaf kalo aneh.

  16. Ria

    payah banget ya mbak…ada gitu orang yg kayak gitu…ckckckckck…

    kalau aku disini dulu punya temen juga sombongnya setengah mati bukan karena dia cantik tapi karena keluarga dia kaya raya, padahal harusnya dia mikir ditas langit pasti ada langit kok 😀

  17. begitu ya???????

    sebagai manuia yang baik, ada baiknya kita mendoakan dia yang kit aanggap salah itu mendapat petunjuk agar bisa berubah, atau tuhan menunjukan kenapa dia bisa bersikap begitu, sehingga kita bisa membantunya untuk berubah kearah yang baik

  18. hohoho… dia kena getahnya juga 🙂
    kasian sih sebenernya orang kayak begitu.. mendingan ke laut aja ya…

    di kantor ku juga ada yg begitu, selalu membanggakan keluarganya. yang kakaknya dokter lah, yang bapaknya guru besar lah.. ternyata suaminya pegawai honorer…

    wah wah wah…

  19. akhirnya tuan putri yg angkuh itu kena batunya ya, mbak… hehehe
    heran, koq ada ya org seangkuh dia? 😀

  20. bri

    teh zee apa kabar 😉
    jangan marah marah lagiih iah (janji) sambil kasih jari kelingking^^

  21. hahaaaaaaa…
    gw melihat foto gadis itu
    ketawa ngakaaaakkkk…
    tuan putri yang angkuh…

    tapi kayaknya lo juga punya sedikit sifat itu kale Zee..
    soalnya lo kan juga orangnya kerasss gitu..

    cocok laah ketemu ama lawan yg sebanding wkwkwww…

    kabboooooor ah…

    • Zizy

      ga ada hubungannya kale sifat keras sama angkuh modd… ga semua org yg keras hati itu angkuh, bedakan itu ya :p

      • ohh iya jg seh. gw bisa bedain skrg..
        lo kan orang kerass yg baek hati sedunia..
        heheeee… 🙂

        • Zizy

          buset dahh… di reply lagi haahahaha…

  22. Dulu waktu di Batam, ada executive baru yg gayanya sombong, dan bisik2x tetangga juga sombong. Biasanya orng yg seperti itu malah bikin aku penasaran, malah aku dekati. Ternyata dia asyik juga sih (meski memang rada sombong kalo ama yg laen hahaa) Tp aku pikir orang sombong seperti itu intinya cuma ingin diperhatikan.

  23. Memang ada tipe seperti itu…padahal sayang sekali, bukankah kita semestinya tak melihat dari penampilan ya?

    Dan berteman baik sesama karyawan di kantor tentunya lebih menyenangkan, karena bisa merasa satu keluarga

  24. wah baru buka lagi dan tampilan sudah makin ciamik, mantabs, sekarang aku di Flores bu

  25. yos

    tadi niatnya cuma mau baca 2 paragrp terakir, eh lha kok seru juga ngomongin tuan putri yang angkuh ini,,,
    jadi baca semuanya deh, hehehe
    klo menurut yos sih yang salah bukan dia…
    tapi orang tuanya yang gagal mendidik dan mengajarkan tata krama dan sopan santun padanya…

  26. Have a nice day, undangan dihari yang penuh kebahagiaan yang ke-56 untuk Ayahanda tercinta, salam D3pd :-d

  27. aku baca posting ini sambil senyum-senyum…hihi…mirip dengan orang-orang antik di tempat kerjaku dulu, sama-sama sombong dan nggak punya temen…kasian sih sebenarnya, tp ngeselin…

    • Zizy

      iya sih mbak, kasian sebenarnya ama dia, tp klo lg kumat ngeselin….

  28. wah jadi dengerin mbak zizy merepet-repet lagi nih (pinjem istilahnya mbak!) hehe.. iya yah kok saya jadi ikut-ikut kasihan sama jeung itu.Mungkin dia ga sadar kalo sikapnya seperti itu mbak coz ga ada teman yang kasih tau dia kalo sebenarnya tingkah lakunya agak menyebalkan begitu.
    Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu dia bisa berubah lebih rendah hati.

  29. Jadi inget dulu pernah punya temen menyebalkan begini, saking keselnya tapi nggak bisa ngomong langsung (nggak enak ya kalau ikut jahat seperti dia) saya tuangkan emosi tadi ke cerpen dan si jahat saya jadikan tokoh antagonis,cerpen tadi dimuat di majalah. Puassss….rasanya… bisa mengubah energi negatif ke sesuatu yang positif 😀

  30. hihihi tuhan kan adil kak, tp oke deh cara ngelawannya emang hrs gitu ya, biar ga kampungan tereak2 kaya di kampung ceger :))

    • Zizy

      hehee sebenarnya sih kasian jg, aq jg ga tegaan kl da liat org jd baik. mudah2an sih emg mo tobat..

  31. Wah, setelah lama ndak main ke sini, ternyata sudah berganti penampilannya, walaupun blum jauh-jauh dari pink.

    Mengenai teman yang angkuh, sebenarnya ada enaknya juga. Hidup kita jadi lebih berwarna. Bayangkan bagaimana membosankannya hidup kita kalau semua orang menyenangkan untuk kita. Malah ndak seru! Iya kan, mbak?

    • Zizy

      Iya dong, hidup ini kan penuh warna, klo g ada orang kayak dia, saya ga bisa posting kyk gini kan.. hehe…

  32. hahah iya tuh sebel banget deh kalo ada orang yang kaya gitu.. sok-sok an banget.. tapi ternyata ujung2nya dia sendiri yang kena batunya..

    ih malu deh itu orang

  33. hahaha…makanya jd org jgn sombong, skrg malu sndri dia, kena batunya!!!

    yah mudah2an kejadian ini bs menyadarkan dirinya spy dia bs menj org yg baik 🙂

  34. Ya ampuuun mba zee, ko ada sih orang yang kaya gitu? Kasian juga sih sampe ga punya temen dan ga lulus2 tes kerjanya. Tapi mungkin itu karmanya hehe.

    Btw, yang terakhir bener2 pelajaran banget buatnya hihi. Buatku jg mba, aku ga pernah naek mobil begitu wkwkwkwk, jadi baca ini tar ga malu2in 😀

    • Zizy

      Heheee… Yah mudah2an saja dia segera sadar diri. Sekalian kita jg sih, biar ga ikutan kayak dia 😀

  35. Nda

    Dah lama ga mampir ke sini.. eh ada cerita seru 🙂
    Ceritanya sangat mengajarkan kita untuk lebih humble.. toh di atas langit masih ada langit ya 🙂

  36. huahahaa…
    Lucu sizt’, smoga dengan kejadian itu dia nunduk klo jalan ‘y 😀

  37. heheheh….dimana-mana pasti ada aja yach orang seperti itu, kasihan juga gak lulus2 jadi pegawai tetap…apa dia gak belajar dari kesalahn yang lalu2 yach…trs kenapa dia gak tanya sama temen2nya yang udah jadi pegawai tetap….minta tips2nya gitu biar lulus…..

    • Zizy

      Entah jg ya. Dia gengsi kali nanya ke orang, krn dia kan merasa paling pintar.

  38. melihat cerita mbak di atas, saya sendiri kasihan melihat cewek itu, saya ingat dengan buku thesecret atau movienya pada bab law of attraction..(tentang hukum ketertarikan — what do you realy2 want)..

    dia mungkin berfikir :
    1. saya TIDAK akan jadi pegawai kontrak (hasilnya saya menjadi pegawai dan lebih parah lagi dipindahkan ke devisi lain).
    2. Saya TIDAK jadi orang kampung (hasilnya dia betul jadi kampungan ketika keluar dari mobilnya mbak)
    3. saya Tidak akan mendapatkan suami yang jelek atau biasa2 aja (hasilnya dia nikah dengan cowok yang biasa2 aja)

    Andai si cewek itu jadi orang apa adanya dan tidak malu dengan kekurangan dan mungkin keterbatasan materi yang ada padanya, mungkin teman2 dikantor akan sangat mendukungnya, dan jalan untuk menjadi pegawai tetap bisa saja terkabul karena doa dari kawan2 sekantor,,

    mungkin coment saya tidak berkenan bagi mbak zee,,
    tapi itulah pendapat saya thank banget mbak..

    • Zizy

      mas alfon makasih utk komennya, saya jd terpikir jg ttg hukum ketertarikan itu. nice comment :).

  39. haduh, seramnya jadi orang sombong. dibenci oleh banyak orang…
    saya sangat tidak ingin sekali berada di posisi tuan putri yang angkuh. lha wong saya sendiri bukan orang kaya, tidak cantik… tidak ada yg bisa disombongkan XDDD

    • Zizy

      ada tuh teman saya yg prinsinya gini le : sombong ga sombong tar mati jg, mendingan sombong ajah hahaa..

  40. hihihiih…kelakuan si “tuan putri” yang ini mirip banget ma yang dicurhatin temenku itu. kayanya dimana-mana ada orang kaya gitu kali ya?

  41. Kayak cerita d sinetron aja y..!?! Dominan dgn konflik internal… 🙂

  42. HIhihi,… dalam kehidupan perkantoran sering terjadi yg seperti itu,…. banyak yg iri dengki bahkan ada rekan sekerja yg “menusuk” dari belakang,… Tapi kejadian mbak ini langka juga ya,.. ada seorang pegawai kontrak yg berani marah2 sama pegawai tetap,…. kebetulab ditempat saya ga ada peg kontrak yg tugs n tanggungjawabnya diatas peg tetap,… jd ga bisa marah2 dia,.. yg senior banyak,… tapi tetap secara hirarki dia dibawah peg tetap… Semoga teman mbak zee segera menyadari kekilafannya,… masa’ calon boss dimarah2in,.. hehehehe

    • Zizy

      Wahahhaaa…. mas blm tahu ya karakter pegawai kontrak di sini? Sombongnya minta ampun apalagi klo kebetulan g ada org lain yg handle selain dia. Biasanya mrk sombong krn atasan jg memberi angin. Kami di sini semua sama sih tdk ada beda2kan kasta hehee.. Ya dia jg udah sadarlah, wong ga lulus2 gt buktinya 😀

  43. hahaha bener2 postingan yg menyegarkan pagi saya.. sambil ngopi sambil ketawa2 😆

    ya emang gitulah orang blagu. saking sombongnya sampe ga punya temen. saking self-centered mikirin diri sendiri sampe ga tau cara buka pintu otomatis 😆

  44. hehehe… emang selaluuu ada aja orang model begitu ya dimana2… yah bagus lah biar dia kena batunya dulu baru nyadar kalo dia bukan yang paling hebat… 😀

  45. ya ampun sis… ada yang cewe seangkuh itu duh.. sebenarnya gengsinya lebih tinggi dari kemampuan otak dan materinya kali ya. sombong gak akan menghasilkan manfaat apa2 tuh buktinya dijauhin orang dan tetep nyebelin kan…

    • Zizy

      makanya sis, akhrnya kan dia sendiri yg malu..

  46. Wah ada juga tuh putri yang angkuh….

    BTW bagus juga tuh gambar cewek pke rok dengan membawa sabit RIP, keren tuh gambarnya hehehehehehe….

  47. meski mbak zee gak sebut nama tapi kan klo dia yg baca pasti tau… 🙂 btw, si tuan putri yg angkuh tu kenal dunia maya jg gak…ato se-enggak2nya punya fb gtu…he..he…

  48. Hehehehe…
    Asyik ngikutin alur ceritanya.. 🙂

    Eniwei,
    pintu mobilnya otomatis dan bikin kagok? Idih, kok saya banget, yaaa??? *jadi inget pengalaman pribadi saat pertama kali naik Alphard-nya temen dan malunya setengah mampus.. hihihihihi*

    • Zizy

      hehehe… selalu ada saat pertama kali bagi tiap orang say. aq jg bbrp x salah mencet tombol wkt mo buka pintu belakang, norak deh..

  49. waduh dinamika orang kantoran ternyata sama aja yah, sering saya dijadikan tempat curhat ama istri saya. dan untungnya karena kami dari background yang sama, pembicaraan jadi nyambung.

  50. Wew, tekanan dunia kerja–apalagi di Jakarta-kayaknya besar banget ya? Sampai ndak rela posisi direbut, lantas bersikap angkuh. Saya percaya kalau rejeki itu udah diatur sama Tuhan, jadinya kalau mau rejeki lancar ya mesti bikin Tuhan seneng dan saya rasa Tuhan pun ndak seneng dengan sifat manusia yang angkuh.

    Yah, buat saya kerjaan itu harus menyenangkan. Sekiranya toh apapun bisa kita buat senang. Jangan sampai malah itu membuat sifat kita tak karu-karuan.

    • Zizy

      mungkin juga ya mawi, krn skrg persaingan berat jd bisa dibilang wajar klo ada sikut2an…

  51. nggak takut dibaca orangnya ya mbak ? 😀
    kan mbak zee, blogger kondang, hahahaha …

    wah saya bakalan belajar nggak bakalan sombong deh kalo gini 😀 *eh tapi saya bener gak sombong kok, bener deh* :p

    • Zizy

      hahhaaa… memang klo dibaca kenapa say? ini kan bukan pencemaran nama baik. no mention name kan 🙂

  52. kebayang yah..kikuk ditumpangi orang yg gak nyambung dg kita. apalagi harus kita yg memulai setiap pembicaraan. mudah2an dia cepat sadar, dan memperbaiki kelakuannya. di mana2 pasti ada orang2 kayak gitu

  53. biasanya orang tinggi hati justru karena minder mbak Zee…. mereka menutupinya dengan berlaku seolah yang paling hebat.

    • Zizy

      tapi kan kalo tiba2 kejadian kayak soal nutup pintu itu, kasian di dia dong ya. kasian..

  54. hamidah

    org resek kelaut aje….

    saya jg pernah berinteraksi dgn org yang spt itu dan itu membutuhkan berkantung2 kesabaran dan pengertian.

    eh knp ya yg resek kebangetan itu selalu pelakunya perempuan…..

    • Zizy

      Saya jg heran mbak, apa krn perempuan punya sifat cerewet dan cenderung bersaing dgn sesama perempuan kali ya?

  55. huahahaaahaaa…ga kebayang tampangnya di peristiwa ‘nebeng’ itu…hmmm, ada yaa orang kaya begini…? ALhamdulillah sampai hari ini saya belum nemu….eeh..eh…apa jangan jangan saya kali yah …amit..amit..*ketok meja 30 kali…*

    seru zee…seru ceritanya…trus, piye…sekarang tuan putrih udah jadi pegawe tetap belum…?salam ya buat si tuan putri…hahahaaa… 😛

    • Zizy

      belom mbak hehe, ya ga lolos2 jg kan dia ujian tes pegawai terakhir…kekee.

  56. tapi saya cukup beruntung ya, di tempat kerja saya kebanyakan rasanya senasib sepenanggungan…
    *lha sama-sama perantau, sama-sama memiliki resiko tinggi terkena malaria, dan banyak kesamaan lainnya di antara banyaknya perbedaan…
    hehehe

  57. memang perlu “trik2 dan strategi” khusus
    untuk org2 seperti itu

    pasti waktu kejadian pintu mobil itu dirimu lgsg tertawa puas
    *evily grins*
    😀

    • Zizy

      wakakakaa…. jujur gw katakan, gw tertawa puas dalam hati waktu itu :”>

  58. heheh orang yg nyebelin ternyata ada dimana-mana mbak, kalo aku biasa menyikapinya dengan meng”iya”kan saja setiap omongannya masuk kuping kanan loss langsung keluar kuping kiri, selama dia seneng aja. heheheh

    • Zizy

      susah jg meng-loss-kannya, klo sdh kelewatan banged. lama2 bisa ikutan sakit jiwa hahahaa..

  59. Prinsip saya cuma, kalau kita menanam kebaikan akan menuai kebaikan, dan sebaliknya menabur kejelekan akan mengunduh kejelekan juga

  60. Ternyata dimana mana orang menyebalkan itu pasti saja ada ya? cara menyikapi dengan cool malah bikin gondok hati ya mba he..he…
    Keknya memang harus lebih sabar hadapinya, uh bikin jengkel kalo udah lihat orangnya ya

  61. hihihii… saya ngekekk bacanya zee… suerr..!! walau tidak persis sama, tapi saya pernah mengalaminya. Beberapa tahun lalu, saya pernah mencoba melamar kerja di sebuah perusahaan manufacture, saya menggantikan posisi seseorang.. hampir sama, orang yang akan saya gantikan begitu judes/jaim dll.. sepertinya ia ingin menunjukkan bahwa keahliannya, penglamannya sulit digantikan orang lain.. dan saat akan memulai kerja si Bos berpesan ‘ you just have 2 weeks to learn about all your job.. ‘ dan alhamdulillah..hanya dalam waktu 2 mgg itu saya mostly sudah bisa handle semua tanggung jawab saya.. ia pun kemudian berubah lebih nice. Saat itu, mulailah saya kenal dengan banyak orang di kantor dan satu per satu bercerita bhw ‘dia itu tadinya pegawai rendahan trus diangkat sama bos krn sedikit bisa berbahasa inggris..bla…bla..bla..’ heheh.. saya hanya tersenyum saja. Menghadapi yang seperti ini, saya tidak pernah sakit hati atau marah.. saya berusaha berempati saja dengannya.. ( tapi entahlah klo keterlaluan banget 😀 ).

    Hmm.. kejadian seperti ini keknya banyak terjadi zee.. banyak orang yang merasa hebat dan tidak sadar bahwa banyak yang lebih hebat dari nya.. cape deh…

    • Zizy

      kekkkekee…. iya di tiap kantor pasti ada deh 1-2 orang yg begitu.

  62. Widi

    Sebenernya jahat sihhhh hahhaha.. tapi kan bukan karena mau jahat ketawain dia, That is so human kekekke. But, aku suka dengan sikapmu kak yang ini : “Setiap rasa emosi mendera hati, saya pendam saja di dalam dada sambil menarik napas panjang, berdoa semoga Tuhan memberikan saya kesabaran. Saya tidak mau mengotori mulut atau tangan saya dengan melawan dirinya. Saya cuma berkata dalam hati, setiap orang yang berbuat tidak baik pada orang lain pasti akan mendapat ganjarannya”. Gak mudah loh kak bersikap cool dan anggun seperti ini. Apalagi jika kita di jahatin kayak gitu. I mean bukan masalah ama temen aja, u know what i mean kan? hihihi. Biasanya kita akan tergoda untuk membalas perbuatan jahat itu. I’m learning from ypu.
    Btw gara2 pintu selamat lah ya ga ditebengin lagi, ga terganggu waktu2 utk teler di mobil :P.

    • Zizy

      Wakakakaa….. isss betul kali itu wid, aku kan mo tidur di mobil, untuk apaku si borjong itu ikut? hahahaa…

      Memang ga mudah utk bersikap cool Wid, tapi aku percaya sih orang jahat pasti kena batunya. 🙂

  63. Susan Noerina

    Hihihihi, dimana2 pasti ajah ada makhluk kaya begituh. Dulu juga di kantor ada orang seperti itu, tapi cowo. Bawaannya pengen neke ajah soalnya selal under-estimate sama orang lain. Dipikir yang bisa kerja tuh cuma doank. Gilanya lagi Mba, gara2 dia sensi sama askepnya yang ngadain acara ultah tapi dia ga diundang, eh dia sms ke GM. Gebleg kan?! Sms GM untuk hal2 ga penting kaya gituh? Dipikir ok apa?! (jadi esmosi gw kalo inget peristiwa itu).

    Eniwei, sampe skarang tu cewe masih kerja di kantor Mba? Kasian banget yah tu orang. Ga punya temen, diomongin orang, banyak yang ngutuk….hih! Cucian banget dehhhhh

    • Zizy

      Dia masih kerja di sini. Tapi ya begitu, cuciannya beratttt hahahaa..

  64. hahaha… kasian juga ya dia, pasti malu banget tuh..

    makanya, sebaiknya kita jadi orang yang apa adanya aja, jadi kalau ada kejadian begitu jadi ndak terlalu malu 🙂

  65. hohohooho emang kadang orang angkuh kudu dikasi pelajaran mbak, biar nggak gitu lagi, eh tapi kalo gitu itu kita jahat nggak si? enggak mgkn ya, kan maksutnya baek 😛

  66. HEUAHEUAHEAUHEUAHEUAHEUAHEUAHEAU

    THIS … IS… PURE… OWNAGE!

    CONGRATULATION ZEE, I’m rooting for you now! XD

    PF: Aku sendiri blom pernah naik mobil berpintu otomatis. Taksi disini masih manual semua… haha.

    Btw, itu si Jeung sama persis kayak “calon” Supervisor baru di tempat kerjaku. Training seminggu aja belum selesai, tapi act kayak tau segalanya, dan attitude nya superior bloon gitu…

    Yah seperti yang kamu kata, dari yang mau jadi superior malah jadi minoritas. Tunggu aja deh perkembangannya 😀

    • Zizy

      Memang selalu ada aja orang kayak gitu ya. Yg herannya, apa dia g sadar kalo itu bisa bikin orang makin ga respek sama dia?

  67. Hahaha…, pintu otomatis yang membawa keberuntungan 😆

    Di setiap kantor kayaknya pasti ada minimal satu figur menjengkelkan. Di kantor saya juga ada, persis duduk di belakang saya. Awal-awal memang menjengkelkan banget, Mb. Sampai ada anak baru yg dibuat nangis sama dia 🙁

    Manusia menjengkelkan satu itu perfeksionis abis, which is sebenarnya a good thing, right? Tapi yg bersangkutan jg hobi ngurusin hidup orang lain, dan mulutnya tajam ngomongin kelakuan tiap2 staff. Awalnya sih saya keki bgt, apalagi krn dia senior (udah lebih 10 tahun kerja di kantor saya!) gak mungkin saya datang padanya dan nanya, “Kenapa loe, ada masalah ama gw?” – seperti yg biasa saya lakukan :mrgreen:

    Tapi akhirnya saya bisa cuek, termasuk saat dia ngintip2 apa yg sedang saya kerjakan di laptop. Malah saya jadi suka iseng, saya buka Google sampai enam tab dan saya masukkan keyword, ‘sifat wanita muda yg spt nenek-nenek’, ‘wanita kurang kerjaan’, ‘wanita sirik’, etc 😆

    • Zizy

      Wakaakakaa….. cocok itu. Pasti dia merasa tersindir dengan keyword nenek-nenek itu =)). Lagian usil banged sih, ngapain intip2 kerjaan orang? Ck ck..

  68. hahahah lucu-lucu mbak….kiran yah, cerita mengenai begituan hanya ada di film-film atau sinetron Indonesia khususnya xiixiix..ternyata itu nyata hahaha…yah, memang orang seperti itu pantas dikasih sedikit pelajaran yang berguna, biar gak gitu lagi kedepannya 😀

    • Zizy

      hehehee… kasian juga sih, tp biarlah :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.